Istri Butaku

Istri Butaku
kacau


__ADS_3

“Enggak..!” Ujar Acha cepet menatapnya lirih.


“Terus Acha sudah tau salahnya Acha dimana dan salahnya kak Arga dimana? Acha bisa marah karena kak Arga enggak nurut sama Acha tapi Acha tidak bisa menyalahkan bukan jika Arga itu kakak kembaranya Acha, kak Arga itu mau dekat Acha karena ia sayang Acha. Ia juga jadi pinter bukan salah dia, dia disukai banyak orang juga enggak ada salah dia. semuanya sudah diatur sama Tuhan. Yang artinya Acha juga menyalahkan Tuhan jika Acha marah ketika kak Arga lebih unggul.”Ujarenya disana lagi dengan lirih.


Aca disana menatap bundanya lirih lalu menatap Arga nanar. Arga disana segera mengampirinya dan memeluknya.” Kakak enggak perna mau jadi orang yang terlihat dek, tapi kakak harus gimana supaya adek enggak marah sama kakak kalo kakak deket?”Tanya Arga disana nanar.”Kakak kadang tu sedih juga kalo adek suruh kakak jauh-jauh dari adek, kakak berasa adek jijik banget sama kakak.”Ujarnya.


“Enggak Gitu. Acha sayang kak Arga, banget malah. Tapi Acha Cuma kesel aja kalo dibanding-bandingin sama kakak.”Ujarnya disana lirih.”Acha minta maaf, Acha enggak bakal gitu lagi, janji.”Ujarnya Acha disana membuat Arga memeluknya juga.


“ Kakak juga minta maaf yah, gara-gara kakak Acha jadi suka dibanding-bandingin.”Ujar Arga dianggukin oleh Acha.”Jadi kita temankan sekarang?”Tanya Arga. Acha disana mengangguk.”Baikan?”Tanyanya lagi dan diangguki lagi olehnya.


“Nah kan gitu enak anak-anaknya umi..”Ujar Nayya disana mengusap air matanya.


” Lain kali Acha kalo ada masalah jangan diem-0ldiem aja yah. Harus bilang supaya bisa dibantu.. Bunda tidak mau Acha mendem sakit atau pun masalah sendiri. Kita sayang sama Acha.”Ujar Rindu juga.


Acha pun disana menangis tambah keras.”Loh kok tambah nangis si?”Tanya Rey disana nanar.


“Acha terharu huaa... Acha sayang sama semuanya.”Ujarnya mengusap air matanya dengan bajunya Arga. “Loh kok pakek baju kakak si dek?”Tanya Arga lirih., sebab yang diusap bukan hanya air mata,. Tapi juga ingus.


“Kenapa? Enggak suka?”Tanya Acha sewot membuat Arga disana hanya diam menatapnya dengan gelengan.”Acha tu Cuma terharu, acha pikir Acha kena marah huaAaa hiks hiks. Acha jadi tambah sayang sama Bunda, Umi, ayah sama abang, tapi sama abang dikit aja nambahnya.”Ujar Acha disana masih sempat julit akannya Arga sang kakak.


“Tadi Umi Nay mau bicara apa? Kayaknya serius banget?”Tanya Arga disana kepada ibunya. Dan disana juga Acha diam menatap ibunya, lihatlah wajahnya yang tadi menangis sekarang diam, dan wajahnya yang bahagia menjadi sendu. Ia menatap Rey dan memilih pergi.


“Eh Acha mau kemana? Umi mau bicara loh.”Ujarnya Rey disana.


Namun Acha disana pun menatap ayahnya dan semuanya.”Acha udah tau Umi mau bilang apa, Acha engak mau dan enggak mau tau.”Ujarnya lirih. Nayya terdiam menatap anaknya nanar.


Dan Acha berbalik dan memeluk Rey.” Umi boleh bilang apapun, tapi bagi Acha ayah Acha Cuma ayah Rey. Dan enggak bakal terganti sampai kapanpun.”Ujarnya air matanya jatuh dan tersenyum.”Acha tidak mau ada ayah lain Umi.”Ujarnya.


