Istri Butaku

Istri Butaku
Alasan


__ADS_3

...Jika rindu tak terbatas itu tandanya kamu mengharapkan penyakit. "NVS. ...


Habib tersenyum lagi menatap Nayya. rasanya puasanya dahaganya, laparnya sudah terobati hanya menatap Nayya makan.


Sungguh itu membuat Nayya risih.”Ngapain si mas liat Nay gitu?”Tanyanya disana. Habib gelagapan membuat ia menatap lain arah dan mengulum senyumnya. Memandang wajah Nayya saat ini adalah suatu anugerah baginya. Ia bahkan. sedari dulu membayangkan hal ini terjadi. dan ternyata Tuhan mengabulkan doanya.


Habib segera mengambil makanan yang ternyata sedang diambil oleh Nayya. nayya tertegun ketika tangannya dicomot habib.”Eh maaf. Enggak sengaja.”Ujar Habib gugup dan kembali mengangkat tangannya. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal disana dan kembali mengulum senyumnya.


Nayya menatapnya aneh dan menggeleng. namun mata Habib tertuju pada jari-hari Nayya yang sedang makan itu. Matanya membesar dan menatap nayya.”Nay. kamu benar-benar sudah menikah?”Tanyanya disana dengan tanda tanya. Suaranya cukup santai disana.


Nayya diam menatap Habib. “Memangnya kenapa si? Ngapain bahas yang sudah dibahas. Aku mau sholat dulu.”Ujarnya mengalihkkan pembicaraan. Ia memilih bangkit meninggalkan Habib disana karena ia sendiri tak mau jujur namun tak juga mau berbohong.


Namun tangannya segra ditahan oleh Habib. Nayya diam menatapnya.”Kamu engak mau jelasin cincin ini.”Ujarnya menunjukan jari-jari Nayya. nayya gelagapan membuat habib menatapnya dalam. “Yaudah kita sholat saja dulu jika kamu belum mau jawab. Disini ada musholanya untuk ibadah, aku sudah bawakan mukena untuk kamu.”Ujarnya menunjukan mukena disisinya.


“Tapi aku sudah membawa muk—“


“Tidak usah. Aku sudah bawa.” Potong Habib menariknya dan menyuruh pelayan mengamankan makanan mereka dulu ditempat lain. Pelayanpun menurut saja dan mereka memilih kelantai atas untuk melaksakan sholat. Disana memang ada mushola, ada juga tempat ibada agama lainnya.


Nayya gugup dibuatnya, ia memilih ambil wudhu dan juga melaksakan sholat, ia ingin pulang karena ia harus jawab apa tentang cincin ini?cincin pernikahan mereka yang tak pernah ia lepas?


yah selesai sholat ia harus pulang yah kan? Nayya bukannya tidak mau jujur, ia hanya belum siap saja.


Seusai sholat Nayya memilih segra pulang. Cepat-cepat ia membuka mukenaya dan meningalkan tempat ibadah itu. Ia segera mengemasi barang-barangnya dan mencari kunci mobilnya. Ia harus pulang dan meninggalkan habib disini. Ia mencari kunci mobil namun tak juga ketemu. Ia panic apa kuncinya tadi tinggal? Tapi tidak, ia ingat tadi ia meletakkan didalam tas, “Duh dimana yah.”Gumamnya dna memilih kedepan mejanya tadi, tapi disana sudah banyak orang yang mengisih membuat ia mengusap wajahnya dan menghela nafas.


Ia mau berbalik mencari ditempat wudhu dan mobil tak juga bertemu hingga ia berbalik dan dibelakangnya ada Habib menatapnya dengan tersenyum manis.”Kamu cari ini?”Tanya Habib dengan cengiran khasnya.


Nayya disana menatapnya datar membuat gelak Habib terdengar merdu.”Haha.. nayya-nayya. kamu tidak bisa menipu mas, otak kamu udah mas bisa baca. Kamu mau kaburkan dari mas?”Tanyanya disana. Yah ia sudah tau taktik Nayya membuat ia punya taktik lain.


Nayya disana membuang muka lalu mendekat,, ia menadakan tangannya dan menatap habib dingin.”Balikin mas.”Ujarnya disana.


