Istri Butaku

Istri Butaku
Sebenarnya


__ADS_3

Acha tak keluar sama sekali setelah ia pulang tadi, itu membuat Arga merasa sangat bersalah kepadanya dan mnenganggap jika adiknya yang begitu yah kesalahannya. Ibunya juga belum pulang dari kerjaannya. Ibunya emang sibuk tetapi hanya beberapa kali saja. Sebab ibunyakan dokter jadi hal yang wajar saja.


“Kok Acha enggak keluar-keluar si? Udah mau buka ini.”Ujarnya Rindu menyiapkan makanan kepada Arga, ia disana menatap sang anak dengan tatapan bingung. Bingung juga sebab sedari tadi Arga hanya diam saja tak bicara sepatah katapun.


“Dia tidak berbuka bund.”Ujarnya menunduk.


Rindu kembali bertanya.” Lagi datang bulan?”Tanyanya. Arga disana menggeleng membuat Rindu menernyit menatapnya. Disana juga ada Rey yang mengangkat bahu tak tahu keika istrinya menatapnya.


“Biar bunda panggilkan, dia juga belum makan kan seharian ini pasti.”Ujarnya disana..


arga disana mengangguk saja. Rey disana menatapnya heran. ”Kamu kenapa Ga?”Tanyanya disana.


Arga kemballi menggeleng lagi membuat Rey merasa ada yang janggal dan juga ada yang salah pada Arga.


Langlah kaki Rindu memasuki kamar Acha tak terdengar hingga ia mengetok pintunya Acha.” Acha.. kamu tidak makan?!!” Tanyanya mengetok pintu.


“Tidak bunda...Acha tidak berpuasa.”Teriak Acha. Rindu jadi heran, sebab biasanya mau berpuasa atau tidak biasanya Acha orang yang paling exaited akan berbuka dan makan.


Namun ini? dan ini bukan tanggalnya Acha. Yah... seorang ibu harus tau datang bulan anak kapan, hobby anak, kemana anak harus pergi. Secara pergaulan anak sekarang sudah sangat meluas Dan bebas jadi seorang ibu harus sangat hari-hati. Memang si terlihat posesif tetapi kita harus menjaga lebih untuk anak. Apalagi anak perempuan.


“Yaudah.. nanti jika Acha butuh bunda panggil saja yah.. kamu pasti punya masalah, bunda tidak mau ganggu.”Ujar Rindu. Ia ibu idaman untuk setiap anak, tak pernah memaksa dan tak pernah menuntut. Ia tau mana yang harus didahulukan dan tak mau memaksa kehendaknya.


Acha didalam saja menggigit bibir bawahnya. Ia disana mengusap perutnya yang lapar, ia mau turun tapi ia malu. Malu bertemu dengan Arga sebab tadi sudah marah-marah dengan Arga.”Huaaaa laper hiks hiks. “Gumamnya disana menangis.


“Bunda....!!” teriak Acha berlari kedepan. Ternyata masih ada Rindu. Ia tak tahan lihatlah wajah memelasnya.”Bunda Acha mau makan tapi tidak mau dibawah.”Ujarnya memelas dengan muka malunya.


Rindu menatapnya delik.” Kenapa? Makan dibawah saja lah Cha. Kamu habis nangis ha? Kamu kenapa?”Tanyanya disana. Acha disana menggeleng dengan polosnya. “ Makan dibawah saja yah. Kami berbuka sebentar lalu kami sholat. Nanti kita tunggu Umimu pulang. Katanya dia mau bicara sama kalian.”Ujarnya Rindu mengusap kepala anaknya. ”Nanti bunda bawakan makanan tapi bunda kebawah dulu.”Ujarnya disana lagi.


“Tidak usah bunda. Bundakan puasa.”Ujarnya Acha lesuh disana.”Dan Acha tidak mau keluar nanti., jadi tidak usah .”Ujarnya lsuh.


Mukanya sangat masam membuat Rindu tak paham.”Kamu kenapa si Cha? Bilang sama Bunda.”Ujarnya sedikit kesal disana..


Acha menatap bundanya itu lirih dan memeluknya.”Bunda Acha enggak mau.”Gumamnya liirih.


“Iya kamu engak mau apa? Enggak mau turun? Kenapa? Disana ada ayah, ada kakak kamu, nanti ada Umimu. Kamu rebut sama Arga?”Tanya Rindu disana lembut. Acha disana mengangguk membuat Rindu terkkekeh.”Ribut kan udah biasa Cha. Kenapa sampek enggak mau keluar?”Tanyanya disana.