“Ac-acha tau dari mana?”Tanyanya Nayya lirih.


“Maksudnya apa si Mi?”Tanya Arga keget.


Rey dan Rindu pun ikut kaget disana, mereka saling tatap dibuatnya. Nayya terdiam menatap Acha, dari mana anaknya tau? Namun Acha angkat bicara.”Kemarin pas Acha dengar Umi pulang Acha mau tidur sama Umi, tapi Acha malah liat Umi nangis sambil bilang kalo Acha bukan anak ayah Rey kan. Tapi Acha kira itu mimpi tapi ternyata bener.”Ujarnya Acha lirih.

__ADS_1


Benar, dikalah itu Acha mendengar, hanya saja ia tak berekpresi seperti apa, sebab ia tak terlalu paham akan pemikiran orang tua, namun tak mampu memungkiri jika ia sedih dan tak mau memiliki ayah lain.


Arga menatap Uminya. “ Mi? ada yang bisa dijelasin? Kalo ayah Rey bukan ayah kita, lalu siapa ayah kita? Dan kenapa ayah kita enggak disini sama kita?”Tanyanya disana dengan lembut, tak berteriak atau dengan nada kaget, ,meski hatinya hancur.


Nayya disana menatap anaknya bingung, ia tak tau harus bilang apa, ia menatap Rindu dan Rey namun mereka tak bisa menjawan apapun. “Ayah jelasin sama Umi. Kalo ayah itu Ayahnya Acha. Acha tidak mau punya ayah lain ayah. Nanti kalo ayah acha yang baru jahat gimana? Acha tidak mau.”Ujar Acha menarik bajunya Rey. Namun dipeluk oleh Rey.


“Acha engak boleh gitu. Nanti kalo Acha ketemu ayahnya Acha Ayah tetap jadi anaknya ayah kok.”Ujarnya Rey mencium kepala Acha.


“Ayah kalian pasti butuh kalian dam merindukan kalian.”Ujarnya Rey disana.


Nayya mengusap wajahnya dan menghela nafas menatap anak-anaknya. “ ayah Rey bukan ayah kandung kalian.”Ujarnya disana mencoba tenang. Arga segera berdiri mau pergi dengan tegasnya.” Mau kemana Arga? Bunda belum sel-“


“Arga anggap selesai Mi. karena Arga sama dengan Acha, mau siapapun ayah kami. Ayah yang kami tau Cuma ayah Rey. “Ujarnya disana memotong, baru kali ini ia terlihat dingin dan juga memotong kata-kata uminya.


“Tapi nak, kalian tidak mau tau alasan ayah kalian pisah dengan kalian?”Tanya Nayya.


“Terus kami harus bagaimana mi?”Tanya Arga disana menatap Uminya. “ Kami tidak mau, kami maunya ayah Rey..”Ujarnya disana lirih.


“Dengerin Umi dulu yah.”Ujar Nayya lembut.


“Perginya kalian dan tak mau menerima kenyataan tak membuat kalian kehilangan keaslian kenyataan. Kadang kalian memang harus tau kepahitan supaya kalian dewasa.mengetahui ayah asli kalian bukan berarti kalian kehilangan ayah Rey. Kalian hanya perlu kenal dan dekat dengannya sebagai ayah dan anak. Kalian tidak taukan jika ia merindukan kalian? 17tahun dia kehilangan anaknya sedangkan kalian? 17tahun kalian tetap punya ayah meskipun ayah kalian bukan ayah kandung. Tapi tetap saja kalian berbeda.”Ujarnya disana.


“Mau dia jahat, mau dia baik, dia tetap ayah kalian. Ayah yang darahnya mengalir didarah kalian.”Ujar Rindu disana dengan helaan naffas.” Bunda sama dengan kalian, bedanya kalian punya ayah kandung yang sayang dan mencari kalian, sedangkan bunda punya ayah yang membenci bunda dam ingin membunuh bunda sedari kecil. Lantas rasa syukur kalian dimana?”Tanyanya. acha disana menatap bundanya lirih.