Habib malah menaruhnya tinggi-tinggi dan tersenyum.” Ambil aja kalo bisa.”Ujarnya membuat Nayya menatapnya geram, sangat geram apalagi dengan wajah meremehkan Habib.,


Nayya dengan cepat meloncat namun tak juga dapat karena tubuh Habib yang mencapai 185cm hingga ia kembali menarik tubuh Habib.”Balikin mas, Nay mau pulang..”Ujarnya Nayya disana dengan kesal. Habib malah mmakin meninggikan kunci itu hingga tubuh mereka sangat dekat.


Habib disana menatap wajah Nayya dengan sendunya dan berkata.”Bilang aja kamu mau mau peluk mas kan.”Ujarnya disana membuat nayya sadar akan dirinya yang sekarang memeluk Hbaib. Ia mendongak dan menatap wajah habib dengan tertegun. sangat dekat bahkan hanya beberapa centi.”Kenapa? kangen sama wajah mas?”Tanyanya Habib.

__ADS_1


Nayya memerah segera menjauh, namun tubuhnya ditahan oleh Habib dan memeluknya juga.” Mas juga kangen. Jadi banget dulu pas mas tidur kamu suka banget raba-raba muka mas, hehe kamu pasti takut mas dulu jelek yah. Mas tampankan? ”Ujarnya disana menggoda Nayya.


Nayya disana pun semakin malu dibuatnya. Ada banyak yang melirik mereka meski tak peduli. Ia memberontak.”Ih mas jangan gini, diliatin orang lain ini.”Ujarnya risih disana. Ia tidak baik untuk kesehatan jantung dan hatinya.


“Hehe jadi kalo ditempat sepi boleh gitu?”Tanya Habib menggoda, ia berbisik ditelinganya Nayya membuat nayya ngeri-ngeri sedap.


”Ih mas jauh-jauh. Leppas ih. Kita tu bukan makhrom loh.”Ujarnya disana memberontak.”Jangan kurang ajar yah mas, nanti aku laporin kepolisi.”Ujar Nayya marah disana.


“Lapor saja mas enggak takut.”Ia malah semakin memeuk Nayya erat dan menaruh kepalanya diatas kepala Nayya. “Udah berkali-kali mas bilang, mas enggak pernah mentalak kamu dan kamu yang jadi istri yang nakal, pergi tampa pamit meninggalkan mas, dan kamu masih istri sah mas.”Ujarnya disana membantah. Lagi dan lagi ia tak terima jika pernikahan ,mereka tidak sah lagi. “Dan lagi mas punya bukti sah akan pernikahan kita jadi kamu enggak bakal bisa nuntut mas.”


“Tapi kita sudah pisah 17tahun pisah. Jadi pernikahan kita sudah tidak sah mas, lagian Nayya sudah menikah jadi mas tidak boleh begini.”Ujarnya Nayya berteriak ditelinganya Habib. Ia sangat marah menatap habib. Ia takut jika ia jatuh cinta lagi.


Habinb disana menatap Nayya dalam.”Jadi sekarang selain bisa menedang kamu sudah bisa berteriak yah Nay.”Ujarnya Habib terkekeh”Jadi tambah gemes igh.. mas suka nih yang menantang.”Ujarnya. nayya disana tak bisa berkata—kata dibuatnya. Ia malah memerah malu sampai ketelinganya dibuatnya. Ia memalingkan wajah menatap lain arah sembari memberontak.


"Jika pernikahan kita sudah tidak sah jadi kita akan menikah lagi saja, lagian sampai kapanpun mas tidak akan menceraikan kamu. Dan masalah kamu sudah menikah lagi, kamu tidk perlu mengelabui mas, karena wanita yang sudah menikah lagi mana yang masih mengenakan cincin pernikahan lamanya?”Tnayanya disana mengejek.


Nayya gelagapan disana.”In-ini kan bukan urusanmu. Mau ku pakek atau enggak, mas lepas ih.”Ujarnya disana kesal.”Lagian kalo engak percya yah sudah. Tapi jangan gini Nayya sesak.”Ujarnya Nayya disana tak suka.


“Sesak tapi suara jantungnya sampek kedenger sama mas. Kamu degdegan kan.?”Tanya Habib disana, nayya segra memukul pundaknya disana membuat gelak Tawanya Habib terdengar nyaring disana.


