Istri Butaku

Istri Butaku
anakku membenciku


__ADS_3

Habib disana menatap bingung lalu sedikit setelahnya matanya membulat dan langsung bangkit dan melepaskan infus ditanganya. “Mau kemana kamu ha? Kau kabur?!!” Darah sudah keluar dari jatung infusnya karena ditarik paksa membuat dokter gelagapan.


Teriaknya kuat. Dan Plak.. baru kali ini kyai Abu. Baru kali ini ia menampar pipi anaknya keras ia sangat kaget dan juga sangat marah saat ini sampai lupa jika Habib juga punya istri..!!


Habib menatap ayahnya dengan tatapan tak percaya. “Abi lupa jika Habib punya Nayya. yang artinya Nayya yang hamil..! Nayya istri Habib abi..! Dan hanya Nayya yang Habib sentu..!!” Ujarnya disana menggelegar memegang perutnya ayang perih. Wajahnya yang pucat sekarang berubah menjadi merah.


Kyai Abu terdiam mendengarnya. Mengerjab menatap Habib dengan rasa bersalah. Sedangkan Khumairo? Ia terasa tersambar petir disiang bolong. Nayya hamil? Dan Habib sudah menyentuhnya? Hatinya terasa terenyah. Ia fikir Habib tidak pernah menyentuh Nayya mangkanya Nayya belum hamil hingga sekarang. Tapi ini? Tanpa terasa ia mengusap perutnya dan menjatuhkan air matanya.


Habib bangkit dan turun dari kasurnya dan berdiri.. Namun rasa perutnya yang bergejolak membuat ia mau muntah. ‘Wiueekk...” Ia kembali jatuh dan berjalan dengan gontayan menuju kamar mandi. Ia disiksa oleh anaknya..!!


“Habib..! Mas..” Gumam dari semua orang yang disana. Umi Ana sedang diluar bersama mencari makanan. Mangkanya tidak ada disini. Habib merasakan kakinya bergetar, perutnya melemas dan tulang yang terasa ,merapuh.. tapi sayang sekali, tak ada yang bisa ia keluarkan lagi. Semuanya habis tanpa sisa. Yang ada hanya ada cairan bening dari mulutnya..


Ia merasakan punggungnya dielus membuat ia terdiam dan terjatuh.. “Nay.. maaf.”Gumamnya lirih. Lalu terjatuh.. ia menangis, apa ini hukumannya yang sudah berani menikah lagi padahal Nayya terang-terangan mengatakan jika ia tak mau dimadu..!! ia merasa sangat bersalah saat ini.


Kyai Abu diam disana menatap anaknya nanar.. “Maaf.”Gumamnya lirih tak dapat didengar siapapun. Habib diam disana cukup lama hingga ia pingsan kembali..


"Habib...."Pekik Kyai Abu dan Khumairo nanar.


jika dihitung-hitrung, mungkin sudah sepuluh lali Habib pingsan dalam beberapa hari ini. Sungguh Habib sangat lemah. Karena memang ia tak bisa makan apapun, jika makan apapun ia muntah, ia tak makan saja muntah apalagi makan..! berdiri saja ia muntah. Bagaimana cara ia mencari Nayya?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain Aron yang tersenyum karena bisa bertemu Nayya setelah selama ini ia tinggalkan itu. Namun ia sedikit khawatir karena sudah beberapa jam ia menghubungi Dava namun tak dibalas, hanya diread saja, entah ia tak tau. Tapi ada rasa yang menjanggal dihatinya.


Hingga memutuskan untuk segera menghentikan pekerjaan dan segera pergi kehutan itu. Dimana ia meninggalkan Nayya. namun apa yang ia dapat..!!


Ia mendapatkan Dava yang tergeletak dengan darah yang memebanjiri tubuhnya. Tangan Aron terkepal melihatnya dan menatap nanar. “Brengs3k...!!! dimana Nayya..!” Teriaknya kuat disana nanar. Ia mencari dimanapun Nayya namun ia sama sekali tak menemukannya hingga ia memilih pergi mencari Nayya.. ia yakin jika yang mengambil Nayya adalah Edward dan Edgart. Atau Nayya dibawa kembali leh Fatih? Tidak itu tidak mungkin.


