Istri Butaku

Istri Butaku
Menyerah?


__ADS_3

...Dibawah ini teekhusus untuk kalian yang mau menyerah dan lelah. Semoga bermamfaat dan bisa membuka wawasan pemikiran kalian......


.


.


.


.


Kabar anak dan istrinya Hbaib yang masuk rumah sakit memasuki gendang telinganya Rindu dan Juga Nichol. Ia sangat marah tapi ia diam saja bersama Nichol menyusul kerumah sakit menjenguk keduanya. Dan disanalah ia melihat Rey dan juga Habib yang sedang melamun didepan ruangan Acha dan nayya. dimana Rian? Rian wedang sholat meminta kepada Tuhanya untuk Acha.


"’Sayang..”Gumam Rindu pada Rey yang nampak begitu kacau saat ini. Lihatlah, rambut klimsinya yang biasanya rapi saat ini seperti sarang tawon.


Rey yang mendengar suara istrinya segera bangkit dan memeluknya erat. Rindu mengusap pundaknya dan tersenyum.”Yang sabar. Semua akan baik-bnaik saja.”Ujarnya lembut. Bagaikan bius Rey disana mengangguk dan semkain memeluknya erat.


Habib yang meliriknya disana iri. Ia jga ingin memeluk dan dirasakan cinta yang begitu besar. Tapi ia diam saja disana dengan melirik kedepan. Rey mencium kepala Rindu.”Kamu baik-baik saja kan? Sini duduk. Kamu pasti lelah.”Ujarnya Rey mengajaknya duduk disampingnya Habib.


Rindu tersenyum dengan manisnya.”Yaampun, kamu sudah makan belum?”Tanya Rey disana.


Rindu belum makan sama sekali membuat ia diam, Rey mengusap kepalanya Rindu pelan.”Yaampun pasti belum kan. Aku belikan makan dulu yah buat kamu nanti kamu sakit.”Ujarnya halus.


Rindu menggeleng.” Kamu juga belum makan kan?”Tanyanya. Rey disana menatapnya sayu.” Jika kamu tidak makan akupun tidak akan makan.”Ujarnya lagi mengusap tangan Rey ditanganya,.”Kamu boleh khawatir. Tapi kamu tidak boleh sakit. Jika kamu sakit siapa yang akan merawat aku?”Tanyanya terkekeh.


Rey disana menghela mnafas.”Yasudah.. Rajja.”Rey memanggil Rajja disisinya tadi. Raja mengangguk."Temani ayah beli makanan yuk. Kita cukup dikantin aja.”Ujarnya.


Raja mengangguk. “Ayah takut kalian sakit nanti.”Ujarnya lirih.


Raja mengangguk.”Ayok.”Ujarnya. Rey mengusap kepala Rindu sayang dan menciumnya.”Aku belikan makanan buat kita dulu yah.. cup.. ingat jangan genit.”Ujarnya. rindu disana terkekeh dibuatnya dan mengangguk saja.


"Hati hati...!! " Ujar Rindu.


Rindu melirik kepergian Rey sedangkan habib hanya diam bersandar dna menatap kedepan. Menguping pembicaraann mesrah disampingnya itu. Ia kehilangan dirinya, ia kehilangan setengah nyawanya dan ia kehilangan harapan. Hingga ia mendengar suara.”Kamu menyerah?”Tanya Rindu terkekeh.

__ADS_1


Habib mengangguk dengan air mata yang jatuh.” Terlalu sulit dan terlalu sakit. Saya tidak pantas cua saya menyerah. saya akan pergi setelah ini .”Ujarnya lirih dan mengusap air matanya terkekeh.”Bahkan mendekat saja saya sudah membuat mereka sakit.”Ujarnya melirih.


Rindu disana terkekeh menatap kelangit-langit ruangan itu.


“ Lemah.”Ujarnya Rindu.


Habib terkekeh juga mendengarnya, ia mengangguk mengiayakan hal itu."Kau benar.. aji lemah. " Aku Habib. rindu berdecap dibuatnya.


“Kamu suka gunung? Pemandanganya?”Tanyanya.. Habib mengangguk mendengarnya.


“Gini yah... Kamu suka gunung? Apakah kamu bisa menikmatinya secara Cuma-Cuma tanpa usaha?”Tanya Rindu padanya. Habib menggeleng lirih mendengarnya. 'Yaiyahlah mana ada yang cuma-Cuma yah kan? Kamu liat lukisannya saja kamu harus usaha salah satunya ketukang lukisan atau kerumah orang pecinta lukisan bukan?”Tanyanya Rindu tergelak.


