
Seperti biasa.. Nayya sudah bangun dipagi hari, ia sudah siap dengan bakaian khasnya sebagai dokter. Ia hari ini akan masuk pertama kalinya dirumah sakit tempat ia bekerja saat ini. disana ia juga sudah masak dan menyiapkan sarapan membuat orang tua Nayya sangat bangga memiliki anak yang semandiri dan sebaik Nayya. bahkan dengan keadaan sibuk sekalipun ia masih tetap membantu orang tuanya membereskan rumah.
Nayya disana menatap ibu dan ayahnya tersenyum setelah sarapan.” Nay pergi kerja dulu yah Bu.. Yah.. ingat jangan capek-capek. Biar Nay saja yang kerja. Nay tidak mau kalian lelah.”Ujarnya menyalami kedua orang tuanya. Semarah-maraghnya ia sebagai seorang anak ia tak bisa membenci orang tuanya. Karena ketika kelak orang tuanya pergi. Maka ia tak akan memiliki orang tua lagi. ayah dan ibunya hanya ini dan tak akan tergantikan..!!
Ibu dan ayahnya mengangguk.’Hati-hati yah nak..”Ujar ayahnya Nayya mencium kepala Nayya. ibunyapuun mencium anaknya sayang.
”Makasih yah sayang karena sudah jadi anak yang berbakti.”Ujarnya ibu Nayya dengan sendu.
Nayya mengangguk dan tersenyum. “Yuk Mi. Arga anterin yuk... nanti Arga juga mau ketemu Acha. Katanya dia mau lanjut kulia disini sja.. jadi arga mau mastiin tempat kuliah barunya dia.”Ujarnya disana tersenyum semangat.
“Loh Arga nggak kulia disini juga?”Tanya ayah nayya dengan heran pada Arga. Arga terenyum dan menggeleng.”Nggak yah. Arga nanti tetap kulia diluar negeri bersama bang Raja. Disana juga bakal ada ayah Rey. “Ujarnya dengan sopan.
Ibu dan ayah Nayya menatapnya setuju tak setuju. Tapi jika menyangkut dengan Rey. Ia percayakan anaknya padanya.”Kalo begitu kami permisi dul;u yah nek. Kek. Assalamu’alaikum.” Ujar Arga salam dan mulai melangkah pergi meninggalkan kedua orang tua Nayya yang menjawab salam.
Orang tua Nayya memang sudah tak lagi Nayya suruh kerja. Nayya membuat ruko kecil-kecilan didepan karena tak mau ibu dan ayahnya terlalu lelah, jadi cukup jualan saja didepan. Nayya tidak mau orang tuanya menghabisi hari tuanya dengan susah payah. Ia mau orang tuanya menikmati hari tuanya saja saat ini..
Perjalanan dari rumah dan tempat kerj Nayya memang tak terlalu jauh. Hanya memakan waktu 30menit saja ia sudah sampai. Arga yang sedari tadi bercerita pada ibunya itupun terdiam menatap gedung rumah sakit tempat ibunya kerja.”Kita udah sampek mi. inikan?”Tanyanya.
Nayya mengangguk.”Yaudah. Umi kerja dulu yah, kamu jangan nakal dan jaga adik kamu disana. Jangan sampai disakitin orang lain yah. salam sayang dari Umi bilang.”Ujarnya membuat Arga mengangguk dan mencium pipi Nayya yang manis. Keduanya dadah satu sama lain hingga mobil Arga melesat nayya menghela nafas.
Wajah nya sekarang adalah wajah datar dan juga sombong, ia disana masuk dengan wajah datarnya,. Namun ketika melewati beberapa penjaga dan pembersih ia tersenyum tipis dan juga membungkuk., bukan mengapa dia begitu, ia hanya menjaga wibawah untuk tempat baru. Sebab baginya kadang memberi wajah sok baik dan suci ditempat baru hanya memberi peluang penindasan pada diri terbuka luas dan lebar. Nayya tidak mau hal itu terjadi padanya...!!
