Istri Butaku

Istri Butaku
balas dendam


__ADS_3

Ini buat yang minta balas dendam buat aisya yah... seterusnya kita hajar...


.


.


“Anak zaman sekarang memang enggak ada akhlaknya.”Ujarnya Aisya disela pintu menatap Acha dengan sinis membuat Habib meliriknya kaget.”Itu anak yang punya sopan santun? Pantas si kayak ibunya. Pergi tanpa pamit.”Ujarnya lagi.


habib disana menatapnya tajam dna berkata.”sesuci apa si Ais sampai membicarakan anak dan istri saya? Kamu pernah lihat syurga dan jaminan dari Allah gitu hm?”Tanyanya dingin. Aisya diam mendengarnya dan menatap habib takut. Sebab wajah Hbaib sangat dingin.


Aisya mengepalkan tanganya mencoba berani menatap Habib dengan wajah tak suka dan sangat cemburu.”Mas berubah sekarang. Ais bahkan enggak lagi kenal mas. Mas enggak pernah bentak Ais dan sekarang karena mereka mas jadi kayak monster dimata Ais.” Ujar Aisya disana dengan tak percayanya.


Habib disana menatapnya tajam.”Mas berubah karena keadaan, dan bukan karena mas yang tak sayang kamu...!! tapi kamu sedndiri yang buat mas nggak respek sama kamu lagi.”Ujar Habib lalu bangkit. Ia memilih pergi namun sebelum itu ia masih menatap Aisya dengan tatapan mautnya sekan-akan mampu menerjamnya kapan saja.,” Jangan pernah usik Acha dan Rian disini. Jika dia memilih pergi saya tidak segan-segan mengusir kalian dari sini. Kamu tidak lupakan jika pesantren ini atas nama mas. Dan kamu tidak ada hak disini.”Ujarnya dingin,


“Mas..!” Ujar Fatih menegur Fatih dengan tatapan tak suka pada Habib yang berubah sedikit sadis,”Mas kok biucara kayak gitu. Bagaimanapun Ais situ adik kita dan dia itu berjak berada disini. Jangam gitulah.”Ujarnya dengan nanarnya.


“Kamu nggak tau kan apa yang dulu dia lakuin sama Nayya..”Ujar Habib menunjuk Ais yang sudah menangis namun dengan diam. Ia menunjuk tepat duwajahya Aisya membuat Fatih diam menatap wajah murka sang kakak.


Disana Habib menatapnya lebih tajam dan berkata.”Dia mendorong Nayya keselokan hingga semua kakinya luka. Padahal dikalah itu dia buta dan juga lumpuh. Kamu enak taukan?”Tanyanya lagi nanar membuat Fatih diam.


Sungguh ia tak tahu.”Mas tahu dari mana?”Tanya Fatih disana dalam. Ia menatap Aisya yang semakin menangis dan menggeleng.


Habib terkekeh.”Yah tau lah. Putri sudah cerita semua pada mas ketika Nayya pergi dari sini.”Ujar Habib disana dingin.”Parahnya lagi dia juga yang menghasut dan juga menekan Nayya untuk sadar diri jika ia tak pantas menjadi istri mas, dia juga mendukung Nayya pergi karena mengangap Nayya tidak pantas untuk mas. Padahal dia jauh lebih cacat dibandingkan Nayya. nayya hanya cacat pada penglihatan, tapi dia..! “Ia menunjuk Aisya dengan telunjuknya tajam tepat diwajah Aisya.”Dia cacat hati, cacat wajah, dimana letak ilmu dia yang ia tuntut sedari lahir?” Tanyanya dingin." jangan-jangan nanti anak saya akan dibuat juga sama seperti Ia membuat Naya pergi dari hidup saya nanti, mangkanya saya tegaskan sekali lagi jangan pernah sekali-sekali kamu berani menyentuh anak saya, bahkan Seujung Kuku sekalipun......."


Faith diam melihat sang Habib yang berkata penuh dengan suara ketidak sukaan. Jadi ini alasan kenapa ia tak pernah mau bersapaan lagi dengan Aisya sejak Nayya pergi, jadi ini alasan dia menolak mentah-mentah Aisya tinggal dirumahnya. Ia tau Habib orang yang lembut dan baik. Namun saat ini ia tau alasannya apa membuat ia bungkam.


