Istri Butaku

Istri Butaku
Tragedi


__ADS_3

“Rindu.. yaampun nak. Sini kita obatin lukanya.”Teriak ayahnya dan keluarganya. Namun Rindu disana menggeleng dan tersneyum. Tangannnya ditahan oleh ayahnya yang membuka jasnya dan membuka bajunya. Ia melilit tangan Rindu dengan baju putihnya nanar. Rindu disana terdiam merasakan kepalanya sakit.


Dalam sekejap bau putih itu berganti menjadi merah pekat.


“Bunda..” Gumam Acha mendekati Rindu. Rian disana membantu ayahnya yang diserang balik oleh Khumairo yang mendadak gila. Keadaan kacau dan keluarga Rindu yang tak menyiapkan senjata itu segera menyuruh penjaga untuk menembak mati Khumairo saat itu juga.


“Nayya kamu tidak apa-apa kan Nay?”Tanya Habib menahan tubuh Nayya yang tumbang. Muka pucat dan tangan yang gemetar. Ia segera memeuk Nayya dan menatap Rindu dengan tatapan nanar. Ia tak tau harus apa namun yang harus ia lakukan adalah membantu sang istri terlebih dahulu.


Rindu? Disana ia menatap Khumairo dengan tangan yang terikat. Baju putih sang ayah sudah menjasi merah akibat darahnya.. Rey disana segera mendekatinya dan juga segera memeluknya. Rindu disana diam dengan nanarnya.”Kmau tidak apa-apa sayang?”Tanyanya. “Cepat kita kekamar aku obati cepat.!” Ujarnya membuat ia mengangguk.


Rey dokter...!


Gio sang ayah Rindu disana sgeera mengambil pistol dari penjaga nya.


Dan Dor... Khumairo ditembak tepat didadanya ketika melawan Rian hampir menusuknya. Ternyata meleset ketika Khumairo yang mengelak. Gio kembali menembaknya dan terkena kakinya.


Arghh.. Khumairoo disana jatuh dengan pisau ditangannya. Rasa panas menjalar keseluruh kakinya membuat ia bergetar terduduk. Gio disana mendekat dan menarik rambut Khumairo kuat hingga beberapa bagian rambutnya disana tertarik dan rontok..


Dengan tangan terkepal ia mencabut pisau itu paksa.


Dan Crappp... argh.... Cipratan darah Dimana mana membuat mental Nayya semakin bergetar tak keruan. Habib bahkan memeluknya erat dan menutup matanya berbisik jika semua baik baik saja.


Semua teriak melihatnya. Semua orang tak sanggup melihat mata Khumairo ditusuk keras oleh Gio sang lelaki kejam. Darah yang mengalir ditubuh Rindu.


Crap....


Disana Gio tak segan juga menghunuskan pisau itu dimatanya Khumairo satunya lagi hingga Khumairo disana terpenik dan memenuhi seluruh ruangan yang ada. Semua bergetar disana kecuali keluarga Rindu sebab itu sudah makanan biasa bagi mereka.


“Berani kamu melukai anak saya..!!” Ujar Gio disana dengan kerasnya. Tangannya masih dengan nanarnya menancapkan lagi dikakinya Khumairo hingga terlemas dan terjatuh.


Khumairo disana tak lagi bisa merasakan apapun ditubuhnya.. hingga ia disana terjatuh dengan wajah yang penuh dengan darah. Kaki yang berumburan darah. Namun rambut dikepalanya masih ditarik paksa oleh Gio. Raungannnya menyayat hati manusia itu tak terdengar disemua penjuru ruangan. Namun,


Yang ada hanya iblis pada tubuhnya Gio. Yang ada rasa ingin membunuhnya saat ini melihat tangan anak kesayanganya terluka parah .


“Kamu tau..!!! sekuat apapun kamu mengejar Habib yang bukan milik kamu tetap Habib bukan milik kamu..!! wanita sialan.. Plaak..” Ia menendang kuat dadanya Khumairo hingga terjatuh dan luruh dilantai dengan bersimbah darah. Tangan yang tadi menarik paksa rambut Khumairo sekarang ada ditangannya karena rontok..


Dorrr... semua kaget ketika disana ada Willy yang menembak tepat dikakinya Khumairo lagi. ketika ia ingin menembak lagi suara Gio menggema.”Jangan di bunuh..!” Ujarnya semua diam.” Biarkan dia hidup dan cepat selamatkan dia. Saya ingin dia merasakan dunia yang gelap dan menyakitkan. Mati terlalu indah untuk perusak dan ular seperti dia..!!” Ujarnya disana. Willy disana menaruh lagi pistolnya dibagian sakunya dna menganguk.

