Istri Butaku

Istri Butaku
Abi


__ADS_3

Dibelahan dunia lain ada sosok Habib yang menatap makanan sahurnnya dengan nanar. Ia terkekeh pelan sembari mengusap air matanya. Ia memang lelaki cengeng, mudah sekali menangis. Bahkan semalaman ini ia menangis mengingat Nayya yang mengatakan ia punya suami.


“Nay mas tau itu kamu. Bahkan mas masih ingat sama tahi lalat dilengan kamu.”Gumamnya pelan. Ia tak berselera makan, ia hanya menatap makannya nanar.


“Mas yang dulu selalu ngusap mata kamu dan seluruh tubuh kamu, mas yang rawat kamu sampai mas hafal suara kamu. Tapi kenapa Nay? Apa kamu udah nikah lagi?”Gumamnya lirih mengusap air matanya. Matanya membengkak akibat menangis seharian.


“Mas jahat banget yah nay sampai kamu pergi ninggalin mas hiks hiks.”Gumamnya lirih mengusap wajahnya nanar.”Demi Tuhan Nay mas enggak ada niatan buat menduain kamu, tapi semua itu hanya karena keadaan enggak lebih Nay. Mas tau mas Egois tapi mas mohon jangan gini.”Gumamnya lirih. Bahkan suaranya hilang saking sedihnya dirinya, saking piluhnya hatinya.


Ia mengusap air matanya dan menatap lain arah.”Apapaun yang tejadi mas akan cari kamu lagi nay. Mas belum jatuhkan talak dan kamu masih istri mas , mas tau mas salah tapi demi Tuhan tidak ada niatan untuk meninggalkan kamu.”Gumamnya lirih disana menatap nanar. Ia tak makan banyak, ia hanya memakan dua sendok nasi yang terasa hambar baginya dan minum. Habib dan Fatih satu rumah hanya saja Fatih ada kerja diluar mangkanya Habib sendirian.


Pagi ini Habib harus bergegas kekampus lagi, namun sebelum itu ia pergi kesalah satu tempat detektif dikota ini. ia akan mencari nayya dengan data yang punya, setelah semuanya selesai ia kembali pergi kekampus dengan keadaan yang sangat pucat bibirnya, matanya membengkak membuat ia mengenakan kaca mata hitam, bahkan matanya menyipit tapi harus bagaimana lagi? kewajiban tetap kewajiban ia tak mau nanti dirinya dituntut diakhirat.


Dijalan ia termenung memikirkan kejadian kemarin sampai ia tak sengaja menabrak seseorang yang didepanya membuat ia Disana terkaget menatap siapa yang ia tabrak. Ia terdiam dibuatnya menatap sosok yang terjatuh dijalanan itu.


Acha..!!


Acha baru saja sampai diantar oleh Rey, dan ia mau memasuki kelansya tetapi ditabrak oleh Habib membuat ia tumbang. Acha menatap Habib dengan tatapan tak suka namun karena rasa sopanya terhadap guru itu membuat ia diam dan berkata.”Maaf.”Gumamnya mencicit.


Kemarin ia dimarahi oleh semua keluarganya akibat tau apa yang ia klakukan kepada dosen, dan dianggap tidak sopan oleh keluarganya.


Habib disana terdiam menatapnya, mata itu.. ia jadi ingat Nayya. namun setelah itu ia tersenyum.”Saya juga minta maaf karena sudah membuat kamu pingsan, saya tidak tahu jika kamu mudah sakit.”Ujarnya disana. Acha disana mengangguk semangat dan tersenyum.


Moodnya memang mudah berubah.


Acha disana mendekat.”kita damai?”Tanyanya. Habib mundur dibuatnya membuat Acha mentapnya kecewa. “Tidak mau? Yah..”umam Acha kecewa namun dia menunduk saja tak mau menatap Habib.


