Istri Butaku

Istri Butaku
Nenek


__ADS_3

...Jangan mengharapkan orang yang tidak mengharapkan kamu, mengejar orang yang tak memandang kamu, yang terakhir meminta orang yang telah memilih pergi untuk kembali__Nvs🍂...


.


.


.


Ehemm... Ehem.. batuk dari Habib membuarkan segalanya. Ia menarik tangan Nayya dan tersenyum masam.”Maaf tante. Istri saya mau ketempat lain. “Ujarnya membuat mamanya Dava menatapnya kaget.


“Ralat tante. Mantan istri.”Ujarnya Nayya membantah. Habib menatapnya dengan hidung yang penuh asap namun nayya malah menatapnya remeh. Dengan seakan-akan mengatakan’IRI BILANG BOS’


Khumairo? Ia sekarang harus menanggung malu menatap Habib yang meninggalkanya dengan yang ia tinggalkan. "mAs.. " Gunanya ingin mengejarnya.


"Mau kemana? mending ke Club aja jual diri, dapat uang loh... "Ujar Rindu menahan tangannya. Khumairo melotot menatapnya. Rindu tersenyum remeh.


”Dav..” Ujarnya mama Dava. Dava hanya menghela nafas pasrah lagi dibuatnya.


“Kan katanya mantan istri ma, mungkin suaminya masih suka dia.”Ujar Dava beralibih. Ia kembali melirik Nayya yang menjauh dan memberontak. Tangannnya terkepal disana melihatnya ia melirik Rey. Apa maksud semua ini? bukanya ia istri Rey?


Mamanya Dava pun menatapnya dengan helaan nafas.”Jika begitu kamu harus cepat-cepat meminang dia supaya dia cepet-cepet jadi milik kamu. Takutnya nanti dia malah balik kesuaminya lagi.”Ujar maminya itu dengan cetus. Dava mengangguk dengan yakin saja.


“Ehhh Kamu Nathan yah?”Tanya maminya Dava melihat Rey.


Rey tersenyum mengangguk”He kamu tau nggak, saya ini istri subroto, paman kamu loh.. kamu kenl saya tidak?”Tanyanya kepada Rey..


Rey meringis menatapnya sebab ia tak tau. Bahkan baginya baru kali ini ia melihat ibu-ibu didepanya ini. Terjadilah percakapan antara mereka disana, dan Rey mengenalkan Rindu dan anak-anaknya, Ibunya Davapun tersenyum dan mengangguk mengiyakan. Mereka mulai membarakan masalah silsilah keluarga yang ternyata sebenarnya subronto hanyalah kakak dari ayahnya yang artinya hanya kakak angkat sebab ayahnya anak tunggal, ia tinggal disini dengan dibekali oleh orang tuanya uang.


Kewarnga negaraanya dicabut karena beberapa komflik dan sebagainya. Dan akhirnya Rey tau jika sebenarnya Dava dan dirinya itu saudara. Wajar saja Dava memiliki rumah sakit, sebab rumah sakit itu salah satu warisan yang diberi kakeknya terdahulu. Meskipun Ayahnya Dava itu hanya anak angkat tapi kasih sayangnya tetap sama dan tak ada yang dibeda-bedakan. Rey tau sebenarnya jika mereka punya suadara jauh, tapi ia tak pernah ketemu sebab jika orang tua mengajaknya keluar negeri ia selalu menolak karena ia tak terlalu suka degan dunia kepergian.


...----------------...


“Ih mas lepasin.. kenapa si seret—seret.”Ujarnya Nayya ketika sudah jauh. Habib mencengkram tanganya erat dan menatap Nayya tajam. Nayya balik menatapnya dengan tatapan tajam karena tak suka.


“Dia siapa?”Tanyanya disana dingin kepada Nayya. rasanya hatinya memanas mengingat ucapan calon menantu tadi itu.


Nayya memutar bola mata malas.”Apaan si mas, ngapain si ngurusin urusan orang-“ Ujar Nayya. namun terpotong.

__ADS_1


“Tapi jika orangnya kamu saya harus ngurusin dong, soalnya kamu tetap istri sah saya. Kamu masih milik sah saya dan tidak ada yang berhak menikahi kamu sebelum saya menceraikan kamu. Tadi apa kata kamu? Mantan istri? Saya tidak pernah mentalak kamu asal kamu tau. Jadi jangan bicarakan hal itu lagi dihadapan semua orang!!” Tegas Habib. Matanya memerah dan lihatlah urat dilehernya menonjol akibatnya..


