
... "Terkadang, menjadi kuat adalah mengampuni atas nama cinta, membuat seseorang tersenyum ketika hati kita sedang hancur, untuk menghibur seorang teman ketika kita sendiri membutuhkan bantuan, dan untuk menjaga iman ketika kita telah kehilangan harapan."...
Pagi tetap sama, hanya saja hawanya berbeda, pagi ini Acha mulai kulia namun Rindu dan semua orang tetap tak bicara padanya, arga pun lebih memilih diam seharian karena ia sendiri pun bingung harus apa.
Jujur kedua cucu adam itu dilanda esa bersalah dan rasa sakit yang tak mampu mereka utarakan. Mereka hanya mampu diam saja.
Jujur saja. Arga memang seorang lelaki yang lebih bisa mengontrol dri, tapi ini menyangkut orang tua, ayah yang selama ini ia anggap ayahnya yang paling hebat ternyata ayah yang bukan ayah kandungnya. Ternyata ada ayah lain diluar sana. Ia tak habis fikir akan orang tuanya yang diam-diam menyembunyikan hal sebesar ini. ia ingin mendengar semua alasan orang tuanya, namun ia takut akan kenyataan.
Bayangkan jika kalian ada diposisinya Acha,apa yang akan kalian lakukan?
“ He. Ngapain si pagi-pagi udah ngelamun aae..” Arga disana kaget dibuatnya. Ia menatap temanya itu dnegan tatapan datar sedangkan temanya itu malah terkekeh saja menatap mata Arga bagaikan mau menikamnya.”Wih santay bro. Santay, jangan gitu dong liatnya, ngeri gue.”Ujarnya meringis.
Arga memutar bola mata malas, ia sedang malas bicara saat ini, ia menatap kelain arah. Temanya yang bernama Sandi itu menatapnya malas dan duduk didekatnya.”Lu kenapa si? Kalo ada apa-apa cerita gitu sama gue. Jangan gini.”Ujarnya, dia memang orang Indonesia jadi gaya bahasanya pun bahas aindonesia, sedangkan Arga tidak lancar mengenakan bahasa Indonesia, ia lebih kebahasa asing karena lama tak pernah menginjak Indonesia.
Arga disana menggeleng.”Engak semua masalah bisa diceritain. “Ujarnya. Ia bahkan bingung mau menceritkan dari mana, bahkan jika boleh jujur ia malu sekarang membicarakannya, ayah yang selama ini ia banggakan ternyata bukan ayahnya. Mau ditaro dimana wajahnya?
“Cek..” Sandi berdecap mendenarnya memukul pahanya. Ia menatap kearah ujung, dimana ada Abu yang sendirian, jyjur ia sedikit tak suka dengan Abu yang Nampak menyendiri dan tak punya teman dikelas, ia bahkan dibully oleh beberapa orang karena rasnya yang berbeda, kulitnya lebih hitam dibanding kulit lain, bukan karena itu tepatnya. Namun karena gayanya yang culun membuat banyak orang memandangnya remeh.” Kita samperin Abu yuk.”Ujarnya Sandi disana kepada Arga.”Gue kasihan sama dia.”Ujarnya lagi.
Arga mengernyit.”Apa si San? Ngomong jangan pakek bahasa yang susah dipahami.”Ujar Arga disana malas. Ia menatap Abu dan berkata “Kasihan kenapa sama dia? Dia bukan gembel juga.”Ujarnya malas lagi.
“Sialan loe.”Ujarnya Sandi disana membuat Arga melotot. Sandi hanya terkekeh.”Bukan gitu maksud gue. loe taukan kalo dia enggak punya temen, liat tu dia udah dua minggu disini tapi sendirian mulu. Kemarin malah dihajar habis-habisan sama Ranzo bahkan sampek masuk rumah sakit.”Ujarnya meringis disana.
Arga menatap Abu dari jauh. Kaca mata petak, rambut yang dibela dan memakai headset, ia disana mengangguk.” Dia terlalu individualisme, enggak bisa berinteraksi.”Ujarnya disana.”Lagian dia si mau-mau aja disuruh sama Ranzo. Padahal badannya keker.”Ujarnya disana.
