
Pagi ini terlihat mendung, seakan-akan dunia sedang berkabung. Tak hujan dan tak juga panas, yang ada hanya dingin yang menyengat kulit. Namun tak ada angin pula yang membuat semua manusia disana cukup merasakan apa yang dirasakan dunia ini. kicauan burung dipagi hari bisanya ramai seakan membuk pasar sekarang tak terdengar, suara rerantingan semua terdiam bagai menjadi bisu. Seakan mereka ikut tahu apa yang langit rasakan.
Ditempat lain ada tiga kjeluarga yang terpukul akan kehilangan, akh ralat. Lima keluarga besar..!!! Rindu Azzahra.. disana ia sudah dimandikan oleh anak-anaknya. Dirawat dengan baik oleh suaminya.. bahkan Habib disana tak mampu berkata—kata saking ia bersedihnya meski baru mengenal Rindu. Yah.. dia baru mengenal Rindu tetapi ia sangat merasakan kehilangan.
Rindu sosok yang tegas dan baik, ia bahkan hamper jatuh hati dengan Rindu, andai ia tak tau jika Rindu adalah orang yang menyelamatkan Nayya mungkin ia sudah jatuh hati. Sosok yang tegas dan murah hati, buktinya saja ia yang mengorbankan diri untuk anaknya.
Disini ia juga merasa terpukul, bagaimana anak-anaknya merawatnya dengan baik. Matanya melirik Nichol yang berdiri didepan pintu dan menyambut tamu dengan senyum ramahnya meski ia bisa lihat kesedihan dimatanya. Ia bisa melihatnya tetapi ia bisa tegar dan juga menyuru beberapa orang masuk. Sesekali orang-orang mengatakan belasungkawa dan ia hanya tersenyum.
Keluarga Rindu yang lain juga Nampak ada yang menangis dan ada yang menenangkan. Namun satu yang ia tau jika keluarga Rindu tidak seagamis yang ia tau. Ia baru tahu jika keluarga Rindu ada yang Kristen dan ada juga yang beragama lain selain islam bahkan atheis.. ia baru tau..!! indahnya toleransi dikeluarganya.
Disisi lain ia melihat Rey bicara dengan seorang laki-laki yang datang dan menangis, Rey memeluknya dengan tangis tak kalah erat. Ia dengar namanya Habib.. ia bersama istrinya disana membuat Habib bertanya-tanaya akan nama mereka yang sama. Nampak disana Nama yang sama denganya itu menangis dan juga terduduk lemas menatap rindu yang sudah terkujur.
Rey disana memeluk Habib, dimana sosok lain yang mencintai Rindu sedari dulu, sudh menikah sepuluh tahun yang lalu karena dijodohkan oleh Rindu namun tetap saja rasa cintanya pada Rindu tak memudar. Disini ia mendengar kabar duka dari pujaan hatinya itu segera pulang. Ia tinggal dijerman karena ingin menghindari Rindu dan memulai hidup baru. Ternyata benar. Manusia bisa berencana menikah dengan siapa tapi tidak dengan cintanya. Bahkan setelah memiliki dua anak ia masih tetap mencintai Rindu.
Istri darinya itu tak lain dan tak bukan adalah sahabat dari Rindu. Ketika Rindu menyuruhknya menikah ia sgeera melakukannnya. Sebab ia tak ingin menikah setelah Rindu pergi meninggalkannya. Lambat laun ia mencintai istrinya karena istrinya sangat lembut dan perhatian. Shalih juga... hanya saja Rindu nomor satu dihatinya.
Kembali kepada Habib suami Nayya. disana ia mendekati Nichol yang diam menatap ibunya jauh. Disana ia menepuk pundak sang anak itu. Nichol disana nampak tersenyum dan nengusap keringat dikeingnya mengenakan kemeja hitamnya.”Kamu tidak mau kesana?”Ujar Habib dengan nanar.”Saya bis akok gantuin kamu jadi penyambut tamu.” Ujarnya tanpa ia sadari jika sedari tadi tangan Nichol tak berenti membolak balikkan tasbih elektronik ditangannya. Habib menatap Nichol miris sebab tak menangis, ia hanya tersenyum dan juga diam tak bicara jika tak penting. Ia tau rasa sakit yang ditahan itu lebih sakit ketimbamg sakit apapun. ia tak tau kenapa Nichol menahan tangisnya. Tapi yang ia tau Rindu tidak gagal mendidik anaknya.