__ADS_1


Beberapa penjaga disana menarik Khumairo untuk dibawa keruang eksekusi. Disana Khumairo akan diatasi dan diobati. Diusakan akan hidup lagi. namun ia akan bertukar osisi. Ia yang akan merasakan buta. Tak akan ada obatnya lagi, kegelapan parmanen lah yang ia dapatkan sampai mati..!! belum lagi ia akan mengalami lumpu. Keluarga Rindu tidaklah baik. Bahkan manusia kejam semua isinya.


Dilangkah kaki Rindu yang lemah itu dipapa oleh Rey menuju kamar. Rey disana bergetar melihat tangan istrinya.


Mata Rindu disana menangkap sosok lain dilantai dua mengarahkan pisol kepada Acha yang mengikutinya disisinya. Acha disana menangis melihat ibunya.


Sedangkan Rian baru mau menyusul. Habib sedang menenangkan Nayya dan mengendongnya menuju ruangan yang diperintahkan oleh orang rumahnya. Tak ada cara lain membuat ia pergi mendorong Acha untuk terhindar dari seseorang itu.


Disana ada Aron yang mengarahkan pistolnya pada Nayya. namun melihat Nayya yang dipelukan Habib tak ada cela untuk ia menghancurkan keluarga ini. adiknya mati didepan mata membuat dendamnya semakin melekat. Ia ingin Nayya merasakan apa yang ia rasakan.


Mmatanya meneliti semuanya hingga kepada Acha yang dibantu oleh Rian mengiringi kekamar Rindu. Disana tanganya terkepal hingga mengajuhkan pistol iitu kepada Ach dan Rian. Jika Khumairo mati maka mereka juga harus mati.


Dar.... tepat ketika peluru itu melesat disana Rindu mendorong Acha dan juga Rian.. hingga semua kaget ketika itu. Rindu disana jatuh dengan memeluk Acha. ,mata Acha melotot disana merasakan tubuh bundanya yang jatuh diatas tubuhnya. Disana Rindu tersenyum kepadanya. Acha kaget dan tak bisa berkata-kata apapun.


“Rindu..!!” Semuanya disana menatap Rindu kaget lalu menatap sang empu. Namun sang empu disana menatapnya kaget dan segera berlari.. namun Willy dan Gio segera menembak nya meski hanya meleset terkena bahunya. Tapi Gio dan Willy mengejar Aron dengan kuat.. “ Penjaga tangkap dia..!!!!” teriak Reon disana mulai mendekati sang pembunuh.


Rindu disana diam merasakan dadanya sakit. Air matanya jatuh disana membuat Rey mendekatinya dengan gemetar. “Rindu..!!” Gumamnya dan segera membantu Rindu bangkit. Namun disana Nampak bagian baju mocca Rindu sudah basah dengan darah.


Semuanya kaget melihatnya.”SIAPKAN MOBIL CEPAT..!!” Teriaknya disana dengan kuat dan segera membanawa Rindu kedalam pelukananya yang bergetar dan gemetar.


Rian disana tak kalah genetar melihat Rindu ibunya. “Bun-bunda...”Gumam ACha disana gemmetar dengan dadanya yang sesak akibat kaget. Disana ia bisa melihat Rindu memejamkan matanya sesak dan juga mengerut menahan sakit didadanya. Acha terlemas disana dan terjatuh pingsan akibat terlalu kaget.


Rasa ingin memiliki hal yang seharusnya tak dimiliki olehnya. Memaksakan kehendak sampai menentang kehendak Tuhannya. Merusak yang diangap miliknya padahal bukan miliknya.


Manusia terlalu serakah..!! kenapa selalu mengkliem apa yang ia inginkan itu adalah milik nya?!! sampai membenci siapa sang pemiliknya .. Padahal itu adalah boomerang bagi dirinya sendiri. Ingat..! tidak akan bahagia manusia yang memiliki hati yang kotor, iri dengki dan sebagainya..!! tidak akan pernah bahagia...!!


Nayya disana menayap Rindu yang tertembak semakin gemetar dan terjatuh pingsan. Habib disana sangat takut melihatnya dan segera memeluknya lebih erat. Ia ingin membawa Nayya kerumah sakit namun ia segera didorong oleh ayah kandung Nayya. disana ia kaget hingga terjatuh.


“Habib..!!!” Teriak yang ayah dna ibunya melihat anak yang terjatuh.


