Istri Butaku

Istri Butaku
Alasan


__ADS_3

Rindu kesini karena mendengar kabar Acha kian memburuk, ia gundah dan ia galau. Ketika ia yang menyusuhi dan juga membantu merawat acha. Didalam tubuh ada darahnya yang mengalir. Ia memang sudah berpesan pada perawat jika ia ada sesuatu pada Acha tolong kabari dia.. Apalagi kabar Nayya bangun semalam masuk ketelinganya membuat ia memaksa Rey untuk kesini. Ia cukup kaget ketika tau jika Arga tak mau menemui ibunya.


Ia diam menatap kedepan menunggu Rey yang tadi mengatakan bercakap dengan dokter sebentar. Dan disana ia menghela nafas berkali-kali karena lelah. Hingga ia merasakan tepukan hangat dibahunya,.”Ayo sayang.. kamu mau lihat acha kan? Kita gentian yah kata dokter enggak boleh lebih dari satu orang.”Ujarnya memberikan baju pengunjung dan juga name tag ditangannya. Yah memang harus mengenakan itu.


Rindu mendongak dan tersenyum.”Kamu saja duluan. Aku disini sebentar yah.,”Ujarnya. Rey disana mengangguk karena tau jika Rindu memerlukan waktu bertemu dengan Acha. Lagipula Rindu tau jika Reylah yang paling merindukan Acha bukan dirinya. Haha saling memahamilah yah jadi pasangan.


(pesan yang author kasih buat kalian dari pesangan Rey dan Rindu dinovel ini adalah)


jadilah dua insan yang saling memahami dna mengerti. Jika satunya keras seperti Rindu maka kau harus jadi yang lembut dan juga penyayang seperti Rey. Namun meksipun sekeras apapun kamu, sekuat apapun kami, dan setidak maunya kamu dengan sesuatu itu bukan suatu alasan untuk kalian menaiki suara kepada suami, bersikapnya selayaknya istri yang bisa mengontrol diri dan tahu siapa diri. Tau batasan dan tau jika meninggikan suara dan juga membentak suami adalah hal yang tidka boleh dilakukan..!!


Begitu juga Rey. Ketika ia tau Rindu pemarah dan juga orang yang tegas ia berusaha untuk bisa memimpin istrinya.. ia bisa mengontrol istrinya dengan caranya, tak dengan saling sahut menyahut akan kerasnya suara tapi dengan senyum tulus dan elusan yang mampu membuat Rindu kalah sendiri. Dicium keningnya dan juga bicara dengan hati. Sebab meski istri itu keras, tapi semua istri suka kelembutan.


Jadi harus saling memahami dan mengerti yah jadi pasangan. Jadi saling memahami karakter satu sama lain,, mengotrol dan saling tau cara menenangkan itu adalah suatu perkara hal yang penting. Mangkanya lagi dan lagi aku pesankan jika ingin menikah harus dipikirkan lagi, jangan hanya karena perasaan saling cinta saja mau. Karena cinta bisa luntur pada masanya kelak, namun tidak dengan ketulusan...!! sekali lagi ditekankan. pilihlah yang paling tulus mencintaimu bukan yang paling mencintaimu.


Karena nanti wajah yang cantik bisa keriput dan juga mengendur, rambut yang hitam dan lurus bisa memutih, bodygoald yang dipuja puja bisa jadi galon karena dimakan waktu, apalagi ketika sudah punya anak dan kita tidak dapat merawat diri dan suami. Dan suami hanya mencintaimu karena fisikmu maka disanalah batinmu sedang diuji.. jadi wanita hjarus cermat dan cerdas yah memilih pasangan..! sebab pasanganlah yang menentukan kehidupanmu kedepannya bahagia atau tidak..!!


Intinya baik laki laki atau perempuan harus pandai mencari pasangan yah...!


Habib yang tersenyum menatap makanan Nayya datangpun segera mengambil dari suster.”Biar saya saja sus yang menyuapinya. Suster bisa keluar dan merawat pasien lain.”Ujarnya dnegan sopan.


Suster itu ragu dan segan dibuatnya sebab suara Habib sangat sopan dan lembut. Sangat enak dan adem didengar.”Ba-baik tuan.”Gumamnya tersenyum malu. Usia Habib boleh menginjak kepala lima tapi wajah tak kalah dengan pria berkepala 3. Dia awet muda guys.


