Istri Butaku

Istri Butaku
Kehilangan


__ADS_3

...Jika lelakimu didekati atau diambil orang lain. Jangan tangisi, tapi syukuri. Sebab dikalah itu sesungguhnya kamu sedang jauhi dari laki laki yang tidak pantas untuk memiliki kamu..Rindu......


...


“Assalamu’alaikum...” Ujar Rindu mengetok pintu rumah megahnya itu. Disisinya ada Nichol yang tersenyum bahagia karena akan bertemu dnegan keluarga bundanya. Keluarga bundanya memang sangat menyayanginya dan kakaknya Rajja,


Apalagi nanti ia akan ketemu Abi dan Uminya Rindu dikampung, yah dia sangat dekat dengan Umi dan abi yang membesarkan Rindu.


“Wa’alaikum salam..” Ujar dari dalam. Dan keluarlah Reon sang paman tersnyum menyambut Rindu dan juga Nichol.”Yaampun cucunya ayah sama putrinya ayah udah pulang.., Kita udah lama nunggu tauk.. Semuanya udah kimpul didalem. ”Ujarnya memeluk Rindu dan Nichol secara bersamaan dan juga tersenyum bahagia.


”Yang lain mana? Rajja sama Rey mana? Arga? Acha?” Tanyanya disana dengan cepat sebab ia tak melihat siapa-siapa disini.


Yah. Keluarga Rindu awalnya membenci Nayya yang mereka pikir akan merusak rumah tangga mereka, namun Rindu dengan tegas berkata. Nayya adalah cobaan untuk Rey, apakah ia tetap akan sama dan tak akan tergoda atau tidak. Dan Nayya juga yang menentukan apakah Rey lelaki yang berkualitas atau bukan. Sebab lelaki berkualitas tidak akan tergoyahkan hanya karena kebersamaan, dan lelaki yang berkualitas akan sadar yang mana yang terbaik dan mana yang bukan.


Dan disanapula Rindu berkata. Jika ia tak pernah meminta Rey untuk setia dan tetap bersamanya, sebab Rey sendirilah menentukan mau tetap bersama atau tidak. Lagipula berbagi tidak terlalu buruk bagi Rindu. Dan itu juga sunnah kan? Hanya saja jika bisa ia tak mau dan itu tergantung Rey. Lagi-lagi Rey tak tergoda. Ia selalu jatuh cinta ada setiap harinya ketika menatap Rindu.


Rindu tersenyum dan menjawab.”Nanti mereka akan segera kesini kok yah. Dan yah yang lain kemana?”Tanyanya disana.”Hmm Rindu boleh minta bantuankan dengan kakek Gio dan papa Nio?”Tannyanya disana dengan tatapan bertanya.


Riopn disana menatap anaknya aneh. Asal kalian tahu, oorang tua Rindu kandung bukan agama islam, mereka tetap dengan agama mereka dan Rindu diagama Rindu, meski begitu mereka tetap orang tua Rindu kok yang Rindu cintai. Tapi kakeknya yang sekarang mualaf.


BTW Rian itu pamannya bukan ayahnya. ayahnya bernama Nio.


“Boleh.. apa tu Rin?”Tanya Rion. Rindu dan Nichol saling tatap dan membisikkan dan menceritakan semua ceritanya. Rion cukup kaget mendengarnya.


Kok bisa? dan segera Rion ajak masuk kedalam dan bertemud engan ayah dan kakeknya Rindu untuk membivcarakan hal ini. asal kalian tahu jika kakek, ayah dan para kakaknya Rindu itu berbeda 180° dari Rindu yah. Haha kalian tidak tau bagai mana mereka jika tau keluarga mereka tersakiti. Darah Rindu itu dilahirkan dari darah jahat namun dibesarkan dnegan lingkungan dan ajaran baik.


...----------------...


Sudah setengah jam mereka menunggu diluar. Sedangkan didalam? Tiga dokter memeriksa Acha yang keadaanya sangat parah. “ Jantungnya tidak terdeteksi berdetak dok. Ini bagaimana?”Tanya salah satu rekannya menatap monitor yang bergasris satu saja tersebut.


Dokter yang sudah tua itupun menggeleng.” Tidak, kita harus melkaukan tindakan secepatnya untuk memberikan yang terbaik.”UIjarnya dan segera mengambil beberapa alat pemacu jantung”Siapkan alatnya kita mulai.”Ujarnya.


