Istri Butaku

Istri Butaku
Bertemu


__ADS_3

... "Jangan melebih-lebihkan apa yang Anda terima, atau iri pada orang lain. Dia yang iri pada orang lain, tidak mendapatkan kedamaian pikiran." - Buddha...


.....


Tolak ukur kebahagiaan orang itu beda-beda bukan? Lantas bagaimana bisa manusia menghentikan kebahagiaan sesseorang dengan cara berkata ‘norak? katrok dan sebagainya?’ padahal mereka tak tau diposisinya orang yang mereka bicarakan.


Sosok Nayya si gadis buta yang sekarang sudah sembuh itu ingat bagaimana proses ia buta dan mengandung. Proses dimana suaminya menikah lagi dikalah ia diculik dan apakah suaminya tak mencarinya dikalah itu? Jujur mungkin semua mengatakan semua itu simple tapi tidak didirinya.


Ia ingat kisah Fatima yang mengaduh kepada sang Rosulullah ayahnya jika Si Ali suaminya ingin meminang anak dari sahabatnya untuk menjadi istrinya. Dan disana Rosul menganbarkan dan menolak mentah-mentah jika anaknya dimadu atau dipoligami. Penjabarannya singkat, karena Risulullah tidak mau anak-anak dan keturunanya merasakan skait,, menyakiti keturunannya sama saja menyakiti dirinya bukan?


Yang artinya semua wanita pasti merasakan sakit ketika suaminya akan menikah lagi, ditambah dikalah itu Khumairo adalah mantannya yang sangat dicintai oleh Habib, disaat itu ia buta. Ada banyak pertimbangan yang ia lakukan, bahkan sampai ia yang harus mendengar pembunuhan, pemerkosaan bahkan sampai keguguran untuk tetap hidup dan bernuang. Tapi ketika pulang mendengar suaminya menikah lagi. hati wanita mana yang tak sakit? Wanita mana yang tak terluka mendengarnya? Dialah ia harus menghadapi musibah suaminya malah menikah lagi. apakah itu adil? Hahah licu jika masih ada yang bilang dia terlalu egois. Sebab hatinya terlalu sakiti jika mengingatnya.


“Heeey Nayya..!!” Nayya terkaget dikalah itu. Ia melamun sampai ia tak sadar jika ada orang yang memanggilnya. Ia menghela nafas memegang jantungnya menatapp siapa yang memanggilnya. Siapa lagi jika bukan bos reseknya itu.


Nayya disana mencoba menatapnya dengan sabar.”Ada apa pak?”Tanyanya disana.


Bosnya itu pun duduk didepannya dan bertanya.”Dari tadi saya bicara sama kamu tapi kamu diam saja. Kamu melamun?”Tanyanya disana. Ia bisa melihat wajah Nayya yang seperti banyak masalah.”Kamu ada masalah?”Tanyanya lagi.


“Sejak kapan bapak peduli dengan saya si pak?”Tanya Nayya dan menyusun filenya lagi. ia menatap bosnya yang diam.” Saya ada masalah atau tidak tu bukan urusan bapak. Bapak mau apa?”Tnayanya To The Point disana.


Sosok didepanya itu malah menghela nafas. “ hmm saya hanya pertanyaan bukan peduli. Malam nanti saya ada acara, kamu harus ikut dengan saya.”Ujarnya disana. Nayya menatapnya dengan delikan, sejak kapan bosnya ini bicara seperti gugup begitu.


” Acara apa? Maaf saya sudah ada janji jadi tidak bisa.”Ujarnya. masalah anak-anaknya saja belum seelsai mau pergi pulak?


Bosnya itu malah menatap Nayya dengan helaan nafas.” Umur saya sudah 40tahun dan ibu saya mau saya punya pasangan.”Ujarnya kepada Nayya. nayya disana menatapnya dneg4an tatapan Tanya.”Dan saya mau kamu pura-pura jadi pacar saya yah.”Ujarnya lagi disana.


Hahaha. Nayya malah tertawa dibuatnya.”Bapak tidak laku ternyata.”Ujarnya. bosnya melotot tak terima.” Lagian kenapa enggak nikah si pak? Udah tua juga, cape liat bapak lajang terus. Apa bapak impoten?”Tanya Nayya disana.


