
Hay guys maaf yau kemarin hampir 10hari aku ga Up. kalian taukan alasannya..? yah aku PPL disumbar hehe
kemarin aku memang udah nabung buat Up. cuma ternyata dijalanan aku ga punya sinyal, serius susah banget sinyal dijalanan.
Terus aku mabuk darat wkwkwk. Serius gak kuat aku memang Handphone dijalanan, gak mengang HP aja aku mabuk apalagi pegang HP tambah ga kuat aku. KApan lagi yekan mabuk HALAL hahah. mana jalannya berkelak kelok karna pebukitan dan pegunungan . YAllah capek kali serius nggak kuat serius.
Mana disana banyak banget kegiatan, pergi kebeberapa tempat,Kampus di lainnya, pulang sampek malam, makan telat terus. Mau nge UP malem cuma aku capek banget Jadi nggak bisa fokus main hape atau ngedit novel buat UP.
sebenarnya itu aku pulang udah dari tanggal 8 kemarin sampel cuma aku masih kebawa mabuk, bahkan sampek sekarang aku merasa masih didalam Bus. Aku pertama kali naik bus soalnya jadi enggak kuat.
Mungkin beberapa hari ini aku agak telat juga si atau gimana masin yah. Tolong maklumnin, soalnya aku sekarang mau bikin Laporan PPL, sma persiapan KKN. Yups... Aku Inshaa Allah akhir bulan ini bakal KKN atau pertengahan bulan depan gitu... mungkin 2hari sekali atau entah kapan bisanya aja. Soalnya serius sekarang banyak banget beban kulia. Etsa nikmat juga si heheh
Tabarakallah doa in aja aku sehat terus dan semua urusan dilancarkan Aaaminnn... Dan buat novel ini aku bakal tetap tamatan meskipun sibuk sama perkuliahan. keknya si konfliknya udah habis tinggal END aja cuma aku mau bikin yang berkesan...
Intinya mungkin hanya penyelesaian masalah, masalah Acha dan juga cerita bahagianya aja lagi sama pembalasan
Terimakasih yang sudah memberikan doau untukku. aku doain juga semoga kalian sehat selalu dan dipermudah kan dalam semua urusan.. Aaamiin.
........Heppy Reading.........
.
.
.
Apalagi bentuan oleh keluarganya dan juga pikiranya yang berputar entah tak memiliki arah. Nahkoda pemimpn itu harus tegas, sekuat apapun angin dan badai ia harus tegas dan juga berkata lantang, harus memiliki arah kemana, menuju kemana dan apa yang harus dilakukan. Bukan diam-diam dan plimpian menuruti permainan angin. Bagai lalang dipinggirkan jalan
...“Aku tidak pernah berfikir jika aku sempurna dan juga sangat mulia itu sampai harus dipertahankan dan tidak mau dipoligami. Karena aku wanita. Jika lelaki berhak menetapkan maka wanita juga berhak memilih. Yang menantiku menjadi istri bukan hanya satu atau dua. Tapi aku memilihmu sedangkan kau menyia-nyiakanku..!! Maaf saya tau jika lubang yang akan saya masuki itu lubang yang berbahaya. Lebih baik aku memilih kebun bunga yang jelas-jelas ada didepan mata ketimbang bunga yang hanya dibayang-bayang dan juga gelap diusung lorong..”...
__ADS_1
Itulah penetapan hidup Nayya. meski memang ujung hidup tak ada yang mammpu mengetahuinya tapi Nayya tau jika pilihan pidup ada pada diri kita. mau bahagiapun itu ada pada diri kita bukan berharap pada manusia..!!
Dunia punya sejuta kebahagiaan.Jangan sampai menjatuhkan hati ditempat yang salah.
Namun menatap Habib yang hancur dan tulus begini hati Nayya tergoyahkan. Ketika mendenar tangisan dan doa-doa Habib ketika ia koma membuat ia sadar dan sudut hatinya bergenyut. Hingga ada sedikit rasa yang ia siratkan untuk kembali untuk Habib. Ia tak tega melihat Habib yang hancur karena keegoisannya. Bolehkan ia ak egois?