Nayyya menatap wajah habib yang terlihat merah karena marah. Tangannya Habib bahkan terkepal menatapnya ditengah kerumunan itu. Untungnya tidak ada yang peduli akan perdebatan mereka disana. “Tapi mas kita udah lama berpisah dan—“


“Dan pernikahan kita sudah tidak sah lagi!!?” Potong Habib cepat membuat Nayya bungkam, Habib menatap nayya dan memegang bahunya.”Demi Tuhan Nay saya tidak pernah mentalak, bahkan berpikir untuk berpisah dari kamu. Dan kita berpisah itu karena kamu yang pergi dari saya. Apa lagi? masalah nafka? Kan sudah saya katakan. Demi Tuhan jika kamu ada disisi saya saya tidak akan mentelantarkan kamu baik nafka lahir maupunbatin. Bahkan dengan kamu pergi saya selalu menafkahi kamu meski dengan cara menyimpan uang untuk kamu kembali nanti, atau memberikan makan anak yatim yang ada disana untuk menebus semuanya. !!” Ujarnya lagi tegas. Matanya sangat merah mengambarakan jika ia sangat marah.


“Saya per—“


“Jangan selalu membicarakan kesalahan saya..!! Saya tau saya salah tidak perlu kamu perjelaskan lagi. tapi cobalah kamu pikir kesalahan kamu..! Kamu pikir adakah wanita baik-baik meningalkan suaminya yang sedang dilanda musibah? Adakah istri yang pergi tanpa kabar dan surat sedangkan suaminya sampai sakit memikirkanya dan mencarinya?”Tanya Habib dengan nafas naik turun. Matanya masih menatap wajah Nayya yang cantik.”Demi Tuhan Nay jika saya sebagai suami kamu merasakan sakit. Bahkan paling sakit yang saya rasakan. Dan kamu tau ketika kamu menyakiti suami kamu? Itu artinya kamu sudah jadi istri durhaka. Kamu mau?!” Ujharnya Habib tegas lagi melawan semuanya. Ia marah ia kesal, ia cemburu hingga semuanya terbakar menjadi satu.


“Tapi mas ingkar jan—“


“Saya tidak akan pernah ingkar janji jika bukan karena keadan dan saya tidak menikahi Khumairo. Sampai kapan saya katakan hal itu Nayya. Saya hanya ingin menyelamatkan pesantren saya dan juga memberi nama akan anak Khumairo, darah yang tidak bersalah. Kenapa kamu sangat egois Nay?!! Bisakah kamu pikir orang lain?!! Jangan selalu memikirkan perasaan diri sendiri ..!” Bentak habib disana kuat


Nayya terdiam dibuatnya. Hatinya memanas karena dibentak oleh Habib. Habib menatapnya nanar dan juga merasa serpihan hatinya jatuh. Ia membentak Nayya.!!!


“Nay. Maaf.”Gumamnya memeluk nayya cepat. Nayya diam merasakan pelukanya nanar. Ia tak boleh menangis dan itu membuat ia tersenyum mengangguk. Ia emang egois.. dan ia sadar akan hal itu..!!! tapi menjadi egois itu baginya wajib..!


...----------------...


Lebaran tahun ini terasa sangat cepat bukan? Takbiran tak lagi sekeras tahun-tahun sebelumnya, suara anak-anak yang bermain tak lagi seramai dulu, suara petasan dan juga semuanya. Tak lagi sama. Apakah masih sama dengan perasaan kalian? Yah yah.. apalagi semakin dewasa semakin tidak mendapatkan THR. Jadi tidak ada penyemangat begitu. Haha versi author oke.. wkwk


Makanan banyak, ada makanan khas dari Turkei dan juga Sydney sendiri, ada juga opor dan juga rendang dari Indonesia yang tidak boleh dilewatkan. Ada juga lontong sayur dan juga bakso. Semuanya dimasak oleh mereka dan juga dibantu beberapa orang yang dibayar oleh Rindu. Masalah THR? Ingat mereka orang kaya yang pastinya ada atau tidaknya THR Sama saja, sama-sama banyak uangnya haha.


Lagian THR diluar negeri tidak ada.


Acha dan lainnya saling maaf-maafan degan baju kembar, berfoto riya dan juga menyimpannya. Namun beda dengan Abu yang baru kali ini merasa kebahagiaan dihari raya. Ia sangat senang memiliki baju yang kompak baik dilkeluarga Rindu maupun di keluarga Naayya.


Bahkan Abu sempat mengungah foto bersama keluarga Nayya dan Rindu dengan baju kompak berwarna hitam dan Pinknya.. sungguh hal itu sampai pada keluarga Khumairo yang melihatnya dengan geram. Bahkan Aron menatapnya dengan alis terangkat karena tak terima.