“Sembarangan kamu yah ngomong.”Ujarnya disana sewot.”Saya itu tidak mau menikah karena gadis yang saya suka sudah menikah. Jadi belum ada gadis yang menarik dimata saya. “Ujarnya jujur menatap nayya sulit diartikan.


“oh jadi bapak korban gagal move on?”Tanyanya Nayya meremehkan.”Lagian move on dong pak, lagian ngapain berharap disatu orang saja? Pergi dan tinggalkan yang menganggap bapak tak penting. Diluar masih banyak kebahagiaan yang menunggu bapak.”Ujarnya disana.


“Tapi saya tidak menemukan itu sampai sekarang.”Ujar bosnya.


”Bapak bukan belum menemukan, namun belum mencoba saja. Kadang kita memang butuh waktu untuk memulihkan, menutupi dan menghilangkan bekas luka yang lama. “Ujarnya disana tersenyum.


“Dih kenapa malah ada sesi curhat segala si. Kita enggak sedekat itu kali." Ujarnya Dava disana ketus.

__ADS_1


“Mulai deh kumat penyakitnya.”Ujar Nyaya malas.”Bisa enggak si pak kita tu damai, bapak tidak nyushain saya dan saya juga akan baik sama bapak. Saya capek juga selalu pakek urat kalo bicara sama bapak.”Ujarnya Nayya tak suka. Memang dari dulu hingga sekarang selalu rebut mereka.


“Iya tapi kamu jadi pasangan saya yah malam nanti diacara ulangtahun pernikahan ibu dan ayah saya? Saya janji tidak akan mencari rebut lagi. Ini menyangkut masa adepan saya. Saya jika tidak bawa pasangan saya akan dinikahi secara paksa.”Ujarnya mengusap kepalanya.


Nayya menguap dengan kekehan.. matanya berair karena mengantuk namun juga tertawa melihat bosnya.” Lagian ini bukan solusinya. Mau sampai kapan lari dari masalah? Saya tidak maulah, sama saja bapak ngajakin saya nipu orang tua bapak.”Ujarnya disana dengan helaan nafas.


“ Plis Nay.”Ujarnya Dava.”Sekali ini saja yah. Saya janji tidak akan cari masalah sama kamu, atau saya harus minta izin dengan suami kamu? Lagipula suami kamu aja punya dua istri bisalah kamu sama saya kan Cuma pura-pura.”Ujarnya kesal dan memaksa.


“ Ini yang saya tidak suka, bapak terlalu suka memaksa.”Ujarnya Nayya malas.


”Karena jika saya tidak memaksa memangnya kamu mau mendengar ucapan-ucapan saya?”Tanyanya hingga Nayya terkekeh. Benar juga, mereka itu terkenal bagaikan tom and jerry dirumah sakit ini. entah apa alasanya tapi memang sedari awal ada saja konfliknya.


"Gimana yah pak, saya ada acara malam ini dengan seseorang, jadi tidak bisa.”Ujarnya Nayya menolak. Ia ingat janjinya dengan Habib untuk berbuka bersama dan mengenalinya dengan anak-aaknya. Meski tak jadi mereka memang tetap harus bertemukan? sebab ia juga tak punya nomor hpnya Habib.


Nampak dava disana menatap Nayya dalam dan menghela nafas. “Sialan.”Gumamnya kasar lalu memilih pergi. Nayya sudah kebal akan ucapan kasar dari Dava. Sempat ada iringan gosip jika Dava itu Gay karena tidak pernah dekat dengan wanita dan tidak menikah hingga sekarang, tetapi Nayya sempat mempergoki Dava melihat foto wanita seksi dan menonton film tidak senono membuat ia tau Dava itu normal, hanya saja jodohnya yang belum sampai.


Ia hanya menggeleng saja.


...----------------...


Ada Abu yang datang mendekatinya dan duduk diatas kasur.”Abi mau pergi sekarang?”Tanya Abu disana lirih.”Kan sekarang masih jam 3 Bi. Masih lama loh bukanya,”Ujarnya nanar kepada ayahnya. Sejujurnya ada sisi hati yang berat diidadannya


Habib pun terkekeh”Jelas dong semangat, lagian Abi mau boking tempat dulu soalnya disana rame, nanti tidak ada tempat untuk duduknya. Kan abi mau ketemu anaknya abi.”Ujarnya menjelaskan.”Yaudah yah Bu. Kamu harus hati-hhati dirumah, bukanya nanti beli diluar saja.. doain abi supaya nanti mereka suka sama abi.”Ujarnya.