Nayya menuju keruang Resepsionis disana.”Maaf ruangan dokter Mex dimana yah?”Tanyanya disana dengan tersenyum lembut pada orang tersebut. Resepsionis pun terpesona melihatnya. Saking cantiknya Nayya dimatanya. Padahal sama sama wanita loh.!
Ia disana terdiam sebentar lalu menunjuk arah kelorong dimana jalan kekiri. “Disana nona, tapi jika boleh tau nona ada keperluan apa bertemu dengan dokter Max?”Tanyanya disana dengan heran.”Maaf sebab sebelumnya sudah buat janji?”Tanyanya melihat nayya dari atas sampai bawah. Ia kagum dengan postur yang tertutup dan menyandang jas putih. Putih?!!! Dia dokter kah?!!!
Nayya tersenyum.”Saya dokter baru disini,, saya pindahan dari rumah sakit XX di USA Dan mulai masuk hari ini, saya diminta untuk menemui dokter Max untuk hari ini.”Ujarnya dengan tegas dna lugas tanpa seperti orang yang terbata-bata.
Refesionir pun mengangguk gugup.”Jika begitu Mari saya antar dok. maaf jika tadi tidak sopan.”Ujarnya. Nayya mengangguk dan mengikuti sosok tersebut. Nayya yang dulu dan sekarang memang berbeda, jika dulu ia akan ramah dan terlalu baik dengan orang lain sekarang tidak. Ia tak terlalu ramah dan sedikit pelit akan bicara. Bukan karena apa, ia hanya nyaman dengan hidup apatisme seperti ini.
__ADS_1
Tampa ia sadari ia sudah berdiri didepan pintu coklat. disana ia menghela nafas menatap yang mengantarnya tadi.”Dokter Max ada didalam. Silahkan masuk nona.”Ujarnya disana dengan senyum manisnya dan sopan.
Dokter tolong anak saya tolong..!!!!”
Suara dari lorong membuat Nayya terdiam menatap seorang ayah yang nanar memohon pada sang dokter yang ada. Lelaki berjas itu meraung dan menangis dengan sesegukan.”Dia putrriku dan anakku satu-satunya dok.. saya tidak ingin kehilangan dia dok. tolong saya dok hiks hiks...”Itulah suara yang ia dengar meski terdengar sangat kering.
“Dia kenapa sus?”Tanya Nayya pada suster itu.
Resepsionis itupun menatapnya ibah.”Anaknya mengidap penyakit jantung dok, kemarin melakukan operasi namun gagal dan mengalami koma selama 8jam, tapi kabarnya jika anaknya sekarang ngedrop dan denyut jantungnya melemah. Kasihan sekali dia dok sebab istrinya meningal setelah melahirkan putrinya dan putrinya sakit-sakitan semenjak ia bayi. Ayahnya terus saja merawat anaknya penuh kasih meskipun begitu. Bahkan ayahnya sepulang kerja selalu menyempatkan menemui anaknya padahal ia sedang lelah dan letih sekalipun..”Ujarnya disana dengan mengusap air matanya.
Nayya mendengarnya terhenyak, ia tau bagaimana rasa menjadi sang ayah yang ia lihat. Langkah kakinya tanpa sadar mendekati lelaki itu. Ia disana dengan mata yang sayu melihat bahu lelaki itu bergetar dan matanya menatap sosok dokter yang meringis.”Maaf pak.. saya tidak bisa berbuat banyak untuk anak bapak.’Gumamnya meringis.
Nayya mendengarnya pun pilu. Lelaki yang tak lain dari ayah sang anak pun meraung dan menangis piluh."Putriku!!!" Gumamnya pilu.
“ Boleh saya lihat keadaan anaknya nya dok? kebetulan saya dokter baru hari ini.”Ujar nayya memancing semua orang termasuk sang ayah anak. Disana Nayya menatap mereka dengan wajah datarnya.” Jika boleh saya ingin melihatnya. Oh iya. Perkenalkan nama saya Nayya Maura Nadifa dokter dari USA Dalam bidang organ dalam dan tulang.”Ujarnya.
“Silahkan dok.”Ujar dokter disana menatap name teg dari baju nayya. Nayya segra masuk dan segera mensterilkan tangan dan juga mengenakan baju steril. Mata sang ayah menatap Nayya penuh harap. Hidung dan wajahnya memerah menatap lirih pada pintu sang anak. Berharap akan ada keajaiban.