Habib tersenyum menatap nayya yang menatapnya.”Kita makan dulu yah terus minum obat nanti.”Ujar Habib semangat.”Kemarin aku udah dikasihi tau sama dokter obat mana aja yang harus kamu minum, terus berapa banyak yang harus dikonsumsi loh.”Ujarnya semangat sembari mengaduk bubur yang cair itu, senyumnya tetap mengembang dengan manisnya.


Nayya diam mendengarnya. Lihatlah betapa tulusnya wajah itu membuat ia tak bisa berkata kata. Habib mengangkat tangannya yang berisikan sendok dan bubur.” Nih makan dulu kuyah yang banyak. Enak kok.”Ujarnya dengan semangat,.


Nayya disana membuka mulutnya dan mencoba makan. Namun ia terdiam dikalah merasakan rasa pahit berca,mpur hambar. Ia segera mau memuntahkanya namun mulutnya ditahan oleh Habib dan segera Habib unyel membuat nayya mau tak mau menelannya. Habibs egra memberikan ia minum.


”Uwekk..”Nayya disana ingin muntah lagi dibuatnya.


Habib mengusap pipinya namun ditepis.”Ih mas enggak mau. Enggak enak.”Ujarnya.

__ADS_1


Habib disana meringis dan mengusap pipi Nayya.” Duh nay kamukan sedang sakit sayang mangkanya enggak enak. Kalo lagi sakit kamu makan spageti pun rasanya juga bakal rasa pahit sama hambar.”Ujar habib dengan lembut tak marah.


Uweh... Nayya memuntahklan makanannya tadi dibajunya Habib. Habib terdiam mendapatkanya itu dan menatap Nayya dan menaruh nampan kosong dihadapkan Nayya supaya bisa muntah Disana. Nayya meringis dan mengusap dadanya. Habib mengusap pipi Nayya dan mengambil minum.”Nih minum dulu yah yang banyak biar engak mual lagi. kamu harus makan nay.”Ujarnya dengan telaten dan muka tulusnya.


Nayya diam mendapatkan perlakuan yang special itu. Ia merasakan tangan habib mengusap sudut bibirnya dan juga bajunya yang terkena muntahanya yang memamng tak banyak itu.”Mas enggak marah aku muntahin? Maaf enggak sengaja.”Ujar Nayya dengan muka memelasnya karena merasa bersalah.


Habib tersenyum dan menggeleng.”Enggak kok Nay. Mas suka kamu kayak gini, muntahin aja engak apa-apa kok yang penting kamu sadar dan bisa sehat. Bisa senyum sama mas. Mas ikhlas tapi kamu harus makan yah biar sehat?”Ujarnya membujuk.


Nayya mendengarnya tersenyum. Wajahnya menjadi sendu menatap Habib yang membersihkan bajunya yang terkena muntahanya. Habib disana segera mengambil makanan lagi.”Nih makan lagi yok mas suapin lagi. tangan kamu pasti masih sakit banget kan? Nanti kita ganti perbannya yah biar kamu nyaman. Mau mandi air hangat juga enggak biar mas siapkan.”Ujarnya Habib bagaikan pelayan.


Nayya tersenyum tulus kepada Habib.”Makasih mas.,”Ujarnya.


Habib disana menatapnya heran.”Buat apa?”Tanyanya Habib heran.


Nayya disana diam sebentar.”Makasih..”Ia hanya bisa ucapkan itu, ia tak bisa dan ia tak tau buat apa. Tapi yang ia tau ia hanya berterimakasih karena Habib sudah ada untuk dirinya saat ini, merawatnya dengan tulus tanpa amarah.


Habib menusap kepala Nayya sayang.”nay.. mulai dari awal yah.”Ujarnya tulus.


Nayya menatapnya dengan diam. “Dimana kita yang nikah juga diawali ginikan? Kamu buta dan mas yang rawat? Kita mulai yah dari awal. Mas sayang Nay dan mas mau selamanya bisa jagain dan rawat Nay sakit an Nay bisa ada disamping mas buat kita jadi bahagia. “Ujarnya lirih. Tanganya menyusuri wajah Nayya membuat nayya memejamkan matanya merasakan tangan kekar itu. “ Kamu buat mas tau Nay jika sebenarnya mencintai itu bukan tentang siapa yang duluan mas temui dan siapa cinta yang pertama Mas rasakan. Tapi kamu mengajari mas jika sebenarnya cinta itu tentang takdir.”Ujarnya lirih.