Abu dengan ragu mengangguk dan tersenyum kecut. Ia menatap kepergianya Habib dengan nanar. Ia menatap kelain arah dan memilih berjalan menuju jendela yang ada didekatnya. Ia menatap kedepan ingat akan Habib yang memiliki istri dan anak lain.”Abi nanti berubah engak yah setelah ketemu anaknya? Secarakan kau bukan anak kandungnya.”Ujarnya lirih.


“Nanti jika sudah begitu aku pulangnya kemana? Hehe. Umi? Kayaknya Umi engak bakal peduli sama aku,”Gumamnya lirih lagi. ia memejamkan matanya merasakan hatinya yang tertusuk jarum jarum kenyataan.


Jujur Khummairo jauh berbeda dari sebelumnya, ia tak mencintai Abu, ia bahkan tak mau menyusui Abu sikat bayi karena mengangap Abu itu perusak hidupnya, ia juga tidak memberikan kasih sayang dengan Abu menganggap Abu hanyalah anak penjahat yang menghancurkan dirinya. Begitu juga dengan keluarganya, semua mengangapnya aib. Hanya keluarga Habib yang menerimanya baik dari semua kekuranganya. Itulah yang membuat ia sakit akan kenyataan, ia takut nanti dirinya malah dijauhi oleh semua orang dan ia sendiri


Ia tersenyum dan menatap tangannya.” anak Haram/.”Gumamnya lirih, yah, dia anak diluar nikah, terbuat dari mani lelaki jahat dan kejam yang sekarang entah dimana. Ia menatap keawan dan bertanya.” Aku Tidak salahkan Tuhan? Aku hanya manusia yang tidak tahu apa-apa. Tapi kenapa aku harus menanggung beban darah haram, tak diharapkan dan tak diinginkan?”Gumamnya lirih.


...----------------...


Dilain sisi ada Khumairo yang menatap surat-surat tang ada ditanganya, disampingnya ada Aron yang menatapnya dengan tatapan datarnya.”Kakak yakin kalo Habib sudah ketemu Nayya?”Tanyanya lirih. Ia menatap sang kakak nanar dibuatnya.


Aron menunjukan surat itu.”Disana sudah ada foto mereka kan? Jadi kamu bisa simpulkan sendiri.”Ujarnya disana. Khumairo menatap lagi foto itu bergetar. Dimana Nayya dan Habib ditengah jalan dan berbincang. Ia tak tau mereka bicara apa, tetapi kelihatanya wajah Habib sangat bahagia.”Kamu masih mau sama Habib?”Tanya Aron.

__ADS_1


Khumaro mengangguk degan lirihnya. Aron malah terkekeh.” Yasudah jemput. Kakak akan jemput Nayya.”Ujarnya. khumairo menatap kakaknya lirih, “Maksudnya kakak yang akan bunuh nayya supaya kalian bisa bersatu, dengan begitu kamu bisa operasi muka Nayya kemuka kamu. Kalian bisa jadi mirip dan kamu bisa menggantikan posisinya Nayya. kamu akan dicintai oleh Habib kembali .”Ujarnya disana dengan semangat.


“Tapi kah..”ujarnya Khumairo membantah dengan lirih.”Itu haram, sama saja aku mengubah diri aku aku engak mau kak, aku takut.”Ujarnya disana dengan lirih. Ia masih takut akan dosa teman.


“Takut ngapain? Tanggung kalo kamu takut sekaramg, soalnya udah terlanjurkan? Udah ngancurin rumah tangga mereka tapi belum dapat apa-apa, lagian kamu Cuma pura-pura jadi nayya dan kamu hidup bahagia.”Ujarnya menghasut lagi disana.


Khumairo menatap kakaknya nanar.”Ingat Mira. Jika Hbaib sangat mencintai Nayya, nanti kalo Nayya sudah mati kamu bisa dicintai habib, punya anaknya Habib dan hidup bahagia. Kamu enggak mau emang? Kakak sayang kamu dan kakak bisa mengatur semuanya.”Ujarnya disana dengan menghasut kepada Khumairo.