Habib disana berbisik dengan Aisya.” kamu tak juah beda dengan Khumairo, terlalu merasa sempurna sampai lupa jika diri kamu sendiri cacat terlalu parah. Bahkan kamu yang merasa melihat dan menilai lupa jika kamu tak memiliki mata, tetapi hanya memiliki kegelapan dan keburukan.”Ujarnya dan pergi. Aiysa disana terdiam merasakan dadanya nyeri. Bagaimana bisa dadanya senyeri ini? sangat sakit dan juga sulit dicerna jika itu kakaknya. Ia menatap punggung Habib dengan air matanya dan menatap Fatih yang menatapnya diam.


“Kakak percaya sama mas Habib?”Tanyanya disana oada Fatih. Fatih disana diam menatap Aisya yang mendekatinya dan memegang tanganya.”Kak itu semua bohong.. ak-aku memang enggak suka mbak Nay jadi menikah dengan mas Habib karena Nayya merusak kebahagiaan mas Habib dan Khumairo.. andai dikalah itu dia tidak mau menikah dengan Habib pasti mas Habib dan kak Khumairo sudah bah—“

__ADS_1


“Nayya tidak pernah mau atau meminta mas Habib akan pertanggung jawabban.”Potong Fatih geram dan menarik tangannya dengan dingin. Matanya menusuk tajam pada Ais yang terdiam.”Karena dikalah itu mas Habib lah yang memaksa dan meminta kepada keluarga Nayya untuk bisa bertanggung jawab dan menikahi Nayya yang dikalah itu buta, selain buta kaki dan tangan, punggungnya patah membuat ia bagaikan manusia yang tak lagi hidup. Itu sebagai rasa pertanggung jawaban atas apa yang masmu lakukan Ais.”Ujarnya membuat Aisya diam menatap kakaknya tak percaya. Kakaknya tak mendukungnya.


“Dan apa yang kamu lakukan itu sungguh keterlaluan Ais. Kamu pikir mas tidak tahu kamu mengatakan kepada angkatan santri kamu jika Nayya itu adalah pelakornya Khumairo? Dan kamu bilang gara-gara Nayya masmu dan Khumiaro bisa berpisah dan tidak jadi menikah hinga Nayya dipandang rendah dan dikucilkan?”Tanya Fatih disana dalam manatap Aisya gelagapan.”Mas tau tapi mas hanya diam.. dan mas enggak nyangkah kamu sejahat itu sama mbak Nay. Kamu lehiuh dari iblis Ais.”Ujarnya disana lirih.


“Mas.,.,. ais lakuin itu demi mas Habib. Ais hanya mau mas Habib bahagia dengan mbak Khumiaro dulu.”Ujarnya disana dengan suara lelahnya. Frustasi tak bisa menjelaskan bagaimana lagi sebab Fatih dan Habib sangat dingin.


Fatih mengangkat tangannya dan menjauh.”Bener kata mas Habib. Kamu dipenuhi dengan kegelapan sampai buta jika kamu cacat hati... bagaimana bisa kamu mengatakan demi kebahagiaan mas Habib sedangkan yang menjalankanya adalah mas Habib bukan kamu.” Ujarnya dingin.”Coba kamu bayangkan bagaimana jadi Nayya dikalah itu Ais.”


“Ia berada disekitar orang asing yang sebelumnya sama sekali tak ia kenali, Abi... Umi.. Mas Habib. Kamu.. dia bahkan tak pernah melihat kita dan mengetahui tentang kita, seluk beluk dan juga tempat dipesantren ini, dikucilkan oleh banyak orang karena tuduhan tak masuk akal milik kamu. Belum lagi mas Habib sebagai suaminya itu masih memiliki perasaan kepada wanita lain. Dia hidup sendiri dengan keadaan buta Aisya..!! belum lagi lumpu..!! kamu biadap..”! Ujarnya menggertak lalu pergi meninggalkan Aisya yang menangis. Ia sudah dikucilkan oleh para kakaknya semenjak Nayya pergi. Ia selalu berfikir jika ia kehilangan para kakaknya itu karena Nayya..!! Nayya penghancur segalanya membuat tanganya mengusap pipinya yang basah. Adakah rasa menyesal didadanya? Ada, meski hanya secuil selebihnya adalah kebencian.


Disisi lain tanpa ia ketai Acha mendengar semuanya. Ia tadi kembali kesini karena hp Rian tertinggal diatas meja, jadi ia hendak mengambilnya sedangkan Rian mandi sebentar. Ia shok mendengar semuanya. ternyata wanita yang menatapnya sinis sedari kemarin itu sejahat itu kepada ibunya. Tangannya terkepal dan juga menatap Aisya tajam. Ia tak bisa membayangkan bagaimana ibunya hidup disini dulu.


