Istri Butaku

Istri Butaku
Ajaran jahat


__ADS_3

Keluarga Nayya masuk kesalah satu pusat perbelanjaan dipusat kota dengan Arga yang menggandeng tangan sang adik, namun sesekali adiknya ingin melepaska diri karena penggap dan mau bebas tapi Arga tak peduli. Ia tau ulah sang adik itu banyak dan bertingkah mengacau saja. Sedangkan Nayya didepan dan habib dibelakang ididekat Arga dan Acha. Habib hanya mengiring kemana anak dan juga istrinya itu kemana ingin ditujui.


“Kita beli bahan belanjaan dulu yah, nanti jika kalian mau beli apapun bilang saja yah.”Ujar Nayya. Acha mengangguk semangat namun meredup ketika Nayya bicara.”Tapi No coklat. gigi Acha sudah bolong dua dan nanti sakit lagi baru tau rasa..!” Ujarnbya.


Acha ingin menghentakkan kaki dibuatnya, sebab semuanya tidak boleh. Namun ia disabarkan oleh lengan kekar dibelakangnya. Ia nelirik kebalakang ternyata Habib. Ia tersenyum dna berkata.”Dengerin kata Umimu, nanti jika adek sakitkan adek juga yang ngerasain sakitnya, terus bukan Cuma adek saja. Nanti Umi juga, mana dia harus bekerja dan juga harus mengurusi adek. Jadi tidak boleh membantah yah karena apa yang Umi lakukan demi kebaikan dadek juga,.”Ujarnya lembut.


Acha menatapnya nanar.”Satu saja.”Ujarnya dengan memelas. Nayya memutar bola mata malas, lihatlah jika Acha diberi kelembutan, dia pasti akan menegosiasi kan suatu hal itu. Mangkanya Nayya suka tegas jika denganya begini.


Habib melirik Nayya. nayya menggeleng dan Habib tersenyum.” Boleh tapi dengan syarat nanti jika Acha sakit gigi, Acha tidak boleh mengeluh ?”Tanyanya. Acha memngangguk namun nayya melotot dibuatnya.


“Mas..!!” Gumamnya Nayya tak terima. Ia lebih tau watak anak nya itu..!


Habib menggeleng kepada Nayya. Acha menarik lenganya dan mengangguk.” Acha mau acha mau iya. Tapi satu yah.”Ujarnya.


Habib mengusap kepalanya dan mengangguk.”Iya boleh... ”


“Asikkk.. sayang abi.. muach.”Ujar Acha mencium pipi Habib. Habib terdiam kaku merasakan kecupan itu sebab baru pertama kali ia mendapatkannya. Ia disana tersenyum bahagia dibuatnya.


Nayya hanya memutar bola malas menatap habib.”Tereserah kamu mas. Nanti jika dia sakit gigi kamu yang urus, kamu tidak tau saja bagaimana jika Acha sakit.”Ujarnya mendengus lalu pergi meninggalkan Habib dan Acha.


Arga memijit pelipisnya menatap habib yang bertolak belakang dengan Nayya. ia menatap sang adik yang buat masalah “Nanti jangan menyesal yah abi.”Ujarnya. habib tak paham hanya mengangguk dan mengusap kepala Acha mengikuti langkah kakinya Nayya saja,


Sepanjang perjalanan ditempat sayur Acha memilih buah yang ia sukai, buah pir. Buah mangga, buah cerry. Stauberry dan juga lainnya. Ia memang suka buah, sayur? Ia juga sangat suka syaur.. bahkan sayur yang terasa pahit seprti daun papaya ia suka, bunganya ia suka. Intinya ia itu pecinta sayur tetapi meski begitu ia tak suka pare haha.


Arga? Ia lebih suka dengan jenis makanan goreng seperti kentang goring balado, kacang dan ikan balado, dan juga jenis makanan Indonesia. Nayya dan Rindu memang jarang masak masakan luar. Meski mereka diluar mereka selalu masak makanan dari negaranya sendiri jadi wajarkan saja yah. Lagian author tak pandai akan makanan luar haha.


Dan saat ini Habib menyesal karema sudah mengabaikan ucapan Nayya dan lihatlah Acha sekarang. Ia sibuk kesana kemari melihat coklat. ”Acha tadikan sudah satu kenapa ambil lagi yang itu. Satu saja kan sudah janji.”Ujar Habib menahan tanganya dan Meningalkan troli ditanganya. Ia takut Nayya marah jika ketahuan nanti.


