Istri Butaku

Istri Butaku
Sadar


__ADS_3

Dua karakter yang kadang sulit dibedakan... Yaitu obsesi dan juga serakah.... Iya.. dan wanita memiliki keduanya,... Mangkanya banyak yang membenci mertua dan ingin memimpin anak laki lakinya... Sampai lupa jika anak laki laki itu adalah tanggung jawab orang tua sampai mereka tiada...


...


Kabar gus mereka membawa gadis kendalem sampai ketengan Khumaira membuat Khumaira penasaran dan juga khawatir.. tak bisa ia pungkiri jika ia mengkhawatirkan Habib membuat ia meminta kepada orang tuanya unyuk menjenguknya.. “ Abbi siapa yang dibawa oleh gus Habib dindalem keluarganya?” Tanyanya lembut.


Ayahnya menghela nafas dan juga menatap anaknya dengan tatapan Tanya.” Mana abbi tau, lagian kamu sudah ditinggalkannya Vio. Jadi jangan mau lagi sama dia, dia itu sudah mengkhianati kamu..”Ujarnya karena sudah menanggung malu akibat dari Habib yang meningalkan pernikahan mereka.


Anak gadis yang ditinggal dihari pernikahannya akan malu sampai tujuh turunan weeeyyy..


Khumaira menggeleng membuat abinya menatap Khumaira dengan tatapan tajamnya.”Abi tolong, gus Habib punya alasan meninggalkan Vio dipernikahan, dia mengalami kecelakaan.. dan dan dan dia akan kesini melamar Vio lagi..”Ujarnya gugup dengan mata memelasnya karena ia sangat mencintai Habib.


Abbinya menghela nafas melihat putrinya yang sangat tergila gila ini kepada habib. Ia mengusap kepala anaknya sayang membuat anaknya meletakkan kepalanya dipahanya dan bersimpuh..” Tapi dia tidak datang kesini lagi Vio, dia tidak pernah sekalipun meminta maaf atas kejahatan dan juga apa yang telah ia perbuat kepadamu..!| Ujarnya membantah.


Khumairo menggeleng lagi.” Tidak abbi.. Dia hanya belum memilki waktu, jadi Khumairo mohon, tolong jangan pisahkan kami. Khumairo ingin menikah dengan Habib, jika tidak dengan Hbaib maka Khumairo lebih memilih bunuh diri saja. Khumairo hanya ingin dia abi,,!” Ujarnya disana dengan tegas dan juga menekan kata katanya.


Khumairo tidak pernah main main dengan kata katanya membuat ayahnya menghela nafas dan bergumam “Baiklah, besok kita akan berkunjung kerumahnya untuk menanyakan keberlangungan hubungan kalian, tapi jangan pernah berfikir ingin bunuh diri hmm..!” Ujarnya membuat Khumairo menganguk dan tersneyum..


“Terimakaish abbi..!!” Ujarnya lalu memeluk kaki ayahnya itu lelah disana membuat ayahnya mengusap kepalanya. Khumairo dan keluarganya sama sekai belum tau jika Habib sudah menikah karena pernikahan Habib belum disebar luaskan... hanya beberapa orang saja yang tau kok.


Disisi lain ada Nayya yang belum juga sadar karena alergi yang ia miliki.. Habib disana tertidur disebelahnya dengan memegang tanganya..Kelopak Mata Nayya bergerak dikalah itu.. karena lelah entahlah.. ia merabah kesembarang arah.. dan bertemu wajah seseorang yang ia yakini suaminya..


Ia menghela nafas karena sesak didadanya dan gatal gatal ditubuhnya.. tanganya hanya satu yang bisa ia geakkan membuat ia menggaruk tubuhnya,, ia tak bisa bangkit membuat ia gelisa ditempatnya.. disana juga ada Fatih yang bermalam, ada umi dan ada abbi mereka. Ya, mereka bermalam dikamar Habib karena Nayya sudah Sedari semalam kemarin belum juga sadar. Waw. Hamper dua hari bukan?!!


Nayya mau minta bantuan tapi tak tau harus apa, ia tak mau mengganggu suaminya tidur, ia juga tidka tau ada orangs lain dirinya disana.. Dan tanpa dirinya tau jika Fatiih melihatnya karena dia baru saja solat tahajut dan sedang menghafal.

__ADS_1


Fatih memang suka menghafal ditengah malam karena tengah malam sangat baik untuk menghafal. Eh rafal, ia sudah hafal 30jus ya, dia hanya murojoah dan juga menghafal lagi hafalanya takut hafalanya hilang kan sayang.. menghafal itu perkarah yang murah bagi para hafiz. Tapi mempertahan kannya yang sulit..


