Istri Butaku

Istri Butaku
Sayang


__ADS_3

Perjalanan yang awalnya hanya hendak belanja peralatan dapur saja sekarang berpindah haluan.


Acha yang merengek ingin main bersama Nayya dengan alasan rindu membuat Nayya tak mampu menolak karena dirinya juga merasakan hal yang sama dengan nya.


Acha mendadak ingin makan chicken wings BBQ. Nayya dan lainnya hanya menuruti saja hingga mereka menuju kesebuah restoran. Dimana Rian? Ia memilih undur diri untuk kembali kekampus karena ada yang mau meminta bimbingan. Secara dia menjadi dosen penguji beberapa bulan belakangan ini.


"Umi.. Acha laper.." Rengek Acha menggoyang-goyangkan lengan Nayya.


Nayya berhenti dan menatap anaknya. "Kita cari makan dulu yuk kalo gitu..." Ujarnya dengan lembut pada anaknya.


Acha mengangguk. Habib dan Arga hanya ikut saja apa kata para perempuan kesayangan mereka.


Hingga pilihan mereka jatuh pada tempat restoran yang lumayan bagus disana...mereka memilih masuk dan duduk di kursi paling sudut karena hanya disana yang kosong. pas kursinya 4 buah.


“Duh Umi.. Umi duduk disini saja. Acha duduk disini..!” Nayya dikagetkan oleh anaknya ketika hendak duduk. Ia yang awalnya ingin duduk disampingnya Arga ditarik oleh Acha yang malah menyuruhnya duduk disamping Habib.”Nah kan pas tu. Kita kayak keluarga bahagia.”Ujar Acha lalu duduk disampingnya Arga.


Nayya disana mendatarkan wajahnya. Ia menatap anaknya dengan tatapan tak suka. namun terdiam lagi ketika mata Acha menatapnya polos.”Kenapa? acha salah yah mi kalo mau ngerasain keluarga lengkap kayak gini meskipun cuma sebentar?”Tanyanya dengan lirih dan memelas.


Nayya menghela nafas dan mengeleng.”Tidak salah.. Umi yang salah tidak bisa memberikan apa yang seharusnya kalian dapatkan dan sudah sepantasnya menjadi hak kalian.”Ujarnya ikut lirih membuat Acha terdiam. Habib yang tadinya hanya melihat saja sekarang ikut terdiam henyak mendengar suara Nayya.


“Umi bukan gitu maksud Acha.. Umi nggak salah kok Mi... Maafin Acha..”Gumam Acha denngan wajah merasa bersalahnya. Ia menggeleng lagi .”Enggak gitu maksud acha.”Ujarnya.


Nayya mengangguk dan tersenyum.”Ayok pesen.. Nanti Azan Ashar loh katanya mau main ke danau Acha, jadi kemaleman kita pulang.’Ujarnya disana tersenyum tenang. Acha disana diam engan tak enak mengangguk.


Habib disana melirik Nayya disisinya. Nayya diam saja. Hingga ia memiliki ide. Ia pun ikut memesan makanan yang ada disana. Nayya hanya memesan minum dan cake saja karena ia tak lapar. Arga memesan makanan juga karena Arga paling tidak bisa diam melihat orang lain makan. Baginya jika orang lain maka ia juga harus makan.


Sudah dua puluh menit menunggu makanan tersajikan mereka hanya diam saja. Acha dan Arga yang sibuk bercerita. Nayya dan Habib bungkam, mereka berkelana pada pikiran masing-masing. Hingga pelayan sampai dan menyediakan makanan untuk mereka.


Disana Mereka mengucapkan terimakasih, habib menaruh minuman dan makanan Nayya didepannya Mereka mulai menikmati peasanan masing-masing. Namun nayya disana terdiam dikalah melihat habib yang mau makan. Bbibirnya gatal ingin bertanya dan melarang namun tak bisa. egoisnya terlalu tinggi.. dan


“Eh---“ Habib kaget letika Nayya mengmbil piring makanannya dan menaruh dihadapannya, ia makan dengan cepat membuat Acha dan Arga disana terdiam melirik ibunya.”Itu makanan saya Nay. Jika kamu mau pesan saja lagi.”Ujarnya Habib disana pada Nayya.