“Bagaimana bisa dia disana dan tidak pulang kesini?”Tanya Aron kepada Khumairo yang ada disisinya. Mereka memang tetap disini tak pulang demi mencari infonya Nayya dan keluarga. Ia melihat situs dari Fbnya Abu sangat membuat mereka marah.


Khumairo pun mengepalkan tangan tak terima.”Aku enggak yau kak.”Ujar Khumairo, meksi membenci Abu ia tetap ibunya Abu. Ia tak akan rela Abu bersama keluarga yang bukan dari Habib atau dia. Maksi suka menyiksa sekalipun sebab ia tau bagaiumana susahnya melahirkan Abu. “Pokoknya kita harus bertindak cepat kak. Aku mau kakak culik Nayya secepatnya dan buat aku dan dia bertukar posisi..!!” Ujarnya Mira dengan tegas.


“Nanti sore kita akan melakukan tugas kita cepat..”Ujarnya Ujarnya Aron dengan datar.”Kakak sudah mendapatkan info jika Nayya dan keluarga akan pulang ke Indonesia. Kita akan menculiknya di Bandara Indonesia nanti, dan disna kita akan membawanya pergi dan kamu akan kembali bersama Habib.”Ujarnya Aron disana dengan tegas.


Khumiaro memngangguk cepat. Ia menghela nafas tak apa menjadi iblis. Ia lelah menjadi malaikat yang selalu tersakiti. Ia mau jadi iblis dan juga perusak demi menapatkan kebahagiaan yang akan mendatang. Sungguh..!!

__ADS_1


Tangannya meremas baju bawahhnya dan menatap kebawah. Ia sudah banyak kehilangan, kehilangan masa depan, kehilangan Habib, kehilangan anak, bahkan ia kehilangan jati dirinya sendiri. Ia lelah karena harus kalah dengan Nayya. dan jika dipikir-pikir yang membuat ia selalu kalah itu adalah Nayya. baginya Nayya adalah sumber masalah baginya. Mulai dari menjadi dokter Nayya sukses, menjadi ibu dari dua anak ia sukse dan yang terakhir ia sukses memikat hati dari orang seperti Rey dan Rindu. Ia iri.. sungguh..!!


...----------------...


Dilain sisi Acha dan lainnya sibuk dengan mempacking baju.”Asikkk pergi Ke Indonesia yeyyey.. acha tu engak pernah kesana. Nanti pasti Acha banyak dapat THR Dari kakek dan nenek. Dari oppa dan Omma, dari ninik sama akik.,,.”Ujarnya Acha riang.


“Emang Acha punya berapa Oppa si? Kok banyak banget?”Tanyanya Abu dengan lirih kepada Acha. Ia tak packing sebab ia tak memiliki baju disini. Lagipula keindonesia itu pasti nanti ia bisa beli baju baginya kan?


Acha disana membulatkan mulutnya dan mengerutkan keningnya.”Hmmm banyak.. ada kakek Dari Bunda Rindu sama nenek juga. Tapi kakek sama neneknya itu keliatan galak Cuma yah baik banget. Bahkan sangat baik tauk. Kalo sama Acha pasti kepala Acha terus diusap dan dibilang anak pinter.”Ujarnya Acha terkekeh.”Ada juga kakek Reno sama nenek Fitri , kakek Nio ayah kandungnya bunda Rindu, ada juga kakek Gio, ada kakek Rion. Terus ada eang Eno. banyak pokoknya. Acha aja sampek lupa nama-namanya. Tapi mereka semua baik banget,.”Ujarnya Acha bercerita panjang.”Biasanya mereka yang terus kesini soalnya kalo kamu yang kesana pasti engak bakal dibolehin pulang, dulu pas kami kecil pernah si kesana eh malah paspornya bunda diambil kakek karena engak boleh kesini lagi. tapi karena bunda sakit yah gimana yah mangkanya bisa kesini lagi.”Ujarnya tau.,


“Kalo Abu punya berapa nenek?”Tanya Arga membatasi Acha bicara. Acha jika bicara benar-benar polos, apalagi sama orang yang ia percayai. Bisa-bisa nanti ia membongkarkan suatu hal yang tidak seharusnya ia bicarakan seperti penyakit Rindu seharusnya tak ia beri tahu kan?


Abu menatapnya dan menggeleng miris.”Aku punya eang somat sama Eang Argi dari Umi Cuma mereka tidak sayang aku. Bakan mereka tidak mau bersalaman denganku ketika lebaran maupun hari biasa.”Ujarnya tersenyum lirih.”Tapi aku punya Kakek dan nenek dari abi, mereka baik. Hanya saja tetapp aku bukan cucu mereka hehe. Akukan anak haram.”Gumamnya dengan helaan nafas.