“Astaghfirullahhalazim.. babang Arga bisa gossip ternyata.”Ujarnya Sandi membuat Arga istigfar dan sadar. Arga meringis dibuatnya menatap Sandi mendengus. Bisa-bisanya ia khilaf. Ia menatap Abu lagi namun sekarang tatapanya bertemu disana. Cepat-cepat Abu mengalihkan tatapannnya membuat Arga meringis menatapnya aneh. Baginya Abu itu aneh mangkanya ia tak dekat. Bukannya ia pilih pilih teman, tapi ia akan berteman kepada siapa yang mau berteman, kalo tidak mau yah sudah, ia juga tak maksa juga kan?
Namun tak lama setelahnya ada dua lelaki yang mengenakan baju rada-rada mendekati Abu dan duduk diatas mejanya. Nampak Abu disana diam menunduk tak berani menatap keatas. Arga diam menatapnya dalam sama halnya dengan semua orang.
“heh cupu. Mana uang buat kita?”Tanyanya disana.
Namun disana Abu tak mengeluarkan uangnya, ia disana menatapnya dan menggeleng.” Maafkan aku. Kalo mau uang kerja.”Ujarnya disana dengan gugup, maksi tak berani tapi ia tetap melawan.
Dua sosok itu menatap Abu dengan tatapan tak percaya.”Wah wah.. enggak kapok juga nih cupu.. woy bagi duit atau loe kita bikin masuk rumah sakit lagi. mau?”Teriaknya disana didepan wajahnya Abu. Abu bahkan memejamkan matanya.
Namun Abu tetap tak berkutik. Ia diam mengepalkan tanganya, ia ingat pesan ayahnya yang mengatakan. ‘jika suatu hari kelak kamu dibegal atau dirampas paksa hak kamu,, namun kamu melawan, ketika melawan kamu mati. Maka kamu termasuk mati syahid karena kamu sudah mempertahankan hak kamu’ setiap manusia wajib menahan haknya supaya tidak diambil orang lain. Tuhanpun mengajarkan kita untuk menjaganya meski nyawa sebagai taruhannya,
Bugh.. abu terdiam meringis dikalah ia merasa punggungnya sakit karena terjatuh. Kursinya ditendang keras oleh sosok Renzo didepannya itu. Sosok yang ditakuti oleh banyak orang dikampus ini, ia itu sangat kaya raya. Namun suka membully orang-orang cupu disini.
__ADS_1
Renzo disana menatap Abu dengan tatapan marahnya.” Cepetan cupu..!” Teriaknya dan ingin memukul kepala Abu lagi. abu disana melawan dan mengelak. Renzo tak sabar membuat ia kembali mau memukulnya.
Namun Renzo terdiam dikalah tangannya ditahan seseorang, iua menatap siapa yang berani ikut campur, ternyata salah satu anak kelas yang cukup terkenal. Mata sosok itu menatapnya tajam.”Jika mau cari rebut diluar saja, dan jangan bagian dari kelas saya. Sebab mereka tanggung jawab saya.”Ujarnya disana datar. Yah dia Arga.
Abu diam menatap Arga. Renzo mendengus menatap Arga.”Sok-sok an,”Ujarnya disana tak suka, namun ia tak membantah membuat ia mundur dengan satu temanya.”Jagain tu cupu kelas loe. Kalo engak ada loe habis dia.”Ujarnya memilih pergi. Yah Arga salah satu murid yang ditakuti, karena Arga itu pernah berkelahi tapi tak pernah kalah. Jadi tak ada yang berani membully dan mengusik hidupnya.
Abu bangkit dibantu sandi. Sandi disana pun menanyakan.” Kamu baik-baik saja?”tanyanya.
abu disana mengangguk saja menatapnya sejenak lalu tersenyum.”Terimakasih.”Ujarnya disana ragu namun lancar.
Arga disana pun menepuk pundaknya.”Lain kali kalo ada yang gituan jangan diladenin. Lawan kalo perlu, jangan diam aja, kalo kamu diam aja yang rugi juga kamu. Tapi jangan juga diladenin, soalnya manusia kek gitu bakal selalu caricara buat jatuhin orang lain.”Ujarnya. abu disana rahgu mengangguk.