Khumairo menatap kakaknya lalu menatap foto ditangannya, semua yang dikatakan kakaknya benar, ia ingin bahagia bersama Habib kan? Sudah tujuh belas tahun ia mengejar cintanya Habib tapi tak juga ia dapatkan kembali, mulai dari cara apapun, dari cara baik-baik semuanya tetpi tetap tak dilirik Habib. Habib bagaikan emas diujung pulau, tak tersentu dan silau untuk ia pandang. Mau ia miliki namun ia tak punya jalan untuk melaju dimana ia berada. Ada sekat milik Nayya yang terlalu tinggi membuat tombok kegagalan yang selalu ia rasakan. Rasanya ingin mati saja.


Sedangkan Aron disana memainkan jarinya dan tersenyum manis mengingatnya. “teryata kamu masih hidup.” Gumamnya. Ia cukup kaget akan nayya yang masih hidup, ia fikir Nayya meningal akan tragedy pengeboman yang dilakukan oleh Edgard dikalah itu. Ia menatap foto ditangan sang adik dan mengepalkan tangannya.”Ingat tidak akan ada yang bisa sama kamu selain aku Nay. Tidak.”Gumamnya disana dengan dinginnya dan menatap lain arah dengan kepalan tangan.


Dan salah satu caranya ia akan memanfaatkan cinta buta akan adiknya. Bisa dikatakan keluarganya ini gila. Gila akan sesuatu hal, jika menginginkan satu hal maka mereka harus memilikinya. Baik ayah, ibu. Khumairo dan Aron. Meksipun Aron sudah menikah sekalipun ia tak peduli. Meksipun Nayya menikah lagipun ia tak peduli. Ia harus mendapatkan Nayya untuknya dan menjadikan miliknya sampai mati.


Dilain sisi ada Habib yang menunggu Nayya dengan semangatnya, sudah tiga jam ia menunggu tapi Nayya belum juga datang bersama anaknya. Ia gunda dan ia takut. Ia keringat dingin dibuatnya. Bahkan hingga suara azan berkumandang Nayya belum juga datang membuat ia cemas, beberapa kali ia bolak balik dan belum berbuka menungggu Nayya higga menit kesepuluh ia melihat sosok yang ia tunggu masuk dengan baju dokter dan hijab cantiknya. Tapi anaknya dimana? Tak ada siapa-siapa dibelakangnya membuat ia terdiam.


”Nayya.”Panggilnya ketika Nayya mencarinya.


Nayya disana pun mendengar namanya dipanggil segera melihat dimana Habib, disana ia sangat gugup , ia tak tau harus bilang apa tentang abaknya. Ia memilih berjalan menuju mejanya Habib dan tersenyum. Habib disana maish melihat kebelakang Nayya dengan tatapan sendunya.”Dimana dia?”Tanya Habib disana.


Nayya disanapun segera duduk.”lebih baik kita berbuka dulu. Kau belum berbuka bukan? Tidak baik menunda berbuka.”Ujarnya. Habib disana segera duduk dan mengangguk. Mengikuti arahannya Nayya. nayya disana mengeluarkan minum ditasnya. Dan meminumnya. Habib jadi terdiam karena Nayya bahkan tak minum minuman yang ia pesan.


Nayya disana menatap makanan diatas meja.. lalu menatap Habib yang masih minum.”Aku makan yah.”Ujarnya. Habib diam menatapnya.’Maaf sedikit telat. Tadi ada pasien yang harus ditangani hingga membuat aku harus tertunda pulangnya. Masalah tugas.,”Ujarnya disana.


Habib mengangguk lagi dengan tersenyum. “Kmau sekarang jadi dokter.”Ujarnya bangga. Nayya disana tersenyum dan mengangguk.


“Hebat Nay.”Ujarnya lirih.


“Yang hebat Cuma milik Allah, aku hanya manusia biasa yang harus berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.”UjarNayya disana.


Habib tersneyum lagi menatap Nayya. rasanya puasanya dahaganya, laparnya sudah terobati hanya menatap Nayya makan. Sungguh itu membuat Nayya risih.


.


.


... jangan lupa tinggalkan jejak yah...

__ADS_1


__ADS_2