
Mata Acha membulat ketika melihat nenek dan kakeknya yang ia rindukan dihadapannya menatap tajam dan juga menghunus bagaikan pedang disana.”Kakekk.. nenek... Acha kangen..”Teriak Acha girang menentang tangannya pertanda jika ia ingin memeluk keduanya erat.
Keduanya segera mendekati Acha dan ibunya nayya memeluk cucunya dan ayahnya Nayya menutupi keduanya dengan menatap keluarga Habib itu tajam. Disana ada dua sepupu Acha yang diam saja menatap drama yang terjadi sedari tadi,.
“Ih kok baru kesini si? Acha tu Rindu sama kalian.. kalian bawa oleh-olehkan buat Acha?”Tanyanya disana.
Ibunya Nayya tersenyum dan mengusap kepala Acha.”Kami juga kangen Acha kok. Maaf yah baru dateng jenguk Acha. Kalo masalah oleh-oleh ada dirumah, enggak dibawa kesini soalnya banyak.”Ujarnya membujuk.
“Asikk..!!” Ujar Acha bahagia dan memeluk neneknya kembali. Orang tua Habib disana menatapnya dengan miris. Kenapa rasanya sakit ketika asing disana. Ayahnya Nayya disana mendengus melihat keluarga ini. rasa banci didadanya membuncah. Menaik bagikan menyeregkak air. Rasa ingin menghabisi mereka saat itu juga menjerat didadanya.
Namun ia belum hilang akal...
“Hallooo.. Apa kabar?”Ujar Kyai Abu disana menatap mereka dengan tersenyum sendu meski tau jika tatapan kebencian sangat kuat disana. Tapi ia ingin mencairkan suasana yang dingin disini. Ia tau jika keluarganya tidak akan pernah diterima lagi disini. Ia sadar akan hal itu..
Ayah Nayya disana sibuk mengntrol emoisinya yang ingin meledak.” Pergi..!!!” Ujarnya dengan dalam.”Dan jangan sekali-kali kalian menemui cucu atau anakku. Hubungan kita sudah berakhir dan tidak ada kata untuk pertemuan kembali.”Ujarnya sangat dalam. Bahkan urat lehernya sekarang sudha keluar.
Kyai Abu menatapnya nanar. “ Tapi.. Tapi kami ingin menemui cucu kami... Kami berhak atas mereka.. Kami minta maaf akan kejadian sebelum-sebelumnya tolong maafkan kami. Beri kami kesempatan memperbaikinya.” Ujarnya disana dengan lemah.
Ayahnya Nayya disana terkekeh dibuatnya .. ia disana mengambil pisau buah disisinya brangkar Acha membuat semuanya kaget. Disana ia melempar pisau itu keatas kepala Kyai Abu membuat ia kaget dan mengihindar...
Prang.... Semua kaget ketika pisau itu terkena jam yang jatuh dan pecah. Belingnya muncrat kemana-mana hingga membuat semuanya terdiam dan termangu disana.
“Kira-kira jika kamu jadi jamnya apa yang kamu rasakan?”Tanyanya disana membuat Kyai Abu bergetar menatap ayah Nayya. Ayah Nayya menggigit dalam giginya yang berbunyi bergemuru.”Mati..!! hancur.? dan coba kau katakana kata maaf dan janji mu pada jam itu. Apakah ia akan bisa kembali seperti semula lagi?”Tanyanya disana membuat kyai Abu disana terdiam nanar.
Mana bisa..!!!
Ayah nayya tergelak disana menatap muka pias mereka, “Kenapa diam? Cepat minta maaf...!!!” Teriaknya membuat Acha disana menatap kakeknya nanar.”Tidak bisakan kata ajaib kalian itu mengembalikannya? Tidak bisakan kata maaf dan janji kalian itu memperbaikinya kembali? TIDAK..!! DAN TIDAK AKAN PERNAH..!! Sama dengan hati saya., tidak akan bisa..!!” Ujarnya membentak.
Kyai Abu disana menatapnya dnegan gerak mata yang sudah berkaca-kaca. Ia menggeleng dan berkata.”Kita bicarakan ini baik-baik...”Ujarnya lemah disana.
Ayah Nayya tergelak disana dan menggeleng.”Tidak ada kata baik setelah apa yang sudah kalian lakukn pada putri kesayangan saya, jika sudah menyangkut anak saya dan cucu saya.. Maka mati taruhannya!!” Ujarnya menekan.
“Dia juga cucu kami..!! kami juga berhak ats----“”
“Kalian tidak berhak sedikitpun atas cucu dan anak saya.. sedikitpun tidak berhak..” Ujar ibu Nayya menahan kata-kata, Umi Anna yang Nampak disana terdiam karena kata-katanya yang terpototng.