Nayya disana diam saja dan mulai mengunyah tak menjawab. Acha disana melihat ibunya dengan tatapan tak percaya.”Ih Umi nggak sopan tau makan pesanan orang lain.. nggak BAIK.”Ujarnya disana dengan suara kekanakannya tersebut


Nayya disana diam tetap makan. Ia melirik Habib dan berkata.”Saya lihat Cumi dipiring kamu membuat saya selera. Jadi kami pesan saja yang lain, tapi jangan pesan cumi-cumi.. nanti saya makan lagi.”ujarnya disana dan memakan lagi.


Habib tersenyum tipis, hatinya menghangat disana. Nayya masih ingat jika ia tak boleh makan cumi, ia alergi membuat ia disana menatap Acha dan Arga.”Ohh iya.. abi lupa kalo abi itu alergi.. pasti Umi kalian inget abi alergi mangkanya Umi kalian makan makanan abi. Umi kalian ternyata perhatian yah nggak mau abi sakit.”Ujarnya disana dengan godaan.

__ADS_1


Arga dan Acha menatap ibunya dengan godaan.”Ciee perhatian tapi nggak mau bilang-bilang.. ih Umi malu-malu kucing padahal mau..”Ujar Acha menyenggol lengan uminya membuat Nayya mendelik dan melototi Habib.


“Apaan si pede banget.. saya mau makan cumi bukan karena kamu. Saya mau karena sudah lama tidak makan cumi,. Jangan k Gran deh..”Ujarnya disana mengunyah cepat lagi disana memutar bola mata malas meski merutuki dirinya sendiri.


"Loh bukannya tadi pagi Umi masak Cumi goreng sama nasi goreng??" Tanya Arga polos membuat Nayya mengutuk dirinya .


“Saya tau loh Nay jangan berbohong. Karena itu hanya trik saya mau lihat kamu. Masih ingat dan masih perhatian dengan saya atau tidak kamu.”Ujarnya disana. Nayya mendengarnya hampir tersedak dibuatnya dan melotot. Ia diam menatap habib dengan tatapan tak percaya. Habib memberikan senyum evilnya.


Tanganya dnegan lancing mencolek piipi Nayya.”Cie yang perhatian.”Ujarnuya.. Nayya menepisnya.”Apa si mas.”Ujarnya memerah malu membuat habib terkekeh.


“Cie panggil mas tapi kamu-kamu aja tu.”Ujarnya membuat nayya semakin salah tingkah.


Acha dan Arga hanya terkekeh melihat Uminya yang malu-malu saat ini. sungguh ibu mereka mengemaskan sekali. “Cie Umi sama abi udah baikan aja nih.. acha jadi baper.”Ujar Acha memeluk Arga. Arga disana menganguk mengiyakan.


“Enggak ada baikan si. Kan kita nggak ada ribut Acha.”Ujar Nayya kepada anaknya. Habib disana mengangguk menyetujui.”Hanya saja keadaan yang ngebuat kita kayak gini,.”Lanjutnya dalam hati dengan nanar. Iyakan mereka memang tak memiliki permasalahan lagi.


Acha disana menatap Arga dan Arga hanya diam menatap obunya sendu.”Keburu dingin. Makan gih.”Ujaar Habib. Lalu menatap Nayya.”Kmau mau mas suapin nggak?”Tanyanya membuat Nayya melotot dan Habib tertawa dengan kelaharnya. Wajah Nayya sangat imut baginya ketika marah, sungguh..!!


Setelah selesai makan mereka memilih sholat dimasjid terdekat, eh ralat deng, dimushola disana, kalian tau perbedaan mushola dan masjid? Yah bedanya mushola itu kecil sedangkan masjid itu besar. Dan ada banyak perbedaan lainnya, mereka setelahhnya memilih pergi dimana yang Acha mau yakni didanau dekat sini, tak jauh namun katanya itu nbaru dibuka dan diresmikan kemarin sore jadi ada promo dan diskon jika bersama keluarga besar.


”Wah..”Ujar Acha kagum ketika turun dari mobil. Seturunnya Acha dari mobil sudah memancing banyak mata menatapnya disana. Turunnya disusul dengan Arga. Habib dan Nayya. disana mereka cukup kagum juga sebab ternyata danau ini sangat biru dan juga luas, jika dilihat dari sini maka mereka juga bisa melihat beberapa pulau.


