
Hallo guys apa kabar maaf yah belum up sampai sekarang. Alasannya? 1, karena kemaren PPL. 2. Sekarang sibuk KKN. 3. Sibuk buat Proposal, 3, jarak antara sekolah aku dengan rumah itu cukup jauh kalo balik sore kadang kecapeaan banget. Jadi tolong makluminn yah. dan insyallah mulai dari tanggal 1 nanti aku bakal rajin up sampai tamat kok. Doain yah semoga semuanya lancar aamiin.
Oh yah buat yang coppas novel ku terus kemarin dihapus dan sekarang terbit lagi. sebernya capek si ngingetin, soalnya ‘Binatang aja kalo diingetin dan diajarin itu bakal nurut’ dan yah mungkin otak kamu kosong jadi enggak paham ‘Bahasa manusia’ saya tu cape. Cape kulia, cape tugas dan juga tangung jawab. Just kita saling bantu dan saling menghargai yah satu sama lain....!!
Sudah dua minggu Nayya sembuh dan juga Acha yang tak sadarkan diri, nayya yang sudah sembuh pun sedih menatap sang anak nya yang tak kunjung membuka matanya. Dua hari ini juga ia talk bisa makan enak ketika melihat keadaan anaknya yang sudah cukup parah itu.
Tubuhnya mengurus dengan wajah yang pucat. Bahkan malam kemarin katanya jantung Acha berhenti berdetak membuat nyawa Nayya ikut terasa tyerhenti disatu arah saat itu. Habib? Ia juga sama. Ayah mana yang tak sedih melihat anaknya terkapar tak berdaya?
Huffttt.. nafas Nayya terdengar berat saat ini. matanya memandang kedepan dengan nanar, ia menatap anak kecil yang berlari kesana kemari ditaman itu. Yah saat ini ia ditaman ditemani oleh Habib. Ia ingin menenangkan dirinya dengan udara segar. Senyumnya terbit dikalah melihat anak kecil yang jatuh dan menangis mengaduh kepada sang kakak.
“Kamu lihat apa si Nay sampek senyum gitu? Bagi-bagi dong.”Ujarnya Habib mengusap pipi Nayya. ia memilih duduk dihadapan nayya dan menoleh kebelakang menatap apa yang membuat nayya tersenyum saat ini. dan matanya tertuju pada dua anak kecil. Satu sang adik yang menangis dan satunya lagi memukul seseorang yang mungkin membuat adiknya menangis.
“Aku jadi ingat Acha dan juga Arga. Apa kabar Arga mas?”Gumamnya melirih disana. Dadanya sesak saat ini menatapnya. “Dulu ketika Acha sakit dan dijahili maka akan Arga marahi dan pukul, setelahnya Rian turun tangan karena tidak mau Acha kenapa-napa. Tapi kenapa sekarang Arga pergi ketika tau Acha kenapa-napa? Apa dia sudah tidak sayang Acha lagi?"Tanya Nayya bergetar.
Suttt.. Habib mengusap bibir Nayya yang bicara asal. Ia mengusap pipi Nayya yang sudah berair. Matanya menyenduh dan berkata.”Dia bukan sudah tak menyayangi Acha lagi Nay. Dia hanya butuh waktu berdamai dengan masalah. Kamu harus kuat yah.”Ujarnya. Nayya disana menatap lemah kedepan.
Habib disana menghela nafas dibuatnya lalu menatap kelain arah. Ia tak punya cara buat membuat nayya berhenti bersedih. Hingga ia disana mendapatkan ide. Ia pergi meninggalkan nayya dan mendekatkan diri dengan anak-anak kecil tadi. Nayya diam menatapnya yang menjauh dengan tatapan sendu dan bingung.
“Hallo adek-adek..”Ujar habib mengusap kepala anak yang menangis tadi. Ia tersenyum disana.
“Haloo paman, ada apa? Apa paman mau menculik kami?”Tanya dari anak yang tadi dipukul dan menjahili sang anak perempuan yang ia elus. Bahunya Habib didorong oleh Lelaki nakal itu.”Jangan sentu dia, jangan buat yang tidak baik paman..! atau akan kami pukul paman..!!” Ujarnya menantang disana membuat habib hampir meledakkan tawanya. Sebab ia tau jika sebenarnya anak laki-laki itu menyakiti sang anak perempuan hanya karena ingin dekat. Wahhh ide yang bagus.
__ADS_1
"Eh paman tidak mau berbuat suatu hal yang tidak baik kok. Paman hanya ingin mengajak kalian makan es krim dan menghibur istri paman, dia sedang bersedih.”Ujarnya Habib menunjuk nayya yang menatapnya dari kejahuan. Lima anak itu ikut menatap arah pandang habib dengan kepo.”’ Dia bersedih karena anak kami sedang sakit dan tak kunjung sadar. Paman boleh minta tolong dengan kalian kan? Nanti paman akan Mentraktir kalian es krim dan juga ayam cresspy deh janji.”Ujarnya dengan muka tulusnya.
