
Sosok abu sudah siuman. Dan Habib selalu tertuju padanya tanpa tahu jika istrinya sendiri disana juga dirawat. Ia tak tahu jika rumah Nayya kebakaran. Rey sama sekali tidak memberitahu Habib dan itu membuat Habib sama sekali ridak tahu. Acha dan Rian? Mereka tau tapi mereka tak ada yang memberi tahu Habib. Bukan karena apa-apa. Mereka hanya ingin Habib mencri tahu sendiri. Sudah cukup memberitahu dan juga mendorongnya menjadi lebih baik.
Raja disana duduk dibangku dekat brangkarnya Abu yang sedari tadi melamun. Disana ia membawa satu mangkuk bubur dari luar membuat Abu menelan ludah. Sungguh ia lapar karena makanan rumah sakit ini baginya pahit dan tidak enak. Tapi yang dibawa oleh Raja terlihat sangat menggoda.
Abu tak menolak karena memang tangan nya masih sakit.
Disana Rajja terkekeh.”Mau kan? ayo makan.”Ujarnya Raja dan menyuapi Abu namun sebelumnya membantu Abu untuk bersandar dan duduk. Ia member Abu minum dulu dan mulai menyuapinya.”Ini buatan ayah Rey. Resep dari bunda jika kami sakit. Dulu bunda dan ayah memang suka masak bersama. “Ujar Raja membuat Abu terdiam menghangat dibuatnya. Rey yang memasak?
“Enakkan?”Tanyanya. abu mengangguk dengan diam memakan makananya, dia tak berbohong ini memang enak, apalagi ini sangat unik Karena ada kangkung saus tiram yang dicambur dengan hati ayam yang sudah digoreng.. ada kacang juga dan kuah kaldunya yang sangat lezat. Ia bahkan sangat suka..!!!
“Kamu semester berapa sekarang?”Tanya raja memulai percakapan, sedari kemarin raja memang belum bicara padanya. Ia sendiri tak tau dimana Raja. Abu disana menggeleng ,membuat Raja menatapnya dalam.”Kamu berhenti kuliah?”Tanyanya. Abu pun mengangguk menjawab.”Kenapa?”Tanya Raja kembali memancing abu untuk menjawab
abu disana diam menatap luar.,”Tidak ada yang membiayai. Kemarin sempat kuliah disuruh bunda tapi karena pristiwa itu aku tidak jadi masuk kuliah.”Ujarnya membuat Raja terdiam menatapnya dengan bubur yang sudah terangkat dan menuju mulut Abu. Abupun memakanya membuat raja tersadar.
“Itu tandanya bukan berhenti kuliah. Tapi kamu hanya diberi jedah.”Ujar Rajja membuat Abu menatapnya. Raja disana tersenyum dengan manisnya dna berkata.”Mau kembali kuliahkan? Nanti kita daftarkan untuk kamu.”Ujarnya.
“Maksudnya gimana?”Tanya Abu ragu.”Ak-aku tidak punya uang, apalagi harus melanjutkan kuliaku yang disini. Uang kulia tunggalku belum dibayar sedari tiga bulan yang lalu, biasanya sudah di DO jika tidak ada keterangan.”Ujar Abu takut.,
Raja disana menepuk dadanya.”Tenang. ada abang, abang akan usahakan buat kamu nanti ayah juga akan bantu asal kamu ada niat saja. Atau kamu mau apa? Mau kulia dimana bilang saja.”Ujarnya disana dengan kekehan.
“Kenapa?”Tanya Abu menyendu menatap Rajja.
Raja disana mendongak menatap Abu”Kenapa apanya?”Tanyanya meminta penjelasan lebih jelas. Ia memang jenius dan juga mudah memahami apapun, tapi tidak dengan bahasa setengah-setengah ini.
Abu disana diam sebentar mentap Abu. Lalu kembali berkata.”Kenapa kakak dan ayah Rey mau membantu dan mengusahakan aku? Aku bukan bagian dari kalian.”Ujarnya lagi dengan mata yang menyiratkan penuh kesedihan. Rajja tidak suka.
