
Rian meliriknya dari jauh dan mendekati habib. Habib yang tak sadar kaget ketika Rian berkata.” Saya rasa kamu tau jika mereka berdua bukan makhrom. Alangkah baiknya jika mereka kalian beri tahu supaya tidak menjadi Fitnah.”Ujarnya dengan dingin dan helaan nafas. Ada rasa tak teeima didadanya melihat hal itu.
Habib meliriknya dengan godaan.”Bilang saja kamu cemburukan.”Ujarnya. Rian diam menatapnya dengan dingin. Habib menyolet perutnya membuat ia mundur,”Ngaku kan kamu suka anaknya abi hm? Acha hm? Bilang ayo bilang haha.”Ujar habib tergelak dan digelaki juga oleh Nayya. “Bilang ayo biar saya restuin kalian.”Ujarnya.
“Saya bukan bicara hal demikian. Jangan membalikkan fakta.”Ujar Rian menahan wajahnya dan juga nadanya. Suaranya masih terdengar sopan namun matanya tak bisa dibohongi jika ia tak suka Habib. Bukan tak suka, tetapi lebih ke belum percaya yang seutuhnya.” Jauhkan mereka. Ini bukan tentang perasaan tapi tentang fakta jika mereka bukan mahrom.”Ujarnya lagi dengan fasih.
Habib mendelik.”jika Abu tau jika dia bukan mahromnya Acha dia suka dengan Acha tidak yah.”Gumamnya Habib menggoda membuat Rian terdiam. Habib semakin senyembunyikan senyumnya dan berkata.”Jika dia tau apakah dia masih mau jika Acha jadi adiknya yah? Jika saya lihat mtanya dia tertarik dengan Acha. Hmm.”Gumam habib menahan lagi tawanya.
Rian paham maksud Habib. Jika Acha dan Rian tau jika mereka tidak sedarah pastinya mereka akan bisa bersama yah kan? Dan bisa jadi Abu juga menyukai Acha dan Abu bisa menjadi saingannya Rian yang juga menyukai Acha. Rian diam mendengarnya dan mengerjab.
Ia menghela nafas.”Itu resiko. Saya tidak pernah takut akan apapun didunia ini, apalagi dengan suatu hal yang sudah ditakkdirkan. Maka jangan buat saya hidup dengan kegelisahan. Bicara yang sebenarnya dan buat sekat diantara mereka supaya diujung hari tidak ada penyealan kembali.”Ujarnya Rian dengan tegas dan berkata.”Bukan sok tau atau sok paling taat. Hanya saja saya ingin kita sama-sama dijauhi dari zina dan ingat akan perintah Allah yang sebenarnya. Sebab saya dengar kemarin mereka dikamar yang sama sembari menonton Film, sedangkan mereka bukan Mahkrom, tadipun saya lihat mereka gandengan. Bukan cemmburu hanya saja saya tau itu salah dan saya berharap kamu sebagai ayah dari keduanya bisa memberi tahu yang mana yang benar dan mana yang salah.”Ujarnya. ia memilih menatap lain arah dan menghela nafas.
Habib diam dengan pucatnya. Ia meneguk saliva keringnya dibuatnya. Bisa-bisanya ia diceramanhi oleh orang yang lebih kecil. Ia salah rupanya..!! sebab anak-anak Rindu maupun Rindunya sangat agamais sedangkan dia? Akh sudahlah.
“Diatas langit masih ada langit mas. Jadi jangan heran jika mas tau agama dan ilmu namun ditempat lain ada yang lebih tau diatas mas. Karena itu jadi pelajaran didiri mas, bahwa sebenarnya iman mas masih seujung jari. Dan disini kita belajar supaya bisa menanamkan iman yang lebuh dalam lagi sebagaimana orang yang kita tatap dan kita liat.”Ujarnya Nayya.
Habib mengangguk lemah.”Benar.. Salah satu hal yang membuat istriqoma dan juga memperbaiki akhlak itu harus dibarengi dengan lingkungan dan kawan yang beraqlak dan berilmu. “Gumamnya lirih. Nayya tersenyum. Sesungguhnya insecure yang HQQ Yah begini. Hidup ditengah orang yang taat sedangkan kita masih jauh dari ketaatan dan masih suka bermaksiatan dengan dosa. Ibarat kata jika ingin memperkuat iman maka dekatlah dengan orang yang beriman.