Tangan ayah Nayya disana terkepal. ”Beraninya kau memeluk anakku..!!! lihatlah.. bahkan melindungi keluarga saja kamu tidak bisa..!!!” Teriaknya.” Jangan pernah dekati anak saya..!!ataupun cucu saya. Kamu tidak pantas..!” teriaknya disana membuat habib terhenyak. Ia menatap ayah Nayya dengan nanar karena merasakan sesak didadanya.


Ayah nayya mengendong Nayya dan juga membawanya pergi meningalkan Habib. Habib menatapnya menjauh. Ia ingin pergi namun Nayya bahkan tak ada yang menenangkannya..!! Ia harus apa sekarang? Ia menatap ibunya dan ayahnya yang menatapnya ibah. “Maafkan kami.”Gumam ayah dan ibunya Hbaib. Habib disana terdiam menutupi matanya membiarkan air matanya jatuh.


“Aron... saya akan membalas semuuanya..!!” Gumamnya Habib dan bangkit.


"Kau mau kemana?!!!” Tanya kyai Abu sang ayah. Namun Habib diam dengan kepalan tangan yang kuat. ia akan mencari dimanapun Aron. Ia akan membalas semua ini..!! sungguh ia akan membunuhnya dengan kedua tanganya sendiri..!!

__ADS_1


...----------------...


“Sayang..” Gumam Rey didalam mobil mengusap kepala Rindu, Rindu disana memejamkan matanya sebab ia sudah tak lagi bisa bernafas ahk Ralat... sulit bernafas... . Bernafas saja sakit. Namun meski begitu ini sudah biasa baginya. Inilah yang ia rasakan dua puluh tahun yang lalu. Bahkan berkali-kali lipat. Namun ini terlalu sakit. Diibaratkan jantungnya dipisahkan dari tubuhnya.


Ia merasakan semua aliran darahnya berhenti, jantungnya melemah. Bahkan semuanya melemah. Matanya terbuka menatap Rey yang menangis dan mencium tangannya yang penuh darah. Rey disana mengusapnpipi Rindu dengan wajah yang penuh air mata.”Bodoh.. selalu saja tersakiti untuk orang lain. Kamu itu manusia, bukan baja yang bisa bertahan karena tembakan..!! kamu pikir kamu keren..!! enggak!! Kamu bodoh..!!” Ujar Rey disana memarahi Rindu yang dihadapannya. Air matanya tetap terjatuh dan bergetar.


Rindu disana tersenyum mendengarnya.” kamu kenapa si? Kenapa selalu tersakiti Rindu..!! kenapa selalu bertindak sesuai kehendak kamu..! kamu tidak pernah memikirkan perasaan semua orang yang khawatir dan sakit melihat kamu sakit. Kamu tidak tahu kan rasanya melihat kamu begini..! tolong sekali saja bertindak dengan pikiran bukan tentang nurani. Sekali saja Rindu...!! Saya takut.”Ujarnya bergetar mencium tangan Rindu dengan bibir basahnya itu.


Rindu mengusap pipinya yang basah dan tersenyum. “Saya sudah sakit Rey selama lima tahun belakangan ini, dan itu rasanya sangat sakit.. bahkan ketika setiap malam kamu tak lagi bisa tidur nyenyak akibat saya yang mulai melemah.”Ujar Rindu membuat Rey menatapnya dengan gelengan.”Dan jikapun jantung saya tertusuk tima panas ini tidak apa, sebab memang jantung saya sudah rusak. Lantas bagaimana dengan Acha yang baru aaja memulai kebahagiaannya berapa Rian anak kita? ” Ujarnya dengan lemah. Sangat lemah bahkan hampir berbisik. Memang benar Rindu sakit beberapa tahun ini. tak ada yang tahu kecuali dia dan Rey. Mangkanya ia menetap diluar dan memilih desa paling nyaman.


Rey disana menggeleng.”Enggak Rin. Itu adalah kebahagiaan bagi saya. Ketika saya tahu kamu ada disisi saya saya merasa ada harapan dalam hidup saya yaitu menua bersama kamu.”Ujarnya bergetar.”Tidak ada yang salah akan perjuangan kita. yang salah itu jika kamu menyerah dan meninggalkan saya.” Ujarnya disana dengan melirih. Bahkan sangat lirih.Karena itu ucapannya dari hati.


Rindu disana merasakan kulitnya terkelupas sakit membuat ia meringis. Rey disana menatapnya nanar. Kesadaran Rindu sudah hamper habis yang tersisa hanya buram. Rey disana menepuk pipi Rindu.” Ceat Rian..!! cepat..!!” Teriak Rey disana dengan kuat. Rian disana mengangguk dan membawanya lebih kencang. Bahkan menerobos lampu merah akibatnya.


