Istri Butaku

Istri Butaku
Pilihan


__ADS_3

Benci aja sama Khumairo sumpah ga papa demi Nayya.... G papa... wkwkwk. karna pada dasarnya Dia konfliknya wkwk.


.


.


.


Langkah kaki Nayya diiringi Habib disampingnya. Kumairo dan Aisya mengiring saja dari belakang. Nayya dan Habib sesekali bercanda dan juga tertawa semakin membuat hawa panas untuk Khumairo dan aisya.. mereka bagaikan ikan asin saja yang diibiarkan kering dengan tidak nikmatnya.


"Hiiiiss jangan senyum terus nanti diliatin banyak cowok lain... "Ujar Habib menutupi mulut Nayya lembut.


Nayya Disana mengelak dan tertawa "Senyum itu ibadah mas... Masa enggak boleh si? "Tanyanya Disana.


Nampak Habib tak terima lalu menjawab. "Enggak boleh, nanti mereka suka gimana.?? "Tanya Habib berbisik.


"Cemburu? "Tanya Nayya terkikik.


"Yah wajar kan. ? akukan suami kamu sayang... "Ujarnya membuat Nayya tergerak...


"Lagipula aku enggak bisa liat mas Mana bisa cari suami baru... "Nayya geleng geleng.


"Kalo mereka yang culik kamu gimana? "Tanya Habib.


"Yah bagus dong bisa dapat suami baru haha.. "Nayya tertawa Disana.


"Hissss nggak boleh gitu ih... "Habib nampak mencubit pipi Nayya geretan dibuatnya. Nayya hanya terkikik.


“Kita sudah sampai Nayy. Ayo kita ambil keranjangya dan langsung petik buat kamu.”Ujar Habib mengiringi Nayya menuju stan tempat mengambilkan kerajang diikuti Khumairo dan Aisya disana. Nayya disana tersenyum senang saja namun tidak dengan hatinya. Pasti enak yah bisa melihat dan memetik sendiri? Tapi ia tak boleh bersedih, ia harus kuat.


Penjaga keranjang Nampak menatap Gus Habib dengans enyum. “Eh Gus datang kemari rame rame..”Ujarnya disana ramah membuat habib mengangguk sembari tersenyum. Karena yang menjaga adalah alumni dari pesantrennya jadi pahamlah yah.” Jadi apa kabar gus? Kapan nikahnya sama mbak Khumairo..” Ujarnya disana Nayya diam saja mendengarkanya.


“Secepatnya.”Jawan Aisya memotong ucapan Habib. Aisya disana Nampak mendorong Khumairo mendekati Habib membuat khumato sama samar samar merona dan salting.


“Yah kan secara mereka adalah pasangan terbaik dipondok yah kan mbak. Mbak ingetkan dulu banyak banget yang kagum sama mereka.”ujarnya lagi terkekeh.

__ADS_1


Nayya diam dengan panasnya. Habib disana menatap Aisya tajam sedangkan penjaga itu tersenyum.”Duh beruntung banget mbak bisa dapet Gus Habib. Soalnya dia baik dan juga ganteng. Angkatan saya saja hampir seluruh siswi menyukai gus.”Gumamnya disana samar samar.


“Termasuk mbak yak an ngaku?”Tanya Aisya tersenyum malu malu membuat penjaga itu menatapnya melotot dengan pipi yang merah.


”En eng—ngak kok, Cuma sedikit kagum saja.”Ujarnya disana membuat Aisya disana terkekeh.


“Sini mbak keranjangnya. Saya harus cepat soalnya istri sata kepanasan..”Ujar Habib menarik keranjang berwarna ungu disana dan menatap nayya dan tersneyum.”Kita ambil keranjang Ungu yah sayang. Kamukan suka warna ungu.”Ujarnya dan pergi meningalkan aisya dan khumairo yang diam menatapnya.


“Eh bang tunggu.”Teeriak Aisya lalu menarik keranjangnya mengejar Habib yang pergi.”Duh mbak kami pergi yah bay.”Teriaknya pamit membuat sang penjaga hanya mengangguk dnegan heran. Istri? Kok khumairo ditinggal malah ngajak cewe buta tadi? Ia pikit cewe buta tadi itu temanya khumairo. Tapi akh sudahlah.


