Istri Butaku

Istri Butaku
Dimana?


__ADS_3

Konfliknya enggak berat mungkin tidak menarik yah hehe.. Sabar yah. maaf mengecewakan kalian.


...----------------...


Sudah semakin sore dan beberapa menit lagi akan berbuka membuat semua keluarga berkumpul. Semuanya berkumul disini dirumahnya Rey dan Rindu. Rey dan Rindu tentu saja bahagia karena memang mereka kesepian Karena tak punya keluarga disinikan.


“Yaalloh lama sekali berbukanya.”Gumam Tasya disana memegang perutnya sakit membuat semua terkekeh geli.


“Siapa suru berpuasa, lagian kan engak wajib kalian.”Ujarnya Acha disana mencibir.


Tasya disana mentpnya tajam.”Yallooh toleransi bre. Kita boleh beda agama tapi jangan sampek perbedaan kita membuat sekat seseorang supaya tidak melakukan hal kebaikan.”Ujarnya Tasya disana membuat semua tergelak dibuatnya.


Radit? Radit hanya diam, menatap aneh pada istri dari Rey. Yang setahunya istri ke dua, ia memang jarang bertemu Rindu, dan lihatlah sekarang, Rindu masih tetap mengenakan niqob ditengah orang yang akan berbuka, dan lihatlah tangan Rey yang terus mengusap tangannya tadi kadang-kadang berhenti kadang—kadang tidak. Nampak sekalii jika mereka saling mencintai. Lalu bagaimana dengan Nayya?


Nampak disana Nayya malah tergelak saja mendengar Taysa dan Acha yang berdebat


. Apakah dia tak sakit hati dan cemburu melihat suaminya yang begitu? Tetapi nampaknya tidak, tapi bukankah seseorang yang saling mencintai itu harusnya ceburu.


”Radit kok diem saja?”Tanya Arga disana kepada Radit membuat Radit menggeleng cepat disana.


Allahu’akbar alllahhuakbar...


,"alhamdulillah sudah azan...!!” Ujarnya Tasya semangat segera mengambil Air buat minum.


”Woy baca doa dulu..!” Teriak Acha.” Lagian kalian bilang Alhamdulillah. He kalian Kristen tolong..!” Tereiak Acha disana. Aneh emang tasya mah. Kalian punya teman sepeti Tasya?


“Yallah kebiasaan Ca haha. Tasya sudah laper dan haus..”Ujarnya Taysa disana memegang perutnya.


“Kita doa dulu yuk.. “Ujarnya Rey membuat semuanya mengangkat tangan dan berdoa. “Allahumma lakasumna wabika amannna wa’alariskika aftarna birrahmnatikayaarhamarahimin.. ammiin.”Ujarnya mereka dan segera mengambil minuman.


Beda dengan Rdit yang mau segera memakan kue namun tangannya ditepak olek Rey.”Minum dulu baru makan manis.”Ujarnya membuat Radit meringis, tidak sakit tapi malunya itu.


Haha ia segera minum yang manis-manis setelah nya ia segera mengambil lagi apa yang ia mau gtadi. Namun segera diingati lagi oleh Rey.”Is is. Makan korma dulu nih tiga biji, biar dapet pahalanya sesuai ajaran nabi kita.. nanti baru makan apa yang kalian mau.”Ujarnya lalu membagikan kurma oleh semua anaknya yang ada disana.


Rey disana terdiam dan segera memakan kuma cepat. Rey disana terkekeh melihat Radit dan segera mengusap kepalanya sayang. Radit yang masih mengunya itu terdiam, rasanya sangat nyaman dielus begini membuat ia mentp Rey dengan nanar. Rey mentpnya dan berkata.”Makanya pelan-pelan saja,, nanti tersedak.. “Ujarnya membuat Radit terdiam.


Setelahnya ia melihat piringnya terisi dan ternyata Rindu yang mendekatinya dan berkata.” Makanlah, makan jangan yang manis-manis saja nanti kamu magh, nanti bunda siapkan untuk camilan didalam jika yang manis-manis yang penting makan yang bergizi dulu.”Ujarnya. mata Rdait memanas melihatnya. Lihatlah Rindu menaruh makanan diatas piringnya, ada ayam, ada sayuran da nada juga semuanya yang bergizi. Ia tak pernah diperhatikan sebegini oleh orang tuanya. Ia rindu diperhatikan membuat ia merasa selera makanya hilang dan digantikan rasa ingin dipeluk.


