Istri Butaku

Istri Butaku
7. kehancuran


__ADS_3

Sudah seharian Habib dirumah sakit ini, ia menjaga Abu dengan sangat tanpa memikirkan dirinya. Beberapa kali ia mengiuap dan juga mengantuk akibatnya. Ia kurang tidur namun tak mau tidur, ia butuh istirahat namun matanya bahkan tak mampu menutup akibat resah dan gelisahkan hati. Bahkan makan saja terasa tak masuk kedalam perutnya..


Hingga sosok Abu yang terlelap dari tidurnya dan juga tersenyum menatapnya.. barulah ia bisa merasakan hati dan dadanya menghangat, barulah semua beban yang ia tanggul hilang.. ia bagaikan terlepas dari beban bertonton banyaknya. Ia sendiri tak mau lebay tapi begitulah kenyataanya.


Barulah ia merasa lapar, haus, capek dan lelah. Meski begitu semua terobati dengan senyum, dan juga mata Abu yang terbuka. Baginya itu sudah cukup, itu sudah menjadi obat baginya. Disana juga ia ditemani oleh keluarganya dan juga Rajja.


...----------------...


Disisi lain ada sosok yang menatap murka didepannya itu.”Apaapaan ini ha? Kamu tidak bisa kerja? Bagaimana bisa perusahaan ini hanucur dalam satu malam..!!! siapa yang menjual perusahaan ini katakana?!!!” Teriaknya menggema diseluru penjuru ruangan tersebut.


Sosok didepanya itu menatap Somad dengan tatapan meremehkan, yah... itu adalah sekretaris Somad. Saat ini somad sedang merasakan kehancuran dan kegagalan. Kenapa bisa? yah bisalah sebab pagi ini ia dikagetkan oleh palang diluar kantornya yang tertilis besar.” Perusahaan ini sudah dijual” dan itu membuat Somad murka dan juga bingung. Ia tak pernah menjual perusahaannya barang seceuil pun..!!


Belum lagi tuntutan dari para pekerja yang tak tahu apa-apa dan tak tahu menahu harus pulang kerumah masing-masing, enak jika hanya pulang, tapi ini meteka meminta pesangon dan juga gaji akhir sebagaimana ketentuanya. Mereka menuntut somad akan hal itu sedangkan Somad sendiri tak tahu menahu apapun.


Sosok sekretaris itu menatap Somnad tajam dan berkata.”Mangkanya jangan bodoh..”Ujarnya membuat Somad mengepalkan tanganya menatapnya. Sekretarisnya yang bernama Doni itupun berkata.,”Perusahaan ini memang sudah saya jual kepada perusahaan lain ketika anda sendirilah yang menandatangani surat tersebut..”Ujarnya lagi terkekeh.


Brak...”Saya tidak pernah menandatangani surat apapun..!! “Teriak Somad karena amarahnya sampai keubun-ubun, matanya menahan dan kembali berujar.”Bahkan saya tidak tahu apapun..!! kamu memalsukan tanda tangan saya.. dan itu tidak sah..! kembalikan perusahaahku...!” Teriaknya lagi.


Semua pengunjung café itu puun menatapnya dengan tatapan Tanya. Sedangkan sosok Doni itu terkekeh.”Kamu sendiri yang menandatanginya..”Ujarnya menekan kata-katanya. Matanya menajam dan berkata.”Ketika saya memberi berkas dua minggu yang lalu dirumah bapak, tapi bapak menandatanganinya tanpa dibaca. Apa salah saya ? bukankah memang bapak yang bodoh?”Tanyanya disana menekan kata-katanya.


Somad disana melirik kanan dan kiri mengingay kejadian itu higga rentetan peristiwa ia yang memang langsung menandatanganinya. Bukan karena apa, ia saat itu yang meremehkan pekerjaanya karena terlalu pusing memikirkan anak-anaknya yang menghilang. Itulah sebabnya ia lalai dalam urusan pekerjaan..!! sepertinya jika kehilangan anak bukan hanya Somad yang pusing dan juga lagi dalam pekerjaan. Dunia Somad seakan hancur dan juga hilang lenyap dimata.


Tanganya mengepal dan menarik kera baju Donni hingga Doni terkejut, namun setelahnya ia menatap Somad dengan remeh.”Kembalikan perusahaan saya atau saya akan bunuh kamu.. saya akan laporkan kamu kepada kantor polisi karena sudah menipu saya doni..!” Teriaknya disana.

