
Kejadian kemarin membuat Nayya pulang dengan keadaan tidak baik-baik saja, ingatan ia dan Habib bermunculan dikepalanya, ketiika Habib dengan sayangnya mengusap kepapalanya ketika ia Sakit, merawatnya bahkan smeua yang tak ia ketahui Habib semua kerjakan. Membantunya berwudhu dan mandi. Semuanya. Sampai pada ia tak bisa tidur semalaman padahal besok adalah mulainya hari puasa.
Ia memilih sholat Tahajut dijam 2malam setelahnya ia masak saja untuk melupakan masalahnya, ketahuilah jika menyibukkan diri ketika memiliki masalah adalah salah satu jalan supaya tidak teringat dan juga pusing dan stress. Nayya tidak mau stres memikirkannya.
Rindu yang baru bangun jam 3 itu aja melihat Nayya bingung ketika semua makanan sudah siap, biasanyakan jam 3 dan sahurnya jam 4 Kok ini?
Ia menatap semua makanan diatas meja dengan heran. “Mimpi apa nih mau masak tengah malem? Sebanyak ini lagi.”Rindu garuk tengkuk dibuatnya. Sebab disana ada iga bakar, ada rendang dan juga beberapa masakan lainnya. Yang susah dibuatlah yah.
Nayya yang dikagetkan itu mengucap dibuatnya. Ia menampilkan giginya dan menjawab.”Anu mbak. Nay enggak bisa tidur nih. Mangkanya nyibukin diri. Kayaknya karena terlalu semangat mau puasa yah.”Ujarnya. dalam hatinya ketar ketir. Jangan sampai habib menemuinya lagi.
Rindu menatapnya dengan tatapan tak percaya namun Nayya mengalihkan kelain arah.”Anu mbak. Mbak liatin sup bentar yah. Biar Nay panggil anak-anak buat sahur bareng.”Ujarnya disana. Rindu menghela nafas lemah dan mengangguk.
Nayya menatapnya heran.”Mbak kenapa? Kok enggak semangat gitu puasa pertamanya?”Tanya Nayya disana dengan heran.
Air mata Rindu jatuh dan menjawab.”Mbak enggak bisa puasa dipertama ini, mbak lagi datang bulan Nay.”Ujarnya membuat Nayya meringis.
“Yah gimana yah mbak. Sabar aja, namanya resiko jadi perempuan.”Ujarnya membuat Rindu mengangguk
. Rindu menatap lain arah dan menjawab.” Rian dan Rani juga enggak bisa pulang, karena korona ini dilarang keluar dulu, dineganaya disana sangat ketat penjagaanya. Nicol dan Raja engak bisa pulang. Mbak jadi kangen sama mereka Nay.”Ujarnya disana dengan sendu. Itu anak-anaknya Rindu.
Rindu itu punya Rian dan Rani anak angkatnya yang sekarang usianya adalah 23tahun dan menempu pendidikan s3. Cepatkan? Tentu saja karena memang begitu. Sedangkan anak nya Raja itu anak kandung yang pertamanya, ia kuliah dan sekarang melakukan studytour, dan yang terakhir ada Nicol, dia itu sekolah dimesir diusia 15tahun, ia memilih pergi karena mau masuk pondok pesantren disana dan menimbah ilmu. Nicol anak yang paling berbeda dari anak yang lain, dia senang keluar dan mandiri.
Nayya dan Rindu itu berbeda, Rindu mendidik anaknya keras tidak seperti Nayya. anak-anak Rindu sekk,olahnya jauh semua, dan memang disuruh begitu, supaya mereka bisa membiasakan diri dan mandiri, bisa patuh dan merasa rindu dengan orang tua. Seperti Rian dan Rani ketika SMP Sudah diturkei tinggal disana berdua saja, Raja juga namun ia dulu memilih sekolah dengan abinya Rindu di Indonesia diwaktu SMP, Dan ketika SMA Dia memilih dikota Madina, dan ketika kulia sekarang barulah Raja pulang,, katanya mau focus berbakti kepada orang tua selagi ada. Ia takut nanti ketika ia sibuk mengejar dunia ternyata ibu dan ayahnya telah tiada. Ia takut dan ia tak mau hal itu. Sedangkan Nicol? Ia malah mau membiasakan diri ketika seluru orang tak lagi ada disisinya. Ia mau dan ia memiliki cara tersendiri menyayangi orang tuanya. Ia memiliki segudang prestasi, dia tahfiz 30jhus Al-Qur’an diusia 8tahun, paling cepat diantara anak-anak Rindu yang lain,
Diwaktu TK dia sudah memasuki ajang turnamen taekwondo dan memiliki banyak kemenangan dna juara, dia juga terkenal akan otaknya yang cerdas dan tegas tak banyak bicara. Intinya sifatnya Nicol itu sama sperti Rindu sedangkan Raja itu sifatnya perti Rey. Komplit bukan?
