
“Bicara ngaur apa kamu ha?”Potong ayah nayya membuat bibir Habib masih mangap itu mingkem dnegan wajah terlemas dan dada yang semakin nyeri.”Bicara yang benar. Jangan sampai saya hancurkan mulut kamu yang bicara tak disaring itu.”Ujarnya dengan tegas. Habib terdiam meremas jari-jari satu sama lain. Nayya terdiam mendengar orang tuanya dan Nayya. rian dan Acha menatap Habib dengan tatapan sendu. Arga? Hanya datar melihatnya. Sangat datar.
“Tiak ada hak atasmu membawa anak-anak Nayya.. Jangan membuat saya kembali emosi Habib, bahkan melihatmu saja saya tidak sudih lagi.”Ujar ayah nayya mengepalkan tanganya dengan erat hingga urat-urat ditangannya menonjol. Ruangan itu semakin memanas padahal tak panas sama sekali.
“Tapi pak—“
“ Tapi apa lagi?!!” Tanya ayah Nayya memotong perkataan Habib disana dengan cepat dan tegas.
Habib disana menahan emosinya yang ingin meledak. Ia menatap ayah Nayya tajam.”Bapak memang orang tua Nayya tapi bapak tidak memiliki hak atas anak-anak kami. Apakah saya salah mengajak anak-anak saya tingal dengan saya? Mereka tetap anak saya meksipun saya pernah melakukan kesalahan..!! saya sadar, dan selalu sadar akan hal itu. Tapi tidak ada niat dalam kesalahan itu. Itu berjalan engan keadaan yang ada..!” Ujar Habib tegas. Nayya disana menghela nafas melihat ayahnya dan Habib bertatapan sengit.
“Tidak ada alasan untuk lelaki yang tidak bertanggung jawab kaya kamu..!!” Ujar ayah Nayya menekan kata-katanya kepada Habib. Habib disana menatap ayah Nayya dalam dan tajam membuat ayah Nayya sedikit tertegun. baru kali ini ia melihat tatapan Habib yang tajam dan membantah,
Habib disana menekan emosinya yang mendalam.”Dan saya memang tidak punya alasan akan semua kesalahan saya.. Jangan selalu merasa suci pak, sebab eemua manusia didunia ini berdosa. Jangan merasa menjadi manusia paling suci duidunia ini. Jangans eakan-akan saya manusia paling kotor didunia ini hingga tak punya tempat untuk memperbaiki diri., memperbaiki keadaan..!!! Ingat Bapak anya manusia biasa yang juga pernah melakukan kesalahan, tetapi ketika meminta maaf kepada Tuhan maka tuhan akan memaafkan..!! jangan merasa tinggi hanya karena merasa tak pernah melakukan dosa besar,, karena kadang manusia yang lupa introfeksi diri adalah orang yang memiliki dosa besar tetapi tidak sadar. Contohnya dendam.” Ujarnya Habib disana menekan kata-katanya.
Brak..”HABIB..! KELUAR KAMU..!!” Teriak ayah nayya bangkit dan menunjukan pintu. Hingga semua disana kaget. Acha memeluk nayya. arga dan Rian menatap mereka dalam diam.
Ibu Nayya? ia mengepalkan tanganya menatap habib.”Berani kamu menentang kami yah..!” Gumamnya disana.
“Bukan saya yang harusnya keluar..!” Bentak Habib menahan emosinya. Ia menatap ibu dan ayah nayya dalam.”Bukan saya tapi seharusnya kalian introfeksi diri..!! kalian saja tidak sanggup ketika Nayya kecelakaan, hingga merasa ingin mati. Seakan-akan dunia kalian paling hancur. bagaimana dengan saya yang kehilangan istri saya yang tak taunya membawa anak saya.. 18tahun saya kehilangan anak dan istri saya... ingat 18TAHUN.. Dan itu bukanlah waktu yang singkat.. hingga nyaris putus nyawa saya ditengorokan karena menangisi mereka dan menangisi kebodohan saya.. saya harus kehilangan dunia saya sebab tak bisa melihat anak saya yang lahir dan besar.... Bapak tidak pernah merasakan hal itu..!” Ujar habi dengan mata merahnya kepada ayah nayya.