Semua sibuk menyiapkan alat-alatnya. Satu dokter lain pun memeriksa sakit dari ronsen, dan ternyata jantungnya Acha membiru dan juga sudah tak berairkan darah lagi. ia bahkan lemas menatapnya sebab bagian kiri Acha ada pembocoran jantung. Ini sangat parah dan sangat berbahaya bagi pasien. Wajar saja pasien sangat melemah.


“Jantungnya tidak ada oksigen yang terisi akibat terhambatnya dari otak, ditambah jantung kirinya bocor akibat pukulan yang membuat ia kaget. Dok keadaanya tidak mungkin bisa diselanatkan sebab jantungnya sudah berhenti berdetak sedari 60menit yang lalu.”Ujar dokter yang lain itu satu.


Tiga dokter disana menatap Acha nanar. Wajah Acha polos dna pucat sangat membuat siapapun terpukul.”Kita tidak punya pilihan lain. Kita harus memberikan kabar ini kepada keluarga pasien. Untuk suster silahkan dicatat jam dan tanggal kematiannya.”Ujarnya disana lirih kepada suster disana.


Keluarnya dokter dengan wajah lesu membuat keluarga bangkit. Habib yang menangis segar menghapus air matanya dan menatap sang dokter.”Dok bagaimana keadaan saya?”Suara Habib tak keluar sama sekali. Ia ingn berteriak tapi tak bisa.


“Dok bagaimana keadaan anak saya?”Tanyanya menatap Rey yang bicara.


Habib, Ia ingin berteriak. Dia anakku..!! anakku bukan anakmu..! aku ayahnya bukan kamu..! tapi ia tau ia tak pantas akan hal itu.

__ADS_1


Dokter disana menggeleng dan menepuk pundak rey.”Maaf tuan. Sepertinya kami tidak mampu menyelamatkan ankak tuan. Sebab jan-“ “


TIDAK..!! ITU TIDAK MUNGKIN DOKTER...!!”Teriak Rey terkekeh disana dan segera menjulak dokter memilih masuk. Ia tau apa yang akan dikatakan oleh dokter itu.


Habib yang mendengarnya lemas dan ikut masuk dengan kaki yang gemetar . Arga dan Rajja masuk juga menatap rey yang kesetanan


Lihatlah Rey? Ia ingat kejadian ini. dimana Rindu yang juga melakukan operasi dimimpi itu dan Rindu meninggal.


Ia menggoyangkan bahu Acha yang berbaring dias brankar.”Sayang bangun nak. Ayo sayang bangun, ayah disini loh.”Gumamnya disana mengusap pipinya yang basah. Habib dibelakangnya pun tak mampu berkata apa-apa.. Ia mau memeluk anaknya namun ia merasa tak pantas sungguh.


Rey segera mengambil pipi anaknya dan memberi nafasnya. hal yang selalu ia lakukan ketika ACha kehilangan nafas dipagi hari. Ia meniup kepala anaknya dan bibirnya. Ia menepuk pipi anaknya dan memompa perut anaknya.”Sayang ayah tau kamu belum pergi. Bangun nak tolong. Ayah disini sayang.”Ujarnya Rey melirih. Siapapun tau jika suara itu suara puutus asas dari lelaki yang membesarkan nya ini.


Namun Acha tetap tak tergerak. Bibirnya membiru dan dingin. Rey mengusap telapak kakinya acha dna tanganya.” Raja cepat usap telapak kaki Acha cepat biar dia hangat.. Arga cepat usap telapak tangan adik kalian. Biar ayah yang usaha. Ayah dokyer,,,!” Teriaknya disana. Anak-anak Rey disana tak kuat menatap ayahnya yang menggila. Namun taka da yang kuasa dari sana. Mereka hanya bisa diam.


“KALIAN MAU ADIK KALIAN MATI..!! CEPAT NAK CEPAT BANTU AYAH.!!” Teriak Rey disana.


“Rey. Acha sud--!!!”


“DIUAM KAMU..!! SUDAH APA HA? MATI..!!” Teriak Rey disana kepada Habib yang mau angkat bicara.


Habib diam menatap Rey yang memerah.”Kamu tidak berhak bicara sperti itu. Kamu lihat tangan ini..!!” Teriak Rey kepada Habib dengan mata merahnya.”Tangan ini yang membesarkannya, mengelusnya. Bukan kamu...!!! jadi kamu tidak ada hak sama sekali bicara begitu... kamu paham..!!” teriaknya tak terima.


