Istri Butaku

Istri Butaku
akan pulang


__ADS_3

Hari semakin berjalan dan Nayya sekarang sudah membaik, sedari kemarin ia habiskan untuk tidur dan sekarang ia sudah seperti biasa. Dan disinilah ia, ditengah-tengah Rindu, Rey suaminya Rindu tapi sedang keluar. Dan ada Abel. Iya Abel, dia sudah sembuh dan juga sudah sehat beda dengan Nayya yang memang harus menjalankan pemulihan yang lebih intensif.


Sejujurnya Nayya ingin menghubungi Orang tuanya, Habib dan juga keluarga Habib. Tapi ketebatasan miliknya membuat ia tak tau banyak hal. Ia tak tau nomor telepon mereka, ia tak tau alamat mereka hingga ia pun tak tau bagaimana wajah suaminya.. tapi tak apa, ia tau alamat dimana rumah Habib dan pondok pesantrennya. Nanti kata Rindu ia yang akan menghantarkannya.


Insyallah besok ia sudah bisa pulang kata Rindu, lagipula Rindu harus pergi ke Turki besok bersama keluarganya, jadi ia tak bisa membantu banyak hal lagi.


Sedangkan Abel? Ia sendiri bingung saat ini, mau mau pulang, namun ternyata orang tuanya sudah pindah dan tunangannya sudah memiliki wanita lain, ia sekarang sendiri dinegara ini tanpa ada pegangan apapun. Perlu kalian ketahui jika Abel itu adalah keturunan jepang bercampur korea. Wajahnya yang kearah muka yang berbeda dengan wajah Indonesia itu membuat banyak orang menyukainya. Sayang seribu kata sayang,, wajahnya yang terlalu cantik memang tak baik.


“ Jadi umur Mbak sekarang udah 20tahun?”Tanya Nayya kepada Rindu. Ia sedang makan buah yang dibawah Oleh Rey tadi. Iya, Rindu membukanya dan menyuapinya disana sembari bercerita tentang banyak hal, termasuk usianya dan kapan ia menikah..


“Lebih tepatnya sebentar lagi 21 si sekarang hehe. Soalnya aku udah hampir satu tahun menikah dengan Rey.. “Ujarnya miris.. “Dulu aku juga pernah keguguran dua kali karena rahimku lemah karena ada beberapa kendala. Dan Alhamdulillah Allah memberikan lagi dan sekarang aku bisa hamil lagi.”Ujarnya disana senang.


Nayya mengangguk sembari mengunyah. Abel sedari tadi diam menyimak saja. Ia kaget ketika Nayya sudah menikah, ia pikir Nayya masih gadis seperti dirinya. Eh dia sudah menjadi wanita deng.. Miris yah.. Sudah menjadi wanita meksi belum bersuami..


“Berarti kita beda beberapa tahun mbak. Sekarang Nay udah mau 19tahun loh hehe..”Ujarnya Nayya.


Rindu disana tersenyum. “Berarti kamu muda banget nikahnya yah.”Ujar Rindu disana mengangguk sembari memakan buah juga.” Mbak nikah dulu juga muda di, usia 19tahun gitu., berarti kamu nikah di usia 17-18 gitu kan?”Tanyanya diangguki oleh Nayya.


“Kalo Abel usianya berapa?”Tanya Rindu kepada Abel yang diam saja sedari tadi. Rindu bukan sosok crewet atau homble sebenarnya, tapi ia hatus berusaha. Abel disana tersenyum.


“Baru masuk 17tahun, kemarin aku dijodohkan dan sudah tunangan. Tapi ternyata tunanganku menjualku..”Ujarnya miris disana. Rindu disana menghela nafas meringis dibuatnya..


Rindu mengangguk.”Tidak apa.. jadikan saja pelajaran jika disuatu hari nanti kamu tidak boleh bergantung poada siapapun kecuali pada diri kamu sendiri.. Yang sabar yah.”Ujarnya membuat Abel meringis dan diam menatap nanar kebawah..