Ibu Nayya menatapnya tajam dan berkata.” Kalian yang membuat anak saya pergi dan kalian yang membuat anak saya berdarah-darah hampir mati.. tidak ada yang tau bagaimana hancurnya hati anak kami dan hati kami sekalipun..”Ujarnya lirih.
“ Bu.. bisakah semua masalah lalu kita lupakan.. kita mulai dengan yang baru. Kami minta maaf atas semua kesalahan kami. Demi Tuhan kami tidak ada niatan untuk menghancurkan keluarga Habib dikalah itu. Kami juga dibawah tekanan dan kami tidak tau jika Nayya sedang mengandung anak Habib..”Ujar Umi Ana disana.
"Dan jika dikalah itu Nayya tidak mengandung anak Habib itu tandanya dia tidak ada Harganya Dimata kalian begitu??? " Tanya ibu Nayya membuat ia diam. "Dan matipun kalian tidak peduli??!!! "
“Yah terus anak saya diculik dan kalian tidak tahu menahu tentang dia?”Tanya ibu Nayya disana dalam membuat umi Ana menatapnya dengan penyesalan.” Menikahkan anak kalian tanpa persetujuan anak saya? Kamu tau anak saya hampir diperkosa puluhan orang, andai Tuhan tidak melindunginya saya tidak tau bagaimana hancurnya anak saya.. Bahkan anak saya hampir kehilangan anak-anaknya karena menyelamatkan diri, tapi anak kalian tetap juga tidak mampu menjaganya kan...Kalian bayangkan keadaan ia yang sedang buta lontang-lantung dihutan...! ? Kalian Malah diam dirumah dan menyuruh orang-orang sampah kalian mencari Nayya. menuduh kami jika kamilah yang menyembunyikan Nayya karena tidak setuju akan pernikahan kalian... Kalian manusia terjahat yang saya kenal.”Ujar ibu Nayya dalam. Ibu dan ayah habib bergetar disana.. Semuanya diam karena tau yang diutarakan oleh ibunya Nayya benar.
__ADS_1
“Dan sekarang Habib datang kerumah untuk ingin kembali rujuk dengan Nayya dan kalian datang ingin mengunjungi cucu kami. Kalian masih punya malu rupanya?”Tanya Ayah Nayya disana dengan gelak tak kuasanya. Kyai Abu disana diamm menatapnya. “Sekarang saya minta kalian pergi dari sini dan jangan ganggu cucu dan anak saya lagi..”Ujarnya penuh penekanan.
Umi Anna ingin menjawab hanya saja ia ditahan kyai Abu. Kyai Abu disana tersenyum mengangguk. Sepupu Acha menatap Acha yang malah mengantuk dan menutupi matanya.. mereka menggeleng dibuatnya.
Kyai Abu disana menatapnya dengan tenang dan juga tertahan.”Maafkan kami yang membuat semuanya serumit ini. Kami tau jika kata maaf kami tidak akan pernah membuat kalian memaafkan kami ataupun merubah semuanya, kami sadar jika kata maaf kami hanyalah bui dalam lautan. Tidak ada gunanya... Tapi kalian harus tau satu hal..” Ujarnya membuat ayah Nayya diam menatapnya.
Kyai Abu menatapnya dalam dan sungguh-sungguh.”Kami menganggap Nayya seperti anak kami sendiri, dan tidak ada niatan kami untuk menghancurnya.. Kalian tau? Kapan mati dan bagaimana kalian mati? Tidak bukan? Begitulah dengan kami, kami tidak tau semua prihal apa yang terjadi setelah apa yang kami lakukan, kami tidak pernah berniat untuk menyakiti Nayya barang secuilpun. Tetapi kami dituntut oleh keadaan. “ Ujarnya.
“Omong kosong kalian tidak diharapkan disini,,” Ujarnya ayah Nayya sembari menghempas-hempaskan tangannya membuat Kyai Abu menatapnya lirih.. Ayah Nayya disana tetap mengepalkan tangannya.”Bahkan menatap kalian saja saya ingin membunuh naik dan bergejolak.. ku harap kalian tidak pernah hadir lagi dihadapan saya barang sedikitpun. Jangan ganggu anak dan cucu saya.. ingat kalian bukan siapa-siapa dicucu saya..!! meski darah anak kalian mengalir dalam tubuh cucu saya. Satu hal yang harus kalian ingat, jika darah itu tidak kami harapkan...!!” Ujarnya disana. Sepertinya rasa benci ayah Nayya terhadap Habib dan juga keluarganya sudah menjadi darah daging. Sudah tak lagi diragukan akan kedalamannya.. Sungguh..!!!