__ADS_1


Doni malah terkekeh dan berkata.”Lapor jika bapak punya bukti.”Ujarnya Doni disana dengan santai.”Lagipula saya juga punya buku hitam milik bapak yang sudah membocorkan data penting perusahaan Cormp Teknik dan bapak juga melakukan kecurangan-kecurangan dalam investasi diperusahan Iriana Corps.. saya juga punya bukti jika bapak yang sudah berniat membunuh istri saya hanya karena saya gagal dalam misi membunuh istri dari perusahaan bapak Nathan..”Ujarnya disana dnegan dalam.


Bugh.. satu pukulan daro Somad menuju pipi Doni hingga Doni terkaget memegang pipinya yang berdarah. Somad disanapun menedang kursi dan meja yang menghalanginya untuk kembali memukul Doni. Semua orang melihatnya histeris dan juga menjauh.”Pengkhianat..!!!! mati kau..!” Teriak Sonad kuat disana lagi.


Somad kembali hendak kembali memukul Donni. Namun kali ini Doni tak tinggal diam, ia segera mengelak dan Bugh.. ia bisa membalas pukulan dari Somad diperut Somnad. Somad disana mundur memegang perutnya. Doni disana pun kembali menendangnya dan juga memukulnya hingga Somad tak mampu bergerak.


Hahahaha.. tawa Doni menggema disana dikalah Somad tumbang dan dirinyalah pelakunya.”Ingat Somad.. ini adalah cita-cita saya. Membuat kamu bertekuk lutut dihadapan saya..!” Bentaknya kepada Somad yang jatuh dikakinya, ia mengusap pipinya dan menatap Somad marah.”Kamu menuntut saya dua puluh empat jam harus stand bay diperushaan tanpa menyuruh saya istirahat. Kamu pikir saya robot ha?!!! Kamu pikir saya binatang... bahkan binatang saja buntuh istirahat...!!” Bentaknya kuat disana.”Kau membangunkan saya ditengah malam hanya karena pekerjaan sedangkan saya baru memejamkan mata. Kamu suruh saya ini dan itu hingga saya lebih dari babu. Jika saya salah kamu dengan mudahnya memukul dan menghina saya hanya karena saya orang miskin..! saya ingat semua kata-kata kamu yang menghina saya, saya ingat semua apa yang kamu katakana hingga kamu bilang jika orang miskin tidka pantas duduk dimobil yang sama dengan anda hingga saya harus baik taksi untuk ketempat tujuan yang sama ingin melakukan metting. Ketika saya telat dengan mudahnya anda berkata jika saya yang salah dan memukul saya dihadapans semua orng. Kamu biadap. Kamu manusia iblis..!” Teriaknya kuat meluapkan kemarahan dan kekesalannya selama ini.


Yah Somnad sekejam itu pada Donni sekretarisnya.. ia melakukan semua hal jahat dan kejam, ia merendahkan dengan kata-katanya dan melakukan sesuka hatinya. Soni kembali berujar.”Ingat Somad. Luka fisik saya tidak ada pa-apanya dengan luka hati saya.. kamu mampu melakukan apapun tapi tidak dengan hati dan mental saya. Kamu lupa diluar sana banyak orang lain membunuh orang atau teman terdekatnya. Bahkan orang tuanya sendiri dikarenakan sakit hati dengan ucapannya? Dan itulah saya. Saya bakan mampu membunuh dan karena ada sakit yang anda lakukan terhadap saya.. andai saya tidak diingatkan lagi oleh pak Nathan dan diingatkan lagi akan anak dan istri saya jika mereka membutuhkan saya pasti anda sudah saya bunuh sedari dulu..!!! manusia sampah seperti kamu memang tidak pantas untuk hidup, bahkan bernafas saja kamu hanya menambah folusi udara..!!!” Ujarnya membuat Somad menatapnya dengan tajam dan dalam. Doni tergelak dan tertawa.”Kenapa? bukanya itu yang kamu katakana pada saya jika nafas orang miskin itu hanya folusi udara? Dan sekarang kamu jatuh miskin bukan? Berarti kamu adalah nafas polusi udara. Jadi lebih baik mati.”Ujarnya lalu kembali tertawa.


