
Wleele.. ACha dibalik punggung Rian menjulurkan lidahnya kepada ayah Khumairo dan tersenyum mengejek membuat ayah khumairo disana hendak sekali membunuh anak kurang ajar itu. Tapi apa daya tangan tak sampai hoho..
Kyai Abu disana pun berkata tegas.” Somad.. saya rasa kamu lebih baik pergi dari sini, benar kata Rian. Lebih baik kamu menuntut dikantor polisi. Jika benar anak saya benar-benar bersalah maka ia akan menanggung jawab semuanya. Tapi jika kamu yang salah maka kami akan menuntut balik.”Ujarnya dengan tegas.
“ Abu..!” Bentak Somad menatap kyai Abu dengan tatapan tak percayanya.”Saya ini sahabat kamu.. bagaimana bisa kamu tidak mempercayai saya.. saya tidak akan pernah mengada-ngada..!!” Ujarnya dengan suara yang menipis karena kaget. Baru kali ini kyai Abu menentangnya..
“Sudah cukup somad. Tidak ada sahabat yang menjebak sahabatnya sendiri..! dan bagaimana saya bisa mempercayai kamu ketika kamu sudah menghancurkan saya sejauh ini. anak saya hancur juga karena campur tangan kamu dan keluarga kamu...!” Ujar kyai Abu disana dnegan tegas.
“Lagi pula, saya ikut prihatin dengan keadaan anak-anakmu sekarang meski saya tidak tahu keadaan mereka.. tapi kamu harus tahu jika bukan anak saya pelakunya.” Ujarnya lagi sopan. Ia menghela nafas sakit sebab Somad adalah orang yang ia percaya dan tega-teganya ia melakukan kesalahan sejauh ini.
Somad mengepalkan tangannya, matanya menusuk semua orang yang ada disana serta menarik pinggang istrinya.”Ingatkan nanti, jika kalian tertimpa masalah itu adalah saya yang beri sebagai tanda kebencian saya..! dan saya jamin rumah ini tidak akan berdiri kokoh sekokoh ini lagi..!! saya jamin hal itu untuk pembalasan yang pas untuk apa yang telah kalian lakukan kepada anak-anak saya.. saya sebagai seorang ayah katakana tidak akan pernah melepaskan rasa benci kepada kalian hingga mati..!” Ujarnya. Matanya yang tajam menjatuhkan air matanya karena merasa dadanya menyilu luka yang berdarah. Nyilu rasanya saat ini berhadapan dengan semua orang yang ia anggap jahat.
Lantas bagaimana dengan nayya dan keluarganya dulu? Bahkan keadaanya Khumairo saat ini adalah keadaan awal kehancuran hidup Nayya. setelahnya ada banyak konflik pada hidupnya yang tak bisa orang lain tela'ah dan rasakan.
“Kita pergi bun.”Ujar somad menarik istrinya yang masih shok dan juga lemah atas ulahnya Acha. Acha? Disana ia diam menatap mata Siomad. Ia tau mata itu, penuh dengan luka dna juga kebencin yang terlalu dalam. Ia takut nanti ia melakukan hal yang nekat kepada ibunya atau keluarganya. Ia takut. Meski begitu ada secarik rasa indah didadanya. Sebab mata itu penuh dengan lebam akibat pilu anaknya.
Wajar saja, sebab Khumairo memanglah pelaku utama dalam konflik hidup ibunya Nayya, tetapi tak dapat dipungkiri juga jika ia adalah korban. Ia sosok yang seharusnya menikah dengan Habib. Kedua insan yang saling mencintai namun dipisahkan bagi Acha siapa saja akan merasakan sakit bukan? Bahkan pernikahannya hancur karena perempuan asing yang harus dipertanggung jawabkan.!! Khumairo juga korban...! hanya saja ia memilih jalan yang salah, dengan masuk ditengah rumah tangga Habib dan Nayya, merusaknya hingga mereka berpisah..
Selain itu bukankah Tuhan sudah menghukumnya? Iya menghukum..!! Sebab Hati Habib ia tutup rapat hinggga tak ada cela selain nama Nayya...! seberjuang apapun ia meminta cinta dan hati Habib tapi tetap tak bisa..!! ia menentang alam dan takdir, meminta kehendak ia terkabulkan. Baik atau buruk ia hantam hanya karena cinta butanya dan tanpa ia sadari ia sendirilah yang menghancurkan dirinya hidupnya.. yah dirinya sendiri. Andai ia menerima takdir dan mencoba ikhlas meski sakit pasti kehancuran dirinya tidak separah dan sejauh ini. serta takdir tidak serumit ini.