Habib menatapnya lirih. Aneh bisa-bisanya Rindu tertawa diselah kekhawatiran. Apa ia tak cemas akan Acha? Namun ia focus pada pembicaraan Rindu. Benar, tak ada yang Cuma-Cuma didunia ini. apalagi lihat pemandangan indah kan?


Rindu menatapnya dengan senyum.”Lukisan yang hanya gambar saja begitu, apalagi secara nyata... Sama halnya ketika kamu mau merasakan puncaknya gunung, puncaknya pendakian gunung yang kamu tujui.. kami butuh usaha.! Butuh bekal, dan kamu akan merasakan ada halangan dan rintangan.”Ujarnya Rindu.”Tak ada yang mudah didunia ini ketika kamu mau kepuncaknya.”Lanjutnya lirih.


“Kamu harus melewati lembah,, sungai. bertemu Hewan-hewan liar. Harus usaha dengan menghabisi tenaga. Makanan dan minuman. Ada banyak hal yang harus kamu korbannkan termasuk waktu.”Ujarnya Rindu lirih."Tapi semuanya akan terbayar lunas ketika kamu sudah berada dipuncaknya nanti, kamu akan menemukan pemandangan yang sangat-sangat memuaskan dan tak akan mengecewakan perjuangan kamu. Kamu bisa lihat sunsat, lihat senja. Lihat pemandangan yang masyallah. Sama dalam kehidupan kamu.”Ujarnya dengan tegas.


“Ayolah Habib berdiri.. kamu laki-laki, jadikan sekarang Nayya adalah puncak akan keinginan kamu, sebagaimana ketika kamu mendaki. Kamu akan melewati lembah, yang artinya kamu harus usaha keras, kamu akan bertemu hewan buas yang artinya kamu akan mendapatkamn hal yang cukup menyeramkan, dan kamu harus memiliki bekal yang cukup yang artinya kamu harus memiliki pegangan yang besar., kamu harus memiliki sabar yang tinggi supaya kamu tidak mudah menyerah dna yang terakhir kamu butuh waktu untuk kamu menuju keatas.. “Lanjutnya tersenyum.


Hahahaha. Gelak tawa Rindu kembali terdengar.”kamu terlalu primitive hahaha, terlalu suka makan sayur mentah dan daging mentah tanpa tau nikmatnya main makanan yang dimasak.”Gumamnya Rindu. Habib diam mendengarnya dan meliriknya.


“ Tidak ada manusia yang tanpa masalah didunia ini. Tidak ada Habib..! mau kamu cari diujung dunia manusia tanpa masalah itu tidak akan pernah ada. Bahkan nabi Muhammad suri tauladania kita akhlaknya yang mulia, tuturkatanya yang selembut sutra, pandanganya yang sendu dan juga tedu. Tapi apa? Ia banyak dibenci orang lain, ia punya malasah." Ujarnya dnegan tegas dan juga mata yang menatap Habib tajam.


“Kamu mau pergi kemana menghilangkan masalah kamu tolong jelaskana kepada saya .. kamu mau pegi menjauh kemana?”Tanya Rindu dengan suara yang tegas.”Mau kehutan? Kamu akan menemui masalah karena banyak binatang buas ataupun kegelapan karena tak punya minyak . Kamu mau kemana? Menjauh kemana? Kedunia yang berkeramaianm? Maka kamu juga akan terkena masalah, salah satunya kealamu akan sakit karena tak menemui kenyamanan. Tidak ada manusia yang tanpa masalah. Bahkan manusia baik lebih banyak masalahnya.”Ujarnya Rindu lkirih


“Saya baik, dan saya tidak pernah menjahati teman-teman saya dulu.”Ujarnya kepada Hbaib tersenyum lirih.”Tapi dimana-mana saya difitnah, dijauhkan bahkan disakiti. Apa salah saya? Hidup ini Hbaib memang begini. Ketika kamu terlihat jelek maka kamu akan dibully tapi ketika kamu terlihat cantik atau terlalu tampan atau lebih sedikit saja, maka kamu akan dijauhi.”Ujarnya tersenyum. “Ketika kamu yang baik dibilang sok baik dan yang sok baik dibilang cari perhatian. lantas mana yang paling benar dihadapkan manusia?”