Beda dengan Rindu yang tak mau anak-anaknya jauh, jika bisa dekat kenapa harus jauh? Ia mau selalu mengontrol anak-anaknya dan juga selalu bersama anaknya, ia mau anaknya berkembang disisinya dan anaknya ikut saja.
Nayya disana mengusap pundak Rindu.”Yang sabar yah mbak. Doain aja mereka baik-baik aja.”Ujar Nayya. Rindu disana menghela nafas dibuatnya dna mengangguk. Ia memilih duduk dan menatap makanan yang ada.
“Yaudah nay panggil mereka dulu yah Mbak.”Ujarnya. rindu kembali mengangguk disana. Menatap nayya yang menjauh.
Bohong sekali jika Rindu tak cemburu dengan Nayya. Jujur dia manusia biasa, ia kadang juga punya rasa takut dan cemburu, takut Rey mencintai Nayya dan juga cemburu ketika Rey harus menyayangi nayya juga. Mereka tak menikah namun diakui Negara. Salah kan? Salah tapi mau apa lagi? Rindu tak suka ada keributan dan fitnah. Namun meski begitu Rey sudah membuktikan jika ia lelaki Setia membuat rindu merasa bahagia.
Disisi lain ada Nayya yang mengetok pintu kamar anaknya Arga namun sebelum ia mengetok pintu kamar sudah terbuka.”Eh kamu sudah bangun?”Tanya Nayya kepada Arga. Arga tersenyum dan mengangguk kepada ibunya.
“Yaudah kebawah gih disana udah ada bunda. Hiburin dia lagi sedih soalnya kakak-kakak sama adik kamu engak ada disini. Umi mau manggil Acha sbentar.”Ujarnya kepada Arga disana. Arga yang mendengarnyapun sedih. Ia juga merindukan kakak-kakaknya dan adiknya itu.
“Yaudah mi. Arga kebawah yah.”Ujarnya. Nayya mengangguk menuju kamarnya Acha. Kamar Acha tu disamping kamarnya arga. Dan dia sakit karena menangis kemarin, dadanya sesak dan otaknya meradang mangkanya dia yak masuk sekolah..
Ketika ia memasuki kamarnya Acha ternyata Acha sudah bangun juga dengan muka pucatnya. “Eh anak umi udah bngun.. “Ujarnya. Acha disana tersenyum mengangguk.”Kamu mau puasa atau engak? Kan kamu lagi sakit.”Ujarnya disana bertanya.
“Puasa dong umi. Acha mau puasa,.. ini Acha udah bangun.”Ujarnya disana dengan semangat meski tak bisa dipungkiri dia masih sakit.
“Emang Acha sudah sembuh”Tanya Nayya mendekat dan mengusap kepala anaknya.
__ADS_1
Acha mengangguk dan berdiri.”Nih liat. Acha udah sembuh. Ayo umi Acha mau sahur.” Ia menarik tangan Nayya.
Nayya disana menahanya.”Beneran? nanti kamu tambah sakit loh sayang, kan kamu harus minum obat.”Ujarnya disana nanar.
“Tenang umi. Acha sehat dan kuat kok." Ujar Acha disana semangat.”Umi bisa liatkan kalo Acha tu udah gede, dan bukanya umi sendiri yang bilang jika Allah akan mempermudah hamba-hambanya untuk berbuat baik. Nanti acha sering-sering istirahat saja biar kuat.”Ujarnya. Nayya tersenyum mencium kening anaknya.
“Anak umi memang baik.”Ujarnya membuat Acha tersipu mendapat pujian itu.
Acha memang memiliki kekurangan tidak sepintar semua keluarganya, tetapi inilah dia, meski dia bodoh dia mau bekerja keras, meski dia tak bisa dan tak mampu namun ia selalu berjuang. Ia jujur dan ia memiliki kepercayaan yang tinggi.
Kadang ada yang bodoh namun menyerah, mengatakan jika ia lelah. Bodoh boleh, malas jangan. Itu saja untuk manusia-manusia pemalas yah...!
Dibawah ada Arga yang mengajak Rindu ngobrol dan juga tersenyum. Ada banyak yang bertanya kok rey dan Rindu bisa dekat dan salaman dengan anak-anaknya Nayya?