Habib mendekati Acha dan memeluknya erat. Acha disana diam ketika dipeluk erat oleh Habib. Ada Hati Habib yang terluka karena merasa semua ini dimulai dari dirinya yang tak mampu menjaga istrinya dan anak-anaknya. Acha disana memeluk Habib dan berbisik.” Abi yang kuat yah. acha putri abi dan selalu jadi putri abi.. Acha yakin Abi adalah Abi paling terbaik didunia ini.”Ujarnya.
Hati Habib bagaikan disiram oleh air hangat ditengah gurun., ia bagai menemui telaga dewa yang membasahi kekeringan yang ia rasakan selama ribuan tahun. ia merasa jika ia sangat dicintai dan pantas menjadi ayah.. “Makasih yah sayang.”Gumam habib. Tangisnya ingin pecah namun tertahan akibat ia sadar’Iya laki laki dan harus kuat, tak boleh terlihat lemah dimata sang anak’
...----------------...
Ditempat lain ada sosok cantik yang menatap sosok yang datang kehadapannya itu. Sosok Nayya yang menatap Rey yang datang menemuinya dirumah sakit. Ia cukup bingung namun teringat kata ayahnya tadi pagi membuat ia tertegun. apa semuanya benar?
Namun itu tidak mungkin. Nayya memilih mengajaknya duuduk ditaman rumah sakit saat ini. disana Rey juga membawa ia makanan dan minuman ringan membuat keduanya saling diam menatap kedepan dan membiarkan bisikan angin menerpa wajah mereka.
__ADS_1
Mata Rey yang sedari tadi menatap banyaknya orang yang berwajah murung itu menatap nayya yang tak angkat bicara.” Kamu sudah tahu apa yang saya katakan kepada ayahmu semalam?”Tanya Rey memulai percakapan mereka berdua. Ia meminum kopi ditanganya itu menanti jawaban Nayya..
Nayya terkekeh miris, perih didadanya melihat keadaan. Ia menatap Rey dengan senyum miris, ia bahkan terkekeh disana mendengarnya,.” Ini bukan kamu mas. Saya tahu ini tidak benar dan tidak akan pernah terjadi,.” Ujarnya lirih. Ia memang kagum kepada Rey. Bahkan bisa dikatakan lelaki yang paling ia kagumi adalah Rey. Yang memilih pilihannya sendiri.
Dari Rey ia belajar jika pilihan menentukan takdir juga. Rey yang akan membungkam bibir Rindu dengan bibirnya sendiri seta kaca kaca cinta pemujaan ketika Rindu mengulang meminta dirinya menikahi Nayya. rey yang akan memeluk Rindu dengan lembut hanya karena merasa lelah seakan itu adalah obatnya. Ia selalu memperlakukan Rindu adalah rumah dan tempat ternyaman nya. Rindu adalah ratu nya dan Rey adalah rajanya.
Bukan hanya pada dirinya Rindu minta Rey menikah. Tetapi ia ingat kata Rindu pada Rey yang teramat tegas. “ Saya membolehkan Rey menikah lagi, berpoligami bahkan melupakan saya ketika bertemu dengan wanita yang bisa membuat ia bahagia, sebab manusia bebas memilih kebahagianbaya dan berhak mendapatkan kebahagiannya. “ Itulah ucapan Rindu.
Dikalah itu ingatan Nayya berputar pada ia yang menentang dan menjawab.”Tidak bisa begitu mbak, sebab menikah adalah suatu komitmen, hidup harus ada komitmen,. Kenapa lelaki bisa menikahi lebih dari satu perempuan sedangkan perempuan tidak?! Itu tidak adil..! lagi pula memppertahankan seseorang yang kita cintai itu perlu..!! hidup memang harus egois untuk mendapatkan kebahagiaan.”Ujar Nayya menentang.