Kyai Abu disana mengangguk. Ia hanya tersenyum miris menatap ayah Nayya.”Pergi...” Teriak ayah Nayya lagi dan lagi.. ia mengangguk dan juga berkata,
"Jika begitu saya permisi.. Assalamualaikum,,”Ujarnya nanar. Ia pergi bukan karena terima dan tak akan datang lagi tapi ia pergi karena memberi ruang untuk ayah Nayya berfikir.
Acha disana mendengar pertengkaran itu menghela nafas. Kenapa hidup ibunya serumit ini? ia tau jika orang tua Habib memang salah,. Bukannya ia menyalahkan tapii memang salah..!! bagaimana bisa mereka mementingkan pesantren demi pernikahan anaknya? Dan bagaimana bisa mereka membiarkan Khumairo merusak rumah tangga anak mereka sedangkan ia tau jika sudah ada Nayya disana? Tak memberi tahu tentang pernikahan anaknya sampai semua orang menganggap jika Nayyalah pelakor. Dari mana Acha tau? Yah taulah.. dia diam bukan karena tak tau apa-apa. Ia hanya sok tidak mau tau saja..!!
Ayah Nayya menatap Acha lalu mengusap kepalanya. “Kamu dengar. Jangan pernah mau deket-deket lagi sama mereka yah..!! karena mereka ibu kamu hampir mati..!!” Ujarnya disana. Acha disana menghela nafas dan mengangguk saja.
Ayah Nayya tersenyum dan memeluk anak Nayya itu. Tampa terasa air matanya jatuh, ayah mana yang mau orang yang merusak anaknya tetap disekitar anaknya? Anaknya sudah hampir mati berkali-kali, harus berjuang mati-matian untuk membesarkan anak. Tidak ada yang mampu mengelak jika rasa sayang ayahnya Nayya pada anak kesayangannya itu tiada duanya.
Jika disuruh memilih makan atau Nayya ketika kelaparan digurun pasir. Maka ia akan memilih Nayya. jika ia disuruh memilih antara hidupnya dan hidup Nayya. maka ia akan berusaha hidup untuk Nayya. sebab tau jika Nayya hidup butuh dirinya. Seberharga itu..!!
Dua hari menjelang semuanya berjalan. Acha ibu dan ayah Nayya titipkan pada Rindu karena ingin menjaga Nayya. ia menitipkan kepada Rindu supaya anaknya Nayya baik-baik saja dan tidak bertemu dengan orang-orang dimasa lalu Nayya? dan dimana Nayya? ia tidak dibolehkan kemana-mana. Ia hanya dirumah dan juga tidak boleh pergi barang seinci dari izin kedua orang tuanya.
Habib disana menangis mengusap air matanya menatap foto pernikahan dirinya dan Nayya dirumah sakit. Ia mengusap kepala Nayya disana dan bergumam.”Mungkin kebahagiaan untuk kita bersama dan bersatu itu hanya mimpi Nay. Kenapa sesulit ini nay?”Tanyanya melirih. Ia memeluk foto itu dengan dalamnya dan menitihkan air matanya lagi.
Orang tua Habib prihatin menatap anaknya. Anaknya kembali sakit dan kembali jatuh, anak yang malang bagi mereka, “Bagaimana ini Bi?”Tanya orang tua Habib disana nanar kepada suaminya.”Ini semua salah kita.. “Gumamnya lirih. Andai mereka tak meminta Habib menikahi Khumairo dulu. Pasti semua tidak akan berjalan seburuk ini kan?
...----------------...
"Yeyy... partyyy yehh yehh yeh..... " Suara music menggelegar dikeluarga Rindu.. disana ada banyak anak-anak.. andai kalian tahu..!! jika dikeluarga ini bukanlah keluarga agamis atau islami..!! keluarga Rindu itu rata-rata Kristen dan campuran juga ada islam.. jadi jangan salah..!!
Rindu memang mampu merubah ayah dan ibunya tetapi tidak dengan seluruh keyakinan mereka dnegan mudah, kakeknya Rindu,, paman,, kakak dan semuanya. Tetapi tidak semua sebab ada juga yang tidak melepaskan agama mereka karena mengaggap agama islam itu ribet. Dan agama mereka paling benar...
