Istri Butaku

Istri Butaku
Abu


__ADS_3

Rani menatap kembarannya dengan tatapan tak percayanya. Lalu ia tersenyum dan bertanya. “Kakak suka sama Acha?”Tanyanya pelan, acha bahkan tak dengar hanya Raja dan juga Nichol yang mendengarnya disana. Rindu dan Rey hanya diam karena mereka yakin dan tau jika maksudnya dari kata Rian tadi begitu.


Rian menatap kembaranya dan diam. “Ayo makan lagi, kok jadi diem si. Ayo makan bunda masak buat kalian loh.”Ujarnya Rindu lagi. semuanya mulai sibuk hanya Rian yang diam menatap Rindu, ia takut jika Bundanya melarang ia bersama Acha.


Rindu disana pun mengedipkan satu matanya. Rian terkekeh paham dan makan kembali, yah Rian itu anak angkatnya Rindu, jadi jikapun ia suka dengan anak Nayya itu tak masalah, tak ada ikatan darah, tetapi Rian mau menghempaskan perasaanya itu karena merasa tak pantas, ketika Acha sudah diangap menjadi adik karena ia termasuk anak sepersusuan Rindu membuat ia banyak pertimbangan. Ia juga selalu menjauhi Acha untuk melupakan perasaannya namun lagi dan lagi. ketika ia bertemu dengan Acha rasa itu kian menambah, bahkan ketika ia jauh darinya sekalipun.


Disisi lain sosok Nayya canggung dengan habib, ia kaget ketika ada Abu disini bersama Fatih, yang lebih kagetnya lagi ia tau jika Abu itu anaknya Habib, akh ralat maksudnya anaknya Khumairo. Habibpun kaget karena tak tahu apa-apa. Sedangkan Fatih? Ia hanya diam karena tadi bukan ia yang membawa Abu sungguh..!!


Habib menghela nafas.”Jadi? maaf.”Gumamnya lagi dengan nanar. Ia melirik Nayya yang tak tau apa-apa itu dan bicara.”Dia anakku.”Ujarnya.


Nyut.. Nyaya diam mendengarnya, seperti ada yang luka didadanya namun ia tak tau luka apa. Ia menatap Abu yang sedari tadi diam mentapnya. “Dia anaknya khumairo.”Ujarnya Habib lagi dengan ringisan.


Abu diam menatap Nayya. nayya diam mendengarnya dengan terima tak terima, Habib kembali bicara ditengah kegugupan yang ada. “Dia sekarang tinggal bersamaku karena pertukaran pelajar namanya Haibuandara kau bisa pangil dia Abi, tapi aku sendiri memangilnya Abu.”Ujarnya Hbaib takut lagi. “Kau tak marah kan? Maaf.,”Ujarnya lirih.


Ia menatap Abu yang diam,.”Dan Abu kok ada disini? Bisa jelasin dengan abi?”Tanyanya pelan dan juga lembut. Abu diam memnatap Habib dengan nanar. “Jadi ini yang Abi sembunyiin dari Abu? Kenapa abi enggak cerita dan enggak mau kasih tau Abu?”Tanyanya lirih dan tersenyum lemah.


Habib jadi tak tega dna merasa bersalah. Ia menyembunyikan ini juga karena ia tak mau Nayya marah. "‘Aku Abu bikin Abi susah dan juga tidak berharga lagi Bi? Apa Abu dianggap menjadi perusak hidup Abi sama dengan Umi?”Tanyanya. Habib menatapnya dengan nanar dan menggeleng. Nayya mendengarnya menjadi iba. Ia kenal dan ia tau idup Abu. Ia mendadak lemah saat ini.


Abu menghela nafas, mengusap pipinya yang basah.” Tadi Abu sembunyi dibagasinya mobil Fatih kesini karena tadi sempet dengar paman Fatih mau kasih kado buat anaknya abi hehe.. Jadi yah Abu niatin dan nekat kesini tanpa pengetahuan abi. Tapi nyatanya tadi Abu malah ketangkep pas dipemeriksaan diluar. “Ujarnya tersenyum miris lagi. ia menatap Fatih dan menghela nafas.”Paman tidak pernah memberikan aku kado disaat mau lebaran. Kenapa Paham berbeda dengan Abu? Apa paman juga tidak suka Abu?”Tanyanya pelan sangat pelan hingga hilang suaranya. Ia menunduk takut dan juga lemah akibatnya. Iri? Tentu saja ia iri, hidup 17tahun Fatih tak pernah beri ia hadia, selalu menghindar dan memilih pergi dari pondok psantren menuntut Ilmu diluar dan juga kerja diluar.