“Siapa bilang? Biar ku potongan lidah orang yang mengatakan kau bukan keluarga atau bagian dari kami..”Ia meletakkan makanan diatas meja dan memegang bahu Abu, matanya mentatap Abu dalam dan berkata.”Ingat.. kamu sudah bundaku pilih menjadi bagian dari kamu, kamu adalah salah satu titipan bunda kepada kami. Kamu sudah diangkat menjadi anak yang artinya kamu sudah menjadi adik saya. Saya sebagai abang kamu yang akan melindungi kamu setelah Nicholas adik kita. jadi tidak ada kata kenapa dan mengapa? Tapi hanya ada karena kita keluarga dan harus saling melindungi satu sama lain.” Ujarnya disana menekan kata-katanya.
__ADS_1
Abu disana menatapnya menyenduh. Hingga mereka dikagetkan oleh seseorang yang masuk dan memeluk Rajja. Abu terdiam melihatnya.. sosok itu tersenyum dan mengusap kepala Abu. Ia pun berkata.”Benar kata Rajja. Tidak ada kayta kenapa dan mengapa. Tapi yang ada hanya ada kata karena. Karena kita keluarga.,”Ujarnya.”Kamu anaknya Rindu jadi kamu anaknya saya. Kamu disayangi Rindu maka kami juga akan menyayangi kamu. Yang harus kamu lakukan adalah menjadi adik sekaligus kakak yang baik. Adik untuk abang Rajja dan kakak untuk NIchol.”Ujarnya tulus.
Abu menatap tatapan itu, tatapan yang menyiratkan ketulusan. Hatinya menghangat dan juga menentramkan. Ia mengangguk kakuh.”Iya aku mau.. aku mau jadi keluarga kalian.. aku fikir kemarin hanya bunda dan ayah Rey yang menerimaku.”Ujarnya membuat Rey dan Rajja terkekeh.
“Awalnya si aku memang tidak setuju karena cemburu. Tapi bunda berani meyakinkanku jika kamu adalah adikku yanhg akan membuat kebahagiaanku dikedepan hari bertambah. Dan aku mempercayai hal itu. “Ujarnya. Abu disana terkekeh dan tersenyum.
Abu melirik mereka dan berkata.”Boleh aku minta peluk?”Tanyanya. raja dan Rey yang mendengarnyapun menyendu dan memeluknya. "Tentu little boy..." Gumam rey.
Bibir Rajja maju dan juga piupi yang merah akibat hendak menangis mendengar ucapan Abu yang sangat terlihat kurang kasih sayang dan perhatian. Sungguh ia tak menyukai hal itu.
Dari ujung ada Habib yang melihatnya. Ia menggenggam erat makanan ditanganya dengan erat sekam-akan menjadi orang yang paling bersalah. Ia memilih pergi meninggalkan mereka saja. Ia akan memberikan waktu untuk mereka kok tenang saja.
“ Bubun,,,,” putri cantik itu memanggil menatap Nayya yang tertidur dibrangkar, ia duduk dikursi roda dibantu dengan ayahnya, ia mengenakan baju yang sama dengan nayya yakni baju pasien. Bibir tipisnya mencebik dengan jahilnya ia memencet hidung mancingnya Nayya.” Bubun bangun..” Gumamnya kesal.
Ayahnya terkekeh geli menatap sang anak. Sedangkan sosok nayya yang terganggu pun bangun dan mengerjabkan matanya..”Hahaha.. yey bubun bangun...” Teriakan mungil yang ia kenali membuat ia menoleh dan menatap sang empuh. Ia disana tersenyum dengan manisnya.
Nayya disana mengangguk dengan senyum tak pernah luntur.”Lala juga cepet sembuh yah bar nanti kita bisa main bareng.”Ujar Nayya dengan tulus Pada Lala. Pasien anak yang ia tangani karena memiliki penyakit jantung.
“ Lala bakalan sembuh kalo Bubun dokter jadi bundanya Lala.. “Ujarnya Lala polos. Nayya terdiam dibuatnya, sedangkan ayahnya Lala disana melirik sang anaknya dan menatap reaksi Nayya. nayya disana malah tersenyum dan mengusap kepala Lala. Nampak jika Nayya tak ingin melukai putri kecil dihadapanya ini.
“Bubun tau nggak?”Tanya Lala membuat nayya mengelenyg. Lala dengan antusiasnya berkata.”Lala sekarang bisa jalan loh bubun. Kata suster Lala udah mulai sembuh. Nanti bubun ajak Lala main yah ketaman. Lala mau kita main sama lari-lari an kayak anak lain gitu loh.”Ujarnya antusias.
