Istri Butaku

Istri Butaku
Sesungguhnya


__ADS_3

...Masa lalu bukan untuk di lupakan tapi dijadikan pelajaran, sebab tak ada waktu yang tak berguna untuk kita yang mau belajar.. ...


.


.


“hay mbak..”Ujar Nayya disana mendekat dan duduk. Ia menatap nama yang tertera dinisannya dan menghela nafas. “Nay minta maaf yah selalu ngerepotin mbak, bahkan sampai mbak meninggal Nay selalu jadi beban mbak.”Gumamnya bergetar. Ingat semua yang ia lalui.


Ingat ketika Rindu marah padanya ketika menangis karena Habib. Ia berakata.’ Jika kamu memilih pergi, jangan menangisi apa yang kamu tinggalkan.. Sebab hanya buah bagian busuk yang dibuang sedangkan selebihnya bisa diolah, menjadi jus. Dimakan langsung atau dibuat salad. Hidup tidak segetirr itu sampai harus menangisi satu orang yang sama untuk berkali-kali. ” Ia ingat sekali kata-kata itu. Meski kasar tapi ia tau maksudnya. Maksudnya dari buah busuk itu hanyalah sebuah analogi yang bisa diterapkan dalam kehidupan, tinggalkan yang berlalu sebab masa mendatang masih harus diolah dan masih hrua dinikmati .. sebab yang lalu hanyalah bagian yang busuk yang tak pantas diingat sebab tak akan bisa diklolah atau dijalankan kembali seperti buah busuk pada umumnya.


Air mata Nayya kembali lulu ketika ingat kata kata rindu yang memarahinya ketika ia memarahi Acha yang memukul anak nakal disekolahmya. Rindu berkata dengan tegas’ Tidak ada yang salah dalam perkelahian anak akan pembelaan diri terhadap penindasan, sebab ketika ia berani melawan itu tandanya ia anak yang cerdas. Jangan dimarah sebab jika kau marah maka ia akan jadi anak yang penakut dan mudah di tindas. Manusia memang harus menjadi baik tapi tidak boleh ditindas. Kita boleh mengalah namun bukan berarti boleh diinjak. Jangan jadikan anak kamu seperti kamu yang jika disakiti hanya tersenyum dan di injak. Sebab saya tidak suka orang yang naïf. Yang tersenyum tetapi dalam hatinya menangis bahkan menyumpahi. Munafik.” Itu yang ia bilang.


Nayya sadar akan hal itu. Yang Rindu ajarkan memang mungkin tak patut dicontoh, yang mengajarkan anaknya mennjadi congkak dan sombong. Namun ketika anaknya besar ia sadar jika menjadi orang yang tegas itu memang harus. Rindu juga mengajarkan rasa apatisme yang tinggi terhadapnya dan anak-anaknya namun bukan berarti tak peduli. Apatis akan perkataan orang dengan dalih.’yang menjalani hidup itu kita bukan orang lain. Sebab orang kebih sering menilai kita hanya mengenakan telinga tampa bantuan mata, namun ada juga yang mendengar kita dengan mata namun enggak dengan telinga. paradigma semua orang berbeda.


Padahal bukankah ketika menilai sesuatu hal itu harus melihat dengan mata kepala, mendengar dengan telinga, dicerna dengan akal dan ditanya melalui mulut, tetapi kenapa hanya satu sisi yang digunakan?


Wanita itu jarus tegas tak boleh terlalu lembut, sebab serba salah. Menjadi lembut maka orang akan mencibir kita hanyalah ekting ataupun cari perhatian dan sok suci. Tapi ketika keras maka semua orang mengangap kita sok tegas dan juga tak pantas.. semua yang kita lakukan tetaplah salah bagi orang yang tidak menyukai kita lalu untuk apa dipedulikan?


Tangis Nayya menjadi ketika ingat semua itu. Ia memeluk nisan itu dengan air mata yang selalu meneteskan berliannya. Rasyid disana mengusap kepala sang adiik dan ikut menangis. Ia ingat bagaimana Rindu berkata baik kepadanya. Memberikan rumah dan perekrjaan. Sungguh Rindu adalah sosok malaikat yang ia temui. “Saya yakin mbak disana sudah bahagia Nay. Jangan nangis lagi, jangan ganggu kebahagiaan dia disana yah.. berhenti menangis dia pasti sedih.”Ujar Raysid disana dengan nanar.


