
Setelah berpamitan kepada Rey. Habib memilih mengajak anak-anaknya untuk meminta izin kepada Nayya. kenapa ia tak datang sendiri? Sebab Habib tau jika dirinya taklah pantas akan hak asuh anaknya. Bagaimanapun, ia merasa tak pantas melangkahi Nayya. ia juga harus meminta izin dan siapa tau orang tua Nayya luluh kan melihatnya anak-anaknya.
Disisi lain ada Nayya yang sudah mulai focus kepada pengurusan untuk pulang ke Negara tempat ia berkerja, ia sudah menyiapkan beberapa dokumen dan juga perlengkapan. Kenapa ia tak menjemput anak-anaknya? Sebab ia tau jika anaknya masih dalam masa berkabung. Meski Rindu bukan ibu kandung mereka dan dirinyalah ibu kandungnya..!! bukan berarti mereka tak akan merasa kehilangan akan Rindu. Bahkan mungkin peran Rindu dalam hidup anak-anaknya sangat-sangat penting dan berperan.
“Nay kamu beneran mau kembai ke USA?” Tanya ayahnya menatap anaknya memelas. Nayya yang sedang sarapan itu menatap ayahnya. Yah pagi ini ia sedang makan bersama keluarganya dirumah ini. ia menatap ayahnya yang Nampak menatapnya sedikit suram.
Nayya diam dan menghela nafas.”Jika Nay tetap disini,. Nay tidak bisa jamin tidak bertemu dengan mereka sebagaimana yang ayah inginkan.” Ujarnya. Ayah nayya terdiam sebntar mendengar kata ’Mereka’ ia tau jika yang dimaksud Nayya itu adalah keluarga Habib.
“Bagaimana jika kita pindah saja lagi Nay?”Tanya ayah Nayya sendu.”Ayah dan ibu sudha tua, kami ingin berkumpul dengan kamu dan juga cucu-cucu kamu, Cakra sama istrinya juga bangun rumah disetikar sini loh. Ayah mau kita kumpul Nay disela-sela umur kami.”Ujarenya melirih. Orang tua mana yang mau jauh dari anak-anaknya? Bersama anak-anak mereka diusia senja adalah mimpi terindah bagi mereka.
Nayya menatap ibunyadan ayahnya. Ia bingung seakarang.. jika begini terus ia tak akan bisa jauh dari Habib. Apa lagi keluarganya yah kan? Ibunya mengusap tangan nayya.”Benar Nay. Kita pindah saja dari sini memulai hidup baru Nay. “Ujar ibunya.” Cukup delapan belas tahuun kita terpisah. Kamu tidak tau rasanya kami menahan Rindu kepada anak kami sendiri yang berada dinegeri sebrang.”Ujarnya.
Nayya menghela nafas.”Nay mau bu. Tapi bagaimana dengan anak-anak nay? Mereka pasti tidak akan mau pindah, sebab makam Rindu ada disini. Ayah mereka Rey juga ada disini. Belum lagi Acha yang sudah menikah dan Arga yang sudah dewasa.. bu. Yah semua tidak bisa dipaksakan menjadi seperti yang kalian ingin kan. “Gumamnya melirih disana kepada orang tuanya.” jadi plis.. beri Nay waktu berfikir. Jika Nay tetap disini tidak apa. Asal jangan membuat anak-anak nay terimbas pada pergi atau pelarian kalian dari Habib. Sebab anak-anak Nay pasti akan kehilangan banyak hal. Terutama ayah mereka dan abang—abang mereka.”Ujarnya.
Ibu dan ayah Nayya menatap anaknya lirih.”Kamu membantah kami nay?”Tanyanya.”Kami hanya mau kamu berada didekat kami. Kami juga tidak mau ada Habib yang merusak hidupmu dan cucu-cucu kami lagi. kami sebagai orang—“
“Ayah Plis.. “Gumam Nayya memotong. Matanya menatap ayahnya nanar.” Nay capek. Nay bukan enggak mau menuruti semuanya, tapi Nay juga tidak bisa lari terus dari kehidupan. Nay juga mau bahagia bu yah.. Nay enggak mau melibatkan anak-anak Nay dalam masalah ini. mereka sudah terlalu jauh pergi dari qodratnya. Ia anak habib bukan anak Rey..!!! dan Nay tidak bisa mengelak itu.”Ujarnya dengan nanar.