Nayya melirik sembari melihat sayur yang akan ia pilih. Acha disana menatap Habib dengan cengengesan. “Acha tidak pernah janji. Lagipula yang dimaksud Acha satu itu yah satu buah coklat disatu buah merk, nah ini Acha ambil satu silv3rqxx ada satu juga daerxxx 1juga kinderxxx satu juga joxxx satu semua kan? jadi aja tidak berbohong. ”Tanyanya polos.


Habib menatapnya nanar. “Tapikan bukan begitu maksud abi tadi. Maksud abi kamu ambil satu saja yang kamu mau, itu satu bukan perstau merk kamu ambil satu ih. Nanti kamu sakit gigi gimana?”Tanyanya nanar kepada sang anak.


Acha menatapnya dengan abaian.”Yah kan abi yang salah kapra. Acha bilang satu saja yah satu saja permerk coklat. Jadi abi yang salah bukan Acha.”Ujarnya melangkah


. Habib mengusap dadanya dna menahan tanganya.”Acha cukup yah sayang. Jangan lagi nanti Umimu marah.”Ujarnya. Acha memutar bola mata malas dan mengangguk.


“Hmm.. makan tu sok baik.. “Gumam nayya bagai ibu-ibu yang marah melirik sang Habib dengan lirikan permusuhanya. Habib hanya menghela nafas tak pandai jika bicara begini.. siapa yang mengajarkan Acha licik begini tolong.!!


“Itu Trolinya dibawa Mas...”Ujarnya Nayya. Habib segera mengambil troli lagi. namun Acha lepas dari tanganya dan segra mendekati stant coklat lagi. Habib gelagapan menangkapnya. "Acha... ih kamu bandel banget yah.”Ujarnya Habib disana meninggalkan troli yang berjalan sendiri.

__ADS_1


“MAS..!” Teriaknya Nayya. Habib terdiam memeluk Acha yang berlari dan Troli yang terjatuh semuya. Nayya berdecak pinggang menatap habib. Habib dan Acha kompat membulatkan mulut menatap telur satu karpet pecah semua dan mata Nayya yang tajam. “kalian ini apa-apaamm si.”Ujarnya dingin. Habib dan acha menunduk.


“ Mas tidak boleh panggil acha begitu. Tidak baik kata-kata orang tua itu adalah doa, meskipun dia bandel mas tidak boleh bilang begitu.”Ujarnya. Habib meliriknya ia pikir Nayya akan marah karena barang yang jatuh.


Achapun mendongak menatap nayya yang marah. Nayya mengusap wajahnya dan menatap Habib lagi. “ Sekali lagi kamu bicara begitu aku akan sangat marah. Dan untuk Acha tolong jangan buat ulah yah. Umi lelah sekarang. Besok Umi harus kerja lagi jadi tolong ngertiin Umi.”Ujarnya lelah.


Acha disana mengangguk lemah. Dan Habib mengusap pundaknya.”Maaf Nay.”Ujarnya.


Nayya menggeleng.”Maaf yang dari kamu terlalu banyak. Andai kalo kata Acha tu kata maaf kamu bisa beli cabe. Keknya seumur hidup enggak usah beli cabe lagi aku.”ujarnya disana lalu berjalan menjauh. namanya juga emak emak pasti perhitungan...!


“Pungut itu semua belannjaan yang jatuh.”Ujarnya.


Habib pun segera mengambil dan memungutinya. “ Biar Arga saja bi.”Ujar Arga.


Habib menatap Arga. Arga sangat sulit didekatkan karena sikapnya yang pendiam dan dingin. Memang si ia sudah mau menerimanya, tapi masih ada rasa yang janggal dihati baginya.


“Maafin Acha yah bi. Gara gara Acha Abi kena marah Umi.”Ujar Acha disana dengan muka polosnya.


Habib mengusap kepalanya.”Abi yang harusnya minta maaf karena udah bilang Acha bandel. Bener kata umimu jika abi seharusnya tidak boleh berkata begitu karena kata-kata itu adalah doa. Dan abi tidak mau kamu jadi anak bandel, semoga kamu jadi anak baik yah kedepannnya.”Ujarnya.. Acha disana pun mengangguk saja. Yah benar, orang tua tidak boleh bicara kasar kepada anak, senakal-nakalnya anak kata ‘’,Binatang. Kurang ajar atau sebagainya itu tidak patut untuk dilontarkan sebab kata-kata orang tua itu adalah doa.