Namun sesaat setelahnya ia kembali dielus kepalanya.”Makan yang banyak biar cepet jadi orang sukses hehe.. “Ujarnya membuat Radit mengangguk dan kembali makan. Ia menatap Nayya yang membantu Acha m,akan. Acha makan belepotan sedangkan Arga yang juga sibuk makan. Tasyappun makan dengan nikmat membuat ia tersenyum. Ia seperti memiliki keluarga hangat dan besar jika begini. Ia IRI.


(sebagai permintaan kalian, sosok Rindu dan Rey akan dikurangi dinovel ini dan akan ditaro Nayya dan keluarga yang lebih banyak. Meskipun nanti dibeberapa bab aka nada sosok RIndu dan Rey lagi. meteka tak bisa dipisahkan yah. Maaf jika novel ini kurang menarik atau bagaimana, sebab memang aku bikin alurnya santai dulu.)


“Ummi tolong Acha kekenyangan.”Ujar Acha disana memegang perutnya.


”Aku juga Nay.”Ujar Tasya disana memegang perutnya yang membuncit.”Masakan nya enak-enak banget sumpah. Aku tidak pernah makan selezat ini..”Ujarnya lagi disana membuat Arga menggeleng.

__ADS_1


“Makanya kalo makan tu makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang. Kalo udah gini baru tau rasa loh.”Ujarnya Arga disana,, tadi ia memang hanya makan beberapa makanan saja dulu sebab ia mau sholat. Tak mau sholatnya terganggu membuat ia harus mengontrol tubuhnya dulu.


“Yah habisnya makananya enak si. Yah kan Dit.”Ujarnya Tasya disana mengerucutkan bibirnya.”Masakan bunda sama Umi memang The best deh enggak ada yang ngalahin. Andai aja masuk perumahan ini enggak bayar behh udah setiap hari kita keisni mau minta makanan.”Ujarnya RmTasya dan juga diangguki oleh Radit.


“Tinggal aja disini enggak apa-apa kok.”Ujarnya Rey disana”Anak ayah disini Cuma Acha dan juga Arga, sedangkan anak ayah yang lain diluar semua, ada 6kamar yang kosong jika kalian mau disini.”Ujarnya disana menawarkan.”Apa lagi Radit tinggal sendiri kan diapartemen mending disini, bisa dimasakin terus sama bunda.”Ujarnya Rey disana. Ia tau akan Rey sebab ia tau karena Acha yang bercerita.


Radit tersenyum.”Boleh?”Cicitnya membuat Rey tergalak.”Boleh lah masa engak.” Ujarnya membuat Radit menggigit bibir bawahnya. Ia mau tapi ia malu sampai ia mendapat elusan dipundaknya.


”Yoklah.. lagian aku tau kamukan suka kekurangan uang kalo diapartemen, kalo disini kamu bisa makan gratis dikasih sama bunda.”Itu suara Acha membuat radit mengeplak kepala Acha.


“Punya temen engak ada akhlak. Aib aku Cha jangan diumbar,”Ujarnya membuat semua tergelak dan Acha mengusap kepalanya sakit.


”Radit sakit ih. Kan acha memang bener, Radit kan enggak punya duit karena nenek Radit sudah tua dan—"


“Acha..!!!!!” Peringat rindu membuat Acha terdiam.. acha tak sadar bicara membuat ia menatap Radit penuh penyesalan.


Rey menghela nafas.,”Radit tinggal disini besok Arga yang bantu kamu pindahan.”Ujarya.


Radit disana menatapnya dengan diam, sebab ia mau tapi ia tau diri siapa dia. Sampai pada suara Rey kembali terdengar.”Tidak ada yang direpotkan. Kamu sudah ayah anggap anak ayah sendiri. Kamu saja sudah memanggil kami, ayah bunda dan Umi. Itu tandanya kamu anak kami juga yah.”Ujarnya. radt disana menatapnya diam, rey sangat baik wajar saja Nayya dan Acha memanggakan ayahnya. Andai ayahnya yang begini akhh.