Jadi begini. Arga dan Acha itu anak yang disusuhi oleh Rindu sejak bayi, iya sejak bayi sebab Nayya dulu kontraksi dan kehilangan banyak darah hingga keritis, ketika Acha lahir Nayya tak memiliki Asi sedangkan Rindu masih karena dikalah itu ia memberi Asih pada Arga. Jadi mereka juga anak Rindu dan Rian, karena darah Rindu didiri mereka mengalir.
Alasan kenapa Rindu aku masukan dinovel ini juga ada banyak, salah satunya adalah pandnagan poligami sesungguhnya,, poligami itu tidak seburuk yang orang lain pikirkan, seperti Nayya sendiri, lihatlah. Hidup Rindu sekarang baik-baik saja kan bahkan tetap bahagia? semuanya tergantung pada suaminya saja dan juga keikhlasan seorang istri menjalankan hidup. Meniklah itu ibadah dan poligami itu kemauan. Tergantung pasangan yah..!
“ Selamat sahur Bunda.. kakak.. ayah..”Ujarnya Acha datang dan mencium pipi Rindu dan Rey yang sudah duduk disana. Rey pun mengusap kepala anaknya dan Rindu tersenyum ramah. Arga disana membalas menicum pipi adiknya.
“Yeehh sahur pertama kita ditahun ini. tapi sepi yah.”Ujarnya membuat Rey disana murung juga.
“Engak apa-apa. Kan ada Arga sama Acha.. kita kan anak Bunda juga.|" Ujar Arga. Rindu disanapun mengusap kepala Arga sayang. Arga memang lebih dekat dengan Rindu dibanding dengan Nayya. bagi Arga Rindu itu sosok yang kuat membuat ia banyak mengambil ilmu dari Riindu.
“Beneran Umi?”Tanya Acha dan dianguki oleh Nayya membuat semuanya berbinar.”Yeyyy asik. Pasti enak, kan Acha udah lama enggak makan makanan umi yang kayak gini.”Ujarnya Acha disana dan mulai mengambil makanan.
Namun tanganya dipukul oleh Arga.”Doa dulu ih. “Ujarnya membuat Acha disana terkekeh menampilkan giginya.
”Yaudah yuk doa. Arga yang pimpin.”Ujar Rey. Arga mengangguk dna mulai membaca doa. Rindu ikut sebab ia tak mau terlihat tak puasa karena tak ingin ditanya-tanya.. kebiasaan Rindu memang begitu tetapi pas bukanya tidak. Ia tak ikut dan tak mau menganggu.
“Acha udah sembuh?”Tanya Rey mengusap kepala anaknya dikalah Acha sibuk makan.
Acha mengangguk.”Tapi kok masih panas yah?”Tanya Rey tajam.
Acha disana tersenyum.”Kan belum lama acha sembuh. Ayah doain aja biar Acha cepet sembuh dan sehat lagi.”Ujarnya.
Aamiinn. Kompak semuanya mengaminkanya.
“Iya tapi puasanya jangan tidur terus kayak kemarin yah Cha.”Ujarnya Rindu mendelik kepada Acha yang makan. Acha kebiasaan ketika puasa suka tidur terus bagai paus terdampar karena kepanasan, ia bagai tak bernyawa saja mangkanya Rindu suka marah.
“Kan tidur dibulan puasa itu dapat pahala bunda. Jadi biar Acha dapat banyak pahala.”Ujar Acha memakan makanan menatap Rindu membela diri. Ia tu tidak kuat tetapi harus kuat mangkanya memaksa diri seperti itu.
“Siapa bilang begitu?”Tanya Rindu mendelik.
“Ada hadisnya kok. Katanya kalo tidur disaat puasa itu berpahala.”Ujarnya Acha mendelik menahan argumenya. Arga disana menyimak saja sebab hanya Acha yang suka menahan argument kepada Rindu,
__ADS_1
Rindu menggeleng disana.”No. Itu hadis palsu asal kamu tahu, tidak ada hadis yang kayak gitu Acha. Itu hanya pembodohan bagi kita, itu hanya tulisan disalah satu buku. Bukan hadis. Kalo puasa bukan berarti kita puasa semua aktivitas , tapi kita juga harus melakukan aktivitas sehari-hari. Batal puasanya iya kalo seharian kita tidur. Hakikat puasa kita luntur, enggak bakal laper lagi kalo tidur terus.”Ujarnya menolak.
“Masa si bund? Tapikan hadisnya udah tersebar luas loh didunia.,”Ujarnya Acha tak terima. “Terus itu diajarin sedari SD Malah loh. Dan lagi ketika tidur Acha masih laper kok jadi engak batal.”ujar acha tak terima menatap bundanya sengit.