“Itu tidak seberapa dengan apa yang kamu lakukan dengan anak saya. Dan itu memang kamu penyebabnya sehingga kehilanbgan anak-anak kamu dan anak kamu..! Kamu penyebab anak saya hancur..!” Ujar ayah Nayya disana membentak kepada Habib yang ada dihadapanya. Ia sejujurnya merasa sakit sekaligus kasihan tapi rasa benci lebih besar saat ini.
“Tidak seberapa bagaimana jika bapak tidak tau betapa hancurnya hati saya..!” Bentak Habib kuat disana. Ayah Nayya disana mengepalkan tangannya.” Saya harus apa pak supaya bapak bisa merasakan penderitaan saya tidak sebanding dari nayya? apa saya harus hidup dengan segala kesengsaraan didunia ini? apa saya harus mem videokan tangisan saya, memberi bukti bagaimana sakitnya saya kehilangan mereka? Merasa ngidam akan anak saya sedangkan dia jauh dinegara seberang? Atau saya juga harus memberikan hati saya yang seakan-akan melemah dan tidak berfungsi karena terlalu skait?”Tanya Habib disana serak.
“Bapak tolong..!!! bapak seorang laki-laki yang sudah tua, pasti rau bagaimana rasanya kehilangan wanita yang paling bapak cintai, dan bapak juga pasti tau kan bagaimana rasanya kehilangan anak-anak yang bapak sayangi. Saya hanya minta waktu sebentar pak sebentar..!!” Ujar habib disana dengan air mata yang jatuh karena emosi dan sedih bercampur.”Saya hanya minta waktu yang bahkan secuilpun tak akan sebanding dengan waktu Nayya bersama anak-anak kami. Beri saya kesmepatan bagaimana rasanya memiliki anak. Bapak tidak tau betapa sakitnya tak pernah melihat anak bapak sedari kecil dan sekarang ia sudah menikah dan satunya sudah dewasa. Bapak tidak tahu..!” Ujarnya disana dnegan suara yang tersekat dan menangis dengan mengusap air matanya yang jatuh.
“Saya tidak set—“
“Ayah...!!” Gumam nayya.
“Nayya diam.. !” Ujar ibunya Nayya.
__ADS_1
Nayya menggeleng dan bangkit. “Tidak seharusnya begini. Jangan begini... Beri mas Habib kesempatan tolong. Dia berhak bersama anak-anak dan merasakan punya anaknya ayah.. ibu.. Dia berhak.”Ujarnya menatap Habib yang mulai mnangos terisak disana. Acha dan Acha menatap ayahnya miris..
“Tapi Nay—“
“ Tapi Acha mau sama Abi. Abi jangan nangis, nanti Acha nangis juga loh. Acha sayang Abi hiks hiks.”Acha disana mendekati Habib dan memeluknya erat. Ia tak tau betapa menderitanya Habib. Mendengar suara dan tangisan Habib yang sangat lirih membuat ikatan darah itu menyayat hatinya. Habib membalas pelukan anaknya dan juga memeluknya erat.”Acha sayang abi. Jangn nangis lagi abi.. maafin Acha.”Ujarnya Acha disana memeluknya.
Arga disana pun mendekati habib dan memeluknya. “Kami tidak tau apa yang abi lewatkan. Tapi kami mau kok sama Abi. beri waktu dengan Abi untuk punya kebersamaan sama kami,”Ujarnya. Habib disana memeluk kedua anaknya sayang. Anak-anaknya sangat manis.
Nayya menatap ibunya dan ayahnya., Riian disana pun menghela nafas.”Saya tidak punya tempat untuk bicara disini.”Ujarnya menatap Ayah Nayya.”Tapi saya hanya ingin, tolong beri kesempatan untuk semua ini,. saya tau apa yang kalian lakukan untuk Umi Nayya dan anak-anak adalah yang terbaik bagi kalian. Hanya saja kadang apa yang kita anggap baik belum tentu yang terbaik dan yang kita pikir jelek belum tentu jelek. Kita harus melaluinya dulu baru tau mana yang baik dan mana yang jelek. Kenapa kita tidak beri kesempatan Abi Habib untuk menentukan dirinya pantas dikatakan baik atau jelek.”Ujarnya dengan menatap mereka lembut.
Nayya mengangguk. Nayya menatap ayahnya.”Ayah.. ibu.. Nay tau kalian sayang nay,, tapi keadaan nay tidak semenyedihkan itu sampai-sampai semua yang mas Habib inginkan tidak dibolehkan. Nay mohon beri kesempatan buat mas Habib untuk bersama anak-anak.”Ujarnya memelas.”Nay tidak pernah minta apapun kan?”Tanyanya disana.