Hanya orang baru yang tak mengenali siapapun, dengan keadaan buta. Lumpu dan juga beban.. iya beban kan? Ia pasti sangat sulit hidup dikalah itu, ditambah lagi dikucilkan dan juga dikarekan ular Seperti Aisya membuat ia tambah susah. Ia berjanji akan membalaskannya. Sungguh..!!


Setelahnya Acha berjalan menuju ke sofa mengambil hp sang suaminya dengan tak menatap Aisya. Aisya yang sadar ada yang datang menatap Acha dengan tatapan tajamnya. Namun Acha disana tak peduli dan segera mengambil hp Rian yang terlihat diatas shofa bukan diatas meja.


"Apa liat liat.!" Sinis Aisya.


Mata Aisya memerah menatap Acha,. “Kamu bicara apa? kamu mengatai saya...!! “Ujarnya disana dengan dingin. Acha disana menghela nafas disana “Sudah kalo bicara sama orang udah tua, selain pikun pendengaranya juga udah bermasalah.. kasihan bentar lagi masuk tanah tapi masih banyak dosa.. pasti neraka udah disiapin disana.”Ujarnya tergelak lalu melenggang..


Tangan Aisya melayang menahan tangan Acha membuat Acha disana segera menghempaskannya dan menjulaknya membuat Aisya terjatuh. Acha disana mengusap tangannya dan menatap Aisya tajam.”Jangan sentu-sentuhnya. Udah miskin harta, miskin hati, miskin harga diri dan miskin akhlak. Enggak selevel...”Ujarnya dengan remeh.”Enggak terima? Mangkanya sadar diri. Ngaca banyak-banyak.”Ujarnya dengan sinis dan pergi..


Dam.. aisya terdiam, kenapa bibir Acha sangat pedas..!!! adanya bergemuru sangat skait mendengarnya membuat ia menatap Acha disana dengan tatapan nanarnya. Acha disana berjalan santai meninggalkannya hingga suaranya.”Anak tidak tau diri, tidak punya sopan santun..!!” teriaknya.


Acha berhenti dan menatapnya lagi.”Kata Umi sopan santun buat manusia bukan buat dakjal kayak tante.. ehhh maaf tante.. maaf kalo terlalu jujur.. ups...”Ujar Acha menutupi mulutnya dan terlekeh. Ia melangkah lagi meninggalkan Aisya disana dengan dingin.


Aisya disana mendengarnya kembali mengepalkan tangannya. Sungguh ia tak menyangkah jika Acha MINIM SEKALI DENGAN AKHLAK YAH..!!! Sangat minim malah membuat ia tak bisa lagi berkata-kata..!! ia harus membalasnya bukan? Disisi lain ada Acha yang tertawa bahagia dalam hati. Ia tau ia salah, tapi ia harus membalaskan semua yang diperlakukan oleh Aisya pada ibunya...


Sebab dulu bundanya pernah berkata.” Jika ada yang menghina kamu kamu boleh diam jangan membalas, jika ada yang memukul kamu maka kamu boleh diam lalu cari tau kenapa dia memukulmu, lawan jika keterlaluan dan membuat kamu terluka. Tapi kamu harus ingat, tidak ada satupun orang yang boleh menyentu dan menyakiti ibumu.. tidak ada satupun orang yang boleh membuat ibumu menangis karena apapun itu..!! balas..!! bisa bisa balas dua kali lipat.!! bahkan mati dan penjara bukanlah hal yang menakutkan, karena hal yang paling menakutkan itu adalah ketika kamu yang ketika kecil menangis karena disakiti orang lain maka ibumu relah mati membalasnya tapi ketika kamu sudah dewasa ibumu menangis karena tersakiti tapi kamu hanya apatis dan diam saja..!!”

__ADS_1


Sebenarnya ajaran Rindu membuat Acha sedikit keras dan juga tak berakhlak, tapi sebenarnya bukan ini maksud Rindu hanya saja Acha yang polos menganggap yah ia akan membalas dengan caranya, baik dengan kata-kata kasar maupun fisik. Sebab baginya yang penting terbalaskan toh yah kan?


Yah yah.. prnsip Acha tidak ada yang boleh menyakiti Umi dan Bundanya. Jika ada maka ia akan paling depan, bahkan mati bukanlah hal yang mengerihkan baginya. Sebab begitulah yang dilakukan oleh ibunya.