Nayya menatapnya berbinar.”Oh yah? lala pinter banget berarti yah.. kalo Lala nanti bisa cepet sembuh lagi maka Bubun akan ajak lala kita shoping. Beli kuncir rambut, mainan rambut yang cantik dan kita alan kesalon dan ngehias rambut Lala.”Ujar Nayya dengan semangat.
Lala menggeleng.”Lala enggak suka kucir rambut. Lala mau kayak bubun pakek jilbab. Lala juga mau kayak Bubun pakek gamis pokoknya nanti Lala mau kayak bubun enggak usah pakek kucir-kucir gitu. Lalakan udah gede.”Ujarnya cemberut.”Lagian kemarin Lala Tanya sama ayah. Keapa si bubun pakek jilbab. Lalu aja jawab kalo jilbab itu wajib buat wanita muslim, mau dia jahat, mau dia baik. Maka ia wajib.” Ujarnya disana polos.” Jika tidak berjilbab maka kita akan berdosa.. Lala enggak mau berdosa karena dosa Lala banyak.”Ujarnya lagi dengan terkekeh.
Ada banyak orang yang salah berpendapat akan hijab. Ada yang mengatakan yang penting hatinya dulu yang dihijabkan nanti kalo udah siap maka akan mengenakan hijab/. Atau ada juga yang mengatakan. Pakek hijab doang tapi akhlak macam Dajjal.. padahal itu manset yang salah. Tidak ada yang mengatur jika berhijab itu harus baik. Berhijab itu harus lah manusia suci.
__ADS_1
Tetapi yang benar adalah. Belajarlah memakai hijab sebab hijab adalah langkah petama untuk menjadi baik, ada berapa banyak orang yang mengatakan 'Ah nanti saja toubatnya sekarang senang-senang dulu. Kan masih muda.’ Dan tak lama setelahnya ia meninggal dalam kemaksiatan? Ada juga yang mengatakan ’Nanti sudah tua saja mengenakan hijab’ eh tidak tahunya sampai tua tidak mengenakan hijab. Lagipula wanita muslim mau tidak mau pasti akan mengenakan hijab kok. Jika tidak mengenakan sendiri diwaktu masih hidup, maka akan dipakaikan hijab oleh orang lain diwaktu dikafani. Alias meninggal dunia.
Nayya menatap Vano dan berkata.”Wahhh ayah kamu bener banget.. hehe.. Lala pinter banget yah.”Ujarnya. lala mengangguk dan juga membusungkan dada. “Lala gitu loh.”Ujarnya membuat Nayya tergelak dan Vanno yang terkekeh geli.”Anak ayah sombong banget yah rupanya.”Ujarnya. lala disana tersenyum dan juga mengangguk.
“Persmisi..”Ujar dari luar membuat semuanya terdiam. Itu suster yang merawat Lala. Disana ia tersenyum dan mendekat.”Maaf nyonya. Tuan. Sekarang waktunya nona Lala untuk istirahat, nanti takutnya dia drop lagi.. izin membawa dia pulang keruangan nya yah pak buk.”Ujarnya sopan.
“Yaah.. tapikan Lala mau sama Bubun sama ayah.”Ujar Lala disana lemah dan menatap suster itu. Suster itu menatap Lala dengan tatapan ibah dan menatap Nayya dan Habib. Nayya disana menghisap pipi Lala dan berkata.”Katanya mau cepet sembuh. Kalo sakit lagi nanti nggak sembuh doang. Nanti lkala nggak bisa ke taman, nggak bisa main sama lari-lari. Nggak bisa pulang. Lala harus sembuh bukan?:Tanyanya disana lembut.
Lala meliriknya dengan mata nanar. Namun setelahnya mengangguk.”Tapi Lala mau disini aja. Boleh nggak ruanganya disampingin aja sama bubun?”Tanyanya polos pada semua orang.. terlihat wajahnya sudah memucat akibat jantungnya melemah.
Ayahnya menghela nafas dan berkata”Lala tidak bisa sayang... Lala sayang harus kekamar dan istirahat. Nanti jika Lala disini Bubunnya tidak bisa cepat sembuh dan Lala juga tidak cepat sembuh. Memang Lala mau bubun sakit terus? Enggak maukan?”Tanyanya membuat ACha menggeleng. Vano mengusap kepala anaknya sayang dan mencium pipinya.”Sana gih pulang.. “Ujarnya.