Sesudah perbincangan itu semalam mereka melaksakan sholat berjamaah dan juga mengaji berjamaah. Sholat tarawe dan sebagainya bagai keluarga bahagia. Tasya disana senang melihat Radit yang menemukan kebahagiaanya dan Acha yang menjadi bahan penghiburnya. Sunggu mereka bagai keluarga bahagia.


Sampai di;agi ini Rey yang mengantarkan Acha dan juga teman-temannnya kesekolah.,.. mobil lamborgini Rey terhenti didepan kampus, banyak mata tertuju pada mobilnya. Sebab mobil itu pengeluaran terbaru dan juga sangat mahal. Setelahnya ada satu mobil juga yang berhenti didekat mobil Rey yang Rey sendiri tak tau mobil siapa,, namun dibanding harganya sudah pasti kalah jauh.


“Yey sudah sampai..!” Ujar Acha turun.


Dan keluarnya Rey berbarengan dengan sosok yang ada disebelahnya. Rey menghampiri Acha dan mengusap kepalanya sayang. “Jangan kecapean. Jangan nakal. Yang rajin yah.. arga juga. Radit Tasya juga. Pokoknya semangat.,”Ujarnya..


“Ay-ay captain..!” Ujar mereka serentak membuat Rey tergelak..


“Wah.. kompak sekali anak anak ayah epribadi.”Ujarnya digelaki smeuanya juga.


''Iya dong.. !!" Ujar Acha Disana semangat dan diangguki yang lain juga.


“Eh ada pak Habib. Pagi pak..!” Tasya disana menatap sosok dibelakang Rey membuat Rey menatap sosok itu. Habibpun sama menatap rey dan membuat keduanya terdiam. saling terdiam menatap satu sama lain. Habib tak salah liatkan.”Habib..”Gumam Rey. Ia lupa lupa ingat dengan muka itu. Tapi dia siapa?


Habib mendekati Rey dengan nanar dibelakangnya ada Abu. Rey disana menatap habib dengan heran.”Dimana istriku?”Tanyanya. rey terdiam disana dibuatnya.


Istri siapa? Ia menatap Habib lebih dalam lagi dan bertanya.”Kamu siapa?”Tanyanya disana dengan heran.


“Aku Habib..”Ujarnya disana. Rey terdiam.


Habib? Habib istrinya Nayya membuat Rey tergelak. Bahkan gelaknya mengerihkan disana setelah itu wajahnya datar. Acha mundur dibuatnya.”Saya tidak kenal anda. Jadi permisi.”Ujarnya memilih pergi.


Rey sebelumnya mencium kepaka Acha dulu dan kepala Arga. Ia jadi takut kehilangan keduanya membuat ia menambah kecupan lagi. matanya kepada Radit ia menciumnya.”Kenalkan . mereka anak-anakku. “Ujarnya lalu pergi membuat habib disana menatap Acha dan Arga. Mereka anak Rey?

__ADS_1


“Ih ayah. Ayah jangan pergi dulu. Ayah kenal sama poak Habib?”Tanya Acha menahan tangan Rey. Rey tak tau harus jawab apa namun ia disana tersenyum dna mengangguk kepada Acha.


Acha menghela nafas,.” Maksudnya pak Habib apa? Ayah nyulik anak sama istrinya dia?”Tanyanya disana dengan meminta dan menuntut kepada Rey.


Rey disana diam mennatap anaknya bingung mau menjawab apa. Ia ta mau berbohong tapi ia harus apa? Acha adalah anaknya Habib membuat ia tak bisa berkata-kata. “Is Acha kok ngomong gitu sama ayah? Mana mungkin ayah gitu.”Ujarnya Arga kepada adiknya tajam.


“ Hahah kan Acha bercanda saja kak.. lagian kan ayahnya Acha paling baik sedunia.”Ujarnya Acha memeluk Rey dihadapanya Habib. Habib diam menatapnya, tangannya memegang dadanya. Ada rasa neyri didadanya yang tak mampu ia utarakan, bahkan dirinya sendiri tak mampu memahami dirinya kenapa ia bisa begitu sakit.


Rey disanapun memeluk anaknya sayang. “Ini anak kamu Rey?”Tanya Habib disana tersenyum.” Jika anakku sudah besar pasti sebesar mereka, aku ingat pas itu istrimu juga hamil hehe.”Gumamnya disana meringis. Ia masih tetap tersenyum kepada Rey meski ia marah dan sakit.


