
“Dan ini yang paling aku benci dari kamu mas.”Ujar Nayya disana dengan dingin.”Mudah sekali menyerah dan mengikhlaskan, padahal sesuatu hal butuh perjuangan. Aku membenci sikap kamu yang terlalu mudah menyerah. Kamu tidak bisa mengerti orang lain.”Ujar Nayya dan bangkit.?
Lalu Habib pun bangkit menatap Nayya, apa maksudnya? Lalu Nayya menutupi bagasi mobilnya itu dengan keras dna menatap hbaib yang masih menangis.” Temui aku dua hari lagi disini dijam yang sama, aku akan mengenali kan kamu dengan anak anak. Dosaku sudah banyak, aku tidak mau bertambah hanyak..”Ujarnya membuat habib disana terdiam menatap nayya.
"Nay....!!! " Namun sosok yang dipanggil tak menyahut sama sekali. sosok Nayya menaiki minimnya melaju meninggalkan sosok Habib yang menangis Disana.
Sampai pada air matanya kembali jatuh. Ia memukul kepalanya sendiri.”Bodoh kamu Habib.. bodoh..” Gumamnya sendiri pada dirinya. Habib disna memukul dadanya yang sakit akibat tak terima. Ia masih sangat mencintai Nayya.
Apalagi anak-anaknya. Bagaimana bisa ada sosok lain yang dicintai anak-anaknya. Apakah anak-anaknya kelak membenci dirinya sebagai ayahnya? Melupakan ayahnya karena mereka sudah mempunya ayah yang baik? Habib menatap langit dan berkata.”Apa sesaakit ini Yaallah? Hiks hiks. Sesakit ini merasakan kehilangan sosok yang dicintai sudah menikah dan anak memiliki pengganti hamba?" Gumamnya sakit. Dadanya sesak.
“Apa sesakit ini Nay apa yang kamu rasakan dulu.. ketika tau aku menikah lagi dengan Khumairo dan akan menjadi ayah dari anaknya. Hiks hiks.”Ia mengusap kepalanya lagi “Akhhh Nay sakit.. maafkan mas Nay. Maaf..” Gumamnya. Ia tak tahu jika sesakit ini.
Sungguh ia tak tau. Sampai ia mau mati saat ini, berharap apa yang ia rasakan saat ini segera berakhir dan hanya menjadi mimpi. Ia tak mau digantikan dan tidak mau dibagi. Ia tak mau.
Dijalanan Nayya mengepalkan tanganya, kenapa sesakit ini? namun ia harus ikhlas dan ia harus kuat. ia menatap surat didalam lacinya dan tersenyum.” Kamu kuat Nay. Kamu kuat.”Ujarnya Nayya menjatuh kan air mata.
Habib itu sumber masalah, diawali dengan kebutaanya, kelumpuhanya, pernikahannya, diculik , hingga diduakan, dan sekarang ia harus mengalami satu kepahitan yang selama ini tak ada yang tahu.. sama sekali tak ada yang tahu membuat ia tersenyum melajukan jalanan dengan mata yang basah sampai lupa jika jaket Habib masih dibahunya.
Rasanya ia ingin hilang ingatan saja. Bagaimana bisa melihat Habib ia tetap jatuh cinta..?
Matanya membengkak memasuki rumah, rumah yang ia tinggalkan hampir tujuh belas tahun ini, dan ketika ia mau masukpun itu berbarengan dengan Rey yang keluar dari mobilnya. Nayya terdiam menatap rey yang membawa bunga mawar putih yang sangat cantik. Lihatlah wjahnya yang penuh dengan senyum membuat ia terdiam. Ia Iri.
“Eh Nay. Kok lama pulangnya? Enggak buka dirumah?”Tanya Rey membuat Nayya memalingkan wajahnya dan menatap Rey dan tersenyum.”Loh kok kamu nangis, kamu tidak apa-apa?”Tanya Rey disana peduli kepada Nayya yang Nampak menangis disana,
Nayya disana pun menggeleng menahan sesak diddadanya, Sampai pada Rey mengambil satu tangkai bunga putih dibunga ditanganya dan tersenyum kepada Nayya.”Jangan bersedih, Innalahhama’anah. Mau cerita?”Tanyanya membuat Nayya menjatuhkan air matanya. Rey disana terdiam tak tau harus apa. Ia mau memelukpun bukan mahkrom..
Sampai pada Nayya masuk kedalam meninggalkan Rey, membawa setangkai bunga darinya. Rey Disana menghela nafas dan masuk, ia tak mau terlalu dekat tapi ia peduli. Ia memilih menemui Rindu dan memberi bunga miliknya. Tepat dikalah ia masuk ia melihat Rindu yang memakan obat-obatnya. Hal yang paling menyakitkan baginya.
Namun lihatlah, senyum miliknya sangat tulus disana.”Sayang sudah pulang?”Tanya Rindu tersenyum dengan baju yang menampilkan kulit putihnya, wajah yang masih sangat cantik dan manis, bahkan lebih cantik dibanding siapapun. disana ia tersenyum dan mengambil susu ditermos didekat nakasnya. Ia menaruhnya didalam gelas.”Mimum dulu.”Ujarnya mencium tangan Rey.