Rindu malah tertawa membuat Nayya mengernyit. Ia bisa menatap mata Rindu yang menatapnya dalam. ”Nay.. jika dia memang benar-benar mencintai kita. maka tidak akan ada wanita nomor satu, dua ataupun yang keberikutnya...!! tidak akan ada,!” tegas Rindu menekan kata-katanya membuat nayya sadar dan diam. “Jika dia lelaki yang bertanggung jawab dan juga lelaki yang berkomitmen dan baik. Maka dia tidak akan mengkhianati kita semudah itu. Sebab bagi saya pengkhianatan, itu bukan tentang takdir tapi tentang pilihan. Jika dia memilih wanita yang ia anggap bisa ia cintai maka silahkan pergi tapi hatii saya akan hilang dan pergi untuk dirinya. Saya bisa bersama denganya hingga mati meski hati saya sudah mati..!! “ Itulah ucapan Rindu membuat nayya tertikam dengan sangat eratnya.
“Nay nay..”Ujar Rindu terkekeh.” Jangan terlalu berharap kepada kesestiaan dan dia tetap berada disisi kamu ketika kamu egois. Ibaratkan bunga mawar semakin kamu genggam maka itu akan semakin menyakiti kamu dan durinya akan semakin menusuk dalam dagingmu. Biarkan bunga mawar itu berkembang dan kau elus kelopaknya lembut, kau hirup aromahnya dan tersenyumlah, sebab kadang kebahagiaan bukan terus menerus tentang kamu yang memiliki dan menggenggamnya erat. Tapi tentang bagaimana kamu memposisikan hal itu di dalam hidup kamu.” Itu uacapn Rindu.
Pesan pesan itu mengalir deras diotaknya Nayya menatap Rey.. Nayya disana menggeleng Menatap Rey dan berkata.”Bahkan saya bukan apa-apanya mbak Rindu. Memilih saya menggantikan Rindu adalah kesalahan terbesar mas.”Ujarnya lemah. Ia sadar dirinya jauh dari kata baik dan kata sempurna.
Nayya mendengarnya menjadi frustasi. “Bagaimana bisa mbak Rindu meminta hal itu mas.”Ujarnya dengan suara dalamnya.”Saya tidak akan menikah dengan mas sampai kapanpun, saya memang mengharapkan suami seperti mas tapi bukan mas orangnya.. tidak itu tidak akan terjadi,.”Ujarnya berdiri dan memilih pergi, ia takut mendengarnya lebih jauh, ia tak ingin mengecewakan Rindu dan terbujuk rayu.
“Nay..” Panggil Rey dalam.nayya mendengarnya berhenti otomatis. Rey disana mengerjab dengan wajah flatnya. Rey menghela nafas dan berdiri membawa kopi dan makanannya tadi. Ia memberikan pada Nayya. nayya mengerjab dan menerimanya.” Dimakan dan diminum yah. semangat.”Ujar Rey tersenyum lalu pergi membuat Nayya disana terdiam.
Rey menjauh dengan tatapan Nayya yang masih stay menatapnya jauh. Kenapa Rey bisa menggoyahkan hatinya hanya karena sekotak makanan dan minuman? Haha lucu sekali bukan? Ia menggeleng dan menatap lain arah. Ia memilih kembali duduk dan menatap langit.”Berhenti mempermainkan saya Tuhan. Saya lelah.”Gumamnya disana merasakan hembusan angin menerpa wajahnya.
Ia menatap makanan itu yang berisi shusi. Ia suka shusi emang, ia segera makan dan minum minumannya. Itu hanya Latte. Ia menikmati makannya menatap kedepan. Sesekali ia mengingat bagaimana perlakukan Rey pada Rindu untuk meyakinkan hatinya untuk menolak Rey. Yah ia harus ingat hal itu. Bagaimana Rey menolak Rindu membuka cadarnya dihadapan Nayya yang padahal juga seorang perempuan. Bagaimana Rey yang suka cemburu ketika Rindu mencium anak-anaknya. Bagaimana Rey yang selalu memeluk Rindu.. bisa dipastikan menikah dengan Rey bukanlah pilihan..
“Nay..!!” teriakan itu membuat Nayya tersadar dari lamunannya dan menatap kebelakang.
Disana ada Habib yang tersenyum membawa satu pelastik besar makanan dan minuman. Nayya tersenyum melihatnya dan melambaikan tanan juga. Senyum Habib mereka dan segra berlari mendekati nayya. matanya menatap makanan yang sudah habis dihadapan Nayya membuat ia tertegun.”Kamu sudah makan Nay?”Tanyanya mencicit karena merasa terlambat.