“Baik.”Ujarnya ayah nayya membuat habib menatapnya. Disana mata ayah nayya menatapnya dengan tatapan tajamnya.,”Asalkan kamu jangan ganggu anak saya Nayya. sampai kapanpun.. jikapun kami hendak cucu kami keisni kamu tidak ada hak melarangnya.. jika kamu berani mendekati Nayya dan menganggunya lagi. maka saya pastikan kamu tidak akan bertemu dengan anak-anak kalian.”Ujarnya lalu pergi menarik tangan Nayya.
Nayya disana menatap ayahnya memelas.”Sudah.. kamu masuk..”Ujarnya disana. Nayya disana menatap ayahnya dengan mata yang memerah. Ia ingin menangis mendengarnya, tak ada kah jalan supaya mereka bisa bersatu dan menikah? Bersama anak-anaknya.
”Nay mau deket sama Acha dan Arga dulu.”Ujarnya bergetar. Ayahnya tak peduli dan menatrik nayya masuk. Nayya disana hanya menangis dengan diam menatap Habib dan juga anak-anaknya yang hendak menghilang dihalang tembok.
“DIAM NAYYA.! JIKA KAMU KESANA LAGI MAKA AYAH TIDAK AKAN MEMBERI IZIN HABIB BERSAMA ANAK-ANAK KALIAN..!!” Bentak ayahnya membuat Nayya memejamkan matanya dan juga menunduk,. Ayah Nayya disana menatap lain arah dengan hembusan nafasnya. Dadanya naik turun sesak. sejujurnya tak tega, tetapi mengingat anaknya hampir mati ketika Habib menikah lagi membuat dadanya sakit. Sungguh sakit karena baginya itu tak akan termaafkan.
“Umi...”Gumam Acha menangis ingin bangkit. “ Kamu disana saja.”Ujar ibu Nayya kepada Acha membuat Acha diam menatapnya polos.
“Kamu ikut ayah kamu, kamu mau sama ayah kan? Jadi jangan ganggu ibu kamu jika ada ayah kamu.. silahkan pergi bersama ayah kamu.”Ujarnya melipat tangan diatas dadanya dan juga menatap lain arah.
“Apa salah Acha? Salah acha apa sampek engak boleh ketemu Umi? Acha mau sama Umi sama Abi..”Ujarnya ACha polos.
“ Salah kamu Karena kamu pilih Abi. Jadi kamu sama abi..”Ujar ibu nayya dengan menatap nayya.”Jadi kalian silahkan pergi dari sini. “ Ujarnya dengan tegas.
Acha disana menatap neneknya dengan tatapan tak percaya. Apa ia salah memilih ayahnya dan memberinya kesempatan? tangisan yang tak diminta itu jatuh sendiri hingga pipi gembulnya itu tambah menirus dengan derai air mata.
Arga disana juga menatap neneknya dengan tatapan tak percaya. “Nek..” ibu Nayya memilih masuk memngabaikan panggilan mereka. Arga dan Acha saling tatap dan juga menatap nanar hingga air mata mereka hendak jatuh. Apa selain kehilangan bundanya ia akan kehilangan uminya juga? Bukankah itu menyakitkan?
__ADS_1
Habib disana melihat semua itu mendadak murung dan merasa bersalah.”Maaf.. maafin abi karena abi kalian kehilangan umi kalian hiks hiks. Kaliaikut umi kalian saja biar abi sendiri. Abi engak apa-apa kok. Abi engak mau kalian sedih. biar Abi sendiri.”Ujarnya menjauh dan berdiri.
“Tapi ACha mau sama abi.”Ujarnya Acha membuat Habib menatapnya nanar.Kata Bunda dulu.' Jangan tinggalin orang yang rapuh dan jatuh. Sebab jika kamu meninggalkannya maka kamu adalah orang yang poaling berdosa dan bersalah’ Ia ingat kata-kata Rindu.”pekuk dia, rangkul dia dan ingatkan jika dunia itu indah dan juga punya isi yang tak terjelajah. Dan kamu orang yang beruntung karena bisa mengenalkan sisi itu kepada orang tersebut;’ Lanjutan bundanya. Acha ingat hal itu membuat ia tak tega menatap ayahnya yang rapih.