Faith menatapnya dnegan muka rasa bersalahnya, dan Nayya mendengarnya menjadi sesak. Sesakit apakah hatimu nak?


Kenapa sesakit ini mendengarnya? Dan mata Abu menatap Nayya hinga mata mereka bertabrakan. “Dan bagaimana bisa aku membenci mu orang yang membuat ibuku melupakanku, xedangkan kamu adalah orang yang sangat baik?”Tanyanya dengan Nayya. yah ia membenci Nayya sebelum ia tau jika Nayya adalah ibu dokter yang menolongnya dan ia anggap ibu.


Nayya disana menatapnya dengan senyum, ia mendekat duduk didekatnya Abu. Abu terdiam melihatnya hingga Nayya menariknya kedalam pelukannya. Abu terdiam merasakan pelukan itu hingga mata Nayya jatuh dipundaknya membuat ia ikut menangis.”Luka kamu terlalu dalam, mau ibu obati hm?”Tanyanya Nayya lirih.


“Tapi lukaku tak bisa diobati.”Ujar Abu menangis memeluk Nayya erat.”Luka ku disini.”Ujarnya memegang dadanya sakit.”Karenamu ibuku melupakanku hiks hiks, dan karenamu aku ada didunia ini. aku tau hiks hiks aku tau semuanya sampai aku benci kamu seutuhnya.,”Ujarnya berteriak dan memukul kepalanya sendiri.


Nayya menahanya menatapnya lirih.”Tappi kenapa harus kamu? Kamu yang sudah aku anggap orang yang baik dan yang ku harap jadi ibuku?”Tanyanya lirih.


Ia menatap nayya lirih dan mengusap pipinya. Nayya diam mengusap kepalanya nanar. “ Pertama kali aku bertanya kepada Tuhan kenapa tidak aku dilahirkan dari rahimmu saja, pertama kali aku bisa merasakan pelukan hangat dan juga sentuhan hangat, masakan enak dan juga penyemangat yang kuat. “Ujar Abu larah.” Tapi hiks hiuks. Tapi ternyata kamu orang yang aku benci sedari kecil.”Ujarnya sesak didadanya. Yah ia tau kejadian Khumairo hamil itu dan menyalahkan nayya. ia tau Khumairo memncintai Habib hinga melupakanya tapi Habib malah mengejar dan mencari nayya. ia mengangap jika Nayya adalah sumber masalahnya.


Nayya menatapnya dengan nanar.”Saat ini kamu masih membenciku?”Tanyanya. Abu malah terkekeh."’Bagaimana bisa aku membenci orang yang ku harap jadi ibuku?”Tanyanya lirih dan menggigit bibir bawahnya. “Sedari bayi tak ada yang mau merawatku kecil, mengisap kepalaku yang sakit.”Ujar Abu nanar.


“Tidak ada yang membacakanku surah agau cerita ketika aku tidur, tidak ada yang mengusap lukaku dan menguatkan aku, tak ada yang memberikanku bunga setiap pagi supaya aku kuat ketika aku dibully. Tidak ada.”Ujarnya lirih dan sesak. Yah setiap pagi Nyaya membawakanya bunga dulu ketika ia sakit karena Nayya tau jika mental Abu itu rentan akibat bullying, dan benar saja, lalu ia selalu menguatkanya dan memberi ia makanan.


Abu menatap Nayya lemah. “Aku tidak tau benci itu hilang.”Gumamnya lirih. Nayya disana tersenyum dan mengusap pipinya yang basah.”Kamu bisa panggil aku Umi juga sama kayak anak-anakku. “Ujarnya tersenyum.

__ADS_1


Habib dan Fatih menatap nayya diam. Ia tak paham akan pembicaraan keduanya sebab mereka tak tau jika mereka saling kenal tapi yang pasti mereka cukup akrab. Nayya melirik Habib dan berkata.”Anggap saja aku ibumu hmm. Aku akan beri kamu semangat sebagaimana ibu yang kamu harapkan, dan kamu harus menjadi kuat karena memiliki dua adik yang harus dijaga.”Ujarnya.