Habib menatapnya dengan tatapan heran.”bukanya kamu sendiri yang bilang tidak mau memaafkan saya? Dan sangat membenci saya karena tumpahan kopi.. oh iya, saya baru ingat kpopi itu. Maaf saya memang sangat-sangat tidak tahu akan kejadian itu.”Ujarnya meringis. Dikalah ia pulang ia mengingat apa yang dikatakan oleh Acha dan ternyata ia ingat ia membeli kopi, ketika melihat Nayya ia lupa membeli kopi dan malah menumpahkan pada orang lain.


Acha disana mengangguk.”Tidak apa-apa. Sudahlah sembuh kok diobati oleh Umi.”Ujar Acha menunjukan bagian pipi kananya yang bisa dilihat mengelupas. Habib meringis dan merasa bersalah.”Jadi bapak mau memaafkan saya kan?”Tanyanya disana. Habib disana diam mendengarnya. Acha seprti anak kecil.


Acha menatap Habib dengan tatapan memohonya.”Ayolah pak.. maafkan saya yah yah.”Ujar Acha mengelilingi Habib dengan memegang telinganya, ia menatapnya memohon.


”Atau Acha dihukum saja biar bapak memaafkan saya yah yah. Maafkan Acha tolong.”Ujar Avha disana dengan berlari-leri kecil mengelilingi Habib dengan muka imutnya. Tak ada yang peduli jika diluar beda dengan lokal.


Habib disana malah terkekeh melihat kelakuan Nayya membuat Nayya tersenyum menampilkan giginya.”Bapak memaafkan saya kan?”Tanyanya.”Lihat bapak senyum hehe..”Gumamnya disana dengan mata menyipitnya.

__ADS_1


“Kenapa kamu meminta maaf? Bukanya kamu tidak suka saya? Saya yakin ada udang dibalik bakwan ini.”Ujarnya disana kepada Nayya.


Nayya disana terkekeh.”Salah bapak, yang benar itu ada Udang dipasar haha.”Ujarnya membuat Habib Disana ikut terkekeh.” Dan kemarin pas pulang Acha dimarahin Umi sama Ayah. Katanya guru itu sama saja dengan orang tua, yang memberi ilmu dan juga memberi waktu.., jadi ketika Acha melakukan kesalahan dan melwan guru itu sama sama dengan durhaka dan akan masuk neraka. Acha tidak mau.”Ujarnya disamna. Acha tidak bohong.! tau ada yang lebih jujur, sejujurnya ia diancam tidak akan dikasihi hadia baju hari lebaran jika tidak meminta maaf dengan Habib oleh ibunya.!


Habib disana tersenyum tipis dibuatnya. “Kamu polos.”Ujarnya Habib disnaa tersenyum tipis, tanganya gatal ingin mengusap kepala Acha namun sadar mereka bukan mahrom membuat ia menahan diri menatap anda yang polos.


Acha disnaa menggeleng.”No. Acha hanya bodoh saja hhehe.. mangkanya acha tidak bisa berfikir seperti kalian.”Ujarnya disana.


Habib mengeleng.”Bukan, manusia tidak ada yang diciptakan bodoh, dan yang membuat bodoh itu adalah diri manusia sendiri, sudah tahu bodoh tapi tidak mau berusaha.. “Ujarnya disana.


”Dan bodoh itu ketika seseorang yang tidak tahu membaca menilis dan sebagainya namun ia tidak mau belajar. Lagipula orang yang tidak mampu menulis sekalipun tak pantas dikalatan bodoh,. ada juga orang bodoh yaitu orang yang tak mau menerima kebenaran demi suatu hal yang menurutnya paling benar. Dan merasa dirinya paling pintar padahal manusia pintar akan merasa dirinya bodoh Karena haus akan ilmu.”Ujarnya.


Acha disana menatapnya mengangguk.” Kamu hanya polos.”Ujar Habib menatap Acha. “Kamu hanya tidak bisa membedakan mana yang jahat atau baik. Dan kamu anak yang penurut. Orang tua kamu beruntung memiliki kamu.”Ujarnya membuat Acha diasana tersipu namun ia memalingkan wajahnya dan tersenyum.