“Iya bunda itu bukan anak kakek Han, kalian taukan dan kalian serring tanyakan kenapa ayah bunda banyak? Umi dibesarkan oleh kedua orang tua yang berbeda secara keras, tidak seperti kalian yang dibesarkan oleh ibu yang baik dan sayang kepada kalian, bunda tidak, dibesarkan menjadi kuat dan ketika kuat dipatahkan akan kenyataan jika bunda anak yang dibuang dan tidak diharapkan.”Tanganya disana mencengkram tangan Rey, rasa sakit masih ada membuat ia tak kuat. “Mau bagaimanapun mereka tetap orang tua bunda bukan? Sama dengan kalian, kalian itu punya ayah yang sayang kalian,, Cuma karena keadaan saja membuat kalian harus berpisah.”Ujarnya Rindu.


“Yah karena kita berbeda bunda.”Ujarnya Acha membuat Rindu terdiam mendengarnya. “ Jika bunda dibuang kita apa? Dibuang juga? Bunda diajarkan keras dab tidak diharapkan sedangkan kita diajari dengan kebahagiaan dn kebaikan. Kami tau Umi orang baik tidal mungkin pergi tanpa alasan dari ayah. Jangan samakan hidup bunda dengan kami yang jelas-jelas berbeda.,” Ujarnya Acha.”Bunda pasti mau kita pergi kan karena bunda tidak suka kami?”Tanya Acha disana ketus kepada Rindu.


Rindu mendengarnya disana terdiam.” ACHA..!!” Bentak Rey tak suka. Ia kelepasan membuat ia kembali bicara.” JAGA SOPAN SANTUN KAMU..!!” Ujarnya disana dengan membentak. Baru kali ini Rey membentak disana dengan kuat.


Nayya disana menatap Acha yang begetar takut dam Rey yang marah. "Mas.... " Tegasnya namun Rey tak menggubris.


Rindu disana tersenyum kepada Acha dam terkekeh.” Jika begitu terimakasih. Saya pergi..!! saya tidak dibutuhkan lagikan?”Ujarnya lalu pergi meninggalkan semua yang ada disana.

__ADS_1


Acha disana menatap bundanya lirih.’saya’ kata itu sangat asing. Bundnaya tak pernah bicara sperti itu.”Bunda Acha minta maaf..”Ujar Acha disana dengan lirih. Rindu disana malah menatapnya dengan kekehan. Lalu memilih pergi. Rey mengikuti istrinya saja meninggalkan ketiga orang yang ada disana.


Arga menatap Acha dengan diam, ia juga ikut marah disana. Sedangkan Nayya disana tak tau harus bilang apa. “Udahkan umi? “Tanyanya Arga disana lalu menghela nafas.,” Umi mau bilang apa lagi?”Tanyanya disana.


Nayya disana menggeleng, ia tak tau jika semua akan sekacau ini, anak-anaknya sudah dewasa dan sudah tau mana yang benar dan mana yang salah. Inilah yang ia takutkan jika begini ia harus bagaimana? Semuanya hacur dengan sekejap saja membuat ia menatap Acha dengan tatapan lirih. Acha disana sudah menunduk menangis karena merasa bersalah. Ia tadi hanya bicara spontan karena ia masih kesal dengan kenyataan.


“Umi tidak pernah mengajarkan kalian bicara kasar dan tidak punya sopan santun begitu.”Ujarnya Nayya disana tegas kepada anak-anaknya.”Umi Cuma mau kalian dengar kenyataanya meskipun kenyataannya tidak bisa kalian terima. Umi mau kalian tau semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Dan kalian harus bertemu ayah kalian besok malam, mau kalian terima dia atau tidak itu terserah kalian. Umi Cuma mau kalian tau kebennaran. Sekarang duduk..!” Ujarnya tegas.


“Tidak mau..!” Ujar Acha disana membantah.


“AACHA..!!” Bentak Nayya marah karena anaknya ini. “Kamu sudah dewasa jangan kekanakan, ini menyangkut ayah kalian. Jika kalian tidak mau tau yah sudah. Nanti biar ayah kalian sudah mati baru tau rasa kalian. Biar menyesal sekalian..!” Ujarnya marah disana meninggalkan anak-anaknya. Ia kesal, ia marah, ia lelah. Semuanya menjadi satu.