Abu menatapnya dengan nannar dan memeluknya erat. Ia tak tau harus bicara apa. Nayya mengusap kepalanya.”Belum terlambatkan menyebuhkan luka kamu akan dunia? Mari bersama Umi dan Umi akan ajarkan bagaimana dunia itu sebenarnya. Umi akan ajarkan bagaimana kasih sayang itu sebenarnya.”Ujarnya disana sesak


Abu tak tau harus apa. orang yang selama ini ia benci ternyata sangat baik.”Maaf. maafkan aku hiks hiks. Ku pikir kau orang jahat.”Gumamnya sesak disana. Nayya memeluknya dan menggeleng lemah. Abu tau jika pilihanya salah jika ia bersama Nayya malah ibu dan keluarganya pasti akan sangat marah, tapi ia nyaman dengan Nayya, ia mau bersama Nayya.


“Tungguh Tunggu. Kalian kok bisa saling kenal?”Tanya Hbaib disana tak tahan melihat drama ini. Nayya meliriknya dan tersenyum sinis. “Kepo.”Ujarnya. Abu mendengarnyapun menatap Nayya tak percaya, ia pikir Nayya itu sikapnya lembut jika dengan Habib.


“Serius Nay saya nanya. Kok kalian bisa kenal gini? Kok saya baru tau jika kalian saling kenal?”Tanyanya Habib dengan wajah seriusnya kepada nayya.”Tapi saya bahagia si liat kalian ternyata sudah akrab dan tidak meksi saya harus dekatkan lagi supaya kita bisa bersama.”Ujarnya terkekeh.


“Dih PEDE.”Ujarnya Nayya sinis.” Udah ah sholat dulu yuk, ini udah habis jam maggribnya nanti kita enggak bisa sholat lagi.”Ujarnya menarik ingusnya dalam.”Ini karena Abu nih bikin Umi nangis,, tanggung jawab.”Ujar nayya kepada Abu.


Abu kaget menatap nayya nanar.”Kok Abu yang salah?”Tanyanya.


Nayya mengangguk.”Iya abu yang salah, salahnya karena Abu bikin Umi nangis, jadi Abu harus habisin makanannya bunda Rindu nanti yah, soalnya enak makananya itu.”Ujarnya Nayya dengan senyum.


Abu menghela nafas menatap Nayya menyipit.”Siap kanjeng ratu.”Ujarnya dengan menunduk bagai prajurit raja.


Nayya tergelak dan mengangguk.”Oh jangan lupa Abu juga yang imam yah soalnya karena kamu dihukum.”Ujarnya. Abu hanya mengangguk disana dan tersenyum. Nayya dna lainnya memilih sholat saja, disana ada bik Loli yah tapi ia didapur karena tak mau bersama mereka, lagian ini pembahasan pribadi.


Sebenarnya Nayya tau jika mereka bukan mahrom., ia dengan Abu, tetapi ia sebagai dokter selalu belajar untuk menyentu yang bukan mahrom membuat ia tak tega akan Abu. Ia mau abu merasakan kasih sayang seorang ibu, ia mau Abu tidak sedih lagi, sebab ia sendiri mendengar dari fisikiater jika sebenarnya Abu sudah bermasalah dalam fisikisnya.


Beda halnya dengan Abu yang sudah bereskpersi, bahkan tak bisa mengeskpersikan diri karena tekanan batin dan juga dirinya sendiri, ia tak bisa melawan beda dengan Acha yang hidup dalam kebebasan me,mil;uh mana yang benar dan mana yang salah. Itu sebabnya Nayya ingin bersamanya, ia mau Abu hidup dengan normal dan juga hidup seperti layaknya anak lainnya.


Sebagaimana yang disuruh Nayya tyadi. Jadi Abu yang mengimami mereka dengan rasa takut dan juga bahagianya. Baru kali ini Abu merasa sangat bahagia dalam sholat. Bahkan sholat malam ini terasa sangat cepat dari sholat biasanya. Ingin rasanya ia kembali memanjangkan ayat dan juga rakaatnya supaya sholat ini tidak ada habisnya. Sayangnya tidak bisa.Sholatnya sudah usai.


Setelah sholat mereka memilih makan nasi dan makan masakan yang dibawa Nayya tadi dan diberi oleh Rindu. Sangat banyak makanan diatas meja. Nayya menyiapkan piring Abu dan berkata.”Abu mau makan apa hm? Biar Umi ambilkan?”Tanya Nayya disana kepada Abu yang diam lirih.


Abu menatapnya takut dan juga memilih mengeleng."Biar Abu ambil sendiri saja."


”No, kamu harus bilang mau makan apa. Biar Umi ambilkan, kamu tau, ini masakan enak semua tauk, yang masak itu mbak Rindu nanti kamu harus kenalan sama dia sesudah makan yah.”Ujarnya Nayya semangat.”Dan nanti kamu juga bakal panggil dia bunda. Jadi kamu punya dua ibu disini.”Ujarnya semangat.