Habib yang tak sadar jika nayya menatapnya dari tadipun mengusap air matanya. Nayya yang sadar kembali menutupi matanya dan berpura-pura tidur. Habib kembali mencium tangan nayya dan mengusapnya. menatap wajah nayya sendu.”Saya berjanji akan mempertahankan hubungan kita apapun yang menentangnya akan saya lawan. Saya akan berusa menjadi lebih baik lagi. maafkan saya. Beri saya satu kesempatan untuk membuktikannya yah.”Ujarnya lirih.
Nayya mendengarnyapun hanya diam saja. Habib mengusap lagi air matanya yang basah dan mengusap kepala Nayya.”Nay cepet sembuh yah sayang.”Ujarnya tulus dan tersenyum halus. Nayya yang diusappun ingin tersenyum namun sadar jika Habib tak menyadari hal itu membuat ia urunng. Ia hanya merasakan hangat dihatinya cam memendamnya.
Setelahnya Habib bangkit dan memilih ke toilet membersihkan wajahnya.”Aku ketoilet bentar yah sayang. Kamu jangan nakal. Aku tinggal bentar.”Ujarnya dan segra bangkit meninggalkan Nayya. Nayya yang mendengarnyapun terkekeh geli.
“Gimana mau genit kan disini Cuma berdua sama dia. Genit sama siapa? Sama setan..”Gumamnya terkekeh geli sama hati. Ia mengerjab disana dengan lembah..
Ia mengingat semuanya.. Ia ingin bertemu Acha yah. ia ingin memastikan jika Acha baik-baik saja,. Ia akan memulai dengan baik. Yang pasti ia akan mencari dimana Aron dan Khumairo. Ia akan menuntut balas, setidaknya Aron dan Khumairo harus merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya. Bukan karena dendam atau pedendam tapi ia terlalu sakit melihat anaknya yang dibegitukan sungguh.
Jika ia yang disakiti ia mungkin bisa diam tapi ini anaknya..! Binatang saja jika anaknya diganggu ibunya taj akan tinggal diam..! apalagi dia manusia yang punya hati dan akal.
Apalagi ia habis menangis pas wajahnya jelek sekali dan bengkak. Padahal ia harus selalu kelihatan tampan dihadapan nayya supaya Nayya luluh padanya. Ia menghela nafas menatap langit diselah mandinya.lagi dan lagi setiap apa yang ia lakukan itu penuh dengan kesedihan memikirkan Acha yang tak kunjung memiliki perkembangan. Sakit mengingat jika ia menjadi ayah yang tak berguna.
...----------------...
“Bagaimana keadaan Acha dok?”Tanya Rian disana menatap sang dokter dihadapannya.
Pagi ini ia sudah ada dirumah sakit sebagaimana biasanya.”Apakah ia sudah memiliki perkembangan?”Tanyanya Rian lagi berharap ada mukzizat datang.
Dokter yang merawat Acha mengeleng lemah. Mukanya terlihat pasrah menatap Rian.”Maaf tuan. Kami hanya bisa membantu sebatas ini. selebihnya kami menyerahkan pada Tuhan dan Acha sendiri. Acha tidak memiliki perkembangan sama sekali. Kehidupannya seperti terhenti disini. Bahkan beberapa kali kami kehilangan nafasnya dan darah yang tak lagi mengalir. Keadaanya bahkan memburuk.”Ujarnya. Rian disana terdiam mendengarnya.
Dokter menatap Rian lemah.”Semalam kami ingin memberi tahu Tuan Habib tapi kami tak tega sebab istrinya baru bangun dari komanya semalam. Kami takut dia kaget, kami hanya mampu berdoa akan keadaan Acha saat ini.”Ujarnya lirih.