Namun setelahnya mata Acha melotot.”Astaghfirullah acha telat ih bapak.”Ujarnya dengan gelisa dan berlari meninggalkan Habib, namun setelahnya berbalik lagi.”Aduh Acha lupa ngucapin salam. Baybay bapak.. Assalamualaikum egah nggak tau deh... ”teriak Acha dan pergi meninggalkan Habib.


Habib disana tersenyum dibuatnya. “Baybay. Waaalikumsalam” Ia tau Avcha pasti takut mengucapkan salam karenanya takut dia Nonis. Kan disini islam minoritas dan juga sangat sedikit. Bahkan sangat tipis dibandingkan dengan agama lainnya.


Habib mengusap matanya yang peri dibalik kaca matanya, ia menghela nafas dan melirik kelain arah, kepalanya sakit membuat ia memauski kelas dan mulai mengajari anak-anak yang ada dikelasnya. Itu kelas yang ada Arga dan juga anaknya Abi. Anak Khumairo tepatnya.


Ketika ia masuk disana semua sudah siap termasuk Abu, disana Nampak Abu menatapnya dengan tatapa binarnya. Habib memang sudah bilang jika ia mengajar disini, dan hari ini pertama kali Habib mengajar loh. Dan sudah membuat histeris satu kelas akan parasnya Habib. Mana Habib mengenakan kaca mata hitam lagi.


“Pak saya boleh bertanya?”Salah satu mahasiswi yang sangat seksi disana menatap Habib penuh minat. Habib mengangguk.


”Bapak yakin umur segitu? Bapak mau jadii sugar dady saya enggak?”Tanyanya mengedipkan satu mata dan soraki oleh semua orang.


Habib disana menatapnya dengan tajam, lalu mengangkat tangan kanannya , tedapat cincinnya dan Nayya.. membuat semua orang terdiam.”Tidak, saya sudah menikah.”Ujar Habib membuat wanita itu malah menjerit.


“Uhh soswit..”Gumamnya. dan semua orang pun sama membuat Habib disana menghela nafas. “Tidak mau niatan selingkuh pak?”Tanya salah satu dari mahasiswa dan siswi yang lain kepada Habib. Maklum habib masih tampak muda dan gagah.,


Habib malah memukul meja membuat semuanya terdiam.”Saya punya pertanyaan buat kalian yang ada disini. Dan kalian harus menjawabnya,”Ujarnya disana membuat semuanya diam tau jika Habib disana marah.


Habib tersenyum,.”Kemarin saya ada baca disalah satu artikel yang begini ceritanya.kamu memiliki 5orang yang kalian sayangi, 1, orang tua, 2 istri, 3, anak 4, teman dan 5, harta. Jika kalian disuruh coret tiga dari itu apa yang kalian coret?”Tanya Habib disana.”: Tulis dikertas kalian dan angkat tinggi-tinggi.”Ujarnya membuat semuanya mengikuti arahan.


Semua terangkat dan banyak yang memilih mencoret teman dan harta, ada juga orang tua. Gila memang Habib disna menggeleng dibuatnya.

__ADS_1


” Disini Nampak bukan jika kalian tak mampu menghargai ketulusan hanya karena sebuah kebahagiaan, sedangkan kebahagiaan kalian miliki itu bersuumber dari manusia tulus.”Ujarnya. “Bahkan kalian merelakan orang tua dibandingkan uang?” Tanyanya.


Semua diam karena memiliki alasan tersendiri memilihnya kan, “Tapi saya memaklumi sebab tak semua orang mendapatkan ketulusan bukan? Karena ketika tak memiliki ketulusan orang akan berambisi memiliki harta dan mengubah pola pikirnya, ada harta maka ada orang tulus, bahkan jika ada harta semuanya mendekat? Benar bukan benar?”tanyanya dan diangguki yang lain.


“Lantas kenapa kebanyakan tidak ada yang mau mencoret istri dan anak? Bukankah mereka orang asing?”Tanyanya.