Abu diam menatapnya heran, nayya menaruh nasi disana dna juga banyak lainya.”Ini ada Udang, yaampun ini pasti masakan kesukaan Acha yaampun mbak Rindu tau banget, ini ada juga dendeng makanan kesukaanya Rian. Kamu pasti suka.”Ujarnya menaruh hingga sepiring penuh makananya menggunung.


“Mi, ud-uda...”Ujarnya Abu meringis.


Nayya mengerjab dan tersenyum.”Oh yah udah. Nih habisin yah biar gendut. Kamu kurus banget soalnya.”Ujarnya terkekeh. Abu menatap ,makanan itu nanar, ia tak akan habis..! apa Nayya ingin menyiksanya dengan cara memberinya makan kuli begini? Tapi ia tersenyum saja dibuatnya.

__ADS_1


Habib yang disanapun segera mengajukan piringnya dihadapan nayya dengan senyum bodohnya. Nayya disana meliriknya dnegan alis terangkat.”Ngapain?”Tanyanya disana.


Habib tersenyum,”Isi in dong Nay.”Ujarnya dengan manja.


Nayya memutar bola mata malas.”Tangan lengkap, mata lengkap kaki lengkap masih aja nyuruh orang. Gunain tu sebagai tanda rasa syukur sama Tuhan.”Ujarnya ketus.


Habib menatapnya nanar. ”Yaallah Nay. Abu dikasih dan diisi kok yang saya tidak nay? Dikit saja Nay. Saya mau yah, “Ujarnya memelas.


Nayya disana memainkan bibirnya.”Ambil sendiri kalo mau makan, kalo nggak yah udah biar Avu saja yang makan semuanya sama Fatih. Kamu tidak usah makan sekalian.”Ujarnya ketus.


Abu dan Fatih terkekeh melihatnya. Habib hanya memanyunkan bibir dibuatnya. Ia memilih menaruh makanan sendiri melirik Abu.”Apa kamu Liat-liat Haa? Hiks Mulai Detik ini kita saingan.”Ujarnya dan memainkan matanya kelain arah seperti anak kecil.


Abu tergelak melihatnya dan nayya hanya mengeleng.”Tingkane masih kaya anak kecil. Gimana ini mau jadi ayah yang baik. Jangan-jangan umur doang yang tua, sifat kaga.”Ujarnya Nayya.


“Iyta bener Mbak. Tua doang, sikap masih ke bocil main EpEp. Jadi biarin aja asal enggak ganggun orang.”Ujar Fatih.


“Fatih kalo mau nambah nambah yah Tih. Jangan sungkan sungkan, anggep aja makanan sendiri.”Ujarny kepada Fatih.


“Umm makasih mbak.”Ujar Fatih tersenyum manis.


Habib menatap nayya nanar.”Nay saya tidak ditawarin?”Tanya Habib..


Nayya mengeleng. ”Mas jangan banyak-banyak makannya, kamu udah tua, inget kolestrol.”Ujarnya Nayya.


“Oh ternyata kamu enggak mau suruh aku makan banyak karena kamu khawatir?”Tanya Habib mengalihkan nayya yang judes.


Nayya menatapnya dengan delikan.”Dih Pede banget yah jadi orang. Inget umyr udah tuir (Tuaa) enggak pantes gitu sama Umur.”Ujarnya.


“Kan Cuma sama kamu engak apa-apa.”Ujar Habib tersenyum manis.”Mau saya suapin Nay? Aa?”Ia mengajukan sendoknya berisi nasi.


“Gila.”Gumam Nayya makan nasinya. Ia digelaki oleh Abu dan Fatih. Habib hanya terkekeh, Habib sangat tau cara membuat nayya bungkam.


Disisi lain ada Abu yang tersenyum sembari mengusap air matanya. Ia baru kali Ini makan masakan rumah yang seenak ini. sungguh.!! Ia bahkan habis makan satu piring yang diberi Nayya tadi. Bahkan ia nambah saking enak dan saking sukanya dia. Apalagi suasana hangat antara Habib yang menggodanya Nayya, Fatih yang menggoda Habib dan Nayya yang ketus. Suatu hiburan keluarga yang ia idam-idamkan selama ini...


.


.

__ADS_1


Selamat Idul Fitri... Mohon maaf lahir dan batin yah... masin kesalahan aku yang selama ini, dan akupun akan memaafkan semua kesalahan kalian... 🙏🙏🌹


__ADS_2