“Abang yok masuk.. Acha mau naik banana.”Ujar Acha menarik Arga disisinya.


Nayya disana pun menatap anaknya berlari membuat ia panic.”Acha. Arga jangan lari-lari. Barengan aja hey..!!”Ujarnya disana. Namun Acha terlalu bersemangat membuat ia tertinggal. Nayya mulai hendak mengejar mereka disana namun sayangnya mereka sudah sangat jauh. Nayya malu jika harus mengejar kedua anaknya tersebut. Ia sudah tua.


“Buarin aja si. Kan mereka masih remaja jadi wajar kalo semangat mainnya. “Ujarnya Habib terkekeh disisinya.”Mending kamu berdua sama saya saja lalu kita pacaran romantis-romantisan gitu.”Ujarnya menggoda dengan menaik turunkan alisnya.


Nayya menabok peruntnya membuat Habib menghindar dan meringis.”Ngaur kamu.”Ujarnya. Habib disana menatap Nayya dnegan tak terima.”Ingat umur Habib. Masih mau aja pacaran-pacaran. Pacaran tu sama tembok.”Ujar nayya meninggalkannya.


“Loh-lohhh... Nay.”Gumamnya tak terimna Nayya yang pergu membuat ia hendak mengejarnya.”Sayang jangan merajuk dong... jangan ngambek malu tu sama orang-orang liat kamu, sumpah ihh aku sayang kamu.”Ujarnya menggoda memancing banyak orang menatap nayya dan Hbaib. Habib disana menggoda Nayya hanya menahan tawa.


“Mbak dipanggil pacarnya tu.”Ujar beberapa orang disisi Nyaya tersenyum-senyum dan tertawa melihat nayya disana. Nayya berhenti disana dan mengerang nafasnya. Ia menahan amarahnya dibuatnya lalu menatap habib yang sudah berdidri disisinya dengan tersenyum.


“Ayok sayang. Atau mau mas gendong hmm?”Tanyanya disana dengan muka polosnya. Nayya menatapnya datar dibuatnya. Habib menatap mbak yang menegur Nayya tadi.”Oh iya mbak, kami udah nikah bukan pacaran. Idah punya anak dual oh. Doain biar bisa nambah 2 lagi.”Ujarnya dnegan tersenyum membuat keduanya terkekeh dan juga mengangguk.


“Mas..!!” Gumam nayya disana menatap Habib dengan tajam. Habib menatapnya polos.

__ADS_1


”Kenapa? mas salah lagi yah sayang? Kamu cemburu mas bicara sama mereka? Yaammpun syaang kamu cemburuan banget si Utuutuu sayang banget si sama mas.”Ujarnya hendak memeluk Nayya dan menguyel pipinya.


Nayya disana mendengus.”Ihh.. berhenti main-mainnya mas. Nay-nay malu.”Gumamnya lalu memilih pergi.


Habib mendengarnyapun hanya menahan tawa. “NAYYA SAYA SAYANG KAMU.”Teriaknya ditengah keramaian membuat pandangan makin banyak kepaanya. Habib disana tersenyum maaf kepada orang lain beda dengan Nayya yang hendak mencari lobang semut, ia ingin menumpang sembunyi.


Habib menatap semuanya dan berkata.”Maaf yah. istri saya lagi ngambek dan cemburu gara-gara banyak yang naksir saya.. biar dia tau aja kalo saya sayang banget sama dia.”Ujarnya lalu memilih mengikuti Nayya dengan hati berbunga-bunganya. Bisa-buisanya ia disana sangat bahagia ketika melihat Nayya malu-malu begini. Tampa ia sadari jika hati Nayya saat ini mendobrak penuh hendak keluar. Berdemo dan berorasi jika ia menyukai hal ini..!!!


Tak keduanya sadari jika semua itu disaksikan oeh kedua anaknya. Ada dua tangan yang bertos ria dan tersenyum satu sama lain. Yah mereka Acha dan Arga yang bersembunyi dibalik tukang jual bubur, mereka memang melakukan rencana ini untuk mendekatkan kedua orang tuanya. Ternyata berhasil, arga bahagia saat melihat ibunya menemukan senyumnya hari ini...!!


