
“Kamu tidak tau betapa hancurnya hidup saya ketika saya tau semua hal itu. Hingga hati saya menjadi sepi dan sunyi karena harus berjarak dengan anak kesayangan saya dan dimatikan dengan rasa rindu sampai tenggorokan.”Ujarnya menangis hingga jatuh.
Nayya segera memeluk ayahnya tak kuat dibuatnya. 18tahun jarak mereka dipisahkan membuat ayahnya sangat-sangat terpukul karena rasa rindu yang menyekat ditenggorokan. Belum lagi membayangkan penderitaan Nayya membesarkan anaknya. Ayah mana yang sanggup? Ayah mana? Hiks hiks....
“Ayah.. hiks hiks.”Nayya memeluk ayahnya. Habib menatap Nayya menggeleng melarang ia bicara. Habib disana diam dengan getir menangis sesak. Ia sendiri menjadi saksi bisu bagaimana hancur ayahnya Nayya ketika melihat nayya ia tabrak. Ia sendiri yang menjadi saksi betapa hancur ayahnya Nayya ketika tau Nayya buta dan juga lumpuh,
Ia tau,, dan ia sadar akan rasa sakit kedua orang tua Nayya. ia menoreh luka begitu dalam..!! sebab ia juga hampir gila ketika tau Acha masuk rumah sakit. Ia juga hampur gila karena harus berpisah dengan istri dan anak-anaknya. Ia kehilangan setengah jiwanya.. ia sadar jika yang dikatakan semua ayah Nayya itu benar. Ia juga seorang ayah yang sakit jauh dari anak, mati karena rindu, dan tak sanggup menatap anak terkapar... Sedangkan ayah nayya? jauh dari rasa sakit yang ia rasakan..
Mati rasa...!
Ayah nayya menjauhkan Nayya dari dirinya. Ia menepuk kembali dadanya.”Demi Tuhan Habib saya katakana..!!! Saya tidak akan pernah meridhoi hidup kamu lagi setelah apa yang kamu lakukan kepada anak saya..!! baik itu karena sengaja atau tidak sengaja.. hati saya terlalu sakit akibat ulah kamu dimasa lalu..!” Ujarnya disana menekan kata-katanya.
Pras..... ia membanting guci didekatnya karena marah. Nayya memejamkan mata mendengarnya. Bagaimana hidupnya serumit ini? kenapa ia tak bisa bahagia? ia tak menyalahkan ayahnya tapi kenapa begitu sulit? Kenapa? Bahkan semua orang bosan akan masalah dalam hidupnya...!
Habib disana terdiam dengan getir. Ibu Nayya mendekat dengan Habib dan Plas.... Habib diam merasakanya. Nayya disana menatapnya dengan diam karena tak pantas menolak orang tuanya. Disana ibu Nayya menatapnya tajam dan berkata.”Tiga kali anak saya hamper mati karena kamu dan kamu masih punya muka datang dihadapan saya?”Tanyanya disana. Itu belum dihitung dengan tragedi barusan.
“Bunda...”Gumam Nayya lirih. Ia mengeleng dan berkata.”Ini semua bukan salah mas Habib.. Ta—“
“Tapi aoa? tapi takdir???” Tanya ibunya membentak. Nayya menatapnya lirih.”Nayya bunda membenci kamu yang membantah dengan bunda hanya karena lelaki ini..!! takdir tidak pernah salah... dia yang salah..!” Teriaknya disana membuat Nayya memejamkan matanya dan memilin bajunya erat tak kuasa.
“Jangan injakkan kaki kamu lagi kerumah ini.. Saya tidak sudi lihat wajah kamu lagi Habib..! PAHAM..!!!” Teriaknya disana dan menarik tangan Nayya. Nayya diam disana menatap Habib yang menatapnya nanar.
“Bu.. pak.. Saya minta maaf. Saya mohon kasih saya kesempatan sekali ini saja.. saya mohon..!! Saya janji akan membahagiakan Nayya.” Ujar Habib memohon dan menahan kaki ibunya Nayya. ucapannya sangat lirih terdengar sakit akibat bibirnya yang berdarah dan membengkak.
“itu kata-kata yang pernah kamu katakan ketika pertama kali menikahi nayya dan Nayya menderita.”Ujar ibunya Nayya membuat Habib menangis diam. Ibunya menunjuk pintu.”PERGI..!!!” Teriaknya.