“Tapi kami tidak bahas itu nay. Kami Cuma mau kamu stay di sini dan tidak usah kembali kesana. Kami juga tidak mau kamu bertemu Habib mangkanya kami anak kamu dan cucu-cucu kami pindah. Bagian mana yang salah dan bagian mana yang menyangkut Habib?”Tanyanya ibu Nayya keras menatap Nayya.
Nayya disana menghela nafas gusar.”Ibu tidak lupakan jika Habib adalah ayahnya anak-anak Nay? Dan jika kami pergi itu artinya Nay memisahkan mereka..!! belum lagi dengan Rey yang mereka anggap ayah kandung mereka? Makam Rindu yang ada disini? Bukankah Nay terlalu egois jika pergi? Bu seburuk-buruknya mas Habib dia tetap ayah kandung dari anak-anak nay.”Ujarnya lirih. Sangat lirih.
“DIA BUKAN AYAH ANAK-ANAK KAMU NAY. DIA BAJ*NGAN.” Bentak ayahnya kepada Nayya.
“sebajin*annya Habib. Dia tetap ayah anak Nay Yah. itu tidak bisa dielak sebagaimanapun..!! dan anak-anak Nay berhak mendaoatkan hak mereka yaitu sama ayahnya.!! Cukup anak-anak Nayy berpisah sama dia 18tahun..!!” Ujar Nayya tegas.
“Nay dia yang buang kalian dengan menikahi jal*ng itu..!!” Bentak ibunya kepada Nayya.
__ADS_1
“Bukan habib yang buang kami. Tapi Nayya yang pergi Buk..!! Nay yang pergi karena tidak mau dimadu dan dipoligami..!! Nay tidak mau berbagi. Maski begitu dia tetap punya hak katas anak Nay. Didarah anak Nay ada darah dia.”Ujar Nayya disana menegaskan.
Plas.... Ayah nayya disana mekempar piring berisih nasinya. Nayya memejamkan mata dibuatnya karena kaget. Nafasnya naik turun kaena emosi yang memuncak. “Nay sejak kapan kamu membantah apa kata ayah? Ini yang terbaik buat kamu..!! kami tidak mau kamu disakiti lagi.”Ujar ayahnya nanar kepada sang anak.
“Tapi semenjak kalian merestui Habib menikahkan Nay itu tandanya kalian sudah ikut campur akan kehancuran hidup Nay..!! Kalian sudah ikut campur sedari awal, lalu kenapa klaian baru berfikir hal itu sekarang..!” ujar Nay dengan menatap mereka. Matanya tersorot kekecewaan yang dalam, keduanya tertegun menatap mata anaknya yang terlihat sangat terluka dan kecewa., mereka tak suka tatapan itu. “Bukannya sedari awal Nay sudah bilang tidak usah tanggung jawab atas kecelakaan itu..! Nay bisa hidup tanpa menikah dengnnya dan jodoh sudah ada yang mengatur? Kenapa kalian takut? Takut nay tidak ada yang suka lagi sehingga hidup nay hancur? sekarang terbukti bukan? Tanpa atau dengan menikah dengan Habib hidup nay memang hancur, tidak sebaik apa yang Kalian perkirakan,”ujar Nayya lagi. tegas.
“Plis bu.. yah.. sekali ini saja. Biarlan anak-anak Nay memilih kebahagiaan mereka sendiri.. biarkan mereka bersama mas Habib dan Nay akan tetap disini jika kalian mau. Nay juga tidak akan bersama mas Habib lagi. tapi beri anak-anak Nay kebebasan dalam memilih hidup mereka dan mengenali ayah mereka.”Ujar Nayya melemah. “Cukup Nay yang tidak bisa bahagia, jangan anak-anak Nay. Jangan sampai anak-anak nay tidak bisa merasakan bagaimana ayah kandungnya merawatnya dan ada didekat mereka. dan sebaik-baik nya Rey sebagai ayah mereka tapi dia tetapkan ayah mereka dan rasanya juga berbeda.”Ujarnya nanar.
Ayah nayya disana diam menatap anaknya sulit diartikan. “Ayah dan ibu bahkan tak sanggup Nayy tingal diluar? Lantas bagaimana mas Hbaib yangs edari dalam kandungan tak bertemu anaknya? alangkah sedihnya saat tau jika anaknya harus terpisah lagi dengannya?”Tanyanya lirih.
