Istri Butaku

Istri Butaku
Kampus baru


__ADS_3

sesudah masalah Acha dan juga Aisyah di di ruang makan tadi membuat Ryan mengajak Acha makan di luar. bukan karena apa, memberi makan tanpa ada rasa ikhlas itu sama saja penghinaan bagi Rian yang sedari kecil hidup dengan kasih sayang.


Setelah makan pun mereka memilih pergi ke kampus, Acha Diana menyembunyikan senyum nya sedari tadi. sebab merasa bahagia ketika suaminya mendukung nya dan juga membela nya.Ia merasa berharga dan dihargai.


"Ngelamun terus tadi tadi. Ucapan Tante tadi nggak usah dipikirkan.."Acha kaget ketika kepalanya dielus oleh Rian membuat ia menatapnya.


Rian pikir Acha kepikiran hal tadi, dimana Aisya menghinanya dan juga merendahkannya. Padahal tidak. Ia mengusap kepala Acha"kamu sempurna Dimata saya yang mencintai kamu." Gumamnya tulus. " Dan saya menerima apapun yang ada didiri kamu. Sedari awal bahkan saya sudah tau qosequensi nya menikah dan mencintai kamu jadi tidak ada alasan untuk kamu direndahkan Dimata saya." lanjut nya dengan lembut.


Acha disana menatap suaminya dengan tatapan polos, kenapa suara Rian menjadi candu, yang keluar hanyalah rasa manis dan juga sendu. kenapa rasanya gurun pasir di tenggorokan nya menjadi terbasahi. Sunggu Rian adalah madu ditengah empedu baginya.


"Abang emang beneran nggak masalah kalo Acha nggak bisa masak kayak istri lain? kalo Abang keberatan Acha akan belajar kok. Maaf yah bang, Acha bukannya nggak mau belajar tapi bunda dan Umi nggak bolehin Acha Belajar masak.. Soalnya takut Acha kenapa-kenapa. Acha kan ceroboh.." Bisiknya lirih menggenggam Tote bag nya dengan Erat karena takut.


Memang benar, bukannya rindu dan Nayya tak mau mengajarnya. dulu Acha pernah tertumpah air panas karena termor memegang panci. Ia takut dan tangannya yang termor membuat ia tak stabil.


Belum lagi ia pernah terkena minyak panas membuat ia terkena beberapa luka bakar saat itu. Dan terakhir rumah hampir kebakaran karena Acha lupa mematikan kompor.


Rian terkekeh. "Kamu hanya perlu jadi apa yang kamu mau dan tidak keluar dari batas seorang istri. Saya tidak menuntut kamu harus menjadi dan berbuat bagaimana... Karena saya terima kamu dengan semua cinta saya ," jawabnya tulus.


pipi Acha bersemu mendengarnya.. Bisa bisanya ia baper. "Yaudah yuk keluar. Mau saya antar kekelas nggak??" tanyanya.


Acha mengangguk cepat dan Rian mengusap kepalanya.


Rian keluar dari mobilnya dan membuka pintu mobil milik Acha disisinya. Dan disana pula banyak sekali yang menatapnya dengan tatapan tanda tanya besar. Rian segera membantu Acha keluar. Achapun disana menyambut nya dengan senyum dan mulai melangkah keluar.


Kyak.... Pak Rian pergi sama siapa tu?


Yaaampunn cantik banget sama pak Rian...!


Pacarnya pak Rian bukan yah?


Yaampun pasti banyak yang patah hati...


Hari patah hati sekampus guys...


Dia pasti cuma adeknya pak Rian aja jadi santai...

__ADS_1


Gue mau jadi pelakor...!


Cewe nya nggak pantes jadi pacar pak Rian.


Cantikan gue...!


Teriakan yang membuat Rian muak akan wanita wanita itu, sedangkan Acha? ia hanya datar menatap semua meski tangannya termor dan gemetar karena takut. Namun tangan Rian menggenggam tangannya cukup erat dan ia pun cukup tenang.


"Kelas kamu yang baru itu kelas C yah.. karena cuma kelas itu yang kosong." Ujarnya Rian membuat Acha mengangguk. "Nanti jika ada apa-apa dan kamu butuh sesuatu telepon saja Abang biar Abang bantu." Ujarnya sepanjang jalan.


"oh yah Disana toilet... Itu ruang dosen... bala bala bala..." Rian menjelaskan semuanya yang ada di kampus itu kepada Acha. Acha hanya mengangguk saja sembari Diam dan sesekali bertanya.