Nayya menggeser kan tempatnya dan menepuk tempat duduk disisinya dan mengangguk.”Hanya Shusi dan Late. Saya belum kenyang mari duduk mas.”Ujarnya tulus dan lembut. Habib mendengarnya pun menghela nafas dan duduk disisinya Nayya.
__ADS_1
“Kamu beli dimana?”Tanya Habib dengan bingung.”Tumben bisa beli makanan jam segini? Atau Gofood?”Tanyanya lagi dan mengeluarkan makanan, ternyata juga ada buah yang sudah dipotong-potong dan salad.
Nayya disana terdiam sebentar.” Tadi ada mas Rey kesini menjenguk melihat-lihat tempat kerja Nay.”Ujarnya jujur. Tangan Habib yang membuka makanan itu terdiam, matanya yang tadinya focus pada makanan itu menatap mata Nayya meminta penjelasan. Kenapa Rey kesini? Apakah seperhatian itu sampai kesini juga kan mereka tak punya hubungan? nayya yang ditatap pun menghela nafas dan berkata.”Dia bukan siapa-siapa saya jadi buang fikiran sampahmu itu.”Ujarnya. habib mendengarnya terkekeh.
“Iya juga yah. dia kan sangat mencintai Rindu mana mungkin dia suka sama kamu atau menyimpan rasa sama kamu. “Ujarnya lirih menepis pikiran konyolnya tadi.”ini makananya dimakan nay, saya bawakan soop iga loh buat kamu, dan ada buah dan jus Wortel kesukaan kamu. Kamu katanya matanya sekarang suka merah kan.”Ujarnya dengan tulus.
Nayya pun tersenyum dan mengangguk. Habib disana pun memberikan makanan itu pada Nayya.”Makasih yah mas.”Ujarnya nayya.
Habib disana tersenyum.”Kasih hadia dulu dong. Masa Cuma makasih kan nggak setimpal banget.”Ujarnya membuat senyum Nayya memudar.
“Dih ngggak ikhlas.”Ujar nayya dengan bibir maju tak teruma. Habib tergelak kelahar dan meringis.
“ Loh kenapa mas?”Tanya Nayya mendengar ringisan itu. Matanya meneliti pipi habib yang ternyata memar membuat ia kaget.”Ma—“
“Tadi ada masalah kecil.”Ujar Habib disana memotong dan tersenyum, ia mengusap kepala Nayya dan berkata.”Kamu jangan khawatir, mendapatkan luka bagi laki-laki itu adalah hal yang wajar.”Lanjutnya tak ingin Nayya cemas.
Nayya menatap Habib menuntut penjelasan. Tapi sepertinya Habib tak akan mau cerita membuat ia hanya mengangguk dan bungkam. Habib melihatnya meringis merasa sedih karena menganggap Nayya tak peka.”oh iya.. hadiah saya memberi kamu makan bagaimana? M”Tanyanya.
Nayya mentapnya tajam,.”Saya tidak minta kamu membawa makanan untuk saya mas.”Ujarnya menolak.
“Tapi saya baik hati membawa istri saya makanan. Mangkanya harus ada imbalan yang pas.”Ujarnya dengan menaik turunkan alisnya. Nayya memutar bola mata malas dibuatnya.”Mas mau apa emang?”Tanyanya disana mengalah.
Habib disana menyeringai dan mengetuk pipinya.”cium dulu buat obat lukanya mas.”Ujarnya.
Nayya melotot dibuatnya namun karena tak ada pergerakan Habib pun menunjukan kebelakang nya Nayya.”Eh Nay itu siapa manggil kamu?”Ujar habib. Nayyapun percaya dan menatap kebelakang yang ternyata tidak ada siapa-siapa.
“Tidak ad---- Cup..” Nay terkaget dan terdiam merasakan pinggiran bibirnya dicium Habib. Habib disana tersenyum melihat wajah nayya yang kaget. Dih maaf Nay , bonus itu padahal saya maunya pipi tadi.”Ujarnya terkekeh.”Eh tapi manis loh nay.”Cengirnya.
Jantung Nayya sekarang berdisko ria membuat ia mendelik.”Mas----“ Gumamnya dengan mata tajamnya meski jauh dilubuk hatinya berbunga-bunga. Mekar bagaikan kue bolu.
__ADS_1