Kalian pernah dengarkan jika doa orang tua itu mustajab? Nah iya, jika kalian bilang anak kalian bandel hanya karena kesalahanya maka takutnya akan menjadi doa. Kenapa tidak dibicarakan dengan lembut dan baik, diberi pengertian mana yang benar dan mana yang salah. Ada pula orang tua yang sering memarai sang anak hanya karena ia kurang pintar dan tidak sesuai yang ia iginkan. Tapi bukan berarti ia boleh mengatakan anaknya itu ‘Bodoh’ sering terjadi orang tua bicara kasar dan membentak dengan mengatakan.


Ada banykkan ucapan dari prang tua yang begitu? Seharusnya orang tua tidak boleh begitu. Jika anak melakukan kesalahan ucapkan apa kesalahanya dan ingatkan apa resiko jika kesalahan itu dilakukan, jika anaknya bodoh dan tidak mau beajar bukan dimarah.!


Tapi dibimbing dengan baik bagaimana sang anak mau belajar. Mau memiliki kemauan untuk belajar. Sebab kadang anak itu tidak suka dimarah dan dibentak begitu. Anak itu lebih suka diayomi dan disayangi, dibujuk dan dipuji.


Just cara mendidik anak itu akan mempengaruhi sikapnya yang akan mendatang, Dan pendidikanya akan membuat sang anak tau mana yang baik dan mana yang tidak. jadi jika kalian orang tua suatu saat nanti kalian adalah orang tua, berjaga-jagalah bicara kepada anak kalian.


Sudah dua jam mereka belanja.. Acha yang memilih masuk keranjangnya Arga dan Habib yang mendorong belanja Nayya. Acha capek membuat ia tak mau berjalan lagi yah mau tak mau inilah jalannya. Lihatlah bahkan ia tertidur saat ini karrena lelah.Meksi begitu dimata Habib dia bukan memiliki kekurangan tapi dia itu special dan juga unik. Hmm.


“Mas Habib..!!!” Teriakan lembut itu membuat dada Nayya tertpompa sesak, kenapa kembali bertemu disini? Ia disana melirik kepada Habib yang kaku disana melihat sosok yang mendekatinya dan memeluknya. Arga bahkan diam menatap habib yang kaget itu.


Namun hanya beberapa detik habib segra melepaskanya dan menatap sang empu datar. Namun sosok itu malah tersenyum manis kepada Habib.”Kebetulan bertemu disini hhehe. Aku kangen mas. .”Ujarnya mengalihkan pembicaraan dan rasa malu yang harus ia terima akibat penolakan dari Habib.


“Kamu ngapain disini? Bukannya kamu Di Indonesia?”Tanya Habib tak suka dan menjauh.”Lagian kenapa peluk-peluk. Ingat kita bukan mahkrom Mira..!” Ujarnya disana melirik Nayya yang Nampak tak peduli malah meninggalkannya dan memilih sayur yang ada.


Nampak Khumairo menatapnya dengan lirih. “Kita beelum bercerai loh. Jadi—“


“BERTHENTI SAYA BILANG BODOH..!! BERHENTI BODOH DAN BERHENTI MENGHANCURKAN HIDUP SAYA..!!! SAYA SUDAH MENDAPATKAN KEMBALI HIDUP SAYA DAN SAYA MINTA KAMU PERGI DARI HIDUP SAYA..!” Teriaknya membentak. Urat dilehernya bahkan keluar dan tangannya terkepal karena marahnya yang menggelora.

__ADS_1


Acha bahkan terbangun drai tidurnya kaget dan Nayya kaget dan menatap kebelakang menatap Habib. Nampak habib mendekati Nayya dan menatap Khumairo tajam.“ Istri saya hanya satu. Cuma dia bukan kamu. Kamu sadar diri..!” Ujarnya membentak lagi. Nayya kaget ketika pundaknya dilingkarkan tangan Habib yang kekar.