“Tapi dia tetap anak saya..!! dan bagaimanapun kamu membesarkanya darah saya tidak akan mampu kamu lepaskan dari tubuhnya..!! dan saya juga tidak mau dia pergi... kamu enak bersama dia selama ini. saya?!!” Teriak Habib tak terima.


Matanya menjatuhkan air mata yang terus menderas.”Tujuh belas tahun bayangkan Rey tujuh belas tahun. Saya ayah kandungnya DNA baru bertemu selama satu minggu. Apakah saya sejahat itu sampai Tuhan memisahkan kami lagi? Rey tujuh belas tahun saya menunggu dan kamu merawatnya. Kamu hidup denganya bahagia sedangkan saya? SAYA HARUS HIDUP DALAM KERINDUAN..!! SAYA HIDUP DALAM HATI YANG GUNDA. BAHKAN MAKAN PUN SAYA TAK TENANG DAN TIDUR SAYA PUN TIDAK NYENYAK..!!” TERIAK HABIB HINGA SUARANYA HILANG.


Rey diam mendengarnya. Benar. Habib orang yang tersakiti disini.. tak bisa menyalahkan dia saja. Habib mendekati Acha dan Rey.


”Saya tau saya salah. Tapi apakah saya juga salah ketika melihat anak saya begini dan saya menanis? Saya sadar saya tak pantas dna tidak mampu menjadi ayah yang baik. Tapi saya Tanya apakah kalian beri saya kesempatan itu? Jika iya maka jangan selalu slahkan saya. Saya juga mau hidup dengan anak saya. Tapi kenapa Tuhan sejahat ini kepada saya? Kenapa?!!!” Teriaknya mengusap dadanya. Hingga ia terjatuh tak kuat.


“Tapi selama ini kami tidak ada masalah sebelum adanya kamu..!! Acha hidup bahagia dan tidak ada yang penjahat penjahat. dan kamu datang kami kehilangan Acha. Kamu yang salah..”Ujarnya Rey tak terima disana. Ia sangat tak ingin kehilangan anaknya.


Habib disana mengangguk.”Kau benar. Ini salahku, aku yang seklalu membuat anak-anaknya memiliki masalah.”Gumamnya Hbaib lirih. Ia disana mendekati anaknya dan mengengam tangan anaknya pucat.” Lalu saya harus bagaimana Rey? Saya harus bagaimana? Ambil jantung saya jika itu bisa membuat dia kembali hidup,” Ia menatap langit langit tak kuat.


“Bang.. acha pergi?!!” Tanya Arga disana lirih. Ia merasakan jantungnya sakit saat ini merasakan setengah jiwanya hilang. Jika dikatakan siapa yang paling kehilangan pastilah dia sebab mereka itu satu. Satu raga dan jiwa. Jika satu mati maka raga dan jiwanya setengah akan ikut hilang. Ia tak kuat hingga ia pingsan.


Brak..


”Ga..!” teriak Rajja Kaget menatap Arga terdapat.


Rey menatapnya dan mengusap pipinya.” Bawa anakmu keruang sebelah. Kau tidak inginkan kehilangan anakmu satu lagikan?”Tanya Rey. Habib disana segera mendekati Arga dan membawanya kesebelah. Ia tak kuat didekat Acha sungguh. Ia tak kuat.


Rey disana segera mengambil alat-alat medis supaya jantung Acha berdetak. “ Bissmillah Yallah. Berilah kami jalan, dan berilah kami kesempatan, kami berserah diri kepadamu.”Gumanya Rey berdoa dan segera melakukannya. Ia menatap raja.”Nak bantu ayah usapkan kaki Acha agar hangat nak tolong.”Ujarnya. Raja mengangguk dengan ingus naik turunnya.

__ADS_1


Rian? Ia didepan pintu menataps emua itu dengan setengah hati menghilang. Tanganya disana melemah dan merasakan kehilangan hidupnya ia mencintai Acha sungguh. IA INGIN MASUK TAPI Acha tak mengenakan hijab.


Sungguh Rian sangat memuliakan Acha dan tak mau menatap Acha tanpa hijabnya.. ia malu dan sungguh ia tak mau Acha merasakan dosa dan sakitnya hukuman dari Tuhan karena auratnya dibuka dan ditatap lelaki yang bukan makro. . Cinta Rian sesimpel itu, menjauhkan ACha darii neraka dan tak mau Acha tersiksa.