Malam hari ini Acha dan Rian masih dirumah utama yaitu rumah orang tua Habib. Alasannya karena ibu dan ayahnya mau makan makan dan merasakan bersama Acha dan Rian. Jadi yah mereka ACC saja.. jadi yah disinilah mereka yang sedang duduk diatas kursi makan dengan hidangan yang dihidang oleh Aisya,, anak pertamanya yang berumur 16tahun bernama Fanya dan ada anak keduanya juga wanita bernama Wannda membuat Acha disana mengangguk saja dan menatap makananya dengan tatapan biasa saja, sebab baginya tidak ada yang special, bauhnya bahkan tak wseenak bau makanan bundanya, tapi sepertinya cukup enak. Meski sedikit aneh makannya.


Kyai Abu disana pun tersenyum.”Ayoo makan cucuku.. kamu harus makan banyak biar kamu berisi sedikit, hehe kamu seidkit kurus soalnya.”Ujarnya basa basi menatap tangan Acha yang memang sangat kurus. Wajar saja diakan sakit.”Nak Rian juga makan yah. ingat ini rumah kamu loh.”Ujarnya lagi,


"Terimakasih kek." Acha dan Rian mengangguk dan tersenyum. Mereka makan setelahnya,, benarkan tebakannya jika makann ini takah selezat masakan umi dan bundanya membuat mereka makan dengan biasa saja. “Mbak Acha, mas Rian bagaimana rasanya? Enggak nggak? Itu Fanya loh yang masak.”Ujar Fanya disana tersenyum malu-malu pada Rian.


“Mas?”Tanya Achha mendelik membuat Fanya disana gelagapan menatap Acha. Acha mendengus.”Panggil aja abang. Jangan mas, mas itu nanti buat acha kalo kami udah punya anak.. bukan kamu. Kamu bukan siapa-siapa dan tidak akan jadi siapa-siapanya mas Rian.”Ujarnya memakan makannya dengan tak santai.


“Acha/”gumam Rian mengingatkan.


Acha mendelik.”Lah emang beneran kok. Emang kamu mau jadiin dia siapa-siapa kamu gitu? Dih cari tu yang diatas aku biar bisa disaingin.”Ujarnya membuat Rian mendengus.


Untung Fanya tak mengerti bahasa Turkei membuat ia diam saja menatap Acha. Ibu dan ayahnya Habib bahkan tak paham. Dan Habib dan Fatih? Mereka hanya terkekeh mendengarnya. Acha pecemburannya. Rian disana menghela nafas dan mengusap kepala Acha maklum saja... acha disana masih makan makannya.


“Mbak Acha bisa masak?”Tanya Wanda. Acha suka Wanda karena dia paling lembut dan juga sendu. Nampak jika ia polos dan juga baik membuat ia menatap wanda polos dan menggeleng.”Acha tidak bisa masak.” Ujarnya jujur mengenakan bahasa Indonesia. Yah kan Acha memang bisa namun sulit diucapkan dilidah.


“Kamu enggak bisa masak?”Tanya Aisya sinis.”Masa kalah sama Fanya dan Wanda. Mereka bisa masak loh padahal usianya dibawah kamu. Ibu kamu engak ngajarin kamu masak gitu yah?”Tanyanya sinis dan juga meremehkan.


Acha disana menurunkan sendoknya dan tersenyum pada Aisya. Kyai dan umi anaknya menatap Aisya dnegan tatapan datar. Habib? Juga menatapnya datar.


Namun semua terdiam ketika Aisya mulai bicara.”Kenapa emangnya jika saya tidak bisa masak? Saya tidak bisa masak bukan karena tidak diajarkan, tetapi karena memang saya dijadikan ratu dan putri dikeluarga saya, bahkan kaki saya tidak pernah diajarkan menginjakkan kaki didapur. Jika saya mau makan saya tinggal bilang dan akan disediakan oleh puluhan maid. Kenapa saya harus lelah-lelah? Ibu dan keluarga saya sngat menyayangi saya hingga tak mau saya berkeringat bauh bawang atau pun asap.. lihatlah tangan saya uhh lembut.”Ujarnya mengulurkan tanganya dengan remeh.”Karena tangan saya tidak pernah SUSAH..!! SAKING BISANYA ORANG TUA SAYA MENJAGA DAN JUGA MENYAYANGI SAYA..!!! ANAK KAMU DIAJARIN MASAK YAH? OH.. Maaf yah kita beda tempat dan beda didikan. Jika anak kamu dijadiin babu maka saya dijadikan ratu.”Ujarnya membuat semua keluarga pias bukan hanya Aisya.. tampa Acha sadari ucapannya membuat mereka bungkam dan sadar jika keliuarganya dibandingkan keluarga Rindu tidak ada apa-apanya..!!


.


.

__ADS_1


Nexs nya apa lagi?


__ADS_2