“Bang tunggu jangan tingalin kita.”Teriak Aisya disana menarik tangan Habib. Nafas aisya naik turun bersamaan dengan Khumairo dibelakangnya.


”Habib.. jangan dengerin omongan aisya.. dia hanya bicara masa lalu.”Ujar Khumato tau jika Habib marah.


Habib mengangkat tanganya dari tangan aisya.”Jangan sentu saya Aisya.. saya bahkan tidak tau kamu makhrom saya dari mana.”Ujarnya membuyat aisya tertegun. Suara itu sangat dingin dan juga kejam. Yah.. habib tidak pernah mau disentu Aisya dari dulu.


Habib disana menahan tangan Nayya dan menatap Asiya.”Berhenti bilang orang lain istri saya. Karena istri saya itu Nayya Aisya.. kamu bisa tidak memikirkan perasaan Nayya ha? Saya diam aelama ini karena saya tidak mau menyakiti kamu.”Ujarnya sangat dingin. Habib marah?


Sangat?!!!


”Abang kenapa si mudah nerima Nayya? Sedangkan Ais enggak? Padahal Ais sama abang itu udah hampir tiga tahun loh kenal dan hidup satu rumah. Tapi bang malah tidak pernah terima jika Ais cium tangan, bahkan sentu saja tidak. “Ujrnya hamper menangis.


Lalu mendoriong Nayya membuat Nayya yang tidak tau apa-apa itu jatuh untung Habib menahanya.”Sedangkan dia? Apa karena dia butah dan cacat mangkanya abang nerima? Apa—“


“Berhenti bicara menghina Nayya Ais.. plak... “ Habib disana memukul wajahnya Aisya dengan kerasnya membuat Aisya terdiam disana.


Habib menatapnya tajam.”Dia istri saya. Saya sudah lelah melihat kamu sungguh..!”Teriaknya disana.”Saya diam melihat kamu bukan saya suka akan perbuatan kamu..”Teriaknya dengan nafas naik turun.


“Ais..”Gumam Khumairo disana mengusap punggung Aisya lalu menatap Habib tajam.” Kmau kok tega banget si sama adik kamu sendiri? Dia adik kamu Habib.. tidak seharusnya kamu pukul dia hanya karena istri kamu.. “Ujarnya sangat lembut bagaikan musim salju digurun pasir.


“Dia memang adik saya tidak tidak dengan akhlaknya.”! “Ujar Habib disana membentak.. ia memeluk Nayya dan mencium kepala Nayya membuat Nayya terdiam”Lihat, dia istri saya bukan orang lain. Jadi berhenti mengatakan siapa saja iistri saya..“ Ujarnya gemetar disana.. “Besok saya akan pindah dengan Nayya. Karena saya tidak mau kalian menyakiti dia kembali.”Ujarnya disana.


Habib membawa Nayya pergi dari sana meninggalkan Aisya yang diam menitihkan air mata menatap habib dan Khumairo yang terdiam menatapnya. Apakah ia akan kehilangan Habib dan meninggalkan perjuanganya yang selama ini? Apakah semuanya terlupakan?


“ Habib kita bareng bareng aja yuk..”Ujarnya Khumairo disana nanar.

__ADS_1


Habib bahkan tak menatapnya dan mengandeng tangan Nayya yang diam saja.”Tidak usah, saya mampu menyewa mobil lain. Kalian pergilah sendiri.”Ujarnya membuat Khumairo terdiam disana menatapnya nanar. Sakit sekali rasanya membuat ia tak tahan dan memeluk Aisya yang juga menangis.


Habib disana menghela nafas dikalah itu. Katanya memerah dan baru kali ini ia memukul seorang perempuan, ia terlalu panas ketika melihat Nayya yang diamdl dengan mata yang sulit diartikan. Ia memilih berhenti ditempat strobery yang sudah banyak matang dan menghentikan Nayya. Ia mengangkat tangan Nayya dan mencium punggungnya dan telapak tangannyab.”Maafkan saya yang tidak pernah bisa jadi suami yang terbaik buat kamu.” Ujarnya disana hampir menjatuhkan air matanya.