__ADS_1


“Ada tidak yah lelaki yang masih mau menerima saya mbak? Saya sudah tidak perawan. Bahkan saya tidak tau sudah berapa kali mer---: “


“:Siutt..” Nayya disana memotong nya membuat Abel dan Rindu disana menatapnya.


“Jangan bicara begitu, pasti ada kok yang suka sama Bela.”Ujarnya disana dengan tenang. “Ini semua terjadi karena kecelakaan dan juga musibah. Semoga Bela akan bisa mendapatkan lelaki yang tulus mencintai Abel, bukan karena fisik, melainkan memang ia benar-benar menyukai Bela dengan apa yang Bela miliki, baik itu kekurangan dan sebagainya. Tidak ada yang harus Bela takutkan, sebab jika ini sudah ketentuan Allah Bela hanya perlu berpasrah kepada Alah dan yakin jika Allah sudah menyiapkan yang terbaik untuk Bella.. Bela tidak boleh mengkhawatirkan suatu hal yang sudah disiapkan oleh Alllah. Ingat, jodoh, ajal dan sebagainya udah disiapkan. Ketika Bella khawatir dan takut akan takdir. Maka sama saja itu penghinaan kepada Tuhan dan Abel tidak percaya jika Tuhan itu ada. Bela harus ingat, Bella itu berharga.”Ujarnya semangat disana dan tersenyum.


Abel disana tersenyum miris.. lalu mengangguk dengan iar mata yang jatuh. Rindu memeluk Bela dan berkata. “lelaki mungkin banyak yang mencari fisik yang sempurna, dan sekarang Allah cacatkan fisikmu, itu bukan karena Allah tak sayang, melainkan Allah sayang Bela. Bella bisa bayangkan bagaimana jika Bela menikahi tunangan Bela yang kurang ajar itu? Bella. Sungguh apa yang kita miliki saat ini adalah ketentuan yang terbaik bagi Allah. Bella hanya perlu berusaha memperbaiki takdir dan berdoa akan kebahagiaan Bela disuatu hari nanti. Kita sayang Bela.”Ujarnya Rindu sendu. Bella menangis memeluk Rindu membuat Nayya ikut menangis disana.. ia tak kuat mendengar ucapan Rindu.


Suara Rindu itu tidak selembut wanita-wanita biasa, lebih seperti ke Bas dan berat, tetapi sangat santun dan sangat menyejukkan membuat mereka sadar akan kehidupan. Mereka sama-sma korban disini. Hanya saja Abel sudah terlalu jauh menjadi korban sedangkan Nayya masih akan proses. Nayya bersyukur kepada Tuhannnya yang selalu meliindunginya. Akhh Nayya juga berterimakasih kepada Dava, kepada Edward.. memang benar, ketulusan dan kepasrahan terkadang mengembalikan apa yang tak harus orang lain miliki.


“Dih lagi ngomong apa nih?”Tanya Rey yang baru datang membawa bakso tiga bungkus dan juga beberapa minuman, ada bubur ayam juga ia bawah untuk Nayya..


Ia mendekati Rindu dan Cup.. ia mencium kepala Rindu membuat Abel memerah. Sungguh Abel akui jika wajahnya Rey itu sangat tampan dan Rindu sangat beruntung. Abel jadi penasaran, bagaimana wajahnya Rindu dibalik noqibnya.


“Yah Abel tinggal cari kambing aja yah kan Bel? Hehe jangan cium cowo dosa.. Jadi cari yang aman aja yah jomblo.”Ujarnya membuat gelak tawa Nayya yang tak mampu melihat apa-apa itu terdengar.


“Ishhh kok gitu si kak.. “Ujar Abel membuat Rindu dan Rey tergelak. Lihatlah wajah merah dibalik kulit putih pucat itu sangat menggemaskan. “Sekalian aja tu suruh aku cium tembok biar enggak zinakan. Secara kan siapa tau kambingnya laki-laki.”Ujarnya disana memainkan bibirnya tak terima.


