
Etts jangan salah paham yah guys. Cerita kemarin itu aku ambil dari artikel, dan aku lampirkan pemilik nama dan juga cerita.. itu bukan cerita aku, tapi aku memberi kepada kalian karena aku sendiri tertarik membahasnya.. apalagi ia nyambung dengan cerita Habib dan Nayya.. sebelumnya perkenalkan aku itu Cewek yah... mungkin yang udah lama baca novelku yang lain tahu jika aku siapa yah. terimakasih.. maaf jika kemarin nggak up oke. Doain biiar lancer terus dann sehat terus. Aamiin.
...----------------...
Disisi lain ada Nayya yang semakin menjadi pendiam ketika Acha bersama Habib, orang tua Nayya? mereka disana sedikit tak rela melihat senyum anaknya semakin hari semakin memudar arga? Ia sudah berusaha mengajak ibunya bicara dann bahagia tapi bahagia ibunya palsu. Ia tau itu.. YAH YAH.. Arga harus melakukan usaha untuk ibunya. Acha dan Habib supaya bisa bersatu.
Disisi lain ada Acha yang tinggal bersama suaminya dirumah ibu dan ayahnya dulu, ia sangat suka dan nyaman. Tetapi rumor ibunya yang sebagai pelakor membuat ia tak nyaman, sebab kebanyakan mereka mengatakan dirinya anak haram, atau anak yang tidak diinginkan. Ia merusak rumah tangga Habib..
Seperti saat ini, ia yang berjalan menuju kekoprasi itu dengan santay namun ada banyak santri yang membicarakannya, memang si tidak keras tetapii yah dia itu tidak tuli..!!! ia bisa mendengarkanya, memang benar jika dipondok psantren tak jamin tidak adanya bullying, bullying yang sangat memati kan. Sungguh..!!! eh ralat tak hanya disini. Maksudnya bullying itu tidak hanya terjadi disekolah umum saja tapi juga disini. Karena ada banyak ragam manusia yang disatu tempat tak akan selalu sama dalam pemikiran.
“Jajan...!!” Ujar Acha polos membawa uang dalam dompet mininya, semua menatapnya dengan tatapan lain-lain, tapi ia tak peduli, ia mendekat kearah makanan ciki-ciki disana dan mengambil banyak makanan, ia suka makan..!! lalu mengambil minuman, ia juga mengambil es krim dengan jumah yang banyak untuk stok karena malas berjalan lagi kesini.. hingga ada banyak siswi disana yang menatapnya sinis.
“Apa si liat—liat. Acha tau Acha cantik. Liat yang lain aja, risih tauk.”Gumamnya disana dengan pelan dalam hati. Ia memeluk makanannya dan menaruhnya kekasir. Ia muak membuat ia cepat-cepat menunjukan pop mie untuk ia beli sebanyak sepuluh kotak. “Berapa totalnya?”Tanya Acha polos disana.
Penjaga koprasi itupun menatapnya dan mentotalkannya.”Hmm 370, 000 niang.”Ujarnya disana lembut. Yah kasirnya sangat baik membuat Acha suka. disana kasir itu berasal dari alumni yang mengabdi yah guys. Jadi mereka seumuran.
( Ini memang sistem pondok pesantren disini yah....! jadi bukan mengada Ngada..!!)
Acha mengeluarkan uangnya sebanyak 4000 ribu.”Nih... kembaliannnya buat kamu aja.. “Ujar Acha dengan tersenyum ramah.
Namun penjaga koprasi itu menatapnya dengan tatapan rasa bersalah.”Afwan niang, bukanya ennggak mau terima, tetapi dipesantren ini punya peraturan akan uang yang akan dibelanjakan dikoprasi.”Ujarnya membuat Acha membolak tak tau.
“Gini maksudnya. Kalo niang mau jajan, niang harus tukar uangnya ke petugas atau ustazah Gia, nah nanti uang niang akan ditukar sebagaimana rupiahnya. Engak bisa pakek uang ini.”Ujarnya menjauhkan uangnya dan mendekatkanya pada Acha.
Acha mendelik.”Kok gitu si?”Tanyanya tak terima.”Pakek uang ini aja, Acha enggak punya uang itu. Atau mau acha transfer aja? Dua kali lipat deh biar enggak ribet.”Ujarnya disana mengambil hpnya ditas kecilnya. Ada banyak yang mengantri dibelakangnya kesal. Acha tak tau harus apa dan ia juga tak bisa menolak akan hal yang baru ia ketahui ini.