Fatih mendekati Nayya dan bertanya.” Niang? Niang bituh apa? Niang sudah sadar?” Tanyanya karena takut salah dengar.. ia melihat Nayya melihat pelapon kosong dengan tangan yang menggaruk tubuhnya.


Nayya terkejut dibuatnya. Tapi ia kenal suara itu membuat ia tersenyum dan mengangguk.. “Hmm annu,, ini jam berapa?” Tanyanya.”Hmm ini Fatah eh Fatur.. bukan? Adiknya Mas Habib?” Tanyanya takut dnegan bercicit.


Faith sedikit tersneyum dibuatnya.” Iya niang.. saya Fatih bukan Fatah, kalo Fatah itu tulang hhehe.”Ujranya membuat Nayya tersneyum tipis.


” Hmm sekarang jam setengah dua.. Niang butuh sesuatu? Atau aku panggilkan abang habib saja? Abang Habib seprtinya kelelahan karena sudha menunggu Niang sedari Semalam tidak sadarkan diri.. .." Ujarnya jujur.


Nayya Disana mendengarnya kaget.. " Sedari semalam? kemarin? " Tanyanya kaget.


"Na'am niang.... " ujar Fatih.


"Nayya.. Kamu udah bangun Nay? alhamdulillah... " Dura Habib memutuskan kontak Fatih dan Nayya membuat kedua duanya diam..


"Kamu bugis suatu Nay? Bilang sama aku Nay.. Kamu butuh apa? " Tanyanya Disana khawatir mendekati Nayya " Apa gatal? apa sakit? "Tanyanya lagi.


Nayya mengangguk " Yaa... Aku Haus.. dan tubuhku gatal... tolong panggil ibu dan ayah... aku aku sesak nafas... tolong.. " sukar Nayya Disana dengan nanar...


Habib disana terdiam dibuatnya lalu menatap Fatih. "Maaf. Nay disini tidak ada ayah dan ibu. Maaf... " Umat Habib membuat Nayya tertegun. Ia lupa jika sudah tidak ada ibu dan ayahnya... lalu sekarang ia harus minta bantuan dengan siapa?


"Tapi kamu jangan khawatir... ada aku yang akan membantu mi, aku aku akan membantu apapun yang kamu butuh... " Ujar Habib cepat.


Nayya Disana tak mau membuat ia menghela nafas dan mengaruk lehernya.. "Panggilan bibik saja atau siapapun... bantu aku untuk membalurkan obat.. dan belikan aku obat tolong, tubuhku nanti melepuh jika digaruk..." Ujarnya membuat Habib semakin merasa tak berguna dan bersalah...

__ADS_1


" Niang minum dulu... biar umi yang bantu.." Ujar Fatih memberikan Nayya minum membuat Nayya mengangguk...


"Umi ... Nayya udah sadar... " Bisik Habib membuat orang tuanya Disana segera bangun.


" Beneran Bib? Alhamdulillah.... " Ujar keduanya lalu mendekat keNayya yang sibuk menggaruk lehernya...


" Alhamdulillah nak kamu udah sadar... Sini Umi bantu nabur bedak sama salepnya... " Ujarnya Umi Ana dengan semangat membuat Nayya mengangguk.


"Gimana? kamu enggak kenapa nama kan? ada yang sakit? " Tanya kyai abu.


Nayya menggeleng membuat Habib dan Fatih menatapnya heran, tadi katanya sesak... Nayya tersenyum tulus. " Tidak kok Abbi... Hanya sedikit efek biasa... Lagian ini salah Nayya yang tidak bisa menjaga diri... " Ujarnya lembut membuat Disana menghela nafas...


Bagaimana bisa masih menyalahkan dirinya disaat semua orang tau jika yang salah itu Aisya?


" Yasudah... Nanti jika kamu makan kami akan jauhkan ikan nya ya... apa kamu punya alergi selain tongkol? "Tanya Umi.


Nayya mengangguk membuat yang lainmenatap Nayya.. " Maaf.. Yap tapi Nay tidak bisa makan binatang laut.. hm Telur juga... " Ujar Nayya dengan senyumnya...


Dugh....


Dan semua yang diberi Habib kemarin berjenis daging semua membuat Habib semakin dipukul kenyataan... Bahkan dirinya memang benar benar gagal...


" Kamu kenapa diam saja tidak bilang kalo kamu tidak bisa makan itu? " adanya Habib kesal.


" Karena aku... aku tidak mau saja... "Ujarnya karena tak mau mengakui jika dirinya tidak mau merepotkan orang lain saja... Itu membuat mereka saling pandang dan menghela nafas...

__ADS_1


__ADS_2