Donoi memilih pergi dari hadapan Somad namun sebelumnya ia memberikan uang lima ribu rupia pada Somad membuat Somad terdiam.”Buat bayar angkot.. kamukan miskin.”Ujarnya dengan sinis lalu pergi meninggalkan Somad yang membuang uang itu dan hati yang terbakar.


|” Donni..!! tunggu pebalasanku akan ku bunuh kau secepatnya..!” Teriaknya marah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai pada hatinya terhenyak melihatnya. Apakah ia harus membunuh manusia malaikat seperti Rindu? Apakah ia harus membunuh manusia setulus dan sebaik itu? Ia menggelengkan kepalanya ingat jika ia gagal maka keluarganya lah yang akan menjadi taruhannya.. ia harus membunuh Rindu detik itu juga..!!


Namun ia kembali terdiam dikalah melihat Rindu yang menunduk dan juga menatap selokan.. cukup lama ia menatap Rindudisana, Nampak Rindu yang mengenakan baju serba hitam dan juga baju yang panjang itu menyeret jalanan. Disana ia menajamkan matanya dan menatap lagi ada apa disana dan juga apa yang dilakukan oleh Rindu. Ingin sekali menabraknya dikalah itu namunn lagi-lagi hati nuraninya terhempas dan juga terkhianati oleh matanya.


Lagian juga dikalah itu jika ia hendak membunuh Rindu akan lebih mudah pastikan?


Sampai pada Rindu yang mengeluarkan satu ekor anak anjing dari selokan itu yang berlumburan air comberan dan juga sangat kotor. Doni bisa yakin bauk anak anjing itu sangat bau dan juga sangat meresahkan. Namun ia menahan nafas dikalah Rindu malah mengusap kepala anak anjing itu dengan tangannya dan memeluknya membuat bajunya berlumuran air comberan.. ia meringis dan bergumam jika Rindu bukanlah gadis yang pembersih.

__ADS_1


Tapi tunggu dulu? Bukankah anjing haram? Kok Rindu memegangnya? Lalu ia menatap anjing lain yang ia beri makan tadi membuat otaknya berputar dan juga terdiam berfikir. Sampai pada Rindu berjalan menggendong anak kucing itu mendekati mobilnya disana ia terdiam dan reflek bertanya.”Mbak.. mau kemana? Perlu saya antar? Saya gocart.”Ujarnya. mungkin membawa Rindu jauh dari sini lebih baik bukan?


Rindu Nampak menatapnya bingung disana lalu menatap anjing dipelukannya.”Tidak mas.. soalnya saya bawak ini. pasti nanti mobil masnya bauk.”Ujarnya disana dengan lembut dan sopan. Bisa Doni akui jika suara Rindu itu ngebas dan tidak selembut suara wanita lain. Bisa dikatakan lebih tegas dan lugas.


Doni diasana menggeleng.”Tidak apa-apa mbak. Saya sedang butuh uang soalnya. Saya seharian belum dapat orderan sedangkan istri saya sedang hamil dan hendak melahirkan sebentar lagi, sedangkan saya tidak punya persiapan.. tidak apa-apa mobil saya bauk.”Ia tak berbohong akan hal istrinya. Disana memang istrinya akan melahirkan dan ia punya uang tapi.


Nampak Rindu yang mendengarnya terdiam menatapnya ibah. tak pikir panjang Rindu memasuki mobil itu dibelakang. Ia disana menutupi anjing itu dengan bajunya disana Doni hampir muntah mencium bauh anjing itu. Namun ia tetap diam dan juga menjalankan jalannnya. Beberapa kali ia hendak muntah membuat Rindu meringis.”Maaf yah mas.. “Ujarnya. Doni mengangguk dan juga bertanya tujuan Rindu.. pikirannya hanya bertanya-tanya kok bisa Rindu tahan yang ia peluk saat ini. andai dirinya sudah ia buang anak anjing itu.


Sampai pada pertanyaan itu melintas dikepalanya.”Mbak saya mau nanya bolehkan?”Tanyanya melirik kaca menatap Rindu yang menatap jan. rindupun mengangguk membuat Domi bertanya.”Maaf sebelumnya bukankah Anjing itu haram? Kok mbak mau peluk dia mbak? Bukannya nggak boleh yah?”Tanyanya meringis “Karena anjing itu najis.”Lanjutnya lagi.


Rindu disana tersenyum tipis dan mengangguk.”Yang haram itu anjingnya bukan menolongnya.”Ujarnya membuat Domi terdiam.