Nayya menyusuri denyut jantung sang anak dan ronsen pada jantungnya. Ia disana bergerak cepat membuka pakaian luar sang anak dan memulai beberapa hall yang ia ketahui. (Maaf yah teman-teman. Saya selaku penulis anak hukum bukan spesialis dokter jadi tidak terlalu paham. Dibandingkan saya sok tahu kan lebih baik jujur hoho)
Hingga suara dari monitor sedikit terdengar. Nayya disana tersenyum melihatnya,. Denyut jantung kembali berdetak dan beberapa dokter menganga tak percaya.”Bagaimana bisa?”Gumam mereka. Nayya hanya diam dan kembali menyuruh beberapa suster disana mengambil beberapa peralatan dan menambah infus untuk anak tersebut. Jika dilihat usia anak itu mungkin baru 4tahun. Dan sangat-sangat mirip dengan Acha dulu membuat nayya semakin ingin membantunya. Yah karena itu juga Nayya tau hal ini. dulu Acha sudah menjalankan hal ini.
“Kita harus melakukan operasi ulang sebab kemarin terjadi beberapa kesalahan ketika operasi, jadi siapkan peralatan operasi dan juga hubungi orang tuanya. Sesegera mungkin dalam waktu 20menit operasi harus segera dimulai.”Ujar nayya disana tegas.
“Tap-“
“Tidak ada tapi-tapi dok. jantung anak terlalu lemah akibat terjadinya sumbatan dibeberapa syaraf. Bahkan otaknya tak berisi oksigen yang cukup ingga tak mampu memompa darah ketubuh secara layak dan seimbang. Jadi saat ini kita harus melakukan cecpatnya jika tidak sang anak akan menjadi cacat otak. Atau bahkan lebih parahnya ia akan menjadi syndrome yang mengerihkan.”Ujarnya Nayya dengan tegas.
Sang ayah anak yang melihat anak yang mulai kembali berdenyut nadinya itu terasa gelenyar bahagia didadanya. Sekaan-akan bahagia kembali menyeruak dihatinya. Tadi ia dikagetkan akan kabar anaknya kejang-kejang dan jantungnya yang tiba-tiba berhenti. Ia ingin mati saja saat mendenarnya..!! sungguh..!!
__ADS_1
Saat dokter keluar pun ia segera memberi tahu prihal operasi dan sang ayah segera mengangguk.”Yah dok saya terima. Lakukan yang terbaik untuk anak saya. Saya akan bayar apapun demi anak saya. Bahkan jantung saya.”Ujarnya disana lirih ketika sang dokter menanyakan hal ini. ia segera menandatangan kan surat akan operasi yang anaknya laksakaan. Tak ada rasa ragu yang ada hanya harapan.
Tak lama. Ini tugas pertama Nayya dihari ini dan ia penuh keringat dan juga penuh teliti melakukan operasi dengan dua dokter lainnya. Dua dokter lainnya sangat kagum akan keahlian nayya dalam melakukan operasi, operasi yang sangat-sangat mulus. Nayya disana menatap para dokter dan berkata.” Sang anak mengalami gagal jantung cukup parah.. dan misi kita berhasil.”Ujarnya membuat dokter disana tersenyum bangga dan bahagia mendengarnya.
Keringat nayya dilap beberapa suster disana dan Nayya pun segera membersihkan tangannya. Ia menatap sang anak yang masih lemah dan terbujur kaku. Ia hanya ingat sang anak saja. Semoga Acha baik-baik saja dan anak ini bisa melewati semua demi ayahnya. Ia yakin ayahnya bisa gila jika kehilangan anak ini.
Aksi heroik Nayya sangat diacungi jempol oleh pihak rumah sakit. Disinilah ia sat ini. berada diruangan dokter yang jumlahnya sekitar dua puluh orang dengan berbagai jenis spesialis.