Hingga ia sampai dipojok dan satu kelas yang sudah terisi dosen. Acha panik melihatnya"Yaampun bang. kita telat..." Gumamnya membola dan kaget.


"Tenang biar Abang yang bilang sama dosennya.." Ujar Rian disana dengan menenangkan.


Acha dan Rianpun segera masuk dan mengetuk pintu.."Assalamualaikum war----"


"Keluar... Brak..."


dosen itu berbalik dan berkata "Saya tidak terima keterlambatan lebih dari 15menit. Kam---- Ehhh pak Rian..." Gumamnya kaget menatap mata Rian yang mendingin dan juga menatapnya dalam .. "Yaampun maaf pak Aya nggak tau .. saya pikir siswa telat." lanjutnya miris dan merasa bersalah.


Rian disana berdehem saja. Acha disana meringis melihat dosen yang menatapnya dengan tatapan selidik. "Saya hanya ingin mengantarkan murid baru...!" ujar Rian disana tenang.


Dosen cantik tadipun mengangguk dan menatap Acha "baik pak . silahkan masuk." Ujarnya tersenyum. "Dia siapanya bapak??" tanyanya. Dia sudah menikah yah tapi ia hanya kagum saja pada Rian. sepertinya semua wajita menyukai lelaki tampan.


Bisik bisik disana terdengar begitu bising. Acha disana menghela nafas. "DiA i--"


"Adik... Saya adiknya pak Rian." Potong Acha cepat kepada dosen membuat dosen dan Rian menatapnya dengan tanya. Acha disana meringis merasakan hawa disekitar Rian berubah dingin.


"Oaallah... adiknya pak Rian toh.. pantes aja cantik banget.. sini cantik masuk.. perkenalkan diri kamu..." Ujar ibuk dosen ramah.


Acha mendekat dan tersenyum Tampa dosa pada Rian. Rian menatapnya datar karena tak suka ucapan Acha yang mengatakan jika ia adalah adiknya bukan istrinya.!


Wah.. Bidadari...!

__ADS_1


Keluarga pak Rian nggak ada yang gagal. semua bibit unggul yah...!


Kok nggak mirif yah..!


Gue harus deketin lah biar nanti bisa Deket sama pak Rian..


Cantik..mau akang khidbah nggak??"


Ada banyak lagi pertanyaan yang terlontar dari murid yang jumlahnya mencapai 70orang dalam satu kelas tersebut.


Acha disana tersenyum dengan mirisnya. Mau masuk namun ditahan oleh Rian yang menatapnya datar. Tampa kata Rian mencium kepalanya dan Acha terdiam setelahnya Rian berbisik "sepulang nanti ada hukuman." Ujarnya lalu berbalik meninggalkan semua orang menganga.


"Oh iya.. Assalamualaikum."Ujar Rian sebelum pergi. Acha disana meringis. pasti Rian akan marah padanya...


Bukannya tak mau dan tak suka Orang lain mengetahui hubungan mereka.


Tetapi ia tak mau dibully oleh banyak orang, ia sudah melewati semuanya..! Ia selaku dibicarakan berbeda dengan saudara-saudara nya yang lain yang dianggap sangat pintar sedangkan dia tidak..! Maka pasti ia akan ada saja ribut dan berujung berkelahi karena Acha tak mau ditindas dan juga di jatuhkan.


Belum lagi Acha bukan penghafal dan tidak pandai agama. Ia jauh dari kakak-kakak nya.


"Hay.. Kok termenung???" tanya dosennya disana dengan mengguncang bahunya."aayo kenal kan nama kamu..!" lanjutnya.


Acha disana mengangguk dan menatap ke depan, tatapan beragam membuat ia segera berkata "Perkenalkan nama saya Acha Maura Habibal. Dari kampus Xxx USA.."Ujarnya dengan sopan.


Wah... banyak lagi yang mengagumi nya.


"Kenapa pindah???" tanya siswa pria yang berdandan seperti preman.


Acha pun menjawab."Karena bunda meninggal disini kemarin jadi mau nggak mau harus disini." Ujarnya jujur dan sendu.


Sosok yang bertanya meringis."Maaf.." Gumamnya merasa sangat bersalah. Acha mengangguk saja.


"Status dong?? sudah punya pacar apa belom??" Tanya siswa pria lain disana.


Dan Acha terdiam

__ADS_1


__ADS_2