“Acha mau sama ABi.. “Ujarnya lalu menatap ria.”Engak apa-apa kan bang? Acha mau sama abi. Umi engak bakal jauhin kita kok. Umi baik dan nenek sama akkek juga. Mereka Cuma sedang marah saja.”Ujarnya menenangkan dan memeluk abinya menyembunyikan rasa sakitnya sendiri. Rian mengangguk.
“Tapi—“Gumam habib.
Acha disana mengeleng.”Udah abi jangan ngomong lagi. dada acha sakit. Pulang yuk...”Ujarnya disana. Habib memeluk anaknya nanar dan juga menciumnya, ”Terimakasih.” Gumamnya disana pelan. Lalu matanya menatap Arga yang diam.
“Arga disini saja enggak apa-apa. Biar Umi tidak kesepian.”Gumam Arga membuat Habib diam menataponya sedih.
Arga tersenyum.”Aabi jangan sedih. besok Arga bakal suka main kesana kok. Arga engak mau Umi sedih.”ujarnya. habib mengangguk dan mencium kepalanya.arga disana tersenyum dan mengangguk.”Jaga Umi yah sayang.. abi paham..”ujarnya. artga mengangguk. Sebab ia ingat pesan Rindu.
“Anak perempuan itu jika sudah menikah maka ia akan menjadi mimik suaminya, tapi beda dengan anak laki-laki. Dia akan tetap menjadi milik ibunya hingga ia mati. Jangan tinggalkan Umimu yah bagimanapun keadaannya. Sebab kamu miliknya dan kamu harus terus menyemangatinya. Bagaimanapun keadaanya jangan tinggalkan ibumu.. apalagi hanya karena perempuan, karena perempuan yang baik pasti akan memperlakukan ibu sang suami dengan baik sebagaimana ia memperlakukan ibunya sendiri. “ Ia ingat pesan itu. Dan ia janji tidak akan melanggar. Mengingatnya saja membuat Arga ingin menangis.
“Jika begitu. Abi, acha dan Rian pamit yah. kamu baik-baik disini. Jaga umimu. Abi sayang kamu.. Assalamu’alaikum.”Ujar Habib memeluk Arga. Arga mengangguk membalas pelukannya dnegan hangat. Habib mengusap kepalanya datang dan pergi membawa Acha.
Acha mengecup pipi Arga.”Jagain Umi yah.. acha sayang abang sama Umi.”Bisiknya. arga disana mengusap kepala sang adik dan mencium pipinya.”Kita harus satuiin umi sama Abi. Kamu disana baik-baik aja yah. ini misi kita ingat.”Ujarnyatersenyum keil.
Acha disana menatapnya polos. Arga terkekeh dan member kode jika ini adalah rahasia mereka saja. Ia meliriknya dan mengangguk kecil.”Beneran yah..”Ujarnya paham.
Arga menganggiuk.”Jangan nangis lagi. . achakan udah jelek jadi tambah jelek tauk.. adek abang enggak bolehh tambah jelek. Nanti suaminya selingkuh sama cari istri baru. “ Ujar Arga disana menarik hidung sang adiknya dnegan gemes hingga hidung itu memerah dan juga basah karena ingus membuat Arga sedikit menyesal.
“Ih abang bicara apa si.. sakit tauk ih.”Ujar Acha mengusap hidungnya. Habib dan Rian tersenyum melihatnya. “Enggak bakal gitu yah. kalo iya nanti Acha potong tytydnya.”Ujarnya membuat rian melotot mendengarnya.
“Belajar dari mana bahasa itu?”Tanyanya disana kaget.
Acha menatapnya polos.|"Dari Bunda Rindu... katanya kalo abang Rian selingkuh atau nikah sama cewek lain potong aja tytydnya, terus cari suami baru. Karena enggak penting tangisin abang.”Ujarnya. Rian mendengus mendengarnya, ajaran bundanya tak baik sekali.. Habib dan Arga menggeleng melihat Rian dan Acha.
Acha enggak boleh bicara itu lagi yah. enggak boleh. Dosa tauk.”Ujarnya. Acha disana mencebik saja, namun tak urung mengangguk patuh.”Acha pergi. Baybay abang..!” Ujarnya membuat Arga melambaikan tangannya.. arga tersenyum dan ia akan menyusun rencana baru...
__ADS_1