“Tadi Acha bentak kakak.”Ujar Acha disana takut.”Abang si bikin kesel, kemarin-kemarinkan Acha udah bilang jangan deket-deket sama acha tapi dia deket-deket jadi Acha berantem deh.”Ujarnya Acha keceplosan.


“Kamu berantem?”Tanya Rindu terkejut. Acha baru sadar membuat ia menutup mulutnya.


Namun sudah terlambat. Rindu memijit pelipisnya.” Duduk dibawah jelasin yuk.. masalah enggak bakal selesai kalo kamu didalem kamar terus ngurung diri. Cepet..!” Ujarnya disana.


“Tapi bunda, nanti bunda marah.”Ujarnya lirih.”Acha takut.”Cicitnya disana.


“Kapan bunda marah kalo Acha berantem?”Tanya Rindu.

__ADS_1


Acha disana mengerjab,”Ayah JUGA. Kapan marah? Umimu juga? Enggak ada yang marah Acha,, hanya saja mereka menyehati kamu supaya kamu tidak melakukan kesalahan kembali.”Ujarnya Rindu.


Acha baru ingat membuat Ia menunduk.”Tapi Acha takut kakak marah sama Acha dan benci Acha.”Ujarnya lirih. Ia memilin ujung piamanya.


Rindu disana menggeleng dibuatnya.”Mana ada gitu. Kalo gitu kalian bukan saudara namanya. Cepet kebawah gih. Pakek hijabnya nanti dlihat sama orang baru tau rasa.”Ujarnya disana.


“Tapikan dirumah enggak ada siapa-siapa bunda, “Ujarnya disana lirih. “Kan ayah sama abang makhrom Acha jadi tidak apa-apakan? Acha gerah.”Ujarnya melawan lagi.


Rindu diam tak bisa menjjawab. Ia menatap Acha dengan tatapan lirih dan menataop lain arah ”Pakek ih. Jangan begitu, mau sarapan dia, dia masih punya syahwat. Acha harus hati hati. ”Ujarnya Rindu disana lalu pergi. Acha menatap Rindu disana nanar. Ia berjalan mengambil jilbabnya dan memilih turun, ia tu tau jika Rindu pergi tandanya ia tak mau dibantah. Yah susah memang memiliki dua ibu.. ada enaknya.


Enaknya Rindu itu yang kuat mengajarinya untuk tidak ditindas dan dibully. Diajarkan melawan sedangkan dengan Uminya ia diajarkan menjdi wanita anggun dan feminim.


Langkah kaki Acha disana sangat pelan memilih duduk di kursi yang ternyata sudah kosong sebab semuanya sudah berbuka, tadi ia emang cukup lama, ia tadi sebelum turun mendengar azan membuat ia sholat dulu, lalu ia memilih turun ternyata semuanya sudah selesia berbuka dan memilih sholat.


Kebiasaan dirumah memang kental, ketika azan yah minum yang manis, makan beberapa kurma dan makan camilan sebentar yang enak. Setelahnya melaksakan sholat, seusai sholat barulah bisa makan nasi bersama alias makan malam, kadang pun mereka memilih sholat tarawe dulu karena makan camilan dan juga takjil saja sudah mengisi perut supaya ibadah tidak tergangggu dan biasanya kekenyangan membuat susah gerak dan sesak nafas.


Setelah tarawe baru makan bersama.. Hidup mereka memang sangat teratur.. Dan itu diatur oleh Rindu sebagai ibu rumah tanga, ia bahkan buat jadwal siapa yang mencuci piring. Baik Rey, Rindu, Acha dan Arga. Raja pun namun ia sedang tidak ada jadi Rindu yang menggantikannya.


Acha memilih makan roti sembari menonton TV. Ia diam mendengar suara kakaknya yang mengimami sholat, suaranya sangat merdu, lalu setelahnya mendengar suara mengaji. Kalian bisa membayangkan betapa bahagianya keluarga ini? hingga ia mengantuk dan tertidur diatas meja makan sembari memakan makanan dan buah-buahan. Boleh saja ia makan duluan, tapi ia ingat pesan Rindu untuk makan bersama.


“Eh Acha kok tidur disini?” Siara itu serta guncangan dikepalanya membuat ia terbangun dengan lirih.


Ia tertidur...!


Nayya disana menghela nafas.” Acha tidak sholat tarawe?”Tanyanya. acah menepuk keningnya dna menatap jam.” Astaghfirullah. Acha lupa.. acha ketiduran.”Ujarnya panik disana serta bangkit dari tidurnya linglung.