Kalian pernah dengar kata ‘berteman dengan orang yang menjual parfun akan berbeda dengan orang yang berteman dengan tungku api’ artinya bukan menghina penjual dan juga jabatan yah guys. Artinya jika kamu berteman dengan tukang jual parfum maka kau juga akan ikutan wangi, karena apa? Karena kamu dikelilingi dengan wewangian. Tapi jika kau berteman dengan tukang jual tungku api maka kau akan bau api, sebab apa? Sebab pasti akan ada sedikit banyaknya percikan api mengenai tubuhnya.
Ada juga kan yang kata-kata’ Jika mau menilai sikapnya maka lihatlah temannya’ tau artinya? Artinya itu teman itu adalah cerminan diri kita. jika temannya baik maka ia juga akan baik, jika temanya sholeha maka ia juga akan ikut sholeha pula. Jika temannya jahat maka ia juga. sebab manusia yang suka kemasjid dan berbicara baik tidak akan sejalan dengan manusia yang suka ke Club malam dan juga berbicara kasar. Yang minum susu tak akan sama dengan yang minum-minuman keras.
Sampai sini paham?
Mangkanya carilah teman yang baik, lingkungan yang baik. Bahkan suatu saat kelak jika dihari akhir kalian bisa saling membantu. Ketika kau punya teman yang baik dan shalih maka ia masuk syurga sedangkan kamu masuk neraka, ia berdoa kepada Tuhan ‘Yatuhan. Kenapa si Pulan masuk neraka padahal ia baik, suka membantuku dan berzikir. Maka bantulah ia keluar dari neraka.. Keluarkan dia dari neraka dan ampunilah semua dosanya’ maka didetik itu juga kau akan sadar jika sesungguhnya teman dan lingkungan itu juga sangat berpengaruh pada hari akhirmu kelak.
“Kita bajunya cuple aja sekeluarga atau bagaimana?”Tanya Nayya kepada Rindu dan juga Rey yang sibuk memilih baju mereka masing-masing.
“Yaampun enggak bisa lah nay. Kalo gitu kenapa engak mau sebulan yang lalu kita pesan. Kalo sekarang udah engak bisa. besok lebaran loh.”Ujarnya Rey membantah ucapan nayya.
Nayya menghela nafas.”Yaudah si kenapa enggak kamu dan habib yang Cuple terus anak kalian bertiga juga cuple. Nanti aku akan COple sama Rey, Rian dan Rani bakal Cople, kalo Rajja sama Nichol yang Cople.”Ujarnya Rindu menyarankan.
“Engak akh. “
“ Boleh juga..’Habib dan Nayya saling tatap kaena argument mereka berselisih paham.
__ADS_1
Habib semangat dan senang dedangkan Nayya tidak. Nayya menatap Habib tajam dan berkata.”Ngapain si mas. Kamu enggak mau pulang kampung gitu? Orang tua kamu pasti mau kamu pulang. Kan kamu anak kebanggaan mereka. Ngapain lebaran disini. ”Ujarnya Nayya tak suka.
“Yah saya memang akan pulang.”Ujarnya Habib disana dengan senyumnya. “Tapi bareng kamu dan anak-anak.”Ujarnya dengan senyum lagi.”Dan itu nanti lebaran keduanya. Kita nakal pulang kerumah.”Lanjutnya.
“Ogah.. ngapain ngajak aku.”Ujarnya Nayya cepat membantah.”Enggak akh. Istrimu aja sana ajakin pulang. Kalo acha sama Arga mau ikut yah bawa aja. Tapi aku enggak. Mereka udah dewasa jadi tau mana yang baik dan mana yang enggak.”Ujarnya Nayya tajam.
Habib menghela nafas nanar. Susah sekali membujuk Nayya.”Tapi Nay. Kamu tidak mau bertemu dan lebaran dengan ibu dan ayah kamu? Mereka pasti sangat merindukan kamu dan cucu-cucunya.”Ujar Habib membujuk.
Nayya diam mendengarnya dan menghela nafas. “Pulanglah Nay sebentar saja yah. Saya juga mau mengenalkan anak-anak kita kepada orang tua saya.”Ujarnya Habib.