“Bukankah orang baru yang kalian kenal? Orang yang tak ada sangkut pautnya dengan uang? Bahkan kalian tak akan mampu menukarkan mereka dengan apapun?”Tanyanya disana dengan nada bingung dan mulai mengelilinngi mereka disana.


“Karena tak bisa ditukarkan oleh apapun lah sehingga mereka berharga..”ujarnya Abi disana membuat semua terdiam.


”Tepat sekali, tak ada yang lebih berharga dari mereka dan tak mampu dipisahkan pada diri kita.”Ujarnya disana. “Lalu mengapa orang tua yang kalian coretkan dalam diri kalian? Bukankah orang tua itu harus dihormati dan selalu ada untuk kalian? membesarkan kalian?”Tanyanya disana.


Semua diam tak lagi menjawab.”Karena hanya diberi dua pilihan, mangkanya kami pilih dua, “Ujarnya salah satu siswa membuat semua bersorak kepadanya karena jawabanya. semuanya menatap Habib serius.


Habib malah tersenyum dan berkata.”Karena satu hal, orang tua jika disuruh memilih, dunia dan anak, maka mereka akan memilih anak, mangkanya anak tak memilih orang tua. Karena mereka tau orang tua akan selalu memilihnya dan juga meninggalkan dunianya. Mau anak memilih orang tua atau tidak, orang tua akan tetap bersama anaknya, ikhlas menyayanginya dan juga mengasihinya.”Ujarnya.


“Salah.!” Ujar Arga membuat semua orang terdiam menatapnya. Arga menatap habib.”Yang benar itu adalah. Dipilihan itukan kita memilih istri dan anak, yang berarti kita orang tuanya atau suaminya , mangkanya kita tidak pilih orang tua, karena kata ;Orang tua ‘ disana merujuk pada diri kita’ dan mangka dari itu saya memilih anak dan istri.”Ujarnya.


Semua orang menatapnya kagum dna bertepuk tangan. Habib mengangguk.”Sama saja hanya penyampaianya berbeda, intinya kalian memiluh anak dan istri karena mereka berhargakan?”Tanyanya dan diangguki semua orang.”Sama dengan layaknya saya. Saya mencintai anak dan istri saya bahkan mengalahkan dunia sekalipun, dan tak ada yang mampu mengalahkanya kecuali rasa cinta saya kepada Tuhan dan Rasul saya. Jadi jangan bertanya suatu hal yang memalukan diri kalian.,”Ujarnya dan disoraki orang lain.


Habib disana tersenyum kepada Arga yang disana menatap Habib dengan mengangguk.


Sedangkan Abu disana menatap ayahnya dengan tatapan nanar dampai kelasnya selesai disana semuanya diam, habib mengajarkan banyak hal disana sampai ia tau jika Abu menatapnya penuh kerinduan dan Arga yang pokus menatapnya. Arga sangat aktif dan juga sangat pandai. Bahkan pertanyaan anak lainpun ia bisa menjawabnya disana.


"Ayyub, ----" ucapan Abi terpotong.


Ketika Habib keluar pun disana Abi mendekat denganya bersamaan dengan Arga yang keluar dari sana. Habib pun bertanya.”Kamu mau kemana Arga? Kok buru buru?”Tanyanya mengabaikan Abi yanbg mendekat membuat ABi melirik ayahnya nanar.


Arga yang disanapun tersenyum dan menyalami Habib.”Maaf pak, saya ada urusan, adik saya sakit katanya mau pulang saja. Soalnya dia puasa, dia kebiasaan tidak mau batal puasa padahal masih sakit.”Ujarnya membuat Habib terdiam.'’Dia itu keras kepala.”Ujarnya. Habib mengangguk saja dibuatnya.


"Saya duluan yah pak... "Ujar Arga. mata Habib menatapnya menolak tapi dia siapa? Ada esa rindu didadanya.


“Abbi engak kangen abu?”Tanya Abi disana membuat Habib tersadar dan Arga pergi. Habib menghela nafas dan menatap anak Khumiaro itu tersenyum.


.

__ADS_1


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak.. ...


__ADS_2