“Solatnya udah selesai. Tadi mau ayah bangun tapi liat kamu kecapeaan ayah enggak tega.”Rey tiba datang dengan Rindu dan Arga dibelakangnya sembari tersenyum. Acha disana pun terdiam menatapnya dan kembali duduk. Ia sangat menyesal tapi memang si seluruh tubuhnya sakit semua.


Nayya menatap anaknya neh, ia baru pulang dari tugasnya. Ia memilih duduk dimeja makan. “ Itu tangan Acha kenapa sayang?”Tanyanya Nayya menyentuh jaru-jari mungil acha. Oh yah, jari-jarinya saja sangat kecil dan kurus seperti ceker ayam.


Acha disana tersenyum.”Tadi Acha jatuh terus luka deh. Terus mana berantem lagi.”Ujarnya jujur . ia tak takut jujur dengan Nayya. .


Nayya disana pun menatapnya shok.”Yaampun gimana bisa? terus masih sakit?”Tanyanya. acha disana menggeleng dengan lugu. Ia memang selalu jujur dengan keluarganya.


‘'Sudah diberi obat?”Tanya Rey ikut panic.


Acha disana mengangguk.”Tadi dikasihi obat sama temen sekelas Acha.. “Ujarnya mengingat kotak dan plester dari temannya itu nayya Disana mengusap kepalanya berbarengan dengan Rey.”Hati-hati mangkanya lain kali..”Acha disana pun mengangguk lagi dengan hati yang menghangat. Rindu menatapnya dengan senyum saja.


“ Memang Acha kenapa Ribut sama brantem? Engak biasanya.”Ujar Nayya disana. Acha menatap Arga yang menatapnya diam.


“Gara-gara kak Arga. Kak arga si punya fans, dia jambak kepala acha sampek jilbab Acha kebuka-buka,,. Achakan marah jadinya. Acha tu cape diginiin terus.. mereka tu mikirnya Acha tu pacarnya kak Arga.”Ujarnya Acha disana dengan lelah.


“Kenapa engak bilang kalo Acha adiknya kak Arga?”Tanya Rey.


“Memang ada yang percaya?”Tanyanya lirih, smeua diam.”Kan secara kak Arga ganteng, pinter. Baik, tahfis, berprestasi, sedangkan Acha? Beban keluarga tu—“

__ADS_1


“Surttt..!” Bibirnya ditutupi jari Rey membuat celotehan Acha terhentikan.” Anak ayah engak ada yang ngajarin gitu. Kalian punya kelebihan masing-maisng.. termasuk Acha, kan Acha sudah janji jika Acha akan buktikan jika suatu saat nanti Acha bisa jadi sukses dan dilihat oleh dunia.”Ujarnya disana.


Acha disnaa menatap ayahnya lirih, ayahnya memeluk kepala Acha sayang.”Ayah tidak masalah Kamu Berantem Tapi ayah marah jika Acha selalu menganggap acha bodoh dan tidak sama dengan Arga, sebab anak-anak ayah itu yang terbaik sedunia. Ayah bangga sama Acha yang jujur, Acha yang kuat dan pemberani, dan Acha yang semangat untuk mengapai cita-citanya.” Ujarnya lirih.


Acha merasa menjadi anak yang paling beruntung didunia, jika diluar sana ada banyak orang tua membanding-bandingkan anaknya tapi tidak dengan Acha, padahal jelas-jelas Acha berbeda dari yang lain. Raja yang tak pernah lupa memberi mendali, Arga yang menjadi kesayangan para guru. Rian dan Rani yang berperstasi. ia yang paling tak memiliki apa-apa, naik kelas saja ia harus bersyukur mendapat rangking 7saja ia sudah sangat-sangat kerja keras bagai kuda. Ayahnya paling The best.


Kalian tau? Didunia ini bukan hanya anak saja yang bisa gagal menjadi anak yang baik, tapi juga dengan orang tua..!! karena ada banyak anak diluar sana memilih berbohong ketimbang jujur kepada orang tuanya karena takut. Sebeb sebelum-sebelumnya ketika mereka jujur orang tuanya akan malah tambah marah dan tak memberikan solusi dan nasehat yang bisa dibinah dengan baik, ada juga anak yang lebih nyaman curhat kepada orang lain dibanding orang tuanya. Karena apa? Karena orang tua tak mampu memberikan rasa nyaman dan aman terhadap anak. Mangkanya diluar ada banyak anak diam-diam dilecehkan oleh sauadara ataupun paman, bahkan teman namun tak berani bercerita kepada orang tua. Karena apa? Karena orang tua yang gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap anak,


Tetapi kebanyakan malah orang tua selalu diangap benar, terlalu banyak menuntut untuk anaknya supaya anaknya menjadi berkilau dan menjadi nomor satu hingga lupa jika potensi terhadap anak itu beda-beda, masa Ikan disutuh manjat pohon seperti monyet. Kan tidak mungkin?