Nayya yang geram pun disiana menggigit lengan atasnya Habib menghentikan tawanya Habib dan digantikan ringisan.”Arghh. skait Nay. Au.”Ujarnya Hbaib disana lirih.”Kamu ganas yah. Kalo gitu kekamnar aja yuk.”Ujarnya disana dengan kekehan masih menggoda.


“Enggak sekalian yang ini digigit juga Nay?”Tanya Habib menunjukan tangan lainnya kepada Nayya dengan senyumnya.”Eggak apa digigit Nay. Yang penting digigit sama kamu. Mas Rodho lillahi Ta’alah.”Ujarnya disana.”Wallahi nay. Mas Ridho nih gigit lagi.”Ia menjulurkan tangannya yang belum digigit.


Nayya disana menghentakkan kakinya dibuatnya menatap Habib disana dengan wajah frustasinya. “Mas jangan main-main deh. Haha.”Ia tergelak lagi membuat Habib ikut tertawa dan mengusap kepala Nayya. nayya disana menatap Habib dengan tatapan sendunya.


“ Mas tidak menunut kejujuran kamu sekarang, tapi mas Cuma mau ngasih tau aja kalo mas masih setia sama kamu dan tidak pernah berfikir pisah dari kamu, bahkan sampai kapanpun.”Ujarnya disana tulus. Nayya bahkan menatap mata Habib yang berkaca-kkaca tanda ingin menangis.” Melihat kamu kayak gini aja mas rasanya kayak mimpi.”Ujarnya lagi disana.


Nayya disana pun menatap lain arah dan duduk la depan mobilnya. Habib pun menghela nafas dan menatap langit. Ia malu karena Nayya tak mengindahkan ucapannya dikalah ini. nayya disana tak tau harus bilang apa. Apa ia harus bilang jika hatinya itu masih milik Habib? Hanya saja tertutupi rasa kecewa? Tidak-tidak/l. Nayya harus jual mahal dan konsisten jika ia tak mau lagi dengan Habib.


Habib menatap Nayya lagi dan duduk disisinya Nayya. ia mengantongi kunci mobilnya tadi dan bertanya.”Dimana dia? Kenapa kamu tidak membawanya?”tanyanya disana sendu kepada Nayya.


Nayya menggernyit menatapnya dengan tatapan Tanya. “Dia?”Tanyanya disana.


Habib menghela nafas.”Anak kita. Bahkan namanya saja aku tidak tahu.”Ujarnya Habib disana. Nayya memutar bola mata malas.”Yah kali mas panggil dia’ dengan begitu. “Ujarnya. Habib terkekeh geli disana. “Namanya itu Arga Habibal.--”Ujarnya membuat Habib tertegun.

__ADS_1


Ia menatap nayya dengan tatapan Tanya.”Habibal?” Ia memotong tepatnya dikalah nayya masih mau bicara. Nayya mengangguk membuat habib tersenyum.”Ada namaku dong? Habib-al..”Ujarnya disana dengan semangatnya.


Nayya mengangguk malas.” Seenggaknya kalian jauh difisik dekat dinama. Lagian itu juga anakmu jadi tidak ada alasan aku untuk menjauhi kalian.”Ujarnya disana dengan nanar. Padahal ia punya alasan sangat besar jika ia egois.


“Lantas kenapa kamu pergi?”Tanya Habib disana lirih.


“Itu karena kamu ingkar janji. Kan sudah ku bilang aku tidak suka duduakan.”Ujarnya Nayya dingin, habib menatap mata Nayya yang masih dienuhi dengan kebencian membuat ia terdiam, ia harus bilang apa saat ini karena Nayya memang benar. “Dan lagi kau tidak tau saja apa yang ku lewatkan bukan?”Tanyanya.


“Bagaimana aku bisa tau jika kau memilih pergi?”Tanya Habib disana.


Nayya segera menatap Habib dalam dan tajam.’"Dan bagaimana bisa aku masih bersama lelaki pengkhianat ketika aku berjuang untuk hidup, dia malah mengingkari janjinya dan menikah dengan wanita lain?”Tanyanya Nayya dingin.


“Nay—“


“Sudahlah mas tidak usah bahas masalalu. Lagian saya sudah punya masa depan saat ini dan kamupun sama. Jadi jangan membahas yang tidak penting.”Ujar Nayya dingin kepada suaminya. Ah entah suami atau mantan suami.