Habib mengeleng.”PERGI HABIB..!!!” Teriak ayah Nayya memegang jantungnya. Habib menatap mereka nanar dan mengusap pipinya yang basah. Ia bangkit dengan lunglai dan menatap nayya nanar. Nayya tak mau menatapnya karena tak sanggup.
Habib mengusap bibirnya yang meneteskan darah.”saya permisi.. assalamu’alaikum.”Gumamnya. ia pergi meningalkan semuanya meski sebelumnya ia menatap Nayya. Namun Nayya tak melihat dirinya seikitpun. Ia tau jika Nayya disana pasti sedih mangkanya tak mau melihatnya.
“Nayya masuk..!!!” Ujar ibunya. “Ibu harus kerumah sakit menemui Acha. Ibu tau pasti keluarga itu akan mengambil anak-annak kamu.. Kamu yang hampir mati hidupin dan besarin anak kamu malah mereka mau diambil. Ibu rela mati nak..!” Teriak ibunya. Nayyadiam tetap menatap Habib.”Nayya masuk..!” Teriak ibunya disana dan mendorong Nayya. Nayya disana diam dan juga berjalan lunglai. Ia mau Habib tapi ia tak bisa menolak ayah dan ibunya.
__ADS_1
Ia tak bisa membuat ibu dan ayahnya kecewa.
Setelahnya Nayya menghapus air matanya dan menatap cermin dikamarnya. Hatinya tak mampu ia bohongi jika saat ini sangat hancur. namun satu fakta jika ini sudah biasa. Ini bukan apa-apa...!! ia hanya tersenyum dan mengangguk.”Saya yakin saya bahagia tanpa ada dirinya dihidup saya...”Itulah kepercayaannya. Ia menjauhkan kata berharap dihidupnya. Meski begitu tak lama setelahnya air matanya kembali jatuh dan ia yang lunglai memeluk tubuhnya sendiri. Mengingat habib yang dihajar habis-habisan membuat ia juga ikut kasihan.
Dikeluarga Rindu? Semuanya antusias mendengar Rian akan menikah satu bulan lagi. mereka bagi tugas, ada yang membuat undangan, ada juga yang dekorasi. Ada juga bagian sounvenir dan semuanya. Sebab keluarga Rindu itu tidak ada wanitanya. Taulah yah, jadi ini adalah pernikahan kedua dari anak perempuan mereka. Apalagi acaranya akan diadakan atas nama Leoni Corps. Mereka akan menyiapkan sebagus mungkin.
“Kok pada rame si dirumah bunda? Ada apa yah Nek?”Tanya Arga yang baru saja bertamu kesini. Ia ingin bertemu bunda dan ayahnya kesini tetapi melihat rumah ini sangat ramai dan tertawa dimana-mana membuat ia heran.
Fotri menggeleng.”Nenek juga tidak tau, soalnya disuru bundamu kemari tadi. Jadi kita masuk saja yah nak.”Ujarnya. Arga mengangguk disana. Ia masih mengenakan kursi roda, sedangkan sang kakek? Ia masih berjalan meski sakit dan batuk-batuk. Han lelaki keras yang ,mendidik sang anak angkat menjadi kuat. dan ternyata sekarang malah dia yang lemah. haha lucu yah dunia ini.
Langkah masuk mereka membuat tawa didalam meredam.”Yaampun Fitri kemari kok enggak bilang-bilang...” ujar dari dalam.. itu adalah istri dari Nio ayah kandung dari Rindu. Ia menyambut ibu angkat Rindu yang tersenyum.”Masuk-masuk.. kenapa enggak bilang biar dijemput saja. Katanya besok pagi kesini.”Ujarnya.
Fitri tersenyum dan masuk.”Ini Arga mau kesini cepet-cepet katanya kangen sama ayah dan bundanya. “Ujarnya. Arga tersenyum dan segera memeluk Rindu dan Rey yang ada disana. “Katanya juga ada kabar bahagia apa itu?”Tanya Fitri.
“Lebih baik kalian duduk dulu.”Ujar Rey sopan disana.
Rindu segera menghammpiri ayahnya dan mengajaknya duduk. ”Diduk bi. abi masih sakit? ”Gumamnya.