Nayya disana mengusap pipinya yang berderai.” Mas tau nggak. Nay tu ngerasa bersalah bersalah, kenapa yah mbak Rin selalu lindungin Nay dan anak-anak sedangkan Nay belum kasih apapun sama mbak Rin. Dia selalu berkorban sedangkan Nay hanya jadi benalu. Sampai dia nyelamatin anak Nay. Nay jadi ngerasa bersalah.”Ujar Nayya disana mengusap pipinya yang basah.


“Kamu inget enggak kata Mbak Rindu dulu?”Tanya Rasyid membuat ia menggeleng.


"Yang mana?? " lagi banyaknya wejangan dari Rindu, Iya bahkan tidak tahu kata-kata yang mana yang dimaksud oleh Rasyid.


Rasyid melanjutkan perkataanya” Mbak Rin pernah bilang ‘Saya senang menjadi sandaran bagi orang lain, sebab ketika saya disandarkan maka disana artinya saya hidup dengan keadaan yang berguna. Jikapun saya berkorban untuk kalian itu tandanya kalian adalah orang yang saya sayangi jadi berhenti menangisi atau merasa jadi benalu. Cukup kalian jangan kecewakan saya’ Nah jadi kamu enggak boleh kecewaain dia dan harus jalanin hidupmu dengan baik. Rawat anak-anak kamu Nay.”Ujarnya disana nanar,”Dan jalankan apa yang pernah dia bilang kekamu.”Ujarnya.


Nay disana mengusap airmatanya kembali menderas.”Dia hanya mau kamu bahagia Nay.”Gumam Rasyid membuat nayya mengangguk. Rasyid mengusap kepala adiknya.”Bahagia yah jangan menderita terus. Mas capek liatnya, dulu ada mbak Rin yang selalu jaga kamu tapi sekarang udah nggak, soalnya mas enggak sekuat dan sepintar dia.”Ujarnya membuat Nayya mengangguk memeluk sang kakak.

__ADS_1


Nayya mengangguk dan mencium nisan Rindu. Ia berkata.”Mbak Nay janji akan bahagia sebagaimana yang mbak suruh sama Nay. Nay akan selalu bahagia.”Ujarnya.


Rasyid disana mengangguk nanar.”Makasih mbak selalu ada untuk Nay selama ini. terimakasih.’Gumamnya disana menangis dna memeluknya. Ia disana menangis dan berdoa, membacakan surah yasin dengan Rasyid berdua hingga senja datang. Seakan tak rela pergi meninggalkan Rindu sendiran namun langit tak merestui. Ia harus pulang dengan keadana sedih yang mendalam dan akan menjadi Rindu yang menggebu. Yah seperti namanya. Rinzu Azzahra.. Rindu kesucian...


...----------------...


Acha yang sudah tak sadarklan sedari siang itu membuat Rian dan Arga disana pusing sekali.. mereka menunggu dikamar Acha bergantian.. sedangkan yang lain mempersiapkan sholat berjamaah untuk nanti malam disana dan menyiapkan makanan.


Yah disini trradisinya begitu yah entah jika didaerah lain, malamnya akan ada acara sholat manggrib dan isya secara bersama, lalu dilanjutkan dengan cerama dari ustadz, setelahnya ada acara mengaji bersama untuk ahli rumah atau siapapun yang ingin saja. Biasanya dihadiri majelis dari luar. Namun betapa memiluhkan malam ini sebab ada ratusan anak panti yang datang dengan baju putih menangis sesegukan mengetahui Rindu meninggal.


Bukan hanya itu, ada puluhan juga nenek-nenek dan kakek-kakek atau orang tua yang dari panti jompo menangisi Rindu.. bukan kenapa sebab Rindu mengambil atau membantu mereka itu dari jalanan. Rindu suka sekali keluar jika bertemu dengan anak yang terlantar maka ia akan menaruhnya dipanti asuhan miliknya, beugitu juga dengan orang tua yang masih berjualan padahal umurnya sudah tak lagi panas, atau terlantar untuk ditaruh dipanti jompo miliknya. Jarak panti jompo dan panti asuhan itu tak terlalu jauh hanya ada pembatas nya pagar.


Supaya dihari apa begitu bisa anak-anak dari panti asuhan itu bermmain dengan nenek-nenek yang sudah tua disana supaya mereka tak merasa kesepian. Atau akan ada acara sepreti Give Away Rindu akan memberikan mereka barang dan uang. Atau hanya sekedar kasur dan juga sepatu baru. Baik untuk nenek-nenek dan anak-anak.