Penjaga tokoh itu menggaruk pipinya tak enak.”Duuh niang,, afwan yah sebelumnya. Tapi dipesantren ini memang ditegaskan itu berlaku untuk siapapun, baik dari pengurus ustadz dan juga pemilik. Untuk mengembangkan rasa tak boros dan juga tak hedonisme.. salah satu alasannya karenakan jika suatu hal yang dipersulit seperti ini maka para santri akan berfikir dia kali jika ingin belanja, 1 karena malas dan yang kedua susah dalam menjalankan ini,, dann untuk penguruspun diperlakukan sedemikian rupa supaya tidak ada kecemburuan social dan tidak menanamkan rasa iri hati dan dengki satu sama lain. Sama-sama belajar demi kebaikan bersama gitu.” Ujarnya diisana dengan tersenyum ramah.
Acha menggarukj pipi juga dibuatnya.”Tapi Acha mau es krim, Acha mau makan disini makananya enggak enak.”Ujarnya jujur dneganw ajah memelas. Penjaga koprasi menjadii kasihan dibuatnya.”Achakan masih baru disini dan acha tidak tau ada peraturan begini. Jadi tolong kasih keringanan yah.”Ujarnya memelas dengan wajah polos dan imut bagaikan kucingnya.
__ADS_1
Penjaga koprasi menggeleng lemah.”Maaf yah niang, sebelum kami disini kami diajarkan untuk amannah dan tidak pandang bulu. Sekali lagi tidak bisa, niang tukar dulu saja uangnya yah.”Ujarnya membuat Acha hendak menangis dibuatnya. Matanya bahkan sudah merah karena ingin menangis kesal. Tak berselang lama pun ia disana menitihkan air matanya menaruh makan itu tak jad ia ambil.
Tatapan tak ikhlas dengan mata yang sudah bergelindangan itu ia berkjata.”Yaudah kalo gitu. Afwan udah bikin ukhti hampir tidak amanah dan menjalankan tidah sebagimana nya. Afwan ana nggak ja-d hiks hiks di.”Gumamnya menangis dan menarik ingusnya.
Penjaga itu tak tega melihatnya. "Duh Niang jangan nangis. Ana mau bantu pakke uang ana saja tap-tapi uang ana enggak cukup, Cuma ada beberapa lembar saja karena memang dibatasi.”Ujarnya disana. Ia merasa kaishan meluhat wajah ACha
Acha disana mengangguk. Ia berjalan mundur dna pergi mengusap air matanya.”Hua.... hiks hiks.. bunda....!” Teriiaknya dan berkalan mengusap pipinya yang basah membuat semuanya meringis melihatnya. Mereka merasa bersalah melihatnya tapi mau bagaimana lagi kan? Hati Acha itu sensitive. Jika ia ingin sesuatu tapi dilarang yah begini, ia akan merasa sangat sedih hingga menangis. Ia masih kekanakan emang kan sudah dijelaskan sedari awal.
Langkah kaki Acha ditatap tanda Tanya oleh semua orang. Hingga kabar Acha pulang dengan keadaan menangis itupun terdengar ditelinganya Rian yang jauh dari luar.. yah.. Rian tetap bekerja diluar bukan disini, meski begitu ia menyewa penjaga paesantren mengawasi dan juga selalu melaporkan kegiatan Acha, bahkans etiap sudut rumahnya ia letakkan CCTV loh.. karena ia tau jika tak bisa mengawasih Acha 24jam... sedangkan itu tempat batu baginya dan Acha.
Rian yang sedang mnengajar jadi tidak focus dibuatnya. Chat dari orang suruhannya membuat ia tergangu sungguh. Hingga ada salah satu siswi yang bertanya.”Izin bertanya pak.”Ujarnya membuat Rian yang disana diam saja menatap mereka menatapnya. Ia menatap siswi cantik berhijab manis itu mengangkat tangan ingin bertanya. Ia memberi isyarat silahkan dan gadis itu tersenyum mengangguk.
”Afwan. maaf sebelumnya sudah menggangu bapak. Sepertinya bapak sedang ada masalah yah pak mangkanya enggak focus. Soalnya yang bapak jelaskan barusan bukan bagian dari materi ini pak..”Ujarnya disana.