Abi Rindu tersenyum dan mengangguk lemah."Tidak.. " Ayah mana yang mengaku jika ia sedang sakit si??? "
“Tunggu-tunggu..!! ini Acha sudah sadar kok engak ada kabar sama kita?!!!” Tanya Raja disana dan diangguki yang lain.”Terus tiba-tiba menikah ini gimana Yah?”Tanyanya tak terima.”Sama bang Rian lagi, emang enggak ada cowok lain apa ha?”Tanyanya disana membuat semua memutar bola malas.
“Yeee dia sadar kemarin, mau ajak kalian juga enggak bakal bisa soalnyakan lagi korona, yang masuk kerumah sakit dibatasi kecuali keluarga dan tidak lebih dari dua orang.”Ujarnya membuat semuanya mengangguk.”Dan masalah mengapa mereka menikah itu kalian tanyakan sama mereka saja atau sama takdir sekalian.”Ujarnya.
“Syukurlah jika Acha sudah sadar. Jadi kapan dia pulang. Kita bikin party kecil-kecilan sekalian tunangannya saja nanti gimana?”Tanya Fitri semangat membuat semuanya juga mengangguk.” Tapi rahasiain dari dia biar dia senng. Jadi jangan ada yang dateng dulu kerumah sakit. Kita buat kejutan mau?”Tanya Putri ibu kandungnya Rindu.
“Ih bener juga..”Gumamnya yang lain mengangguk.”Kita bakal buat pesta juga gede-gede. Nanti kakek bakal undang orang-orang kantor buat ngerayain kepulangan dia. Atau keluarga kita aja?”Tanyanya disana meminta saran.
“Hm keluarga saja dulu biar nanti nikahannya kita umumin tiga hari sebelum pernikahan saja supaya semuanya kaget. Kan rumornya Rian tidak pernah pacaran. Pasti bakal jadi patah hati sedunia. Haha kan seru tu.”Ujarnya Rajja membuat semuanya setuju disana.
“Jadi Rindu kapan Acha pulang?”Tanya ayahnya disana.
__ADS_1
Rindu disana mengerjab dan menatap Arga yang diam saja. “ Hmm dua hari lagi..”Ujarnya membuat semuanya mengangguk semangat.
”Yaampun kita bagi tugas kalo gitu. Udah mepet ini,,, mama mau yang terbaik buat cucu mama.”Ujar ibunya Rindu dan diangguki oleh Fitri dan lainnya. Semua memang akur meski sosok para lelaki disini dingin-dingin. Kakek dan para paman dan ayahnya Rindu? Mereka diam saja bukan karena tidak suka Acha tapi memang prawakan mereka dingin membuat mereka bicara satu atau dua kata saja.
Rindu menepuk pundaknya Arga.”Acha nanyain kamu terus tau nggak. Kamu enggak mau ketemu acha? Ibu kamu sadar kemarin kamu enggak dateng sekarang kamu juga mau lari dari masalah?”Tanya Rindu membuat Arga diam dan menjauh.
“Arga tidak tau bund.”Ujar Arga lirih.”Arga merasa gagal menjadi anak dan abang ketika semua ini terjadi. “Ujarnya membuat Rindu menghela nafas.”Arga malu ketemu acha nanti.”Ujarnya melemah dan juga mau menangis. Ia bahagia tau adiknya baik-baik saja.
Rindu mengusap kepalanya dan berkata.”kamu tau? Didunia ini jika kamu pergi dari masalah ibu bukan berarti kamu keluar dan tidak lagi terjerat dalam masalah itu. Melainkan kamu masuk dalam masalah baru dan terikat dengan masalah lama. Saat ini kamu hanya masuk kemasalah lain saja untuk menutupi masalah yang kamu hadapi. Kamu yakin mau sembunyi terus? Kamu ingatkan kata bunda jika laki-laki itu dilihat dari sikap dan rasa tanggung jawabnya? Bagaimana bisa kamu pergi dari masalah sejauh ini? bunda dan ayah tidak pernah mengajari kamu menjadi pengecut bukan?”Tanyanya membuat Arga diam.
Arga diam menatap kakinya. Rindu tersenyum berkata,”Darah pengecut ayah kamu jangan dibanyakin Ga didarah kamu. Nanti kamu sendiri yang nyesel kayak ayah kamu. Soalnya bunda dan ayah ajarin kamu buat berani dan tangguh. Soalnya jika kamu tetep jadi pengecut dan juga lemah kamu bukan anak kami.. kami tidak punya anak yang pengecut..!” Ujar Rindu kesal menatap anaknya. Kata kasar yang ia ucapkan itu mengandung makna.