“Ikut aja Nay. Saya dan Rindu juga akan pulang kok ke Indonesia loh.”Ujarnya Rey menarik turunkan alisnya.”Soalnyakan kami juga dari sana. Kami mau lebaran sama orang tua Rindu dan orang tua saya. “ Lanjutnya dengan membujuk pula.
Nayya melirik Rindu sedangkan Rindu sibuk dengan memilih baju saja bersama anak-anaknya. lihatlah betapa bahagia anak-anaknya mendapatkan pillihan baju dari ibunya. Bahkan Rian yang jarang tersenyum sangat mudah tersenyum dan selalu mendekati Rindu bagai anak kucing baru lahir.
“Iya saya ikut. Cuma kalian saja dirumah habib. Saya tidak mau soalnya saya mau kerumah saya saja.”Ujarnya Nayya dengan cepat. Habib yang mendengar tak terima namun dipotrong oleh Nayya.”Tidak ada bantahan. Kamu bukan suami saya sekarang jadi tidak ada yang sembarangan menyuruh saya yah,.”Ujarnya Nayya mengancam.
Habib menghela nafas dan mengangguk lirih saja. Ia tersenyum sebab memiliki cara tersendiri disana. Acara memilih baju sudah selesai, Rindu dan rey memilih baju berwarna Hitam keemasan semua baik Rian dan Rani. Nichol dan juga Rajja. Mereka semua hitam dan Gold temanya. Hanya saja warna.
Sedangkan Nayya memilih warna Pink peach. Habib pun sedikit mesem ikut saja sebab ia tak suka warna terang. Acha dan Arga? Mereka juga sama bersama Abu. Memang dipisahkan supaya tau pisahan antara keluarga mereka. Ada beberapa baju juga jika untuk pulang ke Indonesia dan lainnya hingga puas dan merekapun keluar.
Disana nampak Khumairo mengenakan hijab tertutupnya dan tersenyum santun bak manusia paling sucinya.”Mas beli baju kok enggak ngajakin aku?”Tanya Khumairo tersenyum. Hal yang membuat Rindu mual-mual.
"Emang kamu siapa saya? Istri bukan segala bukan. Ngapain ngajakin kamu. Istri sayakan nayya.”Ujarnya Habib disana tegas dan mencemooh. Khumairo cemberut dan berujar.”Kan aku juga istri mas.”Ujarnya lirih melirik Nayya yang diam meliriknya.
“Mana ada istri saya hanya satu. Dan jikapun poligami yah hanya sama Nayya bukan kamu. Ingat kamu ngemis buat saya jadi ayah anak kamu karena kamu tidak mau malu hamil diluar nikah bukan pernikahan yang SAH..”Tegas Habib disana. Nayya mendengarnya cukup senang. Habib punya perubahan. Dan lihatlah Habib menghempaskan tangan Khumairo yang ingin memegangnya.” Apasi Mir. Kamu tu tau banyak agama loh kok gini. Kamu bikin saya malu tau nggak.”Ujar habib ketus.
Nayya disana menahan senyum dibuatnya. Khumairo disana menatap Nayya dengan tatapan tak suka. Tangannya terkepal ingin memukul Nayya namun ia tahan dan menatap habib dengan tatapan memelasnya dan iba.
Ketika tatapan Nayya kearah lain, tak sengaja Nayya menatap bosnya Dava. Dan Dava pun menatapnya dengan tatapan binarnya bersama mamanya, “Itu mah. Dia orangnya..!” Ujar Dava membuat Nayya kaget. Kenapa dia ditunjuk dan dibawa-bawa si?
Nampak mamanya Dava menatap nayya dengan kaget dan berkata.”Lah kok dia pakek hijab. Dia islam?”Tanyanya,. Dava hanya tersenyum kepada ibunya dan meringis.
Ibunya tersenyum dan mendekati Nayya.”Hallo calon menantunya mama. Kamu cantik banget rupanya, kok enggak pernah main dirumah si? .”Ujarnya mendekat dan mengusap kepala Nayya.
Semua kaget disana. Bahkan nayyapun kaget. Apa maksudnya? Dava? Ia tersenyum dan segra menarik Nayya. ia pun berbisik.”Diem ikutin aja. Atau kamu saya pecat dan semua pasien bantuan kamu itu saya usir.“Ujarnya. Nayya bungkam disana dengan menatapnya dengan datar.