Nayya disana tersenyum dan berkata.” Tidak apa-apa. setidaknya kamu mau berubah dan juga menjadi lebih baik lagi kok.”Ujarnya menepuk pundaknya Habib dengan tangan kirinya. “ kamu hebat bisa bicara setegas itu. Aku pikir kamu tidak bisa marah hehe.”Ujarnya terkekeh. Cukup terharu akan Habib yang pertama kali membelanya.


Habib disana tersneyum miris.”Selama ini aku keterlaluan yah Nay, tidak bisa marah ketika kamu dimaki Aosya? Atau memarahi Aisya dan teman temanya yang menghina kamu?”Tanyanya disana dengan sendunya kepada istrinya.


Nayya mengangguk polos.”Kadang saya berpikir jika saya disini sendiri bukan sama suami, karena pada dasarnya suami adalah tameng untuk istrinya, pelindung dan juga penjaga. Jika suaminya diam dikalah istrinya dilempari batu itu bukan suami namanya, tapi pajangan.,”Ujarnya.


Habib menarik nayya kepelukanya membuat Nyyya disana diam.”Maaf yah.. saya akan meperbaiki semuanya sungguh.. kita akan pindah kerumah belakang Ndalem, kamu taukan disana ada bangunan baru?”Tanyanya disana sendu.


Nayya mendnegarnya mengerjab.”Loh bukannya itu katanya Cuma asrama baru kata bik Nur?”Tanyanya mengerjab tak percaya disana. Sebab itu sudah dibangun sedari tiga bulan yang lalu dna sudah selesai minggu kemarin.


Habib terkekeh disana. Lalu mengusap kepala Nayya.” Saya liat kamu digituin sama Ais ngebuat saya untuk bangun rumah sendiri Nay, meksi masih dalam lingkungan pesantren setidaknya kamu bisa hidup damai dengan saja tanpa gangguan orang lain.. saya tidak bilang karena saya mau kasih kejutan aja sama kamu.”Ujarnya membuat nayya disana mendengarnya sendu.


“Makasih.”Ujarnya membuat Habib disana menganguk. Nayya merasa bersalah karena sudah mengangap habib tak memperhatikannya disana. Akhh ia pikir Habib tidak melakukan apapun ternyata salah..


Habib memeltik Strowberry dan bergumam ”Disana juga ada beberapa Al-Qur’’an elektronik loh. Yang kamu dirusakin Ais yang aku kasih kemarinkan? Disana juga aku udah siapin taman kecil buat kmu latihan jalan dan aku juga udah punya pelayan buat ngurus rumah jika aku tidak ada dirumah. Kita akan pindah besok.”Ujarnya.


Nayya disana mendengarnya sendu.” Abi sama Umi tau?” Tanyanya..


Habib menggeleng dan menghela nafas. “ Tidak.. karena awalnya aku pikir kita pindah dua minggu lagi menunggu kolam ikan selesai. Ternyata saya salah.”Ujarnya lalu mengajuhkan stowbery yang sudah ia petik.”Nih makan, merah banget loh, pasti manis.”Ujarnya membuat Nyya mangap dan menerima.


Dan Nayya langsung mengerjab masam namun tetap memakanya membuat Habib tergelak.”Kamu ngerjain aku yah gus?”Tanyanya disana dengan melotot.


Habib disana terkekeh.”Sedikit.”Ujarnya meringis lalu memakan potongan yang Nayya makan tadi dan benar saja masam, karena memang belum terlalu mateng. “Kamu lucu jika kayak gitu .. saya suka.”Ujarnya. Tanpa Nayya tau jika ia juga mengecap masa yang Nayya makan. Ia bahkan meringis.


Nayya memukul pundaknya saja membuat Habib tertyawa melihat ekpresi Nyay yang menurutnya lucu dan candu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2