“Beneran paman?!!” Tanya anak perempuan itu penuh binar.
“Iiihh Loli jangan mau percaya sama orang dewasa. Nanti jika dia bernbohong bagaimana? Bisa jadikan itu hanya taktiknya saja.!” Ujar lelaki nakal tadi tak suka.
Habib terkekeh dan mengusap kepalanya.”Kamu suka yah sama Loli?”Tanya Habib berbisik membuat mukanya memerah.
Untung ia hanya berbisik. “Paman bicara apa si..!!” Ujar anak lelaki itu.
“Yaudah bantuin paman, atau nanti akan paman bilang sama dia looh.”Ujar habib mengamncam.
Habib disana tersenyum dibuatnya.”Awas yah jika paman ngapa-ngapain kita. Akan aku pukul paman..”Ancam lanak lelaki nakal itu.
“Siap kapten.”Ujar Habib tersenyum membuat anak itu mendelik. Ia pikir ia menakutkan..! oh tentu tidak.. habib bahkan bukan merasa di ancam, tapi malah diajak bercanda.. haha itu sungguh lucu dimatanya saat ini. sungguh..!!
Apa Acha dan Arga selucu ini saat kecil?Pasti lebih lucu..!
Nayya disana menatap Habib dengan tersenyum dikalah anak-anak itu mendekatinya. Ia bia melihat mereka yang tersenyum ..”Hallo nona cantik... istrinya om jelek yah? kok mau si sama om jelek, mana banyak bulunya lagi didagunya..”Ujar anak nakal itu acuh kepada Nayya membuat Nayya terkekeh dan Habib melotot.
“Ihhh Reyhan. Itu omnya ganteng kok. Aku suka soalnya bulu matanya lebat dan lentik..”Ujar Loli so anak manis yang tadi menangis.
__ADS_1
“Oh jadi Loli suka lelaki ytang punya bulu mata lentk dan panjang begitu? Aku juga kok. Nih liat..!” Ujar Reyhan menunjuki matanya. “Nih lihat Loli..!” Ia menjulak kepla Loli supaya dekat dengan matanya.
“Ih Reyhan kamu kasar banget si Huaa.....”Ia kembali menangis dibuatnya membuat Nayya tergelak dibuatnya. Bisa disimpulkan Reyhan cemburu ketika Loli memuji si Habib dan Reyhan ingin disukai juga.
Reyhan cemberut.” Dikit-dikkit nangis.. dih cengeng..”Ujarnya tak suka sembari meliriknya kesal.
“Reyhan kamu tu nakal banget si. Jangan kasar-kasar sama dia..”! Ujar lelaki yang tadi membantu loli dan memeluknya. “Dasar genit. Mau aja dipeluk sama cowok huuu.”Ujar Reyhan dengan mengepalkan tangannya.
“Hua.... Reyhan jahat hua hiks hiks.”Tangisan Loli semakin menjadi membuat wajah putihnya memerah dan mukanya menjadi imut. Reyhan gelagapan disana membuat ia menatap lain arah. Lelaki yang dikira Nayya tadi kakaknya itu memeluk Loli dan mendorong Reyhan tak suka. Reyhan membalas mendorong hingga aksi dorong-dorongan terjadi.
“Eh-ehh kok kalian rebut si? Kan tadi om bilang apa kok malah gini..!!”Ujar habib menahan mereka berdua. Dan Loli dipeluk Nayya. nayya disana merasa terhibur akan drama anak-anak ini membuat ia menahan senyum saja.
“Dia om mulai duluan..!” Mereka saling bicara dan saling tunjuk.
“Reyhan yang salah. Reyhan nakjal, kalo Kiki Cuma bantuin Loli, dia baik dan Loli suka..!” Ujar Loli dengan tegas dan juga suara imutnya.
Reyhan menatap Loli tak suka akibatnya. Ia disana menatap Loli dengan tatapan tak terima namun diam.
”Sudah-sudah. Reyhan ganteng kok. Tante suka..”Ujar nayya disana dengan godaan. Namun Reyhan malah membuang muka dengan tangan terkepal. Nayya tergelak dibuatnya. Bisa-bisanya anak zaman sekarang mengerti cinta-cintaan yah kan..!!
“Permisi keluarga atas nama Acha Maura Habibal?”Tanya suster dibelakang mereka membuat habib dan Nayya terdiam kaget.. “Nona Acha----“
__ADS_1