
“Kamu udah ketemu dimana Rindu?”Tanya dari Habib dengan Fatih. Ia dan Fatih sudah mencari Rindu dimana-mana namun tak juga bertemu. Bahkan orang tua Rindu sekarang sudah pindah dan kebun kebunnya, ternaknya diurus oleh tetangganya. Ibu dan ayahnya sekarang tak tahu dimana. Namun gosip yang bererdar mengatakan jika mereka ada didekat pantai dan sekarang jadi nelayan.
Fatih menggeleng lemah. “Kata ayah dan ibunya dia sekarang pindah ke Turkei, karena memang dia pindah kesana sudah dari setahun yang lalu, dia kesini Cuma mau jemput anak kembarnya saja setelah dia dinyatakan pulih total.”Ujarnya disana. Rindu itu dulu pernah sakit keras dan operasi sakitnya, syukurnya sudah menghilang. Namun bukan berarti ia tidak kemoterapi lagi. namun ia harus melakukan perawatan intensip akan jantung dan beberapa organ dalam didirinya supaya bisa kembali normal.
Sakitnya Rindu itu harus membuat dirinya jauh dari keluarganya, ia hanya bersama Rey, kakaknya dan pamannya. Disana ia harus hidup dipinggiran kota dan juga didaerah yang segar. Syukurlah ia kembali sehat dan juga bugar. Dan satu hal rahasia, sebenarnya Rindu itu tidak keguguran, tetapi anaknya memang tidak dibiarkan besar oleh pamannya dan Willy., sebab menyangkut nyawa Rindu yang jadi taruhannya. Dan itu hanya rahasia paman,kakak dan dokter saja.
Habib disana merasakan sakit pada perutnya itu terduduk, ia meringis dibuatnya. “Kakak engak apa-apa kak?”Tanya Fatih lirih kepada sang kakak yang ada didepanya itu. Habib disana menggeleng lemah dan juga terdiam lirih.
Habib disana kembali berdiri dan berkata.”Kita cari Rindu dan Nayya sampai ketemu. Kakak yakin Nayya bersama Rindu. Kakak akan cari dia sampai ketemu.”Ujarnya disana dengan nanar ia mengusap perutnya pedih.
“Kakak harus istirahat dulu kak. Kakak kan enggak makan dari kemarin, liat badan kakak sekarang kurus banget.”Ujarnya Fatih disana nanar kepada sang kakak. Ia menahan tubuh kakaknya yang Nampak bergetar disana.
Habib sekarang sudah tak lagi sekuat sebelumnya, tubuhnya kirus, disekitar wajahnya banyak jambang yang tidak ia cukup. dilingkaran matanya terdapat mata panda.. Ia tak bisa makan karena selalu mual. Ia mengalami semuanya sebagai pembalasan atas apa yang sudah ia lakukan pada Nayya.
Habib disana menggeleng dan mengusap pipinya. Fatih disana hanya menghela nafas melihat sang kakak yang Nampak hancur. kalian Tanya dimana Khumairo? Dia sudah kembali kerumah orang tuanya, ia sangat marah pada Habib, namun mereka belum cerai. Habib tak bisa berbuat apa-apa. Sekarang ia hanya focus mencari Nayya saja.
Faith disana diam menatap kakaknya, ia tau kakaknya terlalu lemah akan pilihan, tak mampu menolak suatu hal menyangkit banyak orang. Ia terlalu baik. Ia menepuk pundak kakaknya.. “Kakak gagal dek hiks hiks.. Bagaimana dengan Nayya? apa dia sudah makan? Apa dia sudah minum? Mandi?”Tanyanya nanar.
__ADS_1
Ia menatap tangannya.” Biasanya kakak yang mandiin dia setiap pagi, bantuin dia pakek hijab, pakek baju..”Gumamnya, air mata kembali jatuh dengan derasnya.” Biasanya kakak yang ngatur makan dia, ngolesin salep dilingkaran mata dia.. tapi sekarang siapa dek? Demi Tuhan kakak enggak akan rela ada lelaki lain yang mengganti posisi kakak begitu.”Ujarnya lirih. Dadanya naik turun akibat tangisanya yang meraung.
Faith diam mendengarnya. Habib mengusap kepalanya.”Biasanya Nay tidak bisa tidur jika tidak diusap kepalanya. Kakak rindu Nayya dek. Kakak rindu dia.. hiks hiks.. bagaimana dengan dirinya.”Ujarnya lirih idisana penuh penyesalan.
“Demi tuhan dek kakak katakana. Demi Tuhan. Kakak menikahi Mira hanya untik Pondok pesantren ini. bukan untuk diri kakak sendiri,. Bukan karena cinta kakak. Tapi memang karena keadaan.. kakak salah yah dek hiks hiks..”Ia memukul dadanya sendiri.” Kakak engak tau salah kakak dimana, tapi kakak tau mungkin keputusan kakak kemarin itu nyakitin dia.. andai kakak tau dek, kakak kebih memilih hidup sendiri, pondok ini sama kamu saja. Lebih baik kakak sama dia hidup sendiri kakak hiks hiks. Kakak enggak mau dek.”Ujarnya menangis disana lirih karena tak kuat..
Faith disana mememuk kakaknya tak tahan. Ia tau kakaknya sangat hancur.. bahkan Khumairo yang pergi tak ia jempir, ia tak pernah ter urus dan tak pernah bisa berhenti mencari Nayya. tidur saja ia bisa dihitung jari. Ia sudah berusaha namun nyatanya semua sia-sia..