Rindu disana mengusap tangan Rey membuat Rey menatapnya lirih.”Rey jika saya sudah pergi. Kamu berhak menikah lagi.. Tapi kamu jangan lupakan anak kita yah. saya ingin kamu bahagia dan tidak bersedih. Temui kebahagiaan kamu. ”Ujar Rindu disana dengan tersenyum.


“Sampaikan salam saya kepada Acha. Bilang jika saya mencintainya. Rian. Semuanya. “Ujarnya disana meringis. Ia menahan kesadaran yang sudah memburam.


Rey disana menangis menepuk pii Rindu.”RINDU DENGAR SAYA..!!” Teriak Rey membuat Rian disana menjatuhkan air matanya tak kuat ketika menyetir. “RINDU... SAYA TIDAK AKAN MENIKAH LAGI. KARENA SAYA HANYA CINTA KAMU, BUTUH KAMU...!! JADI BERHENTI BICARA KEBAHAGIAAN SAYA JIKA KAMU PERGI MEMBAWA CINTA SAYA. DUNIA SAYA RINDU...! Mana bisa saya bahagia tanpa adanya kamu. ! Kamu adalah kebahagiaan saya.! Kamu..! ” Teriaknya nanar melihat Rindu yang kehilangan kesadaran.


Rey panik disana.”Jika kamu pergi tidak akan ada wanita yang mampu membahagiakan saya.. saya hanya menunggu waktu Tuhan menyatuhkan kita bukan menyatukan saya dengan kebahagiaan lain. Rindu dengar saya Hey.. SAYA MENICNTAI KAMU SAMPAI KEPADA SELURUHNYA. NAFAS KAMU, SUARA KAMU. JIWA KAMU. SEMUANYA. TIDAK AKAN TERGANTIKAN OLEH SIAPAPUN..!” Teriaknya dnegan kuat dan nanar.


Rindu disana tersenyum mendengarnya. “Sa-saya juga mencintai kamu.”Ujarnya disana membuat Rey mengangguk dan memeluknya.


” Iringi saya syahadat Sayangku. Dia sudah datang....”Gumam Rindu terbatah-bata membuat Rey disana mengeleng kuat. ia disana mengeleng dna memeluk Rindu.”Kamu harus selalu ingat jika aku selalu bersama kamu disini... " Ujar Rindu menaruh tanganmu dirasa Rey yang terisak..


"Saya sang-at-sang-at mencintai kam—mu” Gumam Rindu membuat Rey menangis.


Rindu disana sudah lemah. Dengan latah ia bersayahadat ditelinga Rey dengan sendu membuat dunia Rey terasa terhancurkan detik itu, saat itu. “ Ashadu—alla—illahaillahh...” kalimat yang maksi terbatah terdengar fasih dibibir Rindu itu terlantunkan tampa dibina oleh Rey yang tak kuat. rey sungguh tak kuat mendengar dan melepaskan istri tercintanya hingga ia memeluk Rindu kuat.


Disana Nampak tubuh Rindu bergetar. Luar biasa, disana Rindu merasakan sakitnya sakratul maut. seluruh kulitnya seperti dicabik cabik dan dikuliti hingga habis. Kuku-kuku ditubuhnya seperti tercabut paksa bahkan ia hanya bisa merasakan dadanya sesak dan... tubuhnya terkulai lemah ,membuat Rey disana menggeleng dan memeluk Rindu.


”RIAN..!!! IBU KAMU NAK.. Yallah... ” Gumamnya disana terjatuh dalam pelukan Rindu. Sedangkan Rian disana menghentikan laju mobilnya mendenar itu., ia disana menjatuhkan kepalanya didasboar dan menangis kuat memukul dasbort itu menatap ibu dan ayahnya dibelakang mobil.


Kenapa secepat ini? padahal tadi ia masih bahagia dan baik-baik saja kan..!!!! dunianya seakan hancur didetik itu juga. Rindu bukan ibu kandungnya bukan..!! tapi Rindu dihatinya lebih dari kata ibu kandung.. Rindu adalah malaikatnya..!! Malaikat yang Tuhan kirim untuknya dan Rani sang saudara kembar...!!!


Ia kehilangan separuh nyawanya hingga ia tak bisa bicara apapunb selain menangis. Tulang—tulangnya mendadak menjadi jelly. Darahnya seakan-akan ikut berderai akibat uka yang tergores begitu dalam ini. “Bunda...” Gumamnya disana menangis. Dimana Acha? Acha tak jadi dibawa kerumah sakit karena hanya pingsan jadi ditinggalkan saja dikamar karena ia shok..

__ADS_1


.


.


__ADS_2