Rindu tidak bisa menekan sebab kebenaran orang orang itu berbeda beda
Harus mengenakan hijab tertutup, harus sholat lima waktu sehari semalam, tak boleh mengenakan perhiasan.. dan sebagainya.. yang lebih parahnya tak boleh makan daging babi, memakai tato dan mengecat rambut berwarna warni. Tak booleh menipedi. Dan semuanya...
“Ih kak ini tangkep hiaasya....”
Arga disana cepat-cepat menangkapnya kaget dibuatnya...
“Ih Salman... hati-hati dong.. jangan begitu kaget tauk..” ujar Arga membuat sosok itu tertawa... Salman anak dari Willy kakak kandungnya Rindu... dia berumur 12 tahun.. dia laki-laki yang nakal sama dengan ayahnya.
__ADS_1
Salman hanya tetawa setela mengerjai Arga. Arga hanya menggeleng.
Buah tak jauh kan jatuhnya dari pohonnya? Begitulah kira-kiranya. Dan yang dilempar tadi kalian tahu apa? Itu adalah gelas kesayangan sang nenek jika jatuh bisa pecah satu rumah mungkin.,
Arga disana menghela nafas dibuatnya. Dirumah ini sekarang sangat ramai dikarenakan Acha nanti dikabarkan akan pulang. Jadi akan ada perayaan penyambutan sekaligus pertunangan. Bahkan katanya akan diadakan akad pernikahan besok siang untuk keluarga.
Keluarga tidak mau melambatkan pernikahan antara keduanya, dan satu bulannya lagi akan ada resepsinya saja lagi. jikapun akad. Mungkin hanya untuk simbiolis saja.. bukan mereka yang ,mengatur tapi Rian sendiri yang meminta dan sudah disetujuis emuanya..
“Duh kakk... dilangkahin gimana rasanya?”Tanya Salma.. Dia kakaknya Salman, wanita yang berambut ikal yang sedang memakan apel itu terkekeh membantu Arga yang sedang menyusun minuman ditas meja besar itu.. “Kenapa cape-cape si.. kan bisa suruh orang aja.”Gerutunya. dia itu Arogan dan pemalas asal kalian tahu.. jadi baginya uang segalanya.
Arga disana menatap Salma dengan helaan nafas... Belum ia menjawab tapi...!
Plak.. “Auu....” Salma dikagetkan ketika kepalanya ditabrak sama mainannya Salman adiknya membuat ia disana menatap adiknya marah.."Salman.....!!! "
”Duhhh maaf kak disengaja hehe..”Ujar Salman membuat Salma mengerang.
“Salman.... Come here...!!!” Teriaknya dan mengejar sang adik... Ia melempar sang adik dengan Gelas yang berisi minuman ditangannya..
Plas....
Cras.... Auuuu ..Semua kaget mendengar suara keras nan mengerihkn itu.
Arga meringis mendengar pecahan kaca dua buah itu.. Salma disana membulatkan mata dibuatnya. Sungguh ia lupa... dan parahnya gelas itu menimpa maha karya orang tuanya yang tak lain adalah kue dari mamanya..
“Ooo....”Gumam Salma..
Salman disama menatap sang kakak seram. Memang mereka suka ribut dan tukang buat onar.. sang Putri yang baru saja menaruh kue disana menatap cucunya itu nyalang... “Alma..!! Salman..!!” Gumamnya membuat keduanya meringis takut... ruangan menjadi gelap. Bahkan semua orang disana kaget akibat Salma lakukan tadi.
Salma mundur. Salman? Ia juga mundur ingin berlari.. sama mulai menghitung satu sampai tiga namun belum mulai Putri sang nenek sudah berteriak.
”Berani kalian lari akan Omma suru papa kalian potong kaki kalian..!!!” Teriaknya membuat keduanya terdiam... putri mendekati salma dan
“Auuu.. Oma.. maaf ah sakit.. itu salah Salman yang tadi ngerjain aku..”:Teriaknya disana...
Salman disana menatap sang kakaknya nanar. Namun sedetik kemudian ia pun merasa telinganya panas.”Auuu.... Ibu sakit ahhh. Aduh..”Mata ibunya melotot menatap sang anak yang nakal..
”Nakal kamu yah.. kamu tau? Itu kakak kalian akan pulang dua jam lagi dan semua kacau gara-ara kalian..!!! sekarang cepat bereskan..!” teriaknya membuat mereka mengangguk meringis..
Yah.. kekacauan disini terjadi namun beda halnya dengan dua orang yang akan datang... lalu dimana Nayya dan Habib? Apakah mereka akan hadir dipernikahan sang anak?
Lalu bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Sarry yoooou aku cepatin biar cepet..
__ADS_1
Lanjutan Masalah Khumairo nanti kita bahas diakhir oke..