“ Dan ada hal yang lebih haram lagi selain dari memegang anjing dan memeluknya. Yakni membiarkan dia mati sedangkan kamu mampu membantunya. “Ujarnya lagi menatap jalanan.


Doni terhenyak mendengarnya.”Kenapa manusia terlalu takut terkena najis anjing? Seakan-akan menjadi manusia paling suci? Tak mau membantu hanya prihal haram? Sedangkan Tuhan memberi keringanan bahwasannya kita mampu membasuh najisnya menggenakan tanah dan juga pasir?”Ujarnya lagi lagi membuat Domi terhenyak. Rindu kembali terkekeh dan berkata.”Bahkan manusia lebih banyak yang lebih najis dari pada anjing. Membunuh manusia lain, menghina, merendahkan bahkan merasa dirinya lebih baik. Just memanggil temanya sendiri dengan sebutan anjing. Jangan mengatasnamakan haram jika tak mau membantu sebab ada banyak cara jika hendak menolong. Hidup itu memang harus saling tolong menolong meskipun itu kepada hewan sekalipun.”Ujar Rindu. Doni terdiam bergetar. Bauh dari anjing itu entah kemana- yang ada sekarang adalah bauh-bauh dosa dari dirinya. Ia hanya mampu menelan ludahnya dan kembali berjalan menuju Rindu inginkan sampai lupa jika hendak membunuh Rindu.


“Sampai sini saja mas.”Ujar Rindu. Doni mengerem dan menatap ketempat yang ia pikir kok aneh? Ini seperti hutan bukan si? Tapi ada satu rumah disana. Rindu turun dri mobilnya membawa anjing itu dan ia pun dikagetkan oleh banyak kucing dan anjing yang terlihat terawat dan juga bersohy dari ladang disebelah jalan. Tepatnya dirumah itu. Disana diikuti oleh dua orang tua yang keluar dengan senyum khasnya Nampak disana ada kalung salib dilhernya.


Rindu menatap kebingungan itupun kembali berkata.”Itu namanya nenek Lin dan kakek Long. Dia yang menjaga kebun saya dan semua peliharaan jalanan yang saya pungut dijalanan ini. “Ujarnya dan Dijipun terdiam disana Nampak banyak anjing yang menatap Rindu dengan binar dan hendak mendekat tapi tak mendekat mungkin tau batinnya. Sampai ia dikagetkan oleh Rindu yang memberikan dirinya cek ia terdiam melihat total yang Rindu berikan.


“Ini untuk anak dan istrimu. Anggap saja hadia dari saya. Saya sangat salut dan juga kagum kepada anda pak karena bisa menjadi lelaki yang baik dan bertanggung jawab, saya yakin istri dan anak bapak sangat beruntung memiliki bapak, bapak bisa bekerja keras dan bisa melakukan apapun untuk keluarga bapak.. bapak orang baik. Saya senang bertemu dengan lelaki yang bertanggung jawab seperti bapak, jadi sampai jumpa dilain waktu.”Ujar Rindu dan pergi menuju rumah gubuk itu.


Doni disana menatap cek itu beraca-kaca, cek yang nilainya adalah 50juta, Bisa bisanya rindu mmebrikan uang sebesar itu secara cuma-cuma!.. matanya menetskan air mata saking sesaknya. Bukan karena uangnya, tapi karena kata-kata Rindu yang memujinya. Baru kali ini ada yang memuji kerja keras dan usahanya. Baru kali ini ia merasa bangga dan juga merasa dihargai oleh orang lain. Disisi lain ia juga merasa jika dirinya adalah orang yang jahat karena hampir membunuh orang sebaik Rindu. Ia mengusap air matanya dan menyimpan cek tersebut.. ia kembali menangis dan menatap Rindu yang masih diluar rumah itu dengan nanar. Ia tersenyum dan menjalankan mobilnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa scurity tak bisa melarangnya dan mererainya sebab ini restoran milik Somad sejujurnya, itulah yang membuat mereka hanya diam saja menatap Somad. Somad menatap uang yang diberi Doni tadi sinis dan juga hendak berdiri. Namun tertahan karena ada beberapa orang berbaju hitam mendatanginya dan berkata.”Atas nama bapak Somad? Kami dari dealer mobil hendak menarik mobil bapak karena termasuk asset dari perusahaan dan sudah dijual oleh pihak kantor..”


__ADS_2