“ Ketika orang jahat yang melakukan kesalahan itu diwajarkan dan dianggap hal yang lumrah tapi ketika orang baik melakukan satu kejahatan, menjadi suatu hal yang terlihat sangat buruk, seakan-akan dia adalah manusia paling buruk dan paling hina. Paling jelek dan paling tak pantas untuk didekatkan. Waraskah dunia ini?”Tanyanya lagi dengan kening yang mengerut.


“Lucuhkan haha. “Ujarnya terkekeh. Habib diam mendengar semua yang dikatakan Rindu benar. Manusia slelau salah dimata manusia lain, dan selalu terlihat kurang dimanusia lain, selalu akan memiliki masalah baik.


“ Manusia akan punya masalah, baik itu ketika kita yang membuat masalah atau masalah itu yang datang sendiri.”Ujarnya tersenyum. Habib menatapnya lirih. Benar. Jika kita yang tak membuat masalah maka msalah sendiri yang akan datang. Ketika kita tak menganggu orang lain maka po6rang lain yang akan datang menganggu kita.

__ADS_1


Rindu mengangguk.”Sampai sini saya mau kamu paham, jika kamu bukan statu-satunya manusia yang memiliki masalah ketika berjuang. Ada ribuan mahasiswa yang berjuang diluar sana dengan bersungguh-sungguh namun dikalahkan dengan mahasiswa yang berjuang mengandalkan nama dan jabatan orag tuanya. Itu lebih sakit loh.”Ujarnya terkekeh.


“ Ada juga anak yang berjuang dan terlihat baik didepan orang tuanya, menabung demi membeli baju orang tuanya, pulang sekolah dan bekerja keras membereskan rumah, bekerja keras supaya tidak meminta pada orang tua tapi tetap tidak dianggap dan malah dianggap menjadi anak yang tak berguna dan beban orang tua karena orag tuanya leih menyayangi adik atau kakak dari sang pejuang itu sendiri yang sebenarnya merekalah beban keluarga. Itu juga sakit. Hahaha ada banyak perjuangan didunia ini, hanya beda jalurnya saja, dan hanya beda mental. Siapa yang bertahan berusaha mencapai puncaknya, dan ada juga yang berhenti dan memilih turun dengan kesia-siaanya. Tanpa orang yang tersebut sadar jika ia sudah rugi besar.”


“Rugi waktu. Ruggi uang, rugi tenaga, rugi hati, malah parahnya selama itu ternyata ia berjalan tanpa ada hasil. Ada banyak yang begini, salah satunya ketika seseorang yang merasa sekolahnya lelah, dan memilih berhenti hanya karena ia tak suka pelajarannnya, ia merasa muak dan juga memilih bekerja karena merasa mendapatkan uang jauh lebih baik. Sedangkan tanpa ia sadari jika Uang bisa dicari kapan saja tapi tidak dengan umur dan kesempatan. Uang bisa didapatkan kapan saja tapivtidak dnegan ilmu dan pendidikan. Ia malas padahal diluar ada yang menangis karena ingin belajar tapi tidak ada uang. Saya tidak mau mengatakan hal ini lucu, sbeab mereka yang berada difase ini tidak lucu, karena mereka hanya manusia-manusia yang memiliki fikiran mundur, termasuk kamu.”Ujarnya lirih.


“Kamu berjuang tapi kamu lelah dan menyerah. Itu tandanya kamu tak memiliki niat yang terlalu besar dari apa yang kamu katakana, sebab perjuangan sesungguhnya adalah perjuangan tanpa batas, sampai Tuhan berkata’ Berhentilah hambaku. Pulang aku merindukan kamu.”Ujarnya tersenyum.”Dan ketika itu kamu harus kembali dan berhenti. “ Lanjutnya tersenyum.


Habib menatap lirih jari-jarinya. Ia merasa semua hal itu benar, ia dipukul akan kebenaran dan kenyataan. Ia harus bagaimana? Melangkah maju atau mundur? Ia mau maju dan melangkah topi ia tapk mau yang menjadi korban adalah ank-anaknya. Bukan lagi dirinya. Tapi orang-orang yang ia sayangi. Ia akan kehilangan orang yang membuat ia kembli tersenyum. Itu hal yang palig berat baginya. Tapi ia tau jika apa yang Rindu katakana itu adalah suatu kebenaran.


Rindu disana tersenyum.”Sayabtidak meminta kamu berjuang. Tapi saya meminta kamu untuk berfikir. Karena berjuang tanpa berfikir itu sama saja orang yang belajar tanpa otak.” Ujarnya Rindu tersenyum.