Sudah berapa jam berlalu hingga magrib.. mereka kembali melaksakan sholat magrib diluar dan memilih makan malam diluar juga. Jam sudah menunjukan pukul 9. Dan mereka baru keluar dari restoran. Nayya disana merasa berat saat ini harus berpisah dengan anaknya Acha. Sungguh..!


Habib ? sangat..!! siapa yang ikhlas meninggalkan kebahagiaannya? Acha disana sudah mengantuk akibatnya ia disana diam saja. Arga pun disana hanya diam saja. “Kalian yakin nggak mau abi anterin? Kalian cukup jauh loh. Kalian abi anter saja yah.”ujarnya habib disana dengan mata memelasnya, ia merapihkan hijab Nayya yang tak rapi membuat nayya segera merapikannya sendiri.


“Iya nggak pa-pa Bi. Soalnya kami bawa mobil sendiri kok.”UjarnyaArga disana pada Habib.


“Lagian nanti bisa-bisa kakek sama nenek murkah dan ngamuk kalo ketemu abi. Bisa-bisa nanti kita nggak bisa ketemu kalo diluar kayak gini.’”Ujarnya disana lagi.


Habib terdiam awalnya karena benar kata anaknya. Bisa-bisa nanti mereka tak lagi bisa bertemu membuat ia menghela nafas. Ia mengangguk paham disana dan menatap Nayya.”Kalian hati-hati yah. arga bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut.. lindungin umi kamu sampai abi bisa sama-sama lagi sama kalian. Doain biar keluarga kita bisa kumpul dan nggak ada hambatan kayak gini.”Ujarnya lirih.


"AAmiin..." Arga mengangguk dan Nayya yang menatap lain arah. Sesak rasanya.


Nayya kaget ketika tangannya ditarik Hbaib, ternyata ia memakaikan ia gelang. nayya tak menarik tanganya dan menatap gelang cantik tersebut., gelang elegan yang ada kupu-kupunya yang ternyata ada berliannya. Disana Habib mengusap kepalanya dan tersenyum.”Dah balik gih.”Ujarnya lirih.


Nayya menatap Habib dan mengangguk sembari menatap tangannya lagi. arga disana menyalami Habib,. Acha menyalami Uminya. Mereka berpisah disana dengan tak ikhlas..


nayya yang tersenyum disana juga menyalami Habib.”Assalamu’alaikum mas,”Gumamnya.


Habib menghangat hendak menangis namun malu ada anak. Sejauh mobil Nayya pergi dan hilang dalam pandangan sejauh itu juga Habib menadang dan menatapnya.


Hingga suara Acha memecahkan tatapan dan pikirannya.”Abi ayok pulang. Acha capek pen tidur.. Uminya udah pulang itu.”Ujarnya disana menarik tangan habib dan merengek. Matanya bahkan sudah memerah karena mengantuk saat ini.


Habib disana tersenyum.”Yaampun putri abi. Maaf yah tadi abi liat Umimu lama banget kayaknya. Yaudah ayok kita pulang sayang.”Gumamnya disana dan merangkul anaknya memasuki mobil menuju pesantren. Pesantren Habib kesini cukup lama loh.. satu jam setengah tapi karena Nayya ia rela dan ia korbankan waktu dan tenaga..!! yah namanya juga cinta. Cinta bahkan mampu melupakan sang pencipta kan?!!!


Sepanjang jalan Nayya menatap jalan dengan tatapan kosong. Tangannya mengusap gelang dari Habib dengan lembut, tatapan Arga yang fokus pada jalan bahkan terpecahkan karena Uminya yang diam saja itu. Ada berbagai pertanyaan dari pikirannya untuk orang tuannya.”Umi.. Umi cinta banget yah sama abi?”Tanyanya.


Nayya yang ditanyapun terdiam kembali menatap jalan, namun jalan disisi kaca sampingnya mengalihkan pandangan dari Arga. Arga yang melihat uminya begini pun terdiam nanar.”Umi tidak terlalu mencintainya, tapi Umi hanya memiliki cinta untuknya ..!!!” jawan Nayya yang cukup rumit.

__ADS_1


__ADS_2