Istri Butaku

Istri Butaku
Kejutan


__ADS_3

Sama seperti malam malam berikutnya. Nayya selalu sholat tahajud dengan Habib yang mengimaminya. Nayya disana sekarang diam ketika sesudah berdoa.. ia tak tau dimana Habib.. dan ketika Habib mencium kepalanya membuat ia tersenyum dan mengangkat tangan meminta bersalaman.. disana pula Habib tersenyum dan memberi tangannya.


Nayya disanapun menunduk sedih. Ia sedih ketika dirinya yang belum diterima oleh Aisya membuat ia mengerjabkan matanya..


Habib disana menghela nafas dan menarik Nayya didekatnya dan memegang tangan Nayya lembut..” Maafkan aku yah, karena aku tidak bisa memberikan kamu kebahagiaan.”Ujarnya disana mengusap pipi Nayya.


Nayya disana mendengarnya mengerjab dan tersenyum piluh. Mau jawab apa?


“ Nay mau pulang.. Nay mau sama bunda sama ayah saja boleh yah?:”Tanyanya disana mengerjab disana membuat Habib diam.. manta Nayya disana basah dan bergumam kembali.” Nayya tidak mau disini. Nay mau sama bunda dan ayah saja.. “Ujarnya disana dengan sendu..


Aisya memang sangat jahat padanya. Kemarin saja Nayya didorongnya dari kursi roda hanya karena Nayya berada ditengah jalan. Kan Nayya tidak tau dirinya ditengah jalan.. jadilah kaki Nayya yang patah sangat sakit dan nyilu. Untunglah Habib cepat melihatnya.. Nayya tak cerita tapi tetap saja sakit.


Dan ini sudah menjadi yang keberapa kalinya Nayya minta pulang membuat Habib merasa sangat bersalah.


Habib disana mengusap air maya Nayya dan memeluk kepalanya.”Jangan.. kamu sudah menjadi tanggung jawabku.. kita tidur saja yuk.. jangan menangis.”Ujarnya namun Nayya hanya mengangguk patuh.


Ia tau kewajiban seorang istri adalah patuh terhadap suaminya. Habib disana mengusap kepala Nayya sayang dan membawahnya keatas tempat tidur..


Saat Nayya sudah tidur ia mengecup lama kepala Nayya dan bergumam "Maafkan saya.. karena hanya memberikan kamu luka.. saya janji akan memulai sebuah yang baru... "Palu mengusap kepala Nayya sayang sembari memejamkan matanya untuk tidur.


Mereka memang belum tidur bersama(Hubungan intim ). Alasannnya? Kaki Nayya masih nyilu dan juga patah.. hal itu membuat ia tak tega. Lagian ia dan Nayya juga baru kenal kan?


Dipagi harinya Nayya dan Habib sudah berada dibawah dengan wajah Nayya yang sudah tersenyum kembali..


Namun suara disana membuat Nayya tertegun..” Kak Fatih membelikan es krim sebanyak ini buat apa?”Tanyanya Aisya disana menunjukan pendingin esktim yang berisi banyak es krim.


”Kok rasa leci semua si.. kan aku sukanya rasa coklat?”Tnaya Aisya menja. Padaal masih pagi membuat Nayya disana mendengarnya diam.


Fatih mengerutkan keningnya menatap lemari pendingin berisi banyak es krim disana. Dan ternyata akan dibawa keatas lagi tepatnya menuju kamar Habib dan Nayya.. “ Itu bkan kakak yang belikan. Dan lagi sepertinya bukan dsini deh tempatnya.”Ujar Fatih heran.”Sepertinya kekamar bang Habib dan Niang deh..”Gumamnya lagi membuat Aisya menatapnya.

__ADS_1


" Mas kok kesana? Sini.. "panggil nya Aisya kuat tak terima kepada yang membawanya tersebut.


Nayya diam disana namun tidak dengan Habib. Ia tersenyum dan mendudukan diri didekat nayya. Umi dan abinya mereka sedang diluar dan belum pulang.


“ Itu buat Niang kalian Nayya.. karena kejadian semalam Gua jadi inget kalo Niang kalian suka makan es krim leci.. jadi yah dia beliin deh dan buat niang Nay juga supaya kalo lagi sedih bisa makan es krim sendiri dikamar.,”Itu suara yang mengangkat es krim tadi dan tersenyum. Dia Damar dan temannya, sepupu Habib yammg bekerja sebagai penunggu koperasi yang ada.


Habib disana tersneyum dan berkata.”Terimakasih Damar..”Ujarnya membuat Damar disana tersenyum kepada Gus Habib.


"Serius.? "Tanya Nayya shok.


"Iya.. Buat kamu... "Ujar Habib Disana lembut menaruh nasi diatas piring Nayya santai..


Nayya disana mendengarnya pun meringis. “Tidak usah.. nanti kamu kerepotan..”Ujarnya Nayya disana membuat Aisya mnengepalkan tanganya. Tak enak pila menerimanya kan?