Habib disana hanya menghela mnafas dan mengangguk, ia membuka jasnya karena terasa panas. Ia ingin menjelaskan hidupnya yang ia lewati tanpa nayya, merasakan morningsacnec anak-anaknya dan juga merasakan sakit ketika Nayya melahirkan, tapi ia tak punya nyali membicarakanya.


Nayya disana pun menghirup nafas dalam, ia menatap Habib dan kkembali bicara.”Wajah anak kamu mirip denganmu, semuanya.”Maksud dari semuanya itu baik dari Arga maupun Acha. Namun Habib tak konek.


“Dan dia tidak datang karena dia belum bisa menerima jika ia punya ayah kandung lain diluar sana.”Ujarnya disana dengan dingin.”Dia terlalu mencintai ayahnya yang saat ini.”Ujarnya lagi sedikit berat.


Nyutt.. dada Habib sakit, ia menatap Nayya.”Segitunya kah? Apa kelebihan ayahnya yang sekarang hingga ia tak mau mengenaliku? Apa karena ia tau masalah kita Nay?”Tanyanya lirih. Ada rasa marah dan juga amarah didadanya, kecewa dan juga cenburu.


Nayya disana memandang lain arah dan tersemyum mengingat wajah Rey, dimana Rey yang selalu pulang ,membawa mainan untuk Rajja, Nichol, Rian dan Rani, bahkan kedua anaknya secara rata, tak membedakan satu sama lain dan tersenyum. Mengajari anak-anaknya bermain sepeda dan mengajarkan mereka dengan kebaikan. “Dia terlalu sempurna untuk aku ceritakan.”Ujarnya disana. Ia tersenyum lirih. Mungkin jika tidak ada Rindu ia sudah jatuh cinta akan sosok Rey, bahkan sedari dulu ia selalu melawan hati untuk tidak kagum akan Rey namun tetap gagal. Rey lelaki terbaik yang ia kenal telah Fatih.


Nyut.. hati habib bertambah sakit, mata Nayya menyiratkan kekaguman yang mendalam. Apakah ia akan kehilangan nayyya dan anaknya kelak? Tidak.. ia tidak bisa kehilangan hal itu. “ Temui kami dan akan ku buktikan aku lebih baik.”Ujarnya disana dengan lirih.


“Tidak semudah itu.”Ujar Nayya disana menghela nafas. “ anak kita memiliki kelainan, otaknya terganggu dan tak berfungsi secara baik sebagai anak-anak lainnya.”Ujar Nayya mengingat Acha sifatnya yang cilldres. Ia sendiri kadang pusing melihatnya.” Jantungnya lemah dan juga kadang bahkan tak berdetak karena kelainan sejak bayi. Maafkan aku yang dulu tak mampu menjaga mereka dengan baik.”Gumam Nayya lirih.


Yah.. Nayya dulu sempat mau keguguran dan kehilangan banyak darah kan siasat ia diselamatkan oleh Rindu ketika diculik? Itu sebabnya Acha begitu, ia memiliki otak yang tidak setabil, bicara seperti anak kecil yang tidak bisa disaring.


“ Dipagi hari dikalah mereka masih kecil aku sering sekali ketakutan dan menangis karena detak jantungnya yang selalu melemah dan menurun bahkan tiba-tiba tidak berdetak. Bahkan aku tak menyangkah ia bisa sebesar ini higga sekarang.”Ujarnya disana. Air matanya jatuh mengingatnya. “dan bagaimana bisa aku marah dnegan kekurangannya dia? dengan ulah yang ia lakukan sedari kecil? Bahkan aku harus mendatangi semua sekolahnya untuk menyampaikan kelainanya supaya tidak salah paham.”Ujarnya lirih disana kepada Habib.


Hati Habib sakit mendengarnya. Ia menatap nayya dengan liirh.” Dan itu sebabnya, kamu akan sedikit sulit mengambil hatinya dia, karena dia kekanakan dan tidak bisa diatur bagaikan anak kecil. “Ujarnya Nayya terseyum.

__ADS_1


“Apa sekarang dia baik-baik saja? Apakah dia masih sakit?”Tanya Habib lirih kepada Nayya.


Nayya disnaa mengeleng.”Dia sudah jauh lebih dari kata baik, dia bahkan lebih tinggi dariku. Ia menuruni tinggi darimu mas.”Ujarnya terkekeh. Habib disana jadi merasa sangat bersalah kepada Nayya.


__ADS_2