Nivchol menggeleng dan tersenyum.”Tidak paman.”Ujarnya. habis menatapnya dengan nanar ketika Nichol berkata.”Jika didekat bunda saya tidak akan bisa menahan air mata saya. Saya tidak ingin menangis didekat bunda sebab dulu bunda pernah berkata sama saya.’ Jika bunda pergi kamu harus menjadi anak yang kuat. sambut siapapun yang datang dan tersenyum..Berdoa yah sayang.. sebab band tidak mau melihat anak bunda ini bersedih.” Nichol disana menahan getir dilidahnya. Bahkan matanya basah.
Habib isana menangis mendengarnya.”Kamu boleh menangis. Kamu lelaki kuat tapi kamu juga manusia. Jangan ditahan lagi, sebab saat ini kamu boleh menangis kehilangan supaya kamu lebih legah.”Ujar Habib disana membuat Nichol menggeleng.
Nichol tetap dengan pendiriannya meksi air matanya terus jatuh tampa diminta, ia segra mengusapnya dan tersenyum. Sunggu disudut hatinya menangis dan menjerit saat ini. siapa yang tidak menangis ketika tau separuh hati kita dihentikan oleh waktu?
“BUNDA...!!” Teriak dari dalam membuat keduanya kaget.. ternyata disana ada Acha yang sudah sadar dan keluar karena mendengar suara tahlilan.. wajah pucatnya terpampang nyata dengan baju tidur panjangnya. Jangan lupakan hijab langsung itu membuat siapapun kaget disana.
__ADS_1
Acha tadi baru bangun haus namun mendengar suara tahlilkan diluar membuat daranya berdesir dan memilih keluar. Namun ia sangat kaget ketika mendengar jika yang meninggal adalah ibunya.”BUNDA..!!” Teriaknya berlari dan terjatuh..
“Bunda.... ayah bunda yah..!!” Teriak Acha disana ketika Rey memeluknya dan mengusap kepalanya. Acha disana merasakan jantungnya berhenti berdetak hingga mata nanar menatap sekitar. Semua disana menatap ACha yang memberontak disana nanar. Nampak sekali Acha bersedih ia melompat dari pelukan rey dan memberontak nanar. Rey tak kuat disana hingga ACha terkepas. Ia membuka tirai menutupi wajah bundanya. Disana dadanya serti tercekat dan juga dunia terasa berhenti. Wajah yang pucat itu tersenyum membuat ia terdiam.
Sendi-sendinya terasa lemas disana, wajah bundanya senyum? “Nak..” Habib disana mendekati anaknya itu membuat semua orang menepi. Disana acha tetap diam dengan wajah blanknya.. Rey disana menepuk pipi acha disana membuat acha disana masih tak bereaksi” acha?”Tany rey disana.
Acha disana mendekati tanganya dipipi bundanya, ia mendekati tanganya melambaikan kewajah Rindu, tak ada respon membuat ia menjadi risau..”Bunda..”Gumam acha disana lembut membuat semua orang terdiam.”Bunda cuma bobok kan? Acha tau pasti bunda sedang bobok kan yah bund? Ahkkkk Acha udah lama enggak bobok sama bunda. Acha boleh yah bobok samping bunda. Acha kangen.”Ujar acha polos dan menidurkan dirinya didekat Rindu dan memeluknya.
Rey disana menangis lagi dibuatnya. Habib ingin menarik acha namun ditahan oleh Rey. Habib diam menatap anaknya lirih. Disana Acha mencium wajah Rindu.”Ih bunda bangun. Acha rindu sama bunda yang elus pipi Acha sambil cerita jadi wanita baik. Bunda juga sering bacain acha surah Arr-rahman karena acha suka sampek Acha hafal.. tapi bunda kenapa pelukan ini terasa dingin nggak kek biasanya. Hangat.”Gumamnya membuat semuanya disana tambah menangis. Acha sedari bayi memang tidur dengan Rindu ibu yang memberinya asi. Semuanya tak kuat disana menatap acha yang memeluk Rindu sedemikian rupa.
