Istri Butaku

Istri Butaku
Lepaskan


__ADS_3

Semakin hari Nayya disana semakin dingin kaena Aisya yang sudah membuat ia begitu rendah dan bik Nur yang meninggalkannnya dimasjid.. Bukan karena dendam tapi hanya untuk menjauhi orang orang yang menyakitinya menurutnya itu lebih bik...


Ia bukan wanita bodoh yang mau menerima rasa sakit... Ia tidak menyukai tindakan sok baik... ia lebih menyukai dirinya apa adanya...


Habib yang tidak tegas dan juga abi dan Ummi yang tidak pernah mengungumkan pernikahan mereka membuat banyak santri yang bertanya tentang kehadirannnya.. Bahkan banyak yang dari mereka tau jika Nayya adalah anak yatim yang dirawat oleh keluarga itu karena sudah menabrak Nayya sebagai pertanggung jawaban membuat Nayya semakin diam dan mendatarkan ekrpresinya..


Ia tidak bergantung pada siapapun dan akan membuktikan ia mandiri meski mengenakan kekuranganya sekalipun.


Tanganya sudah tidak lagi bengkak. Sudah bisa digerakkan beda dengan kakinya yang belum. Sedikit demi sedikit ia mampu membedakan dimana dirinya dan juga mengenal aura diskeitarnya.. itu cukup membuat BIK Nur kagum akan kepintaran Nayya.. bahkan Nayya tak pernah meminta apapun pada Habib..


Sedangkan Habib semakin lama semakin merasa ada yang menjanggal kepada Nayya yang sedikit tidak seceriah kemarin kemarin. Apa karena ia masih marah kepada Aisya dan dirinya yang memaksanya makan? Entah Habib pun tidak tau.. Sampai pada makan malam Nayya yang tidak mau disuapi oleh Habib lagi karena ada santri yang mengatakan jika Nayya orang yang merepotkan dan juga menganggu Habib saja.. itu membuat motovasi didirinya meski tak mampu melihat ia mampu melakukan apapun.


Sedangkan Abi Abu disana menatap Nayya dengan heran dan Habib dengan tajam karena Habib yang membiarkanya saja.. Nayya merabah semua yang ada dipiringnya dan tidak menemukan sayur.. ia meminta Habib menaruh makan disana dan mulai makan dengan sedikit lama dan sebisa mungkin tidak merepotkan orang lain.


“”Hmm. Ini masakan kak Khumairo kan yang tadi? Yang dia kirim buat Bang Habib?” Tanya Asiya dikalah memakan rendang miliknya itu dan tersenyum.


”Emmm enak banget ya.. kak Khumairo memang terbaik deh.. bisa masak, enggak nyusahin prang. Cantik dan enggak sok cari perhatian orang, udah cocok banget si KFC istrinya Kak Habib... sayang sih yang ada yang ngehancurin semuanya ..”Ujarnya disana membuat Nayya yang mengunyah makannya terdiam itu terasa langsung kenyang bahkan terasa muak.


“Shut Ais.. kamu ini ngomong apa?!!”Peringat Fatih dsisana membuat Nayya dan lainnya melihat Aisya diengan tajam.

__ADS_1


”Meski sebaik apapun dia, seharusnya kamu puji aja dulu yang nyata didepan mata kamu.. kamu seorang wanita yang seharusnya tau bagaimana perasaan seorang wanita jika dibandingkan dengan wanita yang jauh lebih sempurnah darinya.. Kamu bagaikan wanita yang tidak dididik dalam akhlaknya..”!Ujarnya disana marah, karena ia sudah tidak tahan akan ulah adiknya itu.


“Bener kata kakak mu itu Ais.. kamu ini kok bisa bicara begitu? Kamu tidak lihat disini ada Nayya dan ucapan kamu itu bagaikan menyerang Nayya,, kamu kenapa si benci sama Nayya? Ummi tidak mengajarkan kamu begitu... ” Tanya Uminya Habib disana membuat Nayya disana tersenyum dan Aisya mengepalkan tanganya.


“Benci aja gitu. Tiba tiba ngancurin impian bang Habib yang mau nikah sama perempuan pintar, enggak buta, bisa masak dan tahfoz. sedangkan dia? Udah buta, kaki patah. Tangan patah.. apa lagi? Cuma nyusahin sampek kak Habib enggak bisa nemuin kebahagiaannya..!! dia tu penganggu umi,,!!”Ujarnya disana membuat Nayya membuang sendolknya.


Tar..