“Wahh kamu sangat hebat Nayya. padahal anak itu sudah 4tahun disini. Sebelumnya kami tidka berani melakukan operasi ini sebab sangat beresiko tinggi dikarenakan usianya yang terbilang ,masih sangat mudah. Tapi kamu dengan mudah melewatinya. Selamat dokter Nayya Maura Nadifa.. anda akan mulai bekerja di rumah sakit ini.. semoga anda betah disini yah.”Ujar dokter lelaki tua yang tersenyum menatapnya dan ingin bersalaman.
Nayya disana tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya diatas dada.”Terimakasih. ini berkat kerja sama oleh tim kita.. dan juga beberapa suster dan perawat lainnya. Terimkasih atas sambutannya. Semoga kedepannya kita bisa bekerja sama dengan baik.”Ujar nayya dengan tulus dan tersenyum tipis. Dan dokter itu menarik tangannya lagi xan menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal.
Beberapa dokter muda disana kagum akan senyum itu, bukan hanya dokter tapi juga perawat laki-laki, setelah sambutan itu Nayya dikerumuni banyak dokter lainnya.”Wahh mbak keren banget... kenalin dong saya Dita dokter kandungan.. senang bertemu dan kenal dengan dokter Nayya yang dari luar neeri.. “Ujarnya tersenyum dan segera memeluk Nayya.
Nayya pun tersenyum dan mengangguk.”Senang juga kenal dengan dokter Dita.”Ujarnya.
“Hai.. senang berkenalan dengan dokter baru Nayya. perkenalkan nama saya Jhon.. dokter paru-paru/..blablabla..”Kalian sudah taulah.
“Ini ruangan dokter Nayya yang baru. Semoga betah yah.”Ujar dokter Maxs tersenyum. Nayya disana menatap ruangannya, tak buruk dan tak juga terlalu bagus. Jika dibandingkan dengan tempatnya dulu maka tempatnya dulu jauh lebih bagus dan juga mewah. Tapi tak apalah.
"Semoga betah yah dok. jika butuh sesuatu dokter bisa panggil OB Atau pelayan lainnya.”Ujarnya disana lagi.
Nayya disana mengangguk.”Terimakasih dok.”Ujarnya. max disana cukup cangung karena Nayya menjawab ucapanya dengan singkat dan santai terus dari tadi.
“Jika begitu saya permmisi yah dok, jika butuh sesuatu panggil saja saya.”Ujarnya. nayya mengangguk dan duduk dikursinya. Matanya menyelidik kesisinya dan menatap draf. Ah ternyata ini draf yang pernah sakit disini. Ia mengangguk dan mulai menatap laptopnya. Ia harus memulai dari mana sekarang untuk hidup barunya? Melupakan Habib adalah jalan satu-satunya yang ia pilih. Tak lagi ingin berdebat akan masa lalu dan Habib yang saat ini. yang ia lawan bukan lagi pelakor tapi orang tua dan takdir..!
Tolong jangan minta ia kembali berjuang..!! biarkan ia memulai menimbun luka dihatinya dan memulai hidup baru..!! jika ia tak bersatu dengan Habib bukan berarti hidupnya berakhir disana..!! dan habib bukan satu-satunya pilihan saat ini..!! ia hanya butuh bahagia dan tenang saat ini, menikmati hari tuanya dan menikmati hidup diujung senja mungkin kedengaran yang sangat baik bukan? Yah ia akan mengakhiri semuanya dan biarkan Habib melanjutkan hidupnya dengan lebih baik lagi..
Kalian mau protes..!??? haha tidak, tidak bisa..!! tidak ada yang bisa dirombak. Disini harusnya belajar jika mencintai orang harus dengan sewajarnya. Jika tak bersama maka akan terasa sakit, jika bersama akan terasa sulit. Tolak ukur kita bisa bersatu itu bukan seberapa besar perjuangan kita terhadap seseorang itu..!! atau seberapa besar rasa sakit yang ia rasakan seperti Habib untuk Nayya atau habib..!! tapi tentang nama kamu dan namanya yang tertulis dilaulbmahfus atau tidak, namamu dan namanya yang disandingkan atau tidak. Sebab jika tidak, mau jungkir balikpun dunia kalian tetap tidak akan bersama.
__ADS_1