Sebenarnya disini bukan salah Habib, tapi salah keadaan, Habib hanya melakukan yang terbaik baginya. Mungkin kata orang lain dirinya yang terlalu lembut. Karena apa? Karena orang lain tidak ada dipoisisinya dia. Tidak ada yang paham.
Fatih mulai angkat bicara “Kebenaran cinta terletak pada tiga hal: memilih ucapan kekasih daripada ucapan orang lain, memilih duduk bersama kekasih daripada duduk bersama orang lain, dan memilih kerelaan kekasih daripada kerelaan orang lain.”
" Cinta sejati tidak melihat waktu kapan harus dibuktikan tapi ia benar-benar muncul setiap saat sebagai pembuktian ketulusan hati. Karena cinta sejati ada di setiap waktu dan setiap tarikan nafas manusia. "
"Suatu ketika, seorang wanita keluar dari rumah untuk mendengarkan petuah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam beserta para sahabatnya. Di tengah jalan ada seorang pemuda yang melihatnya. Pemuda itu bertanya: “Wahai wanita yang mulia! Kamu mau pergi ke mana?” Wanita itu menjawab, “Aku ingin mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan duduk di sisinya dan mendengarkan sabdanya yang indah.”
“Apakah kamu mencintai Nabi?” tanya si pemuda itu. “Ya aku mencintainya,” jawab wanita itu.
__ADS_1
Si pemuda berkata lagi, “Demi kebenaran cintamu kepadanya, bukalah kerudungmu sampai aku dapat melihat wajahmu.” Ujarnya.
Saat pemuda itu menyumpah dengan mengatasnamakan cinta kepada sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lantas ia membuka kerudungnya sehingga pemuda itu benar-benar dapat melihat wajahnya. Sesampai di rumah, ia menceritakan kejadian itu kepada suaminya. Penuturannya menggoyahkan hati si suami. Dalam hati, suaminya berkata, “Aku harus bisa membuktikan kebenaranya supaya aku lega. Dan aku juga harus mengujinya.”
Suaminya lantas menyalakan tungku, pada tungku tersebut terdapat tempat atau lubang untuk meletakkan wajan untuk memasak roti. Dengan sabar suaminya menunggu sampai tungku menyala penuh. Setelah api menyala penuh, ia berkata pada istrinya, ”Demi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, masuklah ke dalam tungku itu.” Saat ia disumpah atas nama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seketika itu ia langsung menceburkan diri ke dalam lubang tungku tanpa mempedulikan nyawanya karena benar-benar mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Melihat istri benar-benar menceburkan diri ke dalam tungku dan tenggelam di dalam api, si suami menjadi sangat menyesal dan sadar akan kebenaran ucapan istrinya. Lalu ia pergi menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan menceritakan semua kisah tentang istri beserta keadaanya saat itu. "
"Setelah mendengar penuturan cerita dari si suami, Nabi besabda, ”Pulanglah dan keluarkan ia dari dalam tungku.” Si suami pun akhirnya pulang dan segera mengeluarkan istrinya dari kepungan api yang memenuhi tungku. Namun anehnya, setelah ia berhasil mengeluarkan istrinya dari kepungan api tersebut didapatinya sang istri tidak apa-apa, badannya basah penuh keringat, seakan-akan ia habis dari pemandian air hangat (uap)." Cerita Fatih kepaa zang kakak membuat kakaknya terdiam.
"Yang artinya cinta butuh pengorbanan bukan kata kata saja kak."
Fatih menangis lagi mengusap wajahnya yang basah. Nafasnya naik turun karena tangisan. “ Cinta itu seperti Khadija kak, yang merelahkan hartanya demi nabi Muhammad.. demi menyebar luaskan agama islam.. “Ujarnya disana dengan pelan.
“ Baju yang awalnya terbuat dari sutera emas berganti dengan baju yang compang camping, bahkan ditambal dnegan kulit kayu. Bahkan matipun ia kembali berpesan jika Nabi ingin melewati sungai tetapi tak memiliki jembatan. Maka ambilah tulang belulangnya dan jadikanlah jembatan untuk diilewati nabi Muhammad untuk menyebar luaskan agamanya.”Ujarnya. Fatih paling tidak bisa bercerita tentang kisah kenabian. Sungguh ia mudah menangis jika sudah menyangkut hal kenabian.
Habib disana diam dengan bulir yang jatuh. “Besarnya pengorbanan kak, itulah yang namanya cinta. Bukan kata-lkata atau hanya air mata.. Tapi cinta memang butuh pengorbanan yang nuyata. Ketika Khadija memberikan hartanya karena cintanya kepada nabi Muhammad dan mendukung dirinya untuk menyebarkan agama. Lantas cinta mana yang kakak ucapkan? Bagian mana yang menyedihkan? Apakah berjanji adalah satu perjuangan kak? Aku tidak marah kakak menyelamatkan pesantren atau Nayya yang egois. Tetapi aku hanya marah, bagaimana bisa kakak menikah tanpa adanya nayya dan melupakanya. Andai dikalah itu kakak berlari dan mencari Nayya. menjelaskan apa yang terjadi dan tidak diam saja. Aku yakin kak semuanya baik-baik saja. “Ujarnya disana.
Habibnsemakin menangis dibuatnya.” Semua sudah menjadi bubur kakak hanya tidak perlu menangis, bersholatlah dan minta kepada Allah supaya Nayya dan anaknya selalu dalam lindungan Tuhan. Kakak tidak usah menangis. Kakak tidak benar-benar salah.” Fatih menekan kata ‘tiidak benar-benar salah karena Habib memang salah.
__ADS_1
.
.... Jangan lupa tinggalka jejak yah guys....