Rey disanapun menatap Habib mengangguk. “Kamu mau bicara sebntar dengan saya? “Tanya Habib kepada Rey meminta dengan lembut.


Mnamun Rey mengeleng.”Maaf Habib, lain kali saja yah, sebab pagi ini saya ada rapat.”Ujarmnya rey. Ia juga tak mau ada keributan dan tak mau memberikan contoh yang tidak baik. Bisa-bisa nanti rahasia semuanya terbongkar.


Habib menghela nafas dibuatnya. “Kamu tau mereka dimana?”Tanyanya. Rey disana diam tak menjawab, ia malah menatap lain arah dan menghela nafas. Habib tak tau harus apa hinggga ia menatap Arga.”Dia anakmu?”Tanyanya.


Rey disana terdiam sejenak namun setelahnya ia mengangguk yakin.”Yah. dia anakku.. darah daging kami.” Kami yang dimaksudnya Rey adalah Rindu yang menyusuhinya dan dirinya yang merawatnya memberikan kasih sayang. Habib terdiam tak percaya melihatnya. Ia masih yakin jika Arga anaknya.


“Yaudah saya pergi duluan yah.. Assalamu’alaikum.”Ujar Rey meninggalkan anaknya secara nyata. Tak ada lagi yang melarangnya. Hanya ada Arga yang menatap ayahnya diam dan Habib sama. Ia tak tau rahasia apa yang disembunyikan ayahnya. Namun satu hal yang ia tahu jika Habib kehilangan istri dan anaknya. Dan Hbaib mengira dirinya adalah anaknya.


“Abi..”Ujar Abu dibelakang Habib membuat semua mentapnya. Arga menatap Habib dengan diam.”Yukk kenapa disini. Masuk yuk.”Ujarnya disana.


Habib mentaptap Arga dan acha dengan tatapan nanarnya,”Kalian adek kakak?”Tanyanya mengabaikan Abu yang ada disisinya,


Arga mengangguk disana.”Iya..”Ujarnya.


Acha disanapun menatap Abu.”Kalian ayah dan anak?”Tanyanya dan diangguki oleh Abu.. abu menatap Acha dengan tatapan bertanya dan juga kagum. Mata bulat acha membuat ia terdiam. Ia sangat manis bagai kucing dimatanya.


Acha menganguk.”Tapi tidak mirip.”Ujar Acha disana. Abu terdiam muram dan suram dibuatnya.”Soalnya gantengan anaknya dibanding ayahnya.”Ujarnya terkekeh menutup bibirnya. Habib yang mendengarnya bukannya marah tapi malah ikutan tertawa sedangkan Abu hanya tersipu.


“Ehhe h. sakit. Kenapa kuping Acha ditarik. Aduh aduh nanti lepas kakak nanti Caca aduin sama kak Rian baru tau rasa..!” Ujarnya Acha disana tak terima telinganya dijewer oleh Arga hingga kepalanya miring.


Arga disana menggeleng.”Siapa yang ngajarin Acha genit ha? Tasya?”Tanyanya.


Tasya melotot idibuatnya. Acha menggeleng.”Tidak, tidak ada yang mengajari kak. Aduh sakit lepasin kakak sakit.. acha tu Cuma jujur kalo anak pak Habib ganteng banget lebih ganteng dari pak Habib.. “Ujarnya disana menggeleng.


“Tapi menurutku ganteng pak habib. Dia manis seperti kak Arga.”Ujarnya Tasya membuat Habib dan Arga saling pandang. Sedangkan Acha disana mulai melepaskan tangan Arga. Apakah pikiran mereka?


“Kak lepas telinga Acha huaaaaa... nanti Acha aduin sama bunda baru tau rasa..!” Teriak Acha membuat Arga melepaskan jewerannya dan menatap Acha tajam. “Is is.. Memang yah abang Raja paling baik. No kecot no debat.”Ujarnya lalu pergi membawa tasnya meninggalkan kakaknya kesal.


Arga menarik tangannya.”Apa lagi si kka----“


Cup.. Acha terdiam dikalah kakaknya mencium kepalanya dan mengusap kepalanya.”Jangan nakal. “Ujarnya. Dengan diamnya Acha malah mengangguk dan diam menatap kakaknya. kakaknya memang soswit.


.

__ADS_1


.


... Semangat puasanya yah... jangan lupa tinggalkan jejak... ...


__ADS_2