Lala disana mengangguk dan diam saja dibawa sama suster.”Dadah bubun., cepat sembuh yah.”Ujarnya.
Nayya melambaikan tangannya.”Dadah anak cantik.. kamu juga semangat sembuhnya yah.”Ujarnya. lala mengangguk dan juga tersipu akibat dibilang cantik. Padahal dirinya saat ini sangatlah kurus, rambut yang pendek dan juga pucat. Siapa yang memberikan ia kebohongan selain nayya?
Setelah Lala pergi hanya ada Vano dan Nayya. vano menatap Nayya dan Nayya menatap pintu dimana yang sudah tertutup. Setelahnya baru menatap Vano. “Maaff yah Nay. Gara—gara Lala kamu harus kebangun dari istirahat kamu. Tadi dia ngerengek terus mau ketemu kamu. Katanya dia enggak bisq tidur kamu neggak ketemu kamunya.”Ujarnya disana tulus,.
Nayya terkekeh.”Biasa saja, saya juga suka sama dia. Dia terlihat sangat manis.”Ujarnya. vano mendengarnya menghangat dan juga terdiam dikala Nayya kembali berkata.” Penyakitnya terlalu sulit disembuhkan karena penyakit bawaan lahir.. dia anak yang sangat kuat.”Ujarnya lirih.
Vano mengangguk dan tersenyum.”Sangat.. dia sangat kuat..”Gumamnya lirih.”Bagaimana bisa Bayi merah yang masih berlumburan darah harus berjuang dengan dunianya. Bagaimana bisa anak yang seharusnya mlbelajar merangkak dan berjalan harus belajar bertahan hidup. Bagaimana bisa anak yang seharusnya bermain malah harus tidur dan juga terkapar. Dia terlalu kuat sampai saya yang ingin menyerah. Namun malu Karen dia yang kecil saja mampu melewatkannya sedangkan saya yang dewasa malah rapuh dan juga menyerah.”Ujarnya.
Lalu ia menatap Nayya.”Saya sempat berkali-kali pasrah dan juga menyerahkan Lala kepada Tuhan karena lelah. Saya tidak suka melihat ia tersenyum dan menangis dikalah bersamaan, tidak suka dengan dia yang terkapar lemah dan menahan sakitnya. Saya tidak suka. disisi lain saya juga tidak mau kehilanganya. Saya sangat egois tapi egois ini tak mampu menyadarkan saya jika Lala itu lemah.”Ujarnya sendu.
“Tapi karena ada kamu dia mulai tersenyum lagi, dia menemukan senyumnya, dia menemukan sehatnya. Saya sedari dulu tidak pernah melihat senyum Lala dan tawanya Lala selepas dan setulus ini. saya tidak pernah melihat binar. kehidupan dimatanya Lala. Semenjak adanya kamu. Kamu bagaikan cahaya untuk Lala.. terimakasih Nay,”Gumamnya lirih dan tulus.
Nayya disana tersenyum.”Bukan saya. Tapi kamu. Kamu ayah yang sangat hebat. Ayah yang bisa berdiri kokoh dikalah sang anak sakit. Ada banyak lelaki yang tidak bertanggung jawab diluar sana. Ada yang membunuh anaknya karena tak mau memiliki anak,. Ada yang meninggalkan anak dan istrinya karena wanita lain. Ada juga lelaki yang tak bisa memperlakukan anaknya dengan perlakuan layak.. sedangkan kamu? Kamu mampu berdiri tampa adanya istri. Kamu berdiri kokoh untuk menghidupi anakmu,, berekerja serta mengurusinya. Kamu juga bahkan belum menikah hanya untuk anak kamu. Kamu laki-laki hebat.”Ujar nayya tulus dan juga jujut. sebab ia memang sehebat itu.
__ADS_1
Kalian sudah mendengar bukan kasus diluar sana? Kasus seorang lelaki yang tidak mau bertanggung jawab jadi menyuruh wanitanya menggugurkan anaknya ada yang menbubuh wanitanya. Bahkan dnegan tega menginjak perut sang wanita hingga bayinya hampir keluar. Sungguh miris bukan? Yah itu salah satu alasan kenapa wanita wajib memilih ketika menikah.. karena pilihanmu menentukan apakah kamu akan bahagia atau tidak dikehidupan berikutnya,