“ Oh iya.. kenalin nama kita Sandi, nama dia Arga teman aku. Kamu taukan nama kamui? Udah dua minggu juga disini.”Ujarnya.
Abu mengangguk lagi ragu.” Iy-iya. Tau kok hehe. Argakan pinter jadi banyak dikenalin.”Ujarnya jujur. Arga hanya menggeleng dan memilih duduk tak jauh dari sana. Ia tak suka dipuji membuat Abu menggaruk tengkuknya.
“Udah jangan diladenin, dia lagi punya banyak masalah, mangkanya muka dia kusut kek manusia yang ditagi hutang. Hehe,. Gabunglah bareng kita, jangan sendiri terus yah.”Ujarnya. abu mengangguk lagi ragu membuat Sandi tersenyum. Abu menatap Arga disana dan tersenyum. Ia sudah lama mau main dan berteman dengan Arga namun ia tak bisa mendekatkan diri, ia bingung mau mulai dari mana.,
...----------------...
Disisi lain ada sosok Acha yang pulang dari sekolah memilih berjalan menuju rumahnya, tak mau bareng kakaknya, ia memilih berjalann kaki hingga sampai ketaman. Matanya kosong menatap jalanan karena banyaknya masalah.
“Sstt... aduh.”Sosok yang A
terkena tendangan Acha itupun meringis merasa kan sakit dikepalanya. Ia memegang botol yang jatuh dihadapanya dan menatap kebelakang. Matanya meredup menatap siapa dalangnya. Ia bangkit dan mendekat.”Kamu yang melemparnya?”Tanyanya disana mbari mendekat.
Acha mundur menatap nanar yang Terkena botol yang ia tending.,”Pak habib.”Gumamnya meringis.” Anu pak. Maafin Acha. Acha engak sengaja.”Ujarnya lirih. “Tadi Acha jalan sambil mikir tapi enggak wengaja tending tendnag eh kena kepala bapak. Suer.”Ujarnya disana mengangkat dua jarinya polos menatap Habib dengan muka memelasnya,.
Habib disana menatap mata Acha yang bengkak bahkan sampai menyipit disana. Matanya merah sangat sayu.”Kamu kenapa? Kamu nangis?”Tanyanya disana dnegan tanda Tanya besar tak jadi marah.
Acha disanapun diam menatap Habib, ia disana mengangguk dengan sendu dan memilih berjalan meninggalkan Habib. Habib menahanya dan bertanya.”Kenapa? kamu dibully? Sakit?”Tanyanya Habib lagi.
Acha disana menatapnya dan langsung melepaskan tangannya.”Ih bapak jangan pegang-pegang sembarangan. Kita bukan makhrom tauk. Kata bunda tidak boleh pegangan tangan, dari pada memegang tangan yang bukan makhrom lebih baik memegang bara api katanya. Dan puasa Acha batal kan jadinya ih.””Ujarnya Acha disana dengan tak suka.,.
Habib terdiam.”Bahkan tadi saya pegang bajunya kamu saja.” Ujarnya disana dengan polosnya. Acha disana” Terus kok bisa batal? Emangnya kamu saya makan mangkanya batal?”Tanya Habib heran lagi kepada acha.
Acha disana menatap Habib geram.”ih bapak, tetap saja, jaga jarak satu meter baru boleh bicara .”Ujarnya. habib dan dia segra mundur.”dan lagi kata bunda memang tidak boleh sentu-sentu yang bukan makhrom kalo lagi puasa, nanti batal. Pokoknya enggak boleh.”Ujarnya.” Apalagi kalo dipegang-pegang sama cowo yang enggak dikenal maupun yang dikenal. Katanya tending saja jika begitu biar dia kapok. Bapak mau acha tending?”Tanya Acha disana polos.
__ADS_1
Habib mengangah dibuatnya ibunya Acha itu unik, masa anaknya diajari begitu?
Tapi jika melihat karakter acha memang harus begitu si. Secara acha gadis pos yang mudah ditipu, harus diajari dengan hati hati dan juga penuh dengan kesabaran. “Iya iya,, saya minta maaf, dan lagi puasa kamu tidak batal, karenakan yang saya pegang baju bukan tangan.”Ujarnya.