Ayah nayya menatap mata anaknya, tak ada tangisan seperti dulu. Tak pernah membentak tetapi sekarang ia berani memberontak. Ia tau ia salah karena egois hingga lupa anaknya itu memiliki kehidupannnya sendiri. Ia sadar ia bukan ayah yang baik.
Ayah nayya mendekati nayya dan memeluk anaknya,,”Maaf.”Gumamnya. Nayya disana menghela nafas dan tak membalas peluklan ayahnya. Ibunya diam memalingkan wajah. Ia tak mau cucu-cucunya bersama Habib si laki-laki yang berani membuat nayya terluka. Sungguh ia tak mau dan tidak sudi..!! tapi semua yang dikatakan Nayya ada benarnya, tetap saja tapi hatinya menolak dan mengatakan itu salah. Sebab Habib sendirilah yang memilih pergi dari hidup nayya dengan cara yang kotor..!!
“ Assalamu’alaikum..” Suara dari pintu luar menyudahi acara pelukan itu dan perdebatan yang sengit. Disana Naya kenal suara itu membuat ia tersentuh, bahkan bukan hanya Nayya, tetapi juga orang tua Nayya. suara siapa lagi jika bukan suara anak-anaknya Nayya?
Ada Acha, Rian, Arga.. namun senyum itu luntur ketika melihat ada Habib dibelakang mereka dengan senyumnya yang manis. Habib melunturkan senyumnya melihat wajah orang tua Nayya yang mendadak menjadi kecut dan berubah ketika melihat wajahnya., apakah wajahnya semenyeramkan itu? Ahk ralat. Bukan menyeramkan, hanya saja dibenci.
“Kamu ngapain disini?”Tanya ibu Nayya ketus kepada Habib. “Loh kami mau ketemu Umi dan nenek sama kakek..”Ujar Acha polos. Ibu nayya disana menatap Acha dengan tatapan mersa bersalah. Acha salah paham.
Acha disana mendekati uminya Nayya dan memeluknya,.”Umi kami rindu umi hiks hiks.”Ujar Acha memeluk Nayya yang berada dihadapanya itu.
Tubuh Nayya yang diserangpun segera memeluk Acha kembali dengan lembut, “ umi.. bunda sudah pergi.. umi tau kan?”Tanyanya. Nayya mendengarnya mengusap kepala anaknya yang menangis.”Bunda pergi umi gara-gara lindungin Acha. Umi hiks hiks.”Ia menangis dengan lirih membuat orang tua Nayya tak tega ada keributan.
Nampak disana ada Arga yang menahan tangisnya dan menatap lain arah. Nayya disana hanya mengusap punggung anaknya.,”Sudah yah nak. Jangan menangis, nanti bundamu disana juga menangis lihat kamu bersedih begini. Dia sayang kamu dan tidak akan mau kamu menangis begini karenanya.”Ujarnya disana. Acha disana menangis lagi dengan sesegukan.”Yaudah masuk-masuk dulu yuk..”Ujarnya disana membawa Acha masuk dengan berada dipelukannya.
Arga... Rianpun ikut masuk. Habib? Ia disana ikut masuk namun ditahan oleh ibunya Nayya. tetapi terdiam ketika Rian berkata.”Tolong nek, sekali ini saya jangan buat Acha bertambah sedih. Sayq minta tolong demi Acha.”Ujar Rian disana dengan tulus. Ibu dan ayah nayya disana menatapnya dengan tatapan memutar bola mata malas lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Habib menatap Rian dengan tatapan sendu. Sebab dirinya Rian ditinggalkan. Rian mengusap punggung Habib.”Tidak ada yang instan dalam berubah dan mengubah. Bahkan lukisan saja jika ingin diubah dalam gambar cantiknya perlu dihancurkan terlebih dahulu dan memberi warna yang baru. Barulah bisa mengambar apa yang kita inginkan..! apalagi memulai semua kesalahan dengan hal yang baru. Ingat tidak ada gelas retak jika tidak ada alasan. Dan tidak ada alasan untuk orang yang melakukan kesalahan tapi sudah diperingati.”Ujarnya disana. Habib diam mengerjab dan menghela nafas. Ia mengangguk dan mulai masuk menyusul semua orang.