“Hua.... hiks hiks..”Acha menangis kuat disaa dan dipeluk oleh Arga. Arga disana menatap semuanya pergi dan menghela nafas jika begini ia harus apa? Bundanya marah, ayahnya marah, uminya marah. Smeuanya marah karena mereka tak terima.


Memilih ayah seperti Rey adalah impian setiap anak, mendengar ia bukan anaknya Rey membuat hatinya nyilu, sakit sekali bagai tertimpa batuan yang bertonton sakitnya. Ia tak tau alasan kenapa mereka terpisah, ada rasa ingin tau namun ia takut rasa itu membuat ia bertambah sakit dan juga bertambah kecewa.


“Kakak ini gimana? Bunda sama Ayah marah. Umi juga hiks hiks.”Avha menangis disana dnegans esgukan. Arga meniup kepala Acha dan menghela nafas” Kamu si kalo ngomong enggak disaring dulu.. kan marah jadinya bunda.” Ujarnya. Acha disana pun menangis lirih tambah parah dibuatnya. Ia tak ada niatan membuat ibunya marah sungguh.


“Kita tidur saja dulu. Mau ke Umi atau ke Bunda pasti sia-sia. Mereka lagi marah.”Ujarnya Arga, acha disana pun menatap abangnya dengan tatapan tak terima.”Udah yuk.”Ujarnya. acha hanya bisa mengangguk saja dan ikut.


Pagi ini beda dengan pagi lainnya, tepatnya sahur. Rindu tidak ikut sahur dan Reypun sama. Tak ada makanan diatas meja dan tak ada yang menyiapkan makanan seperti biasa, dan tak lama setelahnya ada Uminya yang menyiapkan sambal telur balado dan nasi. Menaruh didepan matanya dan Acha. Mereka tak tidur semalaman karena takut dam juga merasa bersalah.


Setelahya Uminya berkata.”Dimakam.”Ujarnya disana.


” Umi, kok yang lain enggak ada?”Tanyanya Acha lirih. Nayya hanya menggeleng dan pergi meninggalkan anaknya. Acha hendak menangis lagi namun segera ditengangkan oleh kakaknya,.”Sudah jangan nangis ih. Jelek.”Ujarnya disana.


“Tapi nanti mereka gimana? Mereka tidak sahur gara-gara Acha ?”Tanyanya lirih.


Arga disana pun menghela nafas dan menggeleng. “Acha juga tidak suka telur. Nanti Acha bisulan gimana? Huaa hiks hiks. Acha mau masakan bunda.”Ujarnya lirih disana hingga suaranya tak terdengar saking seraknya.


“Makan yang ada, jangan banyak bicara.. nanti kita temui bunda dam minta maaf.”Ujarnya.


acha disana pun mengeleng.”Acha engak laper. Acha mau ketemu bunda minta maaf saja, acha tu enggak ada niatan bilang gitu.. acha tu bodoh jadi mana acha tau yang acha ilang nyakitin. Acha enggak bermasud bikin bunda marah..”Ujarnya disana lirih

__ADS_1


“Tapi Umi juga marah sama Acha. Acha tidak tahu harus apa hiks hiks.”Ujarnya menangis lagi. arga tak selera makan dibuatnya hingga ia memilih pergi saja dan Acha tertinggal menanngis sendirian. Tangis Acha semakin keras dan segera masuk kamar saja. Mereka tidak jadi sahur dibuatnya karena masalah ini.


Sedangkan Rindu? Ia benar-benar marah akan ucapan Acha. Memang hidup mereka beda, jika hidupnya Acha itu pisah dengan ayahnya karena ayahnya yang tak tegas dan ibunya yang egois beda denganya anak yang tak diharapkan, disekap sampai berhari-hari, hamper dibunuh dan juga disiksa hingga tak diberi makan. Jelas hidupnya jauh lebih sengsara.


__ADS_2