Istri Butaku

Istri Butaku
Alergi2


__ADS_3

Malam hari ini sangat dingin ditubuh ayahnya Nayya.. karena hati yang gunda memikirkan anaknya,padahal pukul sudah menunjukan jam harusnya untuk ia tidur. Itu membuat istrinya pun tak kuat melihat suaminya yang aneh.”Ayah kenapa? Kayaknya gelisa banget si?” Tanyanya kepada suaminya itu geregetan.


Ayahnya Nayya pun menatap istrinya yang ia belakangi itu.. ia menghela nafas “ ayah hanya kangen Nayya buk.. biasanya ada Nayya yang keluar malam malam begini untuk sholat tahajut, tapi sekarang rumah ini sepih.. apa besok kita jenguk Nayya aja ya dirumah suaminya?” Tanyanya semangat.


Jangan heran.. karena ayah Nayya sangat menyayangi anaknya tersebut… ia bahkan sangat memprioritaskan Nayya ketimbang dirinya, Ibu Nayya disana menghela nafas.”Ayah ngacok banget si, kemarin kan ayah yang ngizinin Nayya dibawa suaminya kok sekarang malah nawar si.. dan apa nanti kata keluarga suami Nayya. Masa baru aja datang kemarin tapi besoknya orang tuanya udah jenguk aja.. malu Nayyanya nanti ayah..” Ujarnya disana.


Ayah Nayya Disana menghela nafas dibuatnya.”Tapi ayah Rindu Nayya buk.. secara sekarang diakan punya kekurangan, rasanya biar ayah aja yang jagain Nayya.. abi eggak sanggup liat Nayya gini, andai aja ayah bisa donoron mata ayah sekarang, rasanya ayah mau kasih mata ayah sama dia aja bu..”Ujarnya disana sedih.


Ibu Nayya disana tak tahan membuat ia memeluk suaminya yang bersedih itu.” Ya ibu juga yah, andai bisa ibu pasti kasih kaki sama tangan ibu sama dia supaya dia sehat. Tapikan seperti yang Nay bilang ayah, jika takdir itu bukan manusia yang menentukan, kita harus tetap semangat buat Nay dan jangan melihat dia begitu. Meski dia buta tapi ibu yakin jika suatu saat nanti Nayya akan mendapatkan penglihatanya kembali.. kita berdoa aja ya.”Ujarnya membuat ayah Nayya mengangguk saja..


Dan dinginnya malam mereka lewati karena dinginnya rindu, bagaikan ubin yang ditiupi angin musim salju.. Hati yang terasa peri karena senja tak pula datang yang ada hanyalah mengharap dan menunggu, supaya senja berikutnya datang dengan orange yang menghantarkan ketidak sia-siaan...


Ditempat lain ada Habib yang sangat gelisa melihat tubuh Nayya yang penuh dengan bengkak, ya bengkak bagaikan penyakit gatal(kilogatoy bahasanya) bagian pipi dan juga lainya.. disana sedang dirawat oleh dokter Helen…


Setelah dokternya selesai ia mendekati dokternya.,” Ba bagaimana keadaan istri saya dok?” Tanyanya disana tampa ingat ucapannya.. disana juga ada abbinya dan uminya Habib yang melihat Nayya khawatir.. disana juga ada Aisya dan Fatih yang menjenguk niang mnereka.

__ADS_1


Dokter Helen disana menghela nafas lalu menatap Nayya. “ maaf gus, sepertinya Niang Nayya mengalami alergi.. nah coba kalian ingat sebelumnya dia makan apa?” Tanyanya disana dengan canggung karena ia tak mengenakan hijab.


Habib melihat keluarganya. Namun abbi Abu maju dna berkata.” Dia tadi makan ikan tongkol ya… dia bahkan sempat protes tadi..”Ujarnya disana ingat..


Dan setelah itu semua keluarga menatap Aisya tajam membuat Aisya diam melihat keluarganya.


“Nah mungkin karena Nayya ini alergi ikan tongkol.. bahkan alergi Nayya ini sangat langkah loh.. “ Ujarnya membuat semua orang menatap dokter bingung.” Iya.. bahkan jika ia makan ikan tongkol lebih dari takarannya maka bisa menyebabkan meninggal dunia.. dan ini sepertinya tadi ia hanya memakanya sedikit.. tapi saya juga tidak tau, kalian tanyakan saja pada orangnya. Orangnya pasti tau alergi yang ia punya..”Ujarnya..