“Acha..”Gumam Arga yang sedari tadi menatap sang adik. Acha membuka matanya dan menatap Arga binary.”abang ACHA KANGEN.. sini sama acha kita tidur sama bunda. kayak dulu. Abang inget kan dulu abang suka cemburu kalo acha peluk bunda. Terus abang bilang bunda itu ibunya abang terus Acha nangis. Hahah terus ayah Rey bilang kalo acha anak ayah abang anak bunda jadi kita enggak nangis lagi deh.”Ujarnya.
Rey terduduk lemas mendengarnya. Arga disana mendekati anaknya.”Acha sayang bangun dek.. bunda udah pergi sayang, jangan gini liat semua orang lihat Acha. Acha enggak malu apa?”Tanyanya disana kepada sang adik. Mata merahnya kentara denganw ajah merahnya.
“ACHA...!! “Gumam Rey disana dan memeluknya. Ia menciumnya dan berbisik.” Kmau harus kuat yah sayang. Bunda udah enggak ada, nanti bunda marah kalo acha gini.”ujarnya membuat acha tersengat aliran listrik.
“Bunda pergi kemana?”Tanyanya nanar.
Rey disana menatapnya nanar.”Kesyurga ketemu sama Tuhan.”Ujarnya.
Acha disana menggeleng.”ayah bilang apa si?!!! Enggak mungkin..!” teriaknya membentak.
Namun ingatan kemarin mengitari otaknya membuat ia blank. Matanya segera bergerak menuju Rindu dan mmbuka kainnya dan menatap tangan Rindu yang ternyata terluka itu benar..!! lalu ia segera ingin membuka baju bundanya ingin melihat tembakan. Namun ditahan Rey membuat acha disana menatapnya.”Jadi bunda beneran pergi karena acha?”Tanyanya nanar,
Rey menggeleng.”Bukan karena kamu, tapi karena memang takdirnya. Bunda sayang kamu mangkanya dia jagain kamu sayang.”Ujarnya. acha disana terdiam dengan dada yang sakit. Bahkan tenggorokannya tercekat membuat siapapun disana menatapnya iba,
__ADS_1
“Acha..”Gumam Arga disana. Namun Acha kembali blank. Ia diam menatap bundanya... semuanya melemas hinga mata iu hanya ada tatapan kosong. Tulang-tulangnya gemetar seperti meminta terlepas dari tubuhnya. “Acha sayang.”Gumam Arga disana namun tak mendapatkan sahutan..”Acha balik kamar yuk. Kamu pasti butuh istirahat.”Ujar Arga disana cemas.
Namun acha tak mengindahkanya. Rey cemas melihat anaknya. Habib juga disana hingga memeluk acha.”Acha kamu baik-baik aja kan sayang?”Tanyanya. namun tak lama stelahnya acha pingsan membuat siapapun panic disana. Acha kembali dibawa kekamar dan dipanggilkan dokter saja. Mau kerumah sakit semuanya sibuk sekarang.
Dari kejauhan ada Gipo sang ayah Rindu yangkejam mengenakan kaca mata hitam bersama Willy dan keluarga lainya. Tangan mereka terkepal menahan duka, menangis sudah puas semalaman membuat mata mereka bengkak. Pegang kata-kata Gio jika ia akan menghancurkan siapapun yang menghancurkan anaknya.
Hari semakin siang yang artinya Rindu harus dimakamkan. Namun tangisan pilu tetap tak juga mereda dari anak-anak Rindu dan anak-anak Nayya. bahkan anak Willy dan lainnya sebab Rindu adalah sposok ibu bagi mereka semuua. Rey? Ia masih menangis meski memeluk Rajja sang anak pertama menangis deras. Raja anak pertama yang memang paling dekat dengan Rindu. Raja sangat terpukul akan kehilangan ibunya, hingga ia tak sadarkan diri semalam.