Faith memang tidak pernnah lagi menjenguk Habib ataupun siapapun yang sakit. Ia memilih pergi dengan bekalnya mencari Nayya bersama keluarga Nayya. itu untuk rasa taggung jawabnya terhadap Nayya. orang Tua Habib setujuh saja asalkan dia baik-baik saja.

__ADS_1


Disisi lain Nayya dibawah kesatu ruangan yang berada dipinggiran kota. Rumah itu rumah yang dari luar seperti tak ditempati. Tapi didalam? Beh tambah lagi haha.. Namun tak orang lain ketahui jika dibawah rumah ini ada ruang bawah tanah untuk banyaknya orang yang akan mereka jual. Ini penyimpanan ter aman untuk mereka semua.,


Dan disinilah ia sekarang. Nayya dicampurkan saja dengan para wanita yang ada disini. Nayya sudah sadar sedari sepuluh menit tadi, ia merasakan dunianya terasa tercekik saat ini. Bagaimana keadaan Dava? Apa ia meninggal karenanya? Nayya itu lembut. Jadi pasti sakit ketika orang lain meninggal karena dirinya. Ia tak suka akan keadaan seperti ini.


“Dek...” Panggilan itu membuat Nayya mengerjab dan tersenyum.


Ia tak tahu itu siapa. Tapi ia mampu merasakan dia perempuan muda. “Kamu buta?!!”Tanyanya. dia gadis yang sedari tadi melihat nanya sendu. Sebab ia bisa mendengar jika dari bibir Nayya selalu terdengar murotal dan juga dzikir membuat ia tertegun.


Nayya masih tersenyum tulus dan mengangguk.. memang tadi saat Nayya bertanya mereka juga yang menjawab dan Nayya diam dikalah tau mereka juga tak tahu ini Dimana.


“Iya.”Ujarnya, dua orang yang mendengar Nayya tersenyum dan menjawab tanpa ragu membuat mereka meringis. Bagaimana bisa Nayya bicara tanpa beban begini?


“Kenalin.. nama ku Lisa. Umurku 16tahun.”Ujarnya disana menyentuh tangan Nayya. ia cukup terkejut merasakan tangan Nayya. sangat lembut..! Itu artinya Nayya tidak pernah bekerja keras kan?!!!


“Dan namaku Abel.”Ujar dari temannya Lisa lagi tersenyum. Ia menyentu tangan Nayya dan disambut baik oleh Nayya. keduanya memang sangat cantik. Bedanya Lisa itu sangat imut dan juga polos. Sedangkan Abel tidak, dia perempuan yang berani dan juga cerdik.


Nayya kembali tersenyum dan menjawab. “Namaku Nayya. kalian bisa panggil aku Nay saja..”Ujarnya disana.. Lisa disana terkekeh.


Nayya tersenyum. “Memang. Memang banyak yang bilang gitu. “Ujarnya terkekeh disana membuat kedua teman barunya ikut tersenyum dan terkekeh melihat kepedean Nayya.


“Bahkan ada yang bilang jika aku ini menekin hidup. Menyebalkan bukan.”Ujarnya mengerucutkan bibirnya.


“Enggak lah Nay.. itu tandanya kamu itu cantik.”Ujarya Lisa diangguki oleh Abel disana.


Nayya disana menggeleng tak setujuh. “Aku tidak suka, aku lebih suka dengan wanita berwajah eksotis atau sedikit gelap. Sawo matang begitu. Enak dilihat dan tidak bosan dipandang.”Ujarnya disana kekeh.


“Haiss... jika begitu kita tukaran warna kulit sajalah Nay.”Ujar Abel disana tak terima.


Ditertawai oleh Lisa. “memang bisa?”Tanya Lisa pada bel.

__ADS_1


“ Yah enggak.”Ujarnya Abel membuat gelak mereka terdengar keras ditengah semua orang yang sedang bersedih dan kalut. Bisa bisanya mereka tertawa kan?