Habib mengusap kepala Nayya dlenbut dan berkata,.”Tidak ada yang kerepotan untuk kamu. Nanti aku isikan banyak coklat disana supaya kamu bisa makan coklat..”Ujarnya tersenyum.. ia ingat kejadian semalam membuat ia mengambil langkah ini saja.


Aisya disana menatap nanar kakaknya lalu menghentakkan kakinya. Habib diam menatapnya..


Aiysa memilih pergi dari sana dengan Fatih yang menghela nafas..”Biarkan saja bang.. Ais memang begitu, dia memang butuh pendewasaan diri.. jangan sampek kebiasaannya dimasa lalu tetap berlanjut.. malu nanti abi dan umi sama tringkah dia yang kekanakan..”Ujarnya Fatih membuat Habib tersenyum masam dan mengangguk.


Nayya disana tersneyum tulus.,” Nanti jika Aisya atau yang lain mau ambil saja.. nanti Nay juga sakit gigi jika terlalu banyak memakan es krim dan coklat.”Ujar Nayya disana membuat Habib tersenyum


” Dan makasih yah gus.. gus udah baik.”Nayya memang memanggil Gus Habib dengan Gus sekarang karena ia terbiasa bukan Mas lagi.


“ Jadi jika Fatih mau minta boleh dong niang?”Tanya Fatih kepada nayya.


Nayyapun mengagguk semangat.”Boleh.. tapi bayar yah.. lumayan buat jualan didalam kamar..”Ujarnya membuat Habib tergelak disana. Sama dnegan Fatih disana tersenyum.


"Kalo aku? "Tanya Habib Disana kepada Nayya.

__ADS_1


"Tidak boleh.. masa sudah diberi diminta lagi... Kamu kan suka rasa vanila bukan leci... Kalo tetap mau kamu harus beli juga kayak Fatih biar adil..."Ujar Nayya membuat Habib tergelak.


"Pelit... "Gumam Fatih Disana.


"Ini namanya bukan pelit.. Tapi bisnis.."Nayya tersenyum menjawab membuat mereka hanya tergelak dengan gelengan kepala tak percaya.


Nayya mudah sekali melupakan kejadian semalam.. ia hanya tidak tau saja jika Nayya sosok yang mudah melupakan namun tidak dengan nyata hatinya.. yahyah.. Nayya sosok yang misterius..


"|’Nanti Niang Nayya ikut sama Fatih aja yuk ke kelas.. soalnya dikelas pasti banyak teman yang bisa diajakin temenan.. dari pada Niang dirumah terus.. nanti Niang bosen gimana?”Tanya Fatih semangat diselah makanya..


Nayya disana mengangguk semangat dikalah mengunyah makananya. Namun dengan cepat Habib memotong.


“Niang mu nanti ikut aku saja.. karena nanti abang mau kekoprasi beliin dia baju dan hijab yang baru.. “Ujarnya disana membuat Fatih disana mengangguk paham saja. Sebab kan memang Habib lebih berhak atas nayya. Lagian niatnya juga kan baik?


“Jika suah ayok Nay aku ajakin sholat duha dulu yah.. Fatih nanti lihatin Ais supaya nanti dia tidak melakukan kesalahan lagi.. diakan takutnya sama kamu..”Ujarnya Habib membuat Fatih mengangguk tersenyum.. dan Nayya yang diam saja mendengarkanya..


“Sebenernya kenapa si Ais sifatnya beda jauh sama kalian? ,maaf tapi sifatnya kayak tidak diajarkan dalam beragama..?”itulah pertanyaan dari Nayya kepada Habib membuat Habib terdiam.


”Aku tidak menghina, hanya saja kadang anak yang diajarkan saja tidak begitu caranya.. kadang aku ngerasa Ais keterlaluan.. apa Khumaoiro itu memang begitu sempurnanya membuat dia begitu mengaguminya sampai segitunya?” Itulah ditanyanya lagi selagi menuju kamarnya.


Habib disana diam mendengarnya.. benar kata Nayya.. namun bukan saatnya ia bercerita? Tapi kapan?


“ Aku juga tidak terlalu tau Nay. Karena aku baru diIndonesia, Aku sudah lama kulia dimesir selama tiga tahun dan kulia diturki selama dua tahun membuat aku tidak terlalu banyak tahu dipesantren ini..”Ujarnya Habib disana lembut.


”Aku bahkan baru tau jika aku punya adik perempuan itu diwaktu aku pulang .. jadi karenanya aku tidak terlalu dekat degan Ais.. mungkin Fatih lebih banyak tau.’Ujarnya membuat Nayya disana mendengarnya diam.


” Masa si enggak tau? Kamu enggak nanya sama umi dan abi?” Tanya Nayya.


” Sudah hanya saja aku belum terlalu paham..”Jawabnya membuat Nayya diam lagi tak bertanya.

__ADS_1


__ADS_2