__ADS_1
Rian mendengarnya mengenggam bunga ditanganya itu erat dan nanar, Sampai tak sadar jika duri dibunga itu menyakiti tanganya hingga meneteskan darah.”Tidak ada cara lain dok? Oprasi atau apapun itu? Saya minta tolong bantu dia kembali sadar.”Gumamnya melirih. Meski wajahnya terlihat datar tapi tak mampu dipungkiri jika matanya saat ini pasrah dan juga tak bisa dikatakan baik-baik saja.
Dokter mnenggeleng lemah. “Ini kelainan ia sejak dalam lahir, kamikan sudah mengingatkan jika jantungnya lemah bahkan tak normal kan? Kami akan berusaha sebisa kami. “Tanyanya. Rian disana diam sadar jika mereka semua tau kekurangan Acha jadi tak mampu menuntut.”Kami permisi yah pak.”Ujarnya. Rian disana memilih duduk menatap bunganya.
Ia tersenyum lirih menatap cincinnya. Iya cincin yang diam-diam sama dengan Acha bedanya ia desain laki-laki. Yah itu cincin pengikat hanya saja ia tak mengatakan pada Acha,”Bangun yah cha. Kakak nunggu kamu supaya nanti kita bisa langsung nikah. Biar kakak yang jagain Acha dan tidak lagi yang bisa nyakitin acha. Biar yang nyakitin Acha kakak yang jawan.”Ujarnya lirih disana. Ia memeluk bunga itu dan menatap kedepan. Tanpa ia sadari jika sosok suster yang menatapnya dari jauh dengan kagum.
Namun tak dipungkiri jika dimatanya ada dendam karena melihat Rian membawakan bunga setiap pagi. Wajar saja sebab Rian sangat tampan dan juga mapan. Siapa yang tak menyukai nya memang?
Ia memilih mendekat membawa kopi yang ia siapkan dan ia beli sebelum pergi. Sebab ia tau jadwal Rian kesini. Ia tersenyum menatap Rian yang kian mendekat namun Rian tetap menatap kedepan tanpa memandangnya. Bahkan tak sadar ketika ia tepat dihadapanya.
Gadis itu pun mengajuhkan kopi ditangannya kehadapan Rian membuat Rian disana kaget dan menatap kopi dihadapanya dan menatap sang pengulur tangan. Seorang suster yang cukup cantik dan juga putih. Rian disana menaikan satu alisnya menatap ia yang senyum malu-malu dan menundur.,
Namun tak lama setelahnya ketika kopinya tak juga disambut ia memberanikan diri berbicara. Namun ternyata Rian sudah tak nyaman diposisi itu memilih bangkit dan pergi.
Suster yng melihatnya cepat-cepat menahannya,”Tungguh. Ini kopi buatmu.”Ujarnya menghalang jalan Rian dihadapannya,.
salah besar....!
Rian yang mendengarnya pun menatap lagi kopi itu. Ia menatap lain arah dan menjawab.” Terimakasih. Maaf buat kamu saja sebab saya tidak suka Latte.”Ujarrnya jujur dan memilih pergi meninggalkan gadis itu yang menurutnya mengganggu.
Sustre itu kembali mengejarnya dan berkata.”Tunggu tuan. Jika tuan tidak suka Latte kita beli lagi saja yah. saya belikan yang tuan sukai. Apa yang tuan sukai? Cappuccino? Grandly,? Macha?” Tanyanya dengan semangat dan juga penuh usaha. Ia membuang semua rasa malunya dihadapan Rian,
Rian tak mendengarkanya. Ia tetap menjauh dari sana dan memilih duduk dikursi dissisi lain.
Wanita itu menghentakkan kakinya karena tidak direspon tak sadar jika ia mengenakan sepatuh higt tinggi hingga ia terjatuh.
”Auuhhkk..”Ia teriak kaget ketika kakinya terkilir dan merasakan nyilu. Ia bahkan terduduk disana dengan tak elitnya.
.
__ADS_1
.
.