Tapi bukan berarti jadi orang tua terlalu lembek, ketika anak berani melawan dan membantah kita diam saja, tetapi ada banyak ajaran didalam agama kita, bahkan memukulpun dihalalkan ketika anak itu sudah tak bisa diatur lagi. lagipula ketika ajaran orang tua itu dan cara orang tua mendidik anak itu baik dan benar, maka itulah yang akan selalu dibawah oleh sang anak hingga dewasa. Kebiasaan sedari keciil..!


Mata Nayya menatap Acha yang dipeluk Rey nanar. Ia ingat kejadian tadi, dan ingat jika ia sudah berjanji menemui Habib dengan kedua anaknya. Dan malam ini ia berjanji akan mengatakan kepada kedua anaknya ini dan menemui meteka besok. Namun melihat Acha menyayangi Rey membuat ia sedikit takut. Takut jika Acha tak terima.


“Umi mau kasih tau sesuatu juga malam ini. Kalian bisa dengar ummikan?”Tanyanya. arga disana diam menatap Uminya.


“Sebentar.. Ini Acha juga belum baikan sama kak Arga..”Ujar Acha disana memotong ucapan uminya. Nayya menghela nafas.


Nampak Acha melirik Arga disana dengan tatapan memelas.”Maafin Acha yah kak. Tadi Acha khilaf.”Ujarnya disana lirih.”Tadi Acha benar-benar marah dan kesel mangkanya gitu. Habisnya inikan salah kakak juga.”Ujarnya.


“Jadi mau minta maaf atau mau rebut?”Tanya Rindu membuat Rey terkekeh.


Acha disana menatap Rindu dengan tatapan nanar.”Anu enggak. Acha mau minta maaf meskipun kakak yang salah.”Ujarnya Acha tetap tidak mau slaah.


“Ih engak boleh gitu minta maafnya, siapa yang ngajarin minta maaf begitu?”Tanya Nayya disana mendeik..


“Minta maaf yang bener.”ujarnya lagi tak suka.


Acha disana mendelik.” Tidak ada yang mengajari, tapikan Acha bilang bener. Kak Arga yang salah karena engak dengar kata Acha dan karena kak Arga Acha berantem dan Acha mau minta maaf.”Ujarnya disana melipatkan tangan diatas dada membuat Arga terkekeh.


“ Is mana ada yang minta maaf begitu Acha.”Ujarnya Nayya.”Yang sopan dan juga yang tulus. “


“Acha Tulus dan sopan kok.”Ujar Acha disana.”Kan Acha sudah bilang Acha minta maaf.”Ujarnya Acha.


Nayya mengusap kepalanya sakit. Acha memang keras dan susah diatur. Otaknya masih kekanak-kanakan sekali, sampai pada Rindu turun tangan.”Acha jikw ada yang minta maaf sama Acha tapi masih nyalahin Acha, Acha maafin enggak?”Tanyanya. Acha terdiam menatap bundanya.


Nampak Rindu menatapnya dan kembali bertanya.” Ketika Acha tak melakukan kesalahan karena Acha anggap itu benar, diibaratkan Acha yang disuruh pisah sama kak Arga sama bunda karena kak Arga nakal. Biar kak Arganya sekolah sama kak Rani dan Rian saja mau?” Tanyaya lagi.


“Enggak..!” Ujar Acha cepet menatapnya lirih.


“Terus Acha sudah tau salahnya Acha dimana dan salahnya kak Arga dimana? Acha bisa marah karena kak Arga enggak nurut sama Acha tapi Acha tidak bisa menyalahkan bukan jika Arga itu kakak kembaranya Acha, kak Arga itu mau dekat Acha karena ia sayang Acha. Ia juga jadi pinter bukan salah dia, dia disukai banyak orang juga enggak ada salah dia. semuanya sudah diatur sama Tuhan. Yang artinya Acha juga menyalahkan Tuhan jika Acha marah ketika kak Arga lebih unggul.”Ujarenya disana lagi dengan lirih.


....


Scan ini banyak Rindunya, marah silahkan, karena karakter disini sudha dibeda-bedakan. Rindu si penasehat. Rey sebaai ayah penganti dan Nayya yang lembut... tapi sebentar lagi nayya memilih pindah saja kok dari rumah ini.. dan akan sangat jarang scan Rindu.

__ADS_1


__ADS_2