Rey disana segera menyambutnya dan menciumnya. “Sebentar.”Ujarnya membuat Rindu menatapnya heran. Rey menutupi jendela yang dikamarnya segera,.”Aku tidak mau ada yang melihat kecantikan kamu sebagaimana Ali bin Abitalib tak mau memperlihatkan Fatimahnya meskipun hanya bayangannya.”Ujarnya mencium kening istrinya. Ia memberi bunga itu kepada Rindu. Rindu Diana terkekeh dengan batuk miliknya. Rey ingin menangis dibuatnya.
Intinya tak ada bahagia yang sempurna didunia ini. Semua punya masalah namun dengan porsi masing masing.
Disisi lain ada Nayya yang menangis menatap bunga ditangannnya.”Maafin Nay mbak. Nay jahat yah hehe.”Ujarnya nanar.”Maafin Nay mas. Nay cinta mas tapi Nay tidak bisa bersama..”Gumam Nayya disana egois.
__ADS_1
Sesaat setelahnya ie menatap kejendala ingat kata-kata Rindu kepadanya.”Hidup jangan terlalu egois kadang keegoisan kita membuat hidup kita tidak bahagia. Mengalirlah, hidup bagai air sampai kau tau tujuanmu hidupmu. Kadang kita terlalu berharap kebahagiaan sampai lupa akan kebahagiaan yang ada.,,"
Ia menghela nafas dan tersenyum,.” Mbak Rindu... sekarang aku udah siap mbak, siap akan keikhlasan, Nay hanya mau berserah kepada takdir, Nay tidak peduli jika mereka nanti membenci Nay karena Nay sudah menjauhkan mereka dari ayah mereka. Nay tidak peduli jika nanti Nay kehilangan segalanya. Nay mau memulai hidup Nay yang baru. Mengubah pola pikir nayya. nay tau jika sekarang itu yang salah bukan takdir, tapi pola pikir Nay dan juga kehidupan Nay. Nay paham dan Nay akan berubah lebih baik lagi dengan keadaan apapun itu.”Gumam Nayya disana dengan senyumnya. Ia menghapus air matanya dan menghela nafas.
“Mas.. anakmu mirip kamu.”Gumamnya dengan kekehan. Arga sangat mirip dengan Habib. mereka sangat sangat tampan, bagai pinang dibela dua, bedanya hanya persi Arga yang lebih muda dan Habib yang lebih tua. Nayya jadi tersenyum dan menghela nafas.
Ingatannya kembali pada pertanyaannya kepada seseorang pasien ditempatnya bekerja. Dimana Nayya bertanya akan kehidupannya yang selalu tersenyum dan bersabar. Bahkan dengan keadaan yang sudah memburuk ia tetap berkata.”Ini nikmat, karena aku masih diberi kesempatan untuk hidup meski dalam keadaan sakit, setidaknya aku diberi kesempatan untuk diampuni dosa-dosanya ketika aku bertaubat.,
Beda dengan orang yang sudah mati, siksaannya ribuan kali lebih sakit dari ini, namun sayangnya permintaan maaf dan juga taubatnya tidak akan diterima meskipun menangis nanah dan darah sekalipun. Bahkan sampai dunia ini hancur sekalipun mereka tetap tak akan didengarkan. Karena masa mereka sudah habis.
Nayya sadar ia adalah orang yang salah, ia berdosa, ia mau hidup kembali kejalan yang benar. Mau mengakui semuanya sampai pada titik yang paling benar. Mau dibenci dan dimaki ia tak mau gentar.. ini demi anak-anaknya dan dirinya. Nanti terserah dengan anak-anaknya mau terima atau tidak, tapi yang pasti ia tak akan mau mundur lagi.
Jika ditanya apakah ia mau kembakli dengan Habib? Rasanya tidak, sebab hati Nayya itu sudah terlalu sakit dan Nayya mau hidup yang baru.. jauh dari Khumiaro dan juga kesakitan. Nayya ingin sendiri saja.
Menguatkan hati untuk belasan tahun sekarang Nayya menjadi lebih dewasa, ia tak mau menutut dirinya bahagia. Yang ia mau hanya satu , mencapai titik pada kebahagiaan anak-anaknya. Ia mau Habib bisa merasakan mempunyai anak dan bisa bahagia. Ia sudah cukup bahagia selama ini.
Disisi lain ada Habib yang menangis diatas sajjadahnya, tanganya gemetar meminta kepada Tuhannya untuk dikuatkan. Rasanya penantian tujuh belas tahun menjadi hancur dan sia-sia. Salahkah ia berharap akan apa yang seharusnya ia tak harapkan?
Abu dan Fatih yang sedari tadi menunggu Habib diluar tak tau harus apa, sebab Habib disuruh sahur tapi tak juga keluar, yang ada hanya suara isakan tangis membuat Fatih dan Abu khawatir kepdanaya.”Ini bagaimana paman?”Tanya Abu disana kepada Fatih.