“Me meningeal dok?” Tanya umi Ana kaget membuat dokter Helen mengangguk. “ Jadi keadaan Nayya sekarang gimana dok? Apa dia baik baik saja sekarang? Atau harus dibawa kerumah sakit?” Tanyanya khawatir dan panik.


Dokter Helen mengangguk..” Seharusnya si iya tadi, tapi sekarang tidak usah, kalian lihat saja perkembanganya. Nayya sepertinya tidak akan sadar semalaman ini sampai pada tubuhnya yang bengkak ini mengempis, jika belum mengempis maka ia belum akan sadar.. tubuhnya memang panas karena efeknya.. tapi jika besok dia belum juga sadar kalian bawa saja kerumah sakit untuk dirindak lanujuti..”Ujarnya disana. " Karena memang alergi milik Nayya sangat langkah."


“ Ini obatnya dan infusnya besok pagi saya akan kesini untuk mengantikannya.. dan tolong jaga suhu kamarnya ya, jangan sampai terlalu dingin dan panas, karena sangat berdampak dengan kesehatan Nayya selanjutnya..”Ujarnya lagi.


Ayah dan ibu Habib mengangguk.” Terimakasih dok..”Ujarnya membuat dokter Itu mengangguk.”Jika begitu saya permisi, jika ada apa-apa hubungi saja saya lagi.. Assalamu’alaikum..”Ujarnya..

__ADS_1


”Waalaikum salam..” Jawab keluarga Habib membuat Dokter itu tersenyum dan pergi.


Habib memilih duduk dipinggir kasur Nayya melihat wajah lelap Nayya yang bagaikan orang tidur tersebut. Air matanya jatuh dikalah itu membuat abbinya mendekatinya dna mengusap bahunya..


Habib melihat ayahnya dnegan tatapan sendunya dan bergumam.” Bi Habib hiks hiks Habib tidak bisa menjaga Nayya padahal ia baru saja tingal disini. Tapi Habib udah ngelakuin kesalahan yang fatal..”Gumamnya disana bersedih. Karena merasa bersalah itu semakin menyelingkupi hatinya..


Umi Habib mendekati anaknya itu lalu melihat Aisya tajam.. itu membuat Fatih menarik adiknya lalu pergi dari sana.. Aisya Disana mendelik dibuatnya karena diseret paksa oleh kakaknya itu


Umi Habib memeluk anaknya dna berkata.” Jangan bersedih.. ini pelajaran buat kita, seharusnya kita menanyakan kepada Nayya kenapa ia tidak mau makan ikan tadi. Ini juga salah umi malah masak ikan tongkol.. kamu jangan sedih dan merasa bersalah ya..”Ujarnya disana.


Habib disana menghela nafas lalu mengusap tangan Nayya yang diinfus itu.. Entah terbuat dari apa hati Nayya sampai sampai tidak mau mengatakan alerginya hanya karena ucapan Aisya.. Apakah Nayya ini manusia membuat ia kagum.. disisi lain hatinya sangat sakit karena merasa bersalah itu sangat menyelingkupi hatinya..


Disisi lain Aisya juga merasa Beralah kok meski dia diam saja..


Fatih melihat adiknya itu dengan helaan nafas.. ":Kamu liat Ays.. gara gara ucapan kamu tau nggak..!! Niang Nayya jadi sakit. andai aja kamu denger ucapan dia yang enggak mau makan ikan tongkol., mungkin dia enggak akan kayak gini.”Ujarnya.

__ADS_1


Aisya disana menatap kakanya sendu.” Ya maaf, kan Ais Cuma ngatain yang sebenarnya aja bang.. jadi bukan salah Ais juga… Niang Nayyanya aja yang diem diem pura pura baik, udah tau alergi tapi masih diem aja..!”ujarnya disana tak mau disalahkan.


“Itu karena kamu yang membentaknya Ais..!!|" Ujar abangnya Fatih membuat ia tertegun dan diam meremas hijab panjangnya itu…" Lain kali jaga etitud yang diajarin Abbi sama ummi, dipakek. Kamu ini cewek ko gitu... " Ujar Fatih lalu pergi meninggalkan Aisya yang diam ditempat.


__ADS_2