Arga mengepalkan tangannya. Benar ini darah ayahnya, darah pecundang dan juga lemah, penakut dan juga tak maju. Ia malu membuat ia mengepalkan tangannya.”Iya Arga bukan anak ayah bunda.”Gumamnya membuat Rindu terdiam.”Tapi Arga mau kuat dan juga tanggu kayak ayah bunda supaya bisa jadi anak kalian.. maafin Arga.”Gumamnya menangis membuat Rindu memeluknya,
Arga memeluk Rindu menaruh kepalanya dicengkuk leher yang beralaskan hijab Rindu. Rindu mengusap kepala anaknya sayang. ”Jangan lari dari masalah lagi mangkanya. Acha sedih kamu enggak ada, dia rindu kamu dan nanya kamu terus loh, jangan sampai dia marah dan nanti ada kesalah pahaman.. kamu harus hadapi.”Ujarnya membuat Arga mengangguk.
“Tapi Arga gahgal lindungin umi dan juga adek.. andai aja diwaktu itu Arga denger kata ayah sama bunda supaya bisa jagain mereka. Pasti hal ini enggak bakal terjadi. Acha pasti sembuh da—“
“ Sitrrr...”Bibirnya ditutup oleh Rindu membuat ia diam.
Bibirnya ditarik Rindu membuat ia mendnegus. Rindu terkekeh.”Enggak bisa bicara andai-andai deh. Soalnya yang berlalu bukan salah kamu doang. Semua orang juga salah asal kamu tau termasuk bunda.”Ujarnya membuat Arga menggeleng.
“Bunda tidak salah, bahkan tidak gagal karena sudah menangkap Aron dan wanita iblis itu.”Ujarnya nanar.
Rindu terkekeh.” Jika begitu kamu harus memperbaiki kegagalan kamu saja bagaimana? Ibratkan kue yang kamu buat gagal karena tidak sesuai seperti yang kamu inginkan, nah kamu diberi wewenang untuk menghiasnya supaya cantik dan menarik, supaya rasanya dan juga kuenya bisa dipandang dan menarik untuk dimakan bagaimana hm? Tidak salahkan jika memulainya lagi?”Tanyanya.
Arga mengerjab menatap bundnaya.”Ayolah cemone... anak bunda tidak boleh stay disatu zona.. ini zona jelek, lari dari masalah lagi. enggak banget sayang. Mana Acha udah mau nikah loh. Kamu mau nanti jika Acha udah nikah enggak bakal bisa deket-deket terus. Dia udah punya suami dan kalian bakal dibatasin..”Ujarnya membuat Arga terdiam kaku.
“Nanti enggak bisa deket berdua terus, karena Acha bakal berdua sama suaminya. Kamu engak bakal terus elus pipi Acha atau kepalanya soalnya dia udah punya suami. Enggak bisa berduaan kayak orang pacaran terus karena dia udah nikah.”Ujar Rindu menakut-nakutin Arga.
“Mana bisa gitu Bunda? Kan kita kembar. Adek kakak. Enggak bisa lah.. kitakan satu jiwa satu hati.. Satu ibu satu bapak.. Masa karena nikah sama bang Rian enggak lagi.. Enggak lah.”Ujarnya disana tak terima. Baginya Acha tetap adiknya yang harus stay dengannya bukan dengan orang lain.
__ADS_1
“Yah bisalah. Kan mereka sudah nikah. Dia udah punya batasan, dan dia sudah menjadi milik Rian suaminya. Kamu bisa apa kalo syurganya Acha ada disuaminya ha? Haha enggak ada dalilnya syurganya ditangan kakak atau kembarannya jadi terima nasib aja kamu..”Ujar Rindu mengejek.”Hayolah kamu bakal ditingal Acha.” Ujarnya menakut-nakutin.
“Ih bunda...! mana bisa gitu.. kalo gitu Acha enggak boleh nikah..!” Ujarnya namun rindu hanya berlalu dan tergelak meninggalkan Arga yang kesal.”BUNDA..!!!! Kita kerumah sakit sekarang..!!”