Acha duduk disisinya Nayya, Ia memeluk Acha dengan wajah bengkaknya. Ia membutuhkan nayya menjadi tennpat sandarannya menangis begini. Ada Arga juga yang hanya diam saja menatap ibu dan anaknya. ada Rian Dan Habib yang duduk berdampingan. Ibu dan ayah nayya? menatap habib bagaikan akan menerkam dan Habib sebagai mangsa yang lezat.
Nayya menatap Arga dengan lirih.”Apa kabar nak? Kenapa tidak muncul beberapa hari ini hm? Ibu rindu kamu, “ Ujarnya disana dengan lirih.”Kamu baik-baik sajakan? Kata Rin-ehmm bunda kalian dulu kalian sakit? Kamu sakit apa hmm?”Tanyanya disana. Ia mengusap kepala Arga yang ada disisinya.
Arga disana menghela nafas. Matanya disana memerah menahan sesak didadanya. Jika ada yang mengungkit nama bundanya Rindu maka ia akan menangis. Entah kenapa ia sangat lemah sungguh...!! bahkan bicara saja ia tak sanggup saking sakit dadanya menahannya.
Nayya disana menatap Arga dnegan tatapan bertanya. Namun Arga menunduk dalam dan berkata.”Arga memang sakit dikalah itu. Maaf Mi.”Ujarnya.”Tapi Arga baik-baik aja kok.”Ujarnya dengan wajah tanpa ekpresi. Kosong.
Nayya disana menatap anaknya sendu lalu menatap Acha. Acha disana Nampak tetap terdiam disisi Nayya memeluknya sendu.”Abang Arga memang jahat umi. Masa kita sakit diia engak ada yah kan?”Tanyanya disana. Arga diam sebagai tanda merasa bersalah. Ia hanya tak bisa bertemu dikalah itu karena terlalu takut dan merasa sangat bersalah tak bisa menjaga kedua wanita yang sangat ia sayangi ini.
“Maaf.’Gumam Arga disana menunduk.
Nayya disana mengusap kepalanya sayang dan berkata.”Tidak apa. Yang penting kamu baik-baik saja sayang.”Ujarnya. arga disana mengangguk saja. Nayya merasa sakit melihat anaknya yang terlihat sangat terpukul dan terluka. Ia sangat-sangat tidak suka melihat situasi ini.
“Langsung aja, habib ngapain kesini?”Tanya ibu Nayya ditengah kesedihan. Disana Habib yang menatap Nayya dan Arga terganggu. Ia menatap mata ibu dan ayah nayya yang bagaikan ingin memutilasinya dengan mencincangnya sanpai puas.,
Ehemmm. Ia berdehem sebentar untuk menjawab.”Jad-jadi begini bu-pak. Say-saya kesini hendak meminta izin kepada bapak untuk mengajak Arga dan Acha tinggal bersama saya untuk beberapa waktu. Saya ingin bersama mer—“
“Tidak boleh..!” Potong ayah nayya Egois. Habib terdiam mendengarnya. Lidahnya mendadak menjadi keluh dibuatnya.
“Iya tidak boleh. Ngapain si? Kenblapa tidak ajak anak kamu sama jal*ng itu saja ha? Saya tidak sudih cucu saya tinggal bersama kamu. Bisa-bisa nanti Arga menjadi lelaki tak bertanggung jawab seperti kamu.”Ujarnya dengan ketus. Habinb terdiam nyeri dibuatnya. Namun ia harus bisa.
“Jika begitu jangan pisahkan saya dan Nayya. saya janji akan meyakinkan kalian jika saya bisa menjadi imam yang baik untuk anak kalian. Saya akan bertan—“
“Bicara ngaur apa kamu ha?”Potong ayah Nayya membuat bibir Habib masih mangap itu mingkem dengan wajah terlemas dan dada yang semakin nyeri.”Bicara yang benar. Jangan sampai saya hancurkan mulut kamu yang bicara tak disaring itu.”Ujarnya dengan tegas.
__ADS_1
Habiob terdiam meremas jari-jari satu sama lain. Nayya terdiam mendengar orang tuanya dan Nayya. rian dan Acha menatap Habib dengan tatapan sendu. Arga? Hanya datar melihatnya. Sangat datar.