Semua orang terkejut dibuatnya.. Nayya disana menatap mereka tajam meski dengan mata kosongnya.”Saya tidak pernah meminta kakak kamu menikahkan saya..!”Ujarnya tegas disana membuat Habib disana memegang tanganya namun langsung ia tepis.


”Bahkan meminta ia membawa saya kerumah kalian ini saya tidak pernah.. jangan kamu pikir saya harus akan kasih sayang..!! Karena kasih sayang saya dapatkan dari orang tua saya jauh lebih besar yang kamu dapatkan..!”Ujarnya dengan menahan jatuhnya air mata yang lelah batin.


“ Tolong berhenti membicarakan saya.. berhenti mulai dari sekarang.. Saya tidak meminta apapun dari kalian, kembalikan saya kepada orang tua saya dan saya janjikan kepada kalian jika saya mampu mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari pada anak kesayangan kalian..!!! Saya memang buta tapi demi Tuhan saya katakana, saya tidak buta akan pendengaran..! saya memang lumpu tapi demi Tuhan saya katakana saya bisa masak. Bisa lombah. Bahkan mungkin saya bisa lebih cerdas dari kamu Aisya..!”Ujarnya disana.


“Nay jangan dengerin Aisya.. dia anak kecil.. dia tidak tau apa-apa...”Ujar Habib menahan Nayya supaya tidak marah. Wanita mana yang tidak sakit? Seminggu dihina dicaci dan dihujat terus. Kan sudah dikatakan Nayya diam jika satu atau dua kali tapi jika terus menerius bagaimana lagi? Hati Nayya tetaplah hati orang perempuan yang mudah disakiti.


Nayya disana terkekeh dibuatnya.”Dia memang anak kecil, justru karena dia anak kecil seharusnya mampu menghormati orang yang lebih besar, jika sekarang saja dia tidak punya etitud bagaimana dia besar nanti..!!”Ujarnya disana tegas membuat Asiya terdiam. Ya benar. Aisya tidka bisa masak, Tidaklah lihai dalam segala hal membuat ia tidak bisa menjawanb..


"Didunia ini tidaklah ada yang sempurna... Buta bukanlah suatu yang hina.. Lampu juga bukan suatu hal yang bisa kalian hina.. Karena bisa jadi apa yang kalian hina mampu membuat kita lebih hina dari yang kita hina.. Saya Buta karena takdir dan takdir saya Tuhan yang buat... Lantas dengan kalian bina fisik saya maka sama deng an kalian menghina Allah... "Ujarnya Nayya dingin lagi.

__ADS_1


“ Nayy maafkan dia ya.. jangan marah, kami tidak ada yang merendahkan kamu meski kamu buta sekalipun, kami sudah mengangap kamu anak sendiri tolong jangan pulang ya. Kami sudah berjanji kepada orang tuamu untuk menjaga kamu.”Ujar Umi Ana disana dengan menangis,. Ia tau bagaimana perasaannya Nayya membuat ia mendekati Nayya dan mengusap kepalanya.


Nayyya tak nampu menjawab karena umi Ana yang bicara.. Habib siam menatap adiknya tajam.


Fatih disana menjatuhkan sendoknya dan mendekati Nayya.” Sudahlah. Kalian saja yang makan. Biar aku yang membawa Niang untuk mendinginkan kepalanya.. dam buat bang Habib tolong kasih hukuman buat Ais supaya enggak kelewatan dihari berikutnya dan sadar apa yang dia lakukan. Kalo enggak aku yang bakal kasih dia pelajaran supaya dia ingat bagaimana hukuman yang paling mengerikan...!”Ujarnya lalu peri membawa Nayya dna kursi rodanya.. ia membisikkan kepada bik Nur untuk menyiapkan makan untuk mereka ditaman saja.


Inilah Nayya, kalian tau? Nayya memiliki kalinan pada dirinya, bukan tak mnampu mengotrol diri. Ketika marah ada darah yang mengebu dihatinya ingin membunuh.


Mungkin bisa dikatakan ia memiliki syindrom selayaknya pesikopat. Hanya saja ia tidak pernah melakukan hal itu.. ia selalu memendanmnya membuat ia tak mampu mengontrol diri jika marah.. Ia bahkan jika sudah marah akan menghancurkan apapun yang ada dan membunuh apapun yang ia temui..Tapi itu dulu sebelum ia kenal dengan agama.. dan ketika ia kenal agama dan paham akan ajaranya membuat ia harus menggigit lidahnya untuk menahan gejolak aneh pada dirinya.. Bahkan dulu jika ia marah ia pernah mengiris tangannya sendiri untuk menenangkan diri..


.


.


.


Dokter Brayen


__ADS_1


Khumiro Adazhuria Viona



__ADS_2