__ADS_1
Dengan snatun Nayya menyalami tangan bosnya itu.
Aha... ia punya ide melirik Khumairo dan Habib.”Oh hay tante. Kenalin nama saya Nayya.”Ujar Nayya tersenyum manis. Habib melotot menatap nayya yang berkenalan dengan orang yang tak ia kenal. Tadi apa ia bilkang? Calon mantu? Kok bisa?
“Yaampun kamu cantik banget.”Ujar mamanya Dava mengusap hijab Nayya dengan pelan.”Mama suka banget sama orang yang pakek jilbab meksipun mama bukan islam hehe. Ini Dava islam tapi sukanya seksi seksi baru kali sukanya sama cewek hijaban kayak kamu. Wajar aja dia tidak mau dijodohin. Kamu secantik ini si.”Ujarnya terkekeh.
Nayya meringis mendengar pujian. Jujur Nayya tidak suka dipuji.”Anu tan. Tapi saya udah punya anak dua loh Tan. Hehe.”Ujarnya. Dava melotot melihat Nayya. Nayya malah memainkan matanya kepada Dava yang melotot.
Mamamnya Dava melirik Dava diam dan melihat nayya dengan tatapan bingungnya.”Oh saya pikir kamu masih gadis soalnya anak saya bujang belum menikah.”Ujarnya.
Nayya melirik Khumairo dengan mata yang sombong. Khumairo menatapnya dengan diam dan wajah memerah. Ia tua jika Nayya memainkan harga dirinya dan mengatakan ia laku dan Khumairo tidak laku...!
“ Hmm tidak apa-apa yang berarti kamu bisa menghasilkan anak untuk anak saya kan?”Tanyanya terkekeh.”Artinya kamu bisa kasih saya cucu dan kamu sehat. Mama tidak masalahkan itu.”Ujarnya terkekeh lagi.
Nayya tersenyum mesem menatap Dava yang malah tersenyum.”Iya tan hehe. Lucu aja kan janda bisa dapat bujang haha. Soalnya tu banyak yah perempuan yang ngemis sama suami orang. Murahan yah tan.”Ujarnya Nayya disana tersenyum manis.
Mamanya Dava malah tertawa.”Iya lah. mungkin dia kekurangan materi atau gatel. Ataupun tidak ada yang suka sama dia mangkanya kayak gitu. Kalo kamukan janda tapi tetap cantik dan juga tidak kekurangan materi, secara kamu dokter dan berpendidikan. Anak saya banyak cerita tentang kamu.”Ujarnya dengan senyum bangga,”Jadi tidak ada yang lucu. Kamu memang pantas kok.”Ujarnya lagi.
Nayya memainkan lidahnya melirik Khumairo semakin memanas, ia semakin direndahkan dan semankin malu dibuat oleh Nayya. “Lagain ngapain si nyamain diri kamu sama pelakor. Enggak level banget kan?”Tanya mamanya Dava membuat tangan Khumairo semakin terkepal dan Habib yang memerah panas akibat ceburu. Mamanya Dava memegang tangan nayya dna berkata.”Lain kali main kerumah dong Nay.”Ujarnya memelas.”Tante mau lqh kenal kamu soalnya anak tante jarang dirumah. Mana semata wayang lagi.”Ujarnya lirih.
“Loh bukanya Dava punya anak?”Tanya Nayya kaget.
“Kamu tau?”Tanya mamanya Dava kaget.
Nayya menghela nafas.,”Tau dong tan. Dia belom nikah cuma punya anak kan karena engak mau nikah?”Tanyanya Nayya disana lirih. Hahaha.. mamanya Dava tergelak.”Iya.
"Mangkanya mama kaget dia mau nikah sama kamu. Kamu hebat yah nay bisaluluhin dia.”Ujarnuya memuji.
Ehemm. Ehem.. batuk dari habib membuyarkan aegarlanya. Ia menarik tangan Nayya dan tersenyumn.”Maaf tante. Istri saya mau ketempat lain. “Ujarnya membuat mamanya Dava menatapnya kaget.
istri?
.
.
__ADS_1