“Ih engak baik bilang gitu.”Ujar Acha menepuk kepalanya Abu. Abu menatapnya kaget.”Ih maaf, tapi bener. Kata bunda sama Umi enggak boleh bilang anak haram. Anak itu tidak ada yang haram, yang haram itu adalah perbuatannya, yang haram itu adalah dosanya. Yang melakukan dosa siapa? Yah ibu dan ayah. Yang artinya yang haram itu perbuatan ayah dan ibunya bukan anaknya. Bahkan sebenarnya ketika manusia menyalahkan dan menuntut anaknya itu salah besar karena anak itu adalah KORBAN.. Iya, bahkan ia adalah orang yang menanggung dosa orang tua yang tidak seharusnya ia tanggung.”Ujar Acha polos


“Contohnya, ibunya yang melakukan zina hingga hamil diluar nikah, atau ayahnya yang hanya berani menghamili tapi tak mau bertanggung jawab, maka siapa yang menanggung kesalahanya? Yah anaknya. Anak haramlah karena tak punya bapak, atau dibilang anak pembawa siallah karena hidup ibunya hancur hingga kadang anak yang disiksa dan dibunuh kayak kamu. Jadi kamu tidak salah. Kamu hanya korban jadi tidak boleh bicara begitu.”Ujar Acha mengusap kepalanya sayang.


“Kamu itu istimewa dan berharga dimata Tuhan, ketika tak ada yang menginginkan kamu maka tuhan memintamu untuk hidup, kamu itu istimewa dan jangan jadikan kesalahan dan kata-kata jahat dari keluarga kamu buat kamu lupa jika yang menciptakan kamu itu Tuhan bukan mereka. Jadi hiduplah dengan apa kata Tuhan bukan apa kata mereka.”Ujarnya Acha dengan ceria.


Acha disana mengambul gelangnya dan memakaikanya ditangannya Abu dan berkata.”Kalo Abu sedih merasa tidak punya keluarga yang sayang maka Abu punya ini yang artinya Acha punya Abu. Acha punya banyak yang sayang itu tandanya Abu banyak yang sayang. Abu ingatkan jika bunda, ayah. Umi Abi, terus kakak-kaka sama Adek Nichol itu juga keluarganya Abu? Jadi abu tidak boleh bersedih yah.”Ujarnya tulus dan juga teduh.


Abu menatapnya dengan kagum dan mengangguk, ada hatinya yang terasa menghangat, ia segera menarik Acha untuk dipeluk, namun ia kaget dikalah tubuhnya ditarik kebelakang hingga ia menjauh dari Acha dan tangan Acha terlepas dari tanganya yang ada gelangnya.


“Kakak..”Cicitnya Acha kaget ketika Abu dibawa dan ditarik oleh Rian yang kekar didepanya., lihatlah Rian yang mengenakan baju casual dan juga modis itu menatapnya dnegan tatapan tajam sebentar lalu menjauhkan Abu. “Saya mau lewat.”Ujarnya dingin. Abu diam padahalkan mereka tidak ditengah jalan.


“Tapi kak. Jalannya kan disana bukan disini.”ujarnya Abu takut dan mencicit melihat jalan disisi kanannya yang terpampang lebar.


Rian meliriknya dan menatap Abu dengan tajam,.”Suka suka saya dong. Kan kaki saya dan mata saya. “Ujarnya Rian membuat Abu makin menciut. Rian menatap Acha dengan tajam membuat Acha memilin ujung jilbabnya.


Ia mendekat dan menarik hijab Acha yang tersingkap menjadi kebawah dan menarik ujung jilbabnya Acha. Acha terdiam merasakan hal itu, tak menyentu kulit hanya menyentu hati saja. Dan setelahnya Rian mengeluarkan cincin dari tanganya dan diletakannya ditelapak tangan Achha.”Pakai, ini THR Dari kakak. “Ujarnya dan pergi meningalkan Acha yang cengo melihat cincin yang berwarna perak berisikan berlian itu. Berllian nya sangat cantik membuat ia berbinar. Apalagi ada bentuk kupu-kupu yang ia sukai.


“Kakak ini beneran?”Tanya Acha berteriak namun Rian sudah pergi membuat senyumnya mengembang.”Asikkkk. acha punya cincin dari kak Rian yey.. Umi..!!” Teriak Acha girang lalu berlari meningalkan Abu yang terdiam meoihatnya. Acha memilih menceritakan ini pada Uminya dan bundanya meningalkan Abu yang masih takut dan gugup. Maafkan acah yang lebay yeh Abu haha.


.


.

__ADS_1


Doble up. siapa yang suka?


__ADS_2