“Mas kenapa tidak menikah lagi ketika Nay pergi? Tujuh belas tahun loh mas.”Ujarnnya Nayya serak. Habib menggenggam tangan nayya dan menarihnya didadanya membuat nayya diam. Nayya merasakan detak jantung yang berdetak lebih cepat.


Habib menatapnya dalam.”Bagaimana bisa menikah lagi Nay jika kamu tetap ada disini? Bahkan setiap harinya tanpa melihatmu saja mas jatuh cinta. Seluruh dunia mas udah kamu alihkan Nay. Kembali yuk, balikin dunia mas sama kamu biar mas tau jika dunia itu indah.”Ujarnya tulus.


Nayya menatapnya dalam. Habibpun mentpnya dalam dengan muka memelasnya. Habib menggigit bibir bawahnya ragu. Namun dadanya menyemarak ingin membuat ia mengangguk. Habib disana menatapnya dengan muka yang awalnya suram mendadak cerah bagai diterbitkan banyak bunga matahari”Kamu serius kan Nay?”tanyanya dengan serius dan muka yang cerah.


Nayya menatapnya dnegan muka tagunya. Habib disana melompat “Yaah.. Alhamdulillah..”Teriaknya dan segera bersujud syukur.. ia memukul lantai dengan geregetannya sungguh ia sangat bahagia. ada rasa yang menggebu-gebu didadanya saat ini. ia merasa sangat sangat bahagia. taka da tagisan namun seluuruh hatinya saat ini terisi dengan kebahagiaan.


Nayya menatapnya tersenyum. Ia harap pilihanya saat ini tak salah. ‘ Kumairo lihatlah.. saya tidak akan mengalah lagi, saya akan mempertahankan apa yang harus saya pertahankan. “Gumamnya dengan tekat disana. Yah ia akan mempertahankan dna mengejar cintanya pada Habib.


Habib tersenyum bangkut dan segera memeluk Nayya. nayya diam dipeluknya. Ia merasakan keningnya dicumim oleh Habib.”makasih yah Nay. Meski mas tau kamu masih ragu tapi mas akan berjuang supaya kamu bisa rasain jika mas sungguh-sungguh dan membuang keraguan kamu jauh-jauh.. mas janji akan berusaha lebih baik lagi.”Ujarnya dengan semangat.

__ADS_1


Nayya disana tersenyum dan mengangguk. Nayya pun senang. Habib menatap Nayya dan tersenyum.”Kita nikah lagi aja atau cukup gini aja ? duh Nay saya mendadak bodoh ini gimana yah.. “Ujarnya dengan gugup.


Nayya disana menatapnya dengan Gemas. Habib memeluknya lagi.”Duh nantilah kita tanya lagi, tapi saya yakin kita tidak pernah bercerai dan tidak penah berpisah. Saya tak pernah memikirkan perpisahan diantara kita sedari dulu, saya selalu mengangap kita hanya dipisahkan oleh waktu bukan takdir.”Ujarnya dengan tegas. Ia menatap dalam wajah Nayya dan mengusap pipinya sayang.


Nayya menahan tangan habib dan menatapnya tulus.,”Mas beliin Nay bubur ayam yang lain aja yah mas. Nay laper tapi enggak mau makan itu, engak enak mas.”Ujarenya lirih disana.


Habib mendadak datar mukanya menatap Nayya yang mengganggu suasana. Ia melepaskan tangannya dari pipi Nayya dan mengusap wajahnya., Nayya menatapnya polos.”kenapa? mas enggak punya uang buat beli yah mangkanya pusing terus elus-elus muka gitu.”Ujarnya Nayya dengan delikan tak terima.


Habib menggeleng dengan muka pasrahnya.”Enggak kok Nay. Kamu mau berapa emang hmm? satu? Dua atau mau sama gerobak dan tukang jualnya? Mas beliin buat Nay..”Ujarnya dengan muka kesalnya.,


Nayya disana menatapnya dengan tatapan tak suka.” Satu ajalah mas, tapi jangan pakek kacang dan banyakin ayamnya, enggak usah manis dan juga kerupuknya didoblekan. Jangan lupa juga susu asli yah Nayya butuh itu.”Ujarnya dengan polos.