”Yaampun paman jika paman punya kenapa tidak bilang dari tadi.”Ujarnya Abu disana dengan helaan nafas.
Fatih menatapnya datar.”Kau saja tak ingatkan? Jangan selalu menyalahkan orang lain jika dirimu juga salah.”Ujarnya. abu terdiam dibuatnya dan menatap Fatih nanar. Fatih sosok yang baik dan juga tegas. Ia saja segan dibuatnya membuat ia tak melawan dan melihat saja.
Fatih membuka pintu itu, dan disana ia bertemu dengan habib yang diatas sajaddah membawa ayat-ayat Al-Qur’an dengan keadaan kacau. wajahnya basah membuat ia mendekat.. sungguh ia tak tega menatap Habib begini. Bahkan Al-Qur’an yang ia baca itu sudah basah dan juga tak lagi bisa dibaca.”Bang.”Gumamnya disana.
Habib tetap khusyu dengan apa yang ia lakukan sampai ia tak tau ada yang datang. Abu disana menatap ayahnya nanar hingga ia menatap ayahnya yang sangat lemah.. “Abi..”Gumamnya memeluk Habib.
Habib tersadar disana hingga ia kembali menangis hingga matanya menyipit, rasa cintanya kepada Nayya sangat besar hanya saja ia tak mampu menjadi lelaki seperti diluar saja. “ Abi kenapa hiks hiks?” Abu menangis disana memeluk ayahnya sayang.
Fatih menatap Habib dengan tatapan nanar. “Kak kenapa? Cerita? Ada apa? Kebapa kakak kayak gini?”Tanya Fatih disana kepada sang kakak nanar. Habib disana hanya menangis memeluk Abu erat. Ia tak kuat untuk cerita,
“Nayya sudah menikah lagi hiks hiks. Tadi kakak letemu dengannya hiks hiks.”Ia menangis sesegukan sembari cerita. .
Fatih mengusap wjahnya kasar tak bisa dipungkiri jika ia cukup kaget.”Dan kakak percaya?”Tanyanya nanar kepada sang kakak yang super polos ini.
__ADS_1
Habib mengangguk.”Iya. nayya tidak pernah berbohong.”Ujarnya Habib disana....
”Dan apakah kakak bertanya apakah dia bahagia? apakah dia masih mencintai mas? Atau bertanya bagaimana keadaanya sekarang? Apakah dia masih memiliki rasa dengan mas? Apakah pernikahanya yang sekarang masih bertahan?”Tanyanya,
Habib terdiam disana. Abu diam menatap ayahnya nanar. Ayahnya menangis karena wanita yang sama? Tangannya terkepal disana karena marah.
Habib disana menggeleng.”Jika dia menikah lagi itu tandanya dia sudah tidak mencintai mas.”Ujarnya disana dnegan lirih.”Dan jikapun dia masih mencintai Mas. Mas tidak akan pernah merusak hubungannya. Allah sangat membenci orang-orang yang merusak. Merusak rumah tangga orang lain merupakan dosa besar, menyebabkan rumah tangga pasangan muslim menjadi hancur dan tercerai-berai. Perlu diketahui bahwa prestasi terbesar bagi Iblis adalah merusak rumah tangga seorang muslim dan berujung dengan perceraian, sehingga hal ini termasuk membantu mensukseskan program Iblis.
Perhatikan hadits berikut, Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)”
Plak.... Pipi Habib ditrampar oleh Fatih hingga Habib terjengkang.”Paman.. apa yang kau lakukan..!!!”
“Diam kau..!!! Jangan kita campur urusan ayahmu yang bodoh ini. manusia paling bodoh yang aku kenal. ” Bentak Fatih disana membuat Habib dan Abu terdiam. Keduanya saling tatap menatap Fatih yang menatapnya datar.
”Kau belum bercerai dengan Nayya, dan kau masih berhak atasnya, dan jikapun mereka menikah lagi itu artinya pernikahan keduanya tidak sah. Kau taukan hukum perceraian itu apa.? Bahkan dia pergi tanpa alasan dan kau masih bilang kau menjadi perusak rumah tangga. KAU PENGECUT BANG..!!!!” Teriaknya.
“Tapi aku sudah gagal Fatih. Aku harus apa ha?!!!!!” Teriaknya juga.
“Berhenti menangisinya dan ikhlaskan..!!” Ujar Fatih disana.
Habib menggeleng.”Tak semudah itu..!!!”
“Itu mudah jika kau mau..!!”
“Tidak Fatih. Dan aku tidak akan pernah melupakannya karena tidak akan ada wanita lain dihatiku selain Nayya..!!!”Teriaknya juga.
Faith terkekeh dibuatnya.” Kau ditolak tapi.!! Dan kau sudah tidka punya kesemptan laknat ulahmu sendiri, lalu apa yang kau harapkan?”Tanyanya disana dengan menantang.
Habib disana menatapnya nanar dan berkata”Kau lupa jika dulu Nabi Muhammad juga pernah ditolak oleh cinta pertamanya? bahkan dua kali. “Tanyanya. Fatih diam mendengarnya.
.
.
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak yah... ...