Habib meliriknya dan menatapnya dengan tatapan dalamnya. Ia kagum dan ia iri. “Apa yang harus saya laklukan supaya saya kuat dan akan kembali tetgar?” Tanyanya dengan mata yang meredup. Ia sangat gugup kepada Rindu.


Riindu disana menatapnya balik dan berkata.” Tatap wajah anakmu ACha. Bukankah kamu IRI karena ia tak bisabkau gendong ketika bayi? Lalu kenapa kau menyerah hanya karena halangan berjuang begini? Lantas bagaimana kamu yang berjuang lebih dari ini. kamu hanya baru satu kali melihatnya begini saja sudah mau menyerah. Anda ayah yang buruk.”Ujarnya. nyiiit. Hati Habib terada disobek oleh kenyataan. “Mangkanya kamu harus belajar menjadi kuat dan juga tak tergoyahkan.”Ujarnya lagi.


“Lalu tatap nayya. sebab dia hidup butuh perjuangan, bahkan rela mati hanya untk anak-anak kalian. Dia wanita kuat yang harus diperjuangkan, dan hanya lelaki yang bertegu dan kuat yang mampu mendatkanya. Karena pada dasarnya manusia lemah tak akan mampu menuju puncaknya gunung yang indah.”Ujarnya tersenyum.


Habib mengangguk dengan tekat yang kuat dalam hatinya, jiwanya membara untuk kembali kepada keluarganya. Meluruskan yang tusak dna juga membawa kegelapan ini kepada ia terangan yang ada. “ Terimakasih. Saya akan berusaha lagi,.”Ujarnya melirih. Sangat lirih.


Rindu mengangguk."Saya tidak bisa membantu lagi. saya dan Rey mungkin hanya bisa membantu sampai disini, selebihnya kami tidak ikut campur."Ujar Rindu membuat habib menatapnya terkejut.


”Kenapa? kalian membenciku kah?”Tanyanya kaget.


Rindu menggeleng lemah.”Bukan itu, tapi bukankah nanti Nayya akan tinggal dengan kamu dipondok pesantren? Bukankah Arga dan ACha akan ikut kesana yang artinya kamu tidak akan ikut campur lagi. kamu harus dewasa dan berjuang sendiri untuk memenangkan Nayya.,”Ujarnya lrih.”Saya akan mengajak Rey untuk pergi dari kehidupan kalian. Kami hanya bisa sampai sini selebihnya kamu yang berjuang demi istri dan anak kalian. “Ujarnya tersenyum.”Bukan Karena aku membenci kalian hanya saja aku mau kamu punya banyak waktu untuk belajar dan berfikir. Ingat kataku, berjuang perlu berfikir.”Ujarnya lagi.


“Tapi bagaimana jika Acha menanyakan kalian atau Arga?”Tanyanya lirih....


Rindu menatapnya mengangguk.”Mereka tau rumah saya. Mungkin saya akan menetap disini seidkit lama sebab saya merindukan orang tua saya. Orang tua saya sudah tua dan saya ingin berada disisi mereka, apalagi abi dan Umi saya sakit. Saya jadi ingat jika kecil saya mereka yang rawat, masa tuanya mreka saya biarkan orang lain merawat. Saya tidak mau hal itu terjadi.”Ujarnya lirih.


Rindu tersenyum,.”Dan masalah Khumairo dan Aron saya sudah menyekap mereka sebagai tanda salam perpisahan dari saya. “Ucapnya. Habib menatapnya haru. Sebab Rindu masih memberikan dirinya hadia untuk hal iini.”Saya boleh bertemu dengan mereka?”Tanya Hbaib lirih.


Rindu mengangguk.”Boleh. tapi jangan kaget jika melihat keadaan mereka memburuk, sebab mereka sudah akus erahkan kekeluargaku. Dan keluargaku tidak akan pernah membiarkan mereka bernafas dengan baik. “”Ujarnya Rindu memberi tahu.

__ADS_1


Habib disana mendenfarnya terharu.”Kenapa kamu baik sekali? Apa yang kamu makan sehingga bisa begini?”Tanyanya sayu.


Rindu tertawa mendengarnya.” Makan saya hanya hati satu. Kekecewaan, rasa sakit, dan ketidak ada harapan hingga diberikan satu, ketulusan “Ujarnya Rindu tersenyum.”sebab ketika orang yang terbiasa minum pill pahit akan menjadi manusia kebal dengan pil pahit biasa.” Ujarnya.”Dan saya tidak sebaik itu, saya hanya manusia biasa.”lanjutnya. habib mendengarnya diam. Apaah sesakit itu?


__ADS_2