Krukk.. Kruk..KrUKK.. Hingga bunyi perut Abel terdengar nyaring pertanda ia sedang lapat membuat Nayya aterdiam dan Lisapun menatap Abel sendu.. “Heheh.. maaf yah Nay.. perut aku ini memang tak bisa dikontrol.”Ujarnya meringis.


“Kalian belum makan?”Tanya Nayya sendu disana membuat Abel terdiam. Nayya teringat akan kantong bajunya. Tadikan sebum kesini ia makan jambu membuat ia mengantonginya. Lebih tepatnya ia memang taro dibaju supaya tidak berceceran. Secarakan dia buta. Disana juga ada roti membuat ia segera mengambilnya jika masih ada.


Dan iya... masih ada..!!


Ia mengulurkanya kepada Abel. “Aku masih punya ini. Aku tidak tau ini masih layak atau tidak. Tapi ayo dimakan.”Ujarnya lalu mencari lagi, dan ada Roti, namun sayangnya sudah gepeng dan sudah ia makan setengah. “Ini tadi sisaku. Maaf.”Ujarnya merasa bersalah disana.


Lisa dan Abel terdiam melihatnya. Mereka menatap wajah Nayya yang tulus membuat mata mereka memerah. Jujur mereka belum makan sedari pagi kemarin dan hingga sekarang yang sudah menjelang malam. Terhitung sudah 2hari...!


Tawanan lain menatap Nayya dengan tatapan terkejut dan benci.


Hingga suara dari salah satu wanita lain berkata. “Hey.. bagi dong makanan..!” Teriak mereka disana.. dan Nayyapun tak tahu harus apa. Hingga ia meronggo sakunya lagi., ia tak menemukan apapun keyali empat permen, itu membuat ia menangis dan memotong rotinya menjadi beberpa bagian.” Aku tidak punya appun. Kalian bagi ini aja yah.”Ujarnya membuat Lisa dan Abel tedrdiam lagi. mereka tau jika sebenarnya Nayya mungkin juga lapar.


Apel geram akan ulah orang orang ini. “Hey. Berhenti meminta makanan orang lain..!!” Bentak Abel membuat mereka terdiam. Abel itu kuat, dan sudah berapa kali berkelahi dengan penjaga ataupun yang disekap. Semua terdiam dan Abel menatap Nayya.” Ini punyamu. Makanlah, aku sudah terbiasa tidak makan .”Ujarnya.


Nayya menggeleng. “Makanlah. Aku belum lapar sungguh.”Ujarnya jujur disana. Namun Lisa menahan tangan Naya.


Dann Nayyapun menjawab.”Tidak usah dimakan saja biar adil.”Ujarnya dan tersenyum. Lisa dan Abel terdiam melihatnya...


Lisa melirik sesoerang dibelakangnya tadi dan melempar rotinya danbberkata. ”Makanlah..!”Ujarnya dan itu langusng diperebutkan oleh puluhan orang dengan ricu. permen dilempari olehnya membuat Lisa menatapnya nanar.


Abel tersneyum disana , tulangnya gemetar karena kelaparan Sungguh jika ia makan pun bahkan menambah kadar laparnya saja. Tapi karena niat baik Nayya itu semua menjadi sangat berharga. Ia berjanji akan menyayangi Nayya dan menjaganya.. Bagaimanapun keadaannya.


Dann begitu juga Lisa. Lisa menatap Nayya dengan tatapan haru dan bangga. Nayya mengusap air dan tersenyum lembut pada semua orang. Bisa bisanya ia masih terneyum diselah semua orang yang menangis dan khawatir. Lisa dan Abel disana cukup heran dan tak paham akan Nayya yang terlalu tulus kepada orang lain..


Brakk.s emuanya terkejut dikalah pintu itu dibuka ditendang. Nayya bahkan gemetar dibuatnya. Lisa dan Abel terdiam kaku ditempat, dan segera Abel menarik tangan Lisa supaya bersembunyi dibelakangnya dan memegang tangan Nayya,.

__ADS_1


Ia menatap nyalang orang yang masuk. Nayya diam disnana mengernyit merasakan semua orang terdiam kaku. Bahkan hawa ruangan ini berubah 180°


__ADS_2