Rian disana menghela nafas dan memijit pelipisnya. Ia disana mengangguk dan berdiri.”Pelajaran kali ini saya tutup sekarang, waktunya juga 10menit lagi kan, saya ada urusan diluar.”Ujarnya..
Semuanya bersorak, ada yang bahagia, ada yang kecewa, pastilah para wanita, ada juga yang santayy saja. Langkah Rian dipercepat keluar. Namun sosok yang tadi bertanya mengenakan kerudung merahb itu mengejarnya.”Pak. pak.. tunggu.”Ujarnya disana menghentikan langkahnya.
“Kamu bukan siapa-siapa saya untuk bertanya urgensi dalam kehidupan saya.. dan masalah judul kan sudah saya bilang judul kamu saya tolak karena tidak ada kejelasan antara permasalahan dan pencapaiannya. Jika tidak ada permasalahan yang kita uraikan itu tidak bisa dibahas.”Ujarnya disana dengan sabar.
“Tapi pak ini ada judul dan hal lain ya—“
“Kamu mengerti bahasa manusia tidak?”Tanya Rian disana dengan tegas membuat gadis itu terdiam. Rian menghela nafas.”maaf,, istri saya sedang membutuhkan saya. Saya permisi, masalah judul kamu bisa nanti.”Ujarnya lalu pergi tanpa menatap lagi wanita itu yang ternyata menatapnya tak percaya. Rasanya sakit.
Langkah rian sangat cepat, ia sembari telpon apa penyebab Acha begitu dipesantren, dan mendengar masalah makanan dan juga ciki-ciki ia meringis. Ia merasa bersalah tidak menyiapkan hal kecil itu dengan istri kecilnya. Ia segera ke supermarket terdekat dan memborong banyak hal yang Acha sukai.
Coklat. makanan, minuman dan susu. Semuanya hingga penuh. Ketika dikasir ia pun bertanya.”Maaf kak. Jka boleh tau bisa pesan satu kulkas es krim sekaligus kulkasnya nggak? Dan diantarkan dilamat ini..”Ujarnya disana membuat penjaganya itu kaget. Namun segera diurus dan juga dilakukan apa yang Rian suruh. Syukurlah penjaganya laki laki... tapi matanya melihat Rian penuh minat membuat Rian menatapnya tambah tajam.
Ketika semuanya usai, ia segera menuju rumahnya dan juga menemui Acha, disana Nampak ia membawa banyak makanan dan juga ciki-ciki saking banyaknya ia menyuruh pelayan tiga orang membawanya. Ia menyuruhnya menaruh dikamarnya Acha dan dirinya. Disana ia menatap Acha dengan tatapan sendu. Ketika diperdekat ia bisa melihat bercak air dipipinya dan juga mata yang sembab, ia menghela nafas dan mengusapnya.”Sudah mas.,”Ujar penjaga membuat Rian memberikan uang.”Ini untuk jajan anak mamang, jangan ditolak saya tidak terima penolakan, karena ni upah mamang bantuin saya.”Ujarnya membuat ia tak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
Ketika semuanya keluar ia mengusap pipi Acha yang ada air mata yang belum mengering tersebut lalu mencium kedua bola mata sembab itu, ia mencium kepala Acha juga membuat alam sadar Acha diangkat dan diharuskan keluar.. mata Acha berat hingga menatap Rian dengan tatapan bengkak..”kak abang udah pulang?”Tanya Acha serak menatap Rian.
Rian disana tersenyum dan duduk dibawah kasur menatap Acha sendu.”Saya dengar ada yang menangis tadi. Mangkanya pulang.. eh ternyata istri kecil saya. Hmm.. ada gerangan apa bidadari kecikku ini menangis hmm?”Ujarnya menyentil hidung Acha membuat Acha tak bisa menahan saltingnya.
Rian terkekeh melihatnya. Acha disana menggeleng saja, namun matanya melebar ketika melihat kamarnya.”Wahhh.. kok ada banyak makanan.”Ujarnya dengan cepat turun.. ia menghampiri berdus-dus mie, coklat, ciki-ciki yang ia sukai. Ia disana tersenyum lebar bagaikan melupakan tangisnya sedari tadi dan bagai menemukan syurga.”Ini abang yang bawa untuk Acha?”Tanyanya disana membuat Rian tersenyum dan mengangguk.