Rian? Ia sudah tak lagi menangis histeris seperti malam dan lagi ia lelah. ia sudah menangis semalaman suntuk menari memeluk Rindu, sekarang ia, Rey. Nichol, Willy untuk menghantarkan tubuh Rindu ke liang. Disana Rajja memberontak dan mengeleng keras tak mau ibunya tertanam ditanah. Ia sungguh takk kuat hingga melompat dan juga menggeleng nanar. Tubuhnya ditahan paksa oleh ayahnya Rindu yang tak lain adalah Gio. Raja sungguh tak kuat. ia tak dibolehkan melihat tetapi ia mau menghantarkan ibunya,
Sebelum masuk disana semua orang bisa melihat Rey mencium kening Rindu lama, lalu mencium bibir Rindu. Setelah itu ia kembali keluar dari liang dan mulai menatap istrinya ditutupi oleh tanah.. itu pertanda istrinya memang sudah benar-benar tiada. Ia benar-benar meningalkan dirinya dan keluarganya.. hilang.. ia merasa ada yang hiiang dudirinya.
Nyawanya? Jiwanya? Hatinya? Semuanya... ia kehilangan semuanya hingga tak sadar Rajja menangis kuat ketika semua orang menginjak tanah gunduan Rindu.,
Tubuh Rajja terjatuh ditanah dan menggeleng keras. Ia mengenggam tanah itu kuat dan menangis tak kuasa.. semua orang tak kuat menatap betapa rapuhnya Rjaja anak pertama Rindu itu. Beberapa ada juga yang menenangkan nya tapi tak ditanggapi. bahkan keluarganya sendiri.
Rey disana disadarkan suara Rajja yang memnangis kuat. ia ingat..!! bukankah ia ditugaskan harus kuat dan mnejjaga anaknya? Jika ia lemah lalu siapa yang menenangkan anak-anaknya?
ingatain itu menyadarkannya.
Rey disana mengusap pipinya dan memeluk anaknya. Ia tersenyum keruh dan berkata.” Rajja kamu ingat kata bunda kamu tidak?”Tanyanya disana membuat Rajja menatap ayahnya nanar. Rey disana berdehem sebentar dan berkata. “ ‘Kamu boleh menangis karena perpisahan tetapi kamu tidka boleh meratapi perpisahan itu. Karena ketika kamu sudah dipertemukan itu artinya kamu harus siap dengan perpisahan’” Ujarnya mengusap pipi anaknya yang masih menatap gundukan tanah Riindu. Raja diam mendengar ayahnya.
Rey disana tersenyum.”Bunda kamu juga pernah bilang ‘Dan jika bunda meninggal. Itu artinya yang pergi itu bukan bunda, tapi tubuh dan fisik bunda. Sebab jiwa bunda ada dikalian.. hati kalian, Sebenarnya perpisahan itu bukanlah akhir tetapi adalah awal. Awal menjalankan kehidupan. Bunda menyayangi kita dengan apapun yang dia miliki. Kamu mau menangis dan meratapi begitu dalam hingga ibu kamu ikut bersedih dan disiksa karena kamu? Sayang ayah tidak marah kamu menangis, tapi tolong. Ayah tidak mau bundamu ikut menangis karena melihat kamu begini. Biarkan dia tenang yah sayang.. “Ujarnya disana nanar.”menangis itu adalah hal yang wajar hanya saja yang bunda butuh adalah doa kita.. dia butuh kalian yang kuat. sendainya bunda bisa memilih pasti ia tak akan mau meninggalkan kalian. Lelaki yang paling ia cintai. Tapi ia bisa apa?” Tanyanya. Raja disana diam menatap nanar disana. Rey menatap makam istrinya yang sudah slesai hingga penancapan batu nisan lagi.
Jangan lupa Like komentar dan Vote yah.... Terimakasih orang baik yang bisa memberikan sedikit penghargaan dinovel ini melalui Like, komentar dan vote... Sayang kalian semua.
__ADS_1