“Nah ide bagus itu.”Ujar Rey , Abel mendengarnya melotot. “Ayo sekarang cium tembok biar aku buat videonya dan aku viralkan disosial media ‘ Karena iri akan keromantisan suami istri, gadis belia ini mencium tembok karena tidak menemui kambing untuk ia cumbuh.”Ujar Rey menggoda disana.


“Ih kakak nyebelin..!” Teriak Abel. Nayya dan lainnya semakin tetawa mendengarnya. Suara Abel sangat nyaring padahal masih muda..


“Mbak Rindu kenapa si mau sama Kak Rey. Dia tu ganteng si tapi sayang, nyebelin. Rasanya mau Abel sentil ginjalnya.”Ujarnya mendengus.

__ADS_1


“Is kamu enggak tau?”Tanya Rey menatap Abel didekat istrinya. “Banyaknya cowo yang ngejar mbak Rindu ini,. Cuma kakak yang dipilih.. banyak yang mau sampek gila ada, tapi dia pilih kaka karena apa? Karena kakak yang terbaik. Kalo enggak percaya Tanya aja sama tu mbakmu.”Ujarnya lalu mengambil piring dan mangkok, menyiapkan bakso.


Abel menatap Rindu dengan tatapan tanda Tanya sama dengan Nayya yang diam mendengarnya. Rindu menatap mereka tersenyum. “Heheh, enggak sudah didengerin itu.. dia memang pede abis orangnya.”Ia malas membahas masalah pribadi.


“Ih ayang bilangin sama mereka. Biar aku bisa sombong gitu milikin kamu ayang ih.”Rajuk Rey membuat Abel dan lainya geli. Rey cemberut menatap Rindu meminta diceritakan tentang dirinya yang menjadi pilihan Rindu.


Rindu memutar bola mata malas dan berkata.”Iya in aja haha.. “Ia terdiam sebentar dan berkata. “Kamu itu terlalu sempurna untuk aku jabarkan Rey.. Enggak ada kata-kata yang bisa aku rangkai saking kamu yang terbaik dari yang terbaik. Kamu sosok terhebat Dalam hidup aku.”Ujar Rindu disana sendu membuat semua terdiam., air matanya terasa jatuh ketika ingat bagaimana perjuangan Rey dikalah itu. “Kamu lelaki terbaik ditempat terbaik dihati aku.. “Ujarnya. Rey disana tersenyum mendekati istrinya dan memeluknya.


“Kamu juga wanita terkuat dan terbaik yang aku milikin asal kamu tau Rindu... Terimakasih karena mau berjuang sama aku.. Dan ada sampai detik ini disamping aku.”Ujar Rey mengusap pipi istrinya.. ia sangat menyayangi Rindu. Sangat..


Abel disana menitihkan air mata menatapnya. Apakah ia bisa mendapatkan lelakinya sebaik Rey? Akhh ia tidak tau saja bagaimana perjuangan kehidupan Rindu... Bela menatap langit. Bolehkah ia iri saat ini?


Sedangkan Nayya disana menerawang jauh memikirkan Habib. Rindu sosok beruntung yang memiliki Rey, sedangkan dirinya? Dinikahi tanpa cinta, terikat tanpa pengenalan. Bahkan bentuk dan rupa Habib ia tak ketahu dan tak ia kenal.


Habib sosok yang baru ia kenal. Dan mengatakan ia mencintai dirinya, sayang sekali hanya karena ada Khumairo ia lemah dan juga goyah, sampai kini menikah lagi.?


ia selalu berjanji untuk setia dan tidak akan menikah agi.. Nayya benci memikirkannya dan Nayya benci. Nayya ingin seperti Rindu, memiliki satu laki-laki yang bisa dibanggakan akan perjuangannya dan kegagahannya. Tapi bukankah takdir sudah ditentukan?.


Dan apakah Habib sudah menikah dengan Mira ketika ia diculik dan hilang? Itu tidak mungkinkan? Jika iya.. alangkah sakit hati Nayya, pulang dengan mendengar kabar menyakitkan itu..


.


....Jangan lupa tinggalkan jejak yah.....

__ADS_1


__ADS_2