Nitt... Rey tersenyum pelan melihat detaknya sedikit terdeteksi. Ia tersenyum dan segera melakukan yang tindakan lainnya. (Bagi yang mengikuti cerita Hijra sang gadis pemberontak pasti tau yah jika Rey itu dokter ahli bagian organ dalam jadi wajar jika ia tau sedikit atau banyaknya hal ini)


Rey disana segera memberikan oksigen dihidungnya ACha meski lemah dan samar-samar terdeteksi ia akan melakukan hal yang lebih untuk anaknya. Ia kembali membantu Acha supaya menemukan oksigen dijantungnya dengan cara memberikan nafas dari mulutnya. Mungkin jika didengar tapi yah beginilah.


Dulu ada kisahnya ketika Acha kerumah Umi abinya Rindu didesa tapi Acha kehilangan nafas dan harus dibawa kerumah sakit. Sayangnya cuaca tidak mendukung. Akhirnya diberi saran oleh abinya Rindu dengan cara ini. katanya biasanya ini adalah cara yang dilakukan orang terdahulu sebelum adanya dokter. Dan ternyata itu masih berlanjut hingga sekarang. Mangkanya Rey melakukan hal itu tiap kali Acha kehilangan nafasnya dan detak jantungnya.


”Rajja panggilkan dokter Acha kemari secepatnya.”Ujarnya reuy.


Raja mengangguk segera melakukan yang disuruh ayahnya. Rajja mengikuti jejak ayahnya,, ia mengambil jurusan Kedokteran beda dengan Rian yang ahli Fiqh dan Rani ahli sejara. Arga ia mengambil jurusan tafsir Al-Qur’an dan Hadist.


Disebelahnya Acha Ada Nayya yang dibantu oleh beberapa dokter dan suster. ia juga sangat melemah.


“Keluarga pasien Nayya.”Ujarnya Dokter disana dengan cepayt didepan. Namun sangat sepi, dimanakah orang-orang? “Keluarga pasien nyonya Nayya...” Teriaknya lagi.


“Iya dok?”Tanya Rani yang datang, sebab tadi ia ketoilet sebentar.”saya keluarga Umi Nayya dok, ada apa?”Tanyanya lagi sopan.


Dokter itu mengangguk.”kamu siapanya? Anaknya atau adiknya?”Tanyanya kepada Rani.


“Saya anaknya dok. Bagaimana keadaan Umi saya?”tanyanya disana kepaa sang dokter cemas.” Keadaan ibumu memburuk.Ujar dokter. Rani disana sangat kaget mendengarnya hingga menutupi mulut yang tertutup niqib itu.


“Maaf, tapi keadaanya memburuk, kami membutuhkan donor darah golongan O+ Saat ini karena kami belum ada stok darah tersebut. Jika adik berkenan untuk medonorkan darah atau keluarnya yang lain? Kami membutuhkanya secepatnya.”Ujar sang dokter..


Rani menatapmnya bingung.”Aduh dok. Saya mau Cuma darah saya itu B Jadi tidak bisa.”Ujarnya gugup.


“Dan yang lain sibuk ngurusin adik kami yang juga terluka. Apakah tidak ada cara lain?”Tanyanya Rani disana nanar.


Dokter itu menggeleng,”Tidak bisa, atau kamu mau ambil darah dipusat PMr? Tapi cukup jauh. Kemungkinan besok mereka kemari, tapi kami sangat takut keadaan Nyonya Nyya kian memburuk jika kita tidak melakukan tidakan secepatnya. Kami harap adek bisa membantu kami demi kebaikan ibu adek sendiri.”Ujarnya disana.


“Dan lagi awdari tadi nyonya Nayya selalu mengumamkan nama Acha dan jika bisa tolong bawa Acha kemari untuk ibunya.”Ujarnya.


Acha mengagguk lemah.” Bentar yah dok. Saya konsu—“


“Biar saya saja dok. Saya golongan darahnya O+Suara dari belakangnya Rani. Rani diam mendengarkanya. Itu lelaki yang Rani tidak tahu siapa tapi seumuran dengan ibunya Acha.


“oh memangnya bapak siapanya pasien?”Tanya dokter.


Sang lelaki yang ingin membantu menatapnya tajam.” Cepat lakukan yang terbaik. Jika tidak paisen akan aekarat. Dokter mau tanggung jawab?!!” Tanyanya membentak.


Sang dokter menggeleng lemah akibatnya.,”Yasudah ayok cepat ambil darah saya. Jangan sampai dia kenapa-napa..!!” Ujarnya dingin. Rani diam, menatapnya. Siapa dia?

__ADS_1


__ADS_2