“Iyakah?”Tanya Acha disana dengan polos diangguki Habib. Acha disana menghela nafas dengan tersenyum” Yah syukur deh.’Ujarnya dna memilih duduk dikursi dimana Habib duduk tadi. Ia mengeluarkan surat ditangannya dan duduk menatap kedepan.
Didepanya itu hanyalah danau saja kok. Habib pun mendekat menatap Acha. “ kamu benar benar tidak apa-apa? Mata kamu engak kelihatan hitam saking bengkaknya loh.”Ujarnya disana. Acha disana mendongak dan menggeleng.
“Bapak duduk deh. Acha mau nanya.”Ujar acha disana. Habib duduk diujung kursi menatapnya acha. Acha menunjukan bukunya yang berisihkan gambar seorang wanita yang mengenakan cadar. Sangat cantik.”Cantik enggak?”Tanyanya, meski nampak beberapa tetesan disana namun tetap masih sangat cantik..
Habib mengangguk:”Bagus sekali. Itu siapa?”Tanya Habib.
Acha disana tersenyum.”Tentu, dia bundanya acha, hehe.. “Ujarnya acha.”Acha mau kasih ke bunda tapi pasti bunda tolak, katanya kita tidak boleh menjadi melukis manusia atau melukis makhluk hidup, karena katanya apa yang kita lukis bisa dijadikan rumah untuk jin. Tapi acha mau bikin ini karena mau minta maaf. Bunda maafin acha engak yah.”Tanyanya disana.
Habib disana mendengarnya tersenyum.” Yang dimaksud didalam hadis itu adalah orang-orang yang memahat patung dan juga menggambar makhluk hidup yang akan disembah atau dijadikan seusatu hal yang dipercaya selain Tuhan acha.”ujarnya disana. Acha menatapnya dan mengangguk.”Memang bunda acha marah kenapa?”Tanyanya disana lagi.”Bunda pasti bangga kok soalnya lukisan Acha cantik tingal diwarnai aja lagi.’Ujarnya.
Acha disana mengangguk dengan lirih.”Acha bikinnya dari semalem.’Ujarnya dengan lesuh.”Tapi Acha tidak tau bagaimana cara memberi dan minta maafnya. Acha takut nanti bunda tambah marah sama acha.”Ujarnya meringis.”bapak punya saran supaya acha enggak didiemin sama bunda lagi?”Tanyanuya.”Karena kata ustad kalo orang tua sudah diam itu tandanya anak sudha menjadi anak durkhaka. Acha tidak mau jadi anak durkhaka.”
“Emang acha buat salah apa sama bundanya?”Tanya habib disana kepada acha. Ia cukup prihatin akan acha yang Nampak sangat sedih. acha itu dimatanya bagai ketas putih, lihatlah bahkan ia dengan udahnya bercerita paahal mereka tak sedekat itu.
Acha menatap habib,”Acha enggak tau.”Ujarnya disana menunduk.” Acha marah terus acha bilang sesuatu yang bikin bunda marah dan diamin acha, sumpah acha engak tau kalo ngomong kasar.”Ujar Acha nanar. Bahkan iar matanya jatuh lagi.” Terus Acha mau minta maaf, tapi kjata ayah acha harus apa yah mamanya,, harus tropofkeis diri. Acha disuruh cari tau apa salah acha .”Ujarnya.
“Introfeksi diri acha.’Ujar habib memgoreksi ucapan yang salah.
“Nah ya. Trorofeksi diri.”Ujar acha Disana mengangguk.
“Introfeksi. “ Ujar Habib gemes.
“Ih bapak, iya maksudnya trororpfeksi .Ujar acha. Habib disana jadi gemes dibuatnya membuat ia terkekeh.”Bapak malah ketawa. Mau ngeledek acha?”Tanyanya nyolot.
“Enggak kok. “Ujar habib.
“Tapi bapak ketawa.”Ujarnya acha nyolot “Habisnya kamu lucu.”ujar habib disana.
“ acha tauk.. “Ujar acha pd.
Hal yang membuat habib geleng-geleng. “Kenapa engak suka?Tanya acha nyolot.
__ADS_1
“enggak kok. Kamu memang lucu.”Ujar habib.
“Emang.’Jawanb acha lagi membuat gelak habib terdengar dan acha hanya menatapnya dan menggeleng.