Habib mengusap dada. Ia mengangguk.”Iya mas suruh penjaga beliin dulu yah Nay disini dulu.”Ujarnya disana. Nayya mengangguk dengan senyum polosya. Habib mengusap kepalanya dna menciumnya.” Sabar yah.”Ujar Habib sabar dan memilih pergi.


Nayya menutup mulutnya terkekeh ketika Habib pergi.”Saya tau kamu ketawa Nay lepasin aja enggak apa-apa.. demi apa saya engak apa-apa Nay.”Ujar Habib membuat gelak itu terdengar.


Nayya memang tak mau Habib selalu memelas, ia tau Habib tulus dan ia juga merasa bersalah. Ia tak tau harus mnenjawab apa yang pasti saat ini ia hanya ingin memberikan kesempatan untuk mantan suaminya yang satu ini. eh ralat kan mantan suaminya memang hanya satu yah wkwk.


Ketika diluar pintu Habib tersenyum, ia menyubit pipinya yang terasa sakit.”Auuu.”Ia meringis namun tetap tersenyum. ia menggigit bibir bawahnya ingat jika ia sudah baikan dengan nayya. ia bahagia dan ia sangat-sangat bahagia sungguh. Namun ketika inngat ACha membuat kebahagiaan itu meredup.


“Ehem,...” Deheman yang membuat habib menatap kesisinya. Yang ternyata Rindu yang tersenyum menatapnya. Ia menjadi ikut senyum.”Ciee kayaknya bahagia banget yah sampek merah tu muka.”Ujar Rindu terkekeh. Maafkan ia yang tidak sopan mendengar percakapan mereka.


Habib mengangguk semangat.”Iya Rinml. Nayya mau nerima aku lagi Rin. Dia mau balik lag dan memperbaiki semuanya buat aku bahagia,.Eh tunggu-tunggu. Aku suru penjaga beliin bubur dulu yah nanti kita cerita lagi.”Ujarnya membuat Rindu terkekeh. Habib segera memilih mendekati pejaga untuk memesan pesanan Nayya tadi.


Rindu terkekeh melihatnya. Rindu ikut bahagia dibuatnya. Lagi pula Rindu tau jika sebenarnya Habib memang mencintai nayya dengan tulus. Bahkan cintanya juga begitu besar. Hanya saja Habib tak bisa menetaplan pilihan. Mencintai saja dudunia ini tidak cukup, tapi juta berani mengambil resiko dan juga berani akan pilihan.


Tapi jangan satu hal yah. jangan sampai menentang Tuhan dan juga Ibu, sebab tu perkara yang membuat kamu akan meninggalkan penciptamu. Tuhan yang menciptakanmu dan Ibu yang membawamu kedunia ini. bagaimana bisa dikatakan cinta jika Tuhan saja ditinggalkan? Sedangkan Tuhan yang memberikan cinta?


Habib datang lagi dengan senyumnya,.”Saya boleh duduk kan disini.”Ujarnya pamit untuk duduk disisinya Rindu. Inilah yang membuat Rindu respek sama dia. Habib itu beda dengan laki-laki lain, dia sangat lembut dan juga sopan.


Rindu mengngguk.”Boleh.”Ujarnya. Habib pun duduk dismaping Rindu namun menyisihkan jarak.” Rindu nanti saya teraktir yah buat kamu sebagai tanda terimkasih saya. Saya seneng banget Nayya mau balik lagi. tapi saya bingung. Kami harus menikah lagi atau gimana yah? sebab kami lebih dari 5tahun berpisah tapi saya tidak pernah menalak bahkan berfikir berpisah darinya. Kamu punya saran yang lebih baik tidak untuk saya?. Sebab saya mau memulai dengan halal dan juga dengan persiapan yang matang.”Ujarnya tulus dan panjang.

__ADS_1


Rindu disana diam menatapnya, bisa dilihat habib sangat antusias menceritakannya membuat hatinya menghangat. Bisa dirasakan jika Habib sangat tulus mencintai Nayya.


” Sebentar. Bukannya kamu gus anak kiyai? Bukanya seharusnya kamu lebih tahu?!!”


__ADS_2