Dia memiliki panti asuhan yang bercabang.. belum lagi panti jompo dibeberapa cabang, dari mana ia mendapatkan uang? Tentu saja dari usahanya, ia itu sudah memiliki usaha tokoh baju ternama dan menghasiklan uang milyaran hanya saja uang itu dibagi dua dengan disumbangkan satunya lagi ia simpan untuk anak-anaknya. Untuk berfoya-foya? Kalian lupa suaminya orang yang sangat kaya?


Kata sambutan, kata tangisan dari merekah yang membuat anak-anaknya kembali menangis dan juga haru. Sebanyak ini yang mencintai ibunya? Belum lagi dari ibu-ibu kalangan komplek, atau dari kampung tempat panti itu berdiri. Rindu adalah sosok yang bisa mereka pinjamkan. Namun Rindu tak akan menagih, jika ada uang maka harus dibayar jika tidak anggap saja itu sedekah. Ia juga membuat usaha kerajinan sehingga ada banyak ibu-ibu disana tidak lagi menganggur. Ia ada usaha cepat saji, tas dari sampah dan ada juga buat bawang gorengg.. dan hasilnya untuk membayar gaji mereka sedangkan Rindu hanya mengambil sebagian saja.


“Ayah..”Gumam Rajja disana menyenggol ayahnya., namun Rey disana hanya diam dan menatap anaknya sendu. Raja disana memeluknya dan berbisik.” Rajja mau kayak bunda, kalo meninggal bakal ditangisin kayak gini, Rajja mau kayak bunda.. Raja bangga punya bunda yang disayang banyak orang, bahkan orang yang enggak kenal sama dia.” Ujarnya membuat Rey mengusap kepalanya dan tersenyum.


“Bunda kamu memang banyak yang sayang nak.”Ujarnya. raja mengangguk dengan bangga mengusap pipinya yang basah dan pipi ayahnya yang basah.”Jadi kita tidak boleh menangis lagi ayah. Karena Rajja bangga dilahirkan dari bunda, dan ayah adalah lelaki paling beruntung didunia ini karena punya istri kayak bunda, yang pandai masak, rajin. Baik dan juga tegas.. Kita harus semangat untuk bunda.. “Ujarnya disana dengan mata yang tak mampu berbohong jika ia hendak kembali menangis.


Rey mengangguk mengusap kepalanya. Hatinya pedih sekan-akan disobek-sobek dengan puluhan pisau, “ Gimana yah, supaya kamu beruntung nanti kamu harus punya istri kayak bunda kamu yah. Kamu bener ayah lelaki paling beruntung. “Ujarnya dengan senyum. Mengingat Rindu yang mengenakan niqob dan hanya dirinyalah yang bisa melihat wajahnya saja membuat ia menghangat dan terjaga.


Raja menggeleng.”Tidak akan ada yang sama seperti bunda.. tapi Rajja akan usaha supaya bisa jadiin wanita yang ada disisi Rajja nanti akan diperlakukan sama seperti ayah memperlakukan bunda. Karena semua wanita itu mulia dan juga terhormat.”Ujarnya tersenyum.


“Seandainya jika kamu menikah perempuan yang kamu pikir wanita yang masih tejaga kesuciannya dan ternyata sudah tidak suci apa yang kamu lakukan nak? Apakah kamu akan meningalkannya atau kamu maish tetapi bersamanya?”Tanya Rey kepada anaknya dalam.


Raja disana menghela nafas dan menatap kelain arah.” Dulu bunda pernah berkata. ‘ Jika pernikahan seperti itu terjadi maka kamu berhak meninggalkan wanita itu, tetapi lelaki yang baik memilih wanita bukan dari sana atau dari masalalunya. Tetapi dari dirinya sekarang. Jadi tergantung. Jika dia sudah bertaubat dan memperbaiki diri maka Rajja masih bersamanya dan akan membimbingnya bersama Raja. Wanita memang akan terhormat ketika ia bisa menjaga kesucianya namun lelaki yang terhormat adalah lelaki yang tak akan merendahkan wanita hanya karena hal tersebut. Sebab manusia punya masa lalu masing-masing.” Ujarnya.

__ADS_1


Rey disana tersenyum.” Ayah bangga ama kamu sayang.. bunda pasti bangga juga punya anak seprti kamu.”Ujarnya membuar raja mengangguk dengan senyum manis .