“Permisi mas...”Ujar dari luar membuat keduanya menatap kedepan ternyata pelayan.”Anu didepan ada yang mau anter pesenan mas katanya. Gimana?”Tanyanya disana gugup kepada Rian dan Acha yang baru saja mau pelukan.
Rian mengangguk.”Suruh antar kesini.”Ujarnya.
”Baik mas.”Ujarnya laluy memilih melakukan yang disuruh Rian. Acha disana meliriknya bertanya apa si yang dibeli. Hingga benda yang tak bisa ia bayangkan masuk dengan empat orang yang membawanya..!! es krim..!! satu kulkas full..
”Wah.. essss krimmm..!”Gumamnya disana dengan cepat.
Ia mendekat dan menatap esnya yang isinya semua rasa Coklat dan stroberry.. ia segera membukanya dan tersenyum.. ada juga es krim kukis yang sangat ia sukai itu. Sangat-sangat banyak.”Ini buat Acha semua?”Tanya acha ketika Rian menyeleaikan tand atangan.
Rian mengangguk dan mengusap kepalanya Acha. Matanya melirik mata Acha dengan sendu.”Lain kali jangan nangis lagi yah.. saya sakit melihat kamu menangis, jika butuh sesuatu kamu tinggal bilang dengan saya. Jangan pernah menangis lagi hmm.”Ujarnya disana manis.
Acha disana mendekapnya dengan erat.”Abanggg terbaik muahh...”Ua mencium pipi Riandengan sumringah dan Rian yang terkaku. Ini ciuman pertama dari Acha. Jantungnya terasa meledak saat ini. Acha disana bertepuk tangan.”Asik.. nanti kalo Acha titip makanan kalo abang balik kerja boleh dong?”Tanya Acha.
Rian mengangguk.”Boleh. asal janji jangan menangis lagi hmm.”Ujarnya membuat Acha mengangguk terkekeh.
”Abang terbaiik deh.. Acha sayang abang.”Ujarnya memeluk lengan Rian. Rian disana tersenyum senang melihatnya.”Oh iya. Kita coba makan es krim yuuuk.”Ujarnya.
Rian mengangguk disana. Dan menerima pemberian Acha yang tak lain rasa coklat, sejujurnya Rian tak suka coklat.. ia mual jika terlalu manis.. namun itu pemberian acha membuat ia memakannya juga.” Umm. Enak.. enak banget. Nanti Acha mau pamer sama koprasi ang enggak mau kaiush Acha es Krim. Liat aja nanti.”Ujarnya disana bercelote sembari makan hinga celemotan.
“Diem.. makan dilu gih..”Ujar Rian mengusap bibirnya dengan ibu jadi. Acha tercengir dan kembali makan makananya. Setelahnya Acha membuang bungkusnyua dan bungkus Rian.”Kamu tidak mau nambah? Banyak loh.’Ujarnya disana heran.
Acha menggeleng.’Sebenernya mau si. Tapi kadang kita memang harus membatasi yang kita mau supaya kita tau yang terbaik itu apa. Sebab mau saja tidak cukup mengkliem jika hal itu kita butuhkan.”Ujar Acha dengan tersenyum.”Kata bunda nanti jika makan coklat itu bisa bikin gigi Acha sakit. Gigi Acha udah bolong dua, jadi tidak boleh banyak-banyak. Sebab yang manis namun merugikan itu sangat-sangat percuma.”Ujarnya membuat Rian tersenyum bahagia.”Nanti jika Acha sakit gigi bunda sedih disana. Acha tidak mau bunda sedih.”Ujarnya lagi dengan sedih.
__ADS_1
Acha menatap Rian.”Jadi nanti Acha bakal control makannya meskipun punya banyak coklat sama makanannya, acha juga bakal bagi-bagi sama abi, paman, kakek, nenek. Sama penjaganya.. Wanda. Fanya dan tukang koprasi tadi kecuali Tante Aisyah nenek lampir... biar rasa manisnya tidak hanya acha yang rasain tapi semua orang. Karena kata bunda, sejujurnya rasa manis itu ketika saya minum satu sendok dan bisa memberikan satu sendok madu pada seribu orang. Sebab jika saya makan semua madu itu, maka tak lagi manis, melainkan menambah penyakit.”