Rindu menggeleng disana. “Mangkanya kalo ada hadis itu harus ditanyanya, dari mana, dalilnya dari mana, dan sebagainya jangan sampai kita masuk kedalam lingkaran sesat nantinya. Kalo udah percaya kayak kamu gini yah susah jelasinnya. Padahal memang tidak ada hadis tentang itu. Kamu cari aja digoogle kalo enggak percaya.”Ujarnya Rindu mmbuat Acha disana menatap bundanya dengan mengangguk.
“contoh nih yah, disekolah dasar kalian pasti sering dengar kata ‘Kebersihan sebagian dari Iman’ nah itu kalian anggap hadis kan? Padahal itu bukan hadis, itu hanya kata-kata motivasi saja.. yang benar adanya itu ‘Kesucian sebagian dari iman’ kan salah tu? Kalo dijelasi pasti susah lagi. karena apa? Karena kesalahan itu sudah mllekat pada diri kalian sejak kecil. Mangkanya kalo denger hadis itu sanatnya dilihat jangan sampai kalian salah.”Ujar Rindu disana membuat Arga dan lainnya diam.
“Berarti Acha selama ini ditipu dong?”Tanya Acha tak terima.
Rindu pun tergelak dibuatnya.”Yah gitu., tapikan Acha jadi lebih baik lagi. enggak apa-apa soalnya kebersiahan itu hukumnya wajib. Mau sholat harus bersih mau ibadah harus bersih. Bukankah semua yang kita kakukan itu adalah ibada? Yah ibada ketika kita meniatkan semua apa yang kita lakukan itu hanya untuk Allah. Termasuk makan, minum dan juga membuat tugas sekalipun. Nikmat mana lagi yang mau didustakan?”Tanya Rindu. Arga dan Acha kembali diam mendengarnya. Benar adanya.
“Tapi bunda bagaimana caranya biar setiap yang kita lakukan itu mendapatkan pahala dan jadi ibada?”Tanyanya Acha disana.
Rindu kembali menjawab.” Berzikir dan mengucapkan kalima-kalima Allah, jangan lupa selalu bismillah dan juga tersenyum. Ingatkan pada hati dan diri jika hidup kalian milik Allah dan apa yang kalian lakukan untuk Alllah. Maka nafas kalianpun terasa indah dan juga selalu bersamanya. Pahala itu urusan Allah tapi kebaikan dan niat tu urusan kalian.,”Ujar Rindu
“aAaahhh.. bundq kok bisa pinter banget.”Gumam Acha disana cemberut.”Kan Acha jadi iri. Acha pengen pinter juga kayak bunda.”Ujarnya memmbuat semuanya orang tergelak.
Nayya disana tersenyum, ia penghafal juga, namun ilmunya tak sebanyak Rindu, hafalanya hanya smapai 15jus kemarin dan sekarang baru 25just ia masih memiliki 5just lagi baginya susah sekali.
“Mangkanya belajar yah.”Ujarnya Rey disana.
Arga disana terkekeh.”Arga yang belajar terus aja masih kalah sama bunda.”ujarnya disana.
Rindu disana tersneyum tipis.”Kadang apa yang kita lalui ngebuat diri kita berbeda. Kalian belum melalui fasenya saja. Kalian harus tetap semangat yah.”Ujarnya. raga mengangguk panuh kepada rindu..
Nayya disana menatap kearah jendela dan membayangkan Habib.
...“Lihatlah Habib, meksi tak didalam pesantren dan jauh darimu, anak-anak kita masih memiliki ilmu agama yang sangat baik, bahkan lebih dari kamu, memiliki akhlak baik. Dan juga memiliki ketetapan dihatinya. Aku harap jika kalian bertemu nanti kau susah tau mana yang baik dan buruknya. karena aku pergi bukan hanya karena pernikahan kalian, tetapi tentang ucapan. Lelaki itu yang dipegang hanya ucapanya..ketika ucapanya saja tidak mampu dipertanggung jawabkan maka semuanya akan sama, sama sama tak bisa dipercaya. “Gumamnya disana....
“Umi ayo makan, nanti imsak. Apa mau Arga suap?”Tanya Arga.
Nayya pun mengangguk menerima suapan anaknya.
Acha mencibir..”Udah tua juga.”Ujarnya.
“Iri. Bilang bos.”Ujar Rey membuat gelak tawa terdengar bahkan Achapun tertawa.
.
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak yah... ...
__ADS_1