Disisinya ada Habib yang mendengarnya dengan dalam. Ia tersenyum miris dibuatnya sebab Rey dan Rajja bisa sedekat ini dan ia tak gagal melindungi dan membimbing anaknya. Ia ingin seperti itu juga. Ia juga ingin kuat dan ia ingin menjadi perisaii untuk anak-anaknya.


Disisi lain ada Acha yang mengerang merasakan sakit dikepalanya. Melihat hal demikian Arga buru-buru mendekati adiknya.”Kamu sudah sadar Cha?”Tanyanya disana dengan mata yang terlihat cemas. Ia mendekat dan juga menatap Acha penuh Tanya,


“Mi—num...” Gumam Acha serak merasakan tenggorokannya kering meronta meminta setitik kehidupan. Arga yang mendengar segera mengambil air untukk sang adik, ia juga membantu Acha duduk dan mimum. Acha disana menerima saja dengan lemah dan mulai berhenti ketika merasa cukup. kepala Acha terasa sangat pening bagai ditimpah batu


“Kamu ada yang sakit? Dimana? Abang panggilkan dokter yah.”Ujarnya Arga menatap adiknya penuh tanda Tanya. Acha disana menggeleng saja dan diam. Ia mengusap pelipisnya sakit namun terdekat ketika tangannnya ada infus ternyata. Arga menatapnya segera menjelaskan.”Kamu terlalu lemah dan membutuhkan nutrsi. Jadi kamu di infus cha.”Ujarnya.


Acha disana mengangguk lemas, hingga suara tahlilan diluar sana terdengar nyaring. Hatinya tertegun, ingatannya berputar seakan-akan memaksanya untuk sadar akan kenyataan. Ingatan Rindu yang terbujur kaku, memeluknya ketka ingin ditembak seakan-akan menerkam dadanya hingga hancur berkeping-keping. Matanya menatap Arga menatapnya cemas.”Bunda baik-baik aja kan kak?”Tanyanya disana.


Arga disana diam tak bergeming. Ia tak tau harus jawab apa, ia terdiam menatap Acha yang cemas. Acha disana hendak turun namun ditahan oleh Arga memeluknya sayang.” Bunda baik-baik saja kok. Kamu tenang Cha.”Ujarnya disana.


Acha disana tersenyum menatap Arga dan itu senyum yang pilu menurut Arga. “Abang enggak bohong kan? Bunda memang baik-baik saja? Itu yang tahlilan buat apa bang?”Tanyanya disana,. Matanya menyiratkan harapan bahwa semua hanya mimpi.


Arga disana menelan ludahnya perih.” Bunda baik-baik saja disyurga.”Ujarnya. acha menatapnya memenas hingga terkulai.


Mendadak tulang-tulangnya menjadi layu namun segera Arga mengatakannya cepat.”Tenang.. bunda baik-baik saja kok. Dia neggak bakal ngerasain sakit akibat tembakan.. bukankah itu hal yang baik? Dia enggak bakal nangis dan terluka. Enggak bakal ngerasain sakit?”Ujarnya.


Acha disana menatapnya lalu menunduk.”Itu bukan baik-baik aja kak.”Gumamnya polos dan menjatuhkan air matanya, “Bunda mati karena Acha, dia nyelamatin Acha kak.. bunda nyelamatin acha.”Ujarnya disana melirih.


Bahkan tak terdengar saking lirihnya.


Arga mengeleng.”Engak bukan karena kamu sayang.”Ujarnya menangkup piipi Acha. Acha menatapnya sayu. Arga menggeleng.”Dia melakukanya karena sayang sama Acha dna berharap ACha baik-baik saja. Dia mau ACha sehat.. acha taukan kalo bunda sayang acha?”Tanyanya disana lirih. Ia sekuat tenaga menahan tangisnya.


“Acha maunya bunda baik-baik aja bukan kayak gini.”Ujar Acha menangis sayu.. Arga disana mengeleng menatapnya.”Acha mau bunda balik lagi bang. Acha sayang bunda hiks hiks.”Gumamnya bagai anak kecil yang kehilangan ibunya.


“Abbang kalo bisa milih juga mau gitu dek, tapi gimana kalo takdir yang bicara?”Tanyanya Argha dalam batin.

__ADS_1


Ia hanya mengusap kepala ACha yang terus saja menangis. Ia mengusap pipi gembulnya yang basah dan mengusap kepala sang adiik.


__ADS_2