Khumairo memngepalkan tangannya menatap habib. “ Tapi kita masih bersama loh bib. Dan-dan kamu tidak pernah membentak aku. “Gumamnya disana lirih. Matanya sudah berkaca-kaca


Habib menatap lain arah disana. “ Jangan jadi pelakor lagi Mira. Pulang dan berkaca bila perlu jangan sampai saya belikan kaca kepada kamu supaya kamu bisa nyadar siapa kamu dan siapa saya. Apa perlu saya beri tahu keseluruhan dunia jika kamu bukan istri saya.”Ujarnya marah lagi.


“Saya lelah Mira. Saya lelah dibayangi kamu, saya lelah. Saya mau hidup dengan kehidupan yang saya impikan, bersama anak-anak dan istri saya bukan kamu. Tolong sadar..”Ujarnya lagi marah. Matanya Nampak sangat frustasi menatap Khumairo yang masih mengejarnya. Dan lihatlah lahar bening dipipinya sudah tumpa membuat siapapun tak akan tega melihatnya.


“Mas..”Gumam Khumairo lirih mentap habib. Ia menuduk malu . ia melirik nayya penuh kebencian disana dan melirik kedua anak yang menatapnya lirih. “Memang tidak bisakah kita bersama bersama mengurus anak anak ki—“ Ucapanya terpotong.


“Tidak bisa... Oh tidak bisa..”Ujar Acha cepat membuat kedua orang tuanya menatap Acha dengan kaget soalnya suaranya ACha snagat lantang. “Ohhh tidak bisa.. jadi pergilah kau wahai manusia pelakor..!! pergilah jika perlu musnahlah kau dimuka bumi ini, sebab tempatmu sesungguhnya adalah neraka.. iya sebab perusak sesungguhnya itu adalah Iblis, bukan manusia..!!” Ujarnya disana dengan polos dan mata tajamnya,.


Arga tergelak mendengar nyanyian dari Acha. Acha disana mentap kakaknya dnegan tepukan tangan. Arga disana menatap sang abinya.. “Oh jadi ini yang ngemis mau dinikahin sama abi padahal kana bi udah nolak yah? Umi udah pergi releain tapi tetep saja dia tidak bisa sama abi..?”Tanyanya mengejek. Habib diam menatap Arga. Arga tersenyum kepada Khumairo”Ayo ikut saya tante...”Ujar Arga manis.


Khumakiro menatapnya binar. “Kemana?”Tanyanya dnegan polos.


Arga tersenyum lebih manis. “Ketempat ruqiya siapa tau jinnya akan pergi. Tapi enggak tau deh kalo kata Acha bener kalo tantenya yang iblis atau jin yang sebenarnya. Kan bisa-bisa tantenya yang menghilang dari bumi.”Ujarnya tergelak dan digelaki oleh Acha juga.


Khumairo semakin memerah dan menatap kedua anak itu tajam. “Anak KAMU KURANG AJAR YAH Nay. Apa karena tidak punya ayah membuat dia tidak memiliki etitut yang baik sama orang tua? Atau karena memang kamu yang tidak becus jadi ibu. Jadi istri saja kamu kabur yah.”Ujarnya mengepalkan tangan nanar.


Arga disana mendekatinya dan Acha pun keluar dari ranjangnya.”Helloo.” keduanya berteriak.


Khumairo mundur. “Bahkan ayah kami jauh lebih kaya dibanding abi yang kamu kejar. Lebih baik dan juga dididik secara baik dan benar.”Ujar Arga marah disana.


Khumairo kaget doobuatnya.”Dan jikapun didikan kami itu tidak baik, itu pastinya hanya teruntuk kamu bukan orang lain..!! lagian emangnya situ yang tidak laku sampai-sampai minta pengakuan suami untuk ayah dari anak har akh ralat darah haram.”Ujarnya disana.


“Arga..”Gumam Nayya disana lirih.


Arga disana menahan Uminya.” Arga tidak redho mi dia hina ayah dan Umi. Enggak pernah seakan dia paling baik dan paling becus menjadi orang tua dimuka bumi ini. sok-soan menggina umi dan ayah. Dia saja gagal mendidik dirinya sendiri.!” Ujar Arga tegas.. ia memang paling tidak suka orang tuanya dihina.


Acha mengangguk disana. “Tok betol.. lagian pula yang kami ucapkan itu fakta. Mangkanya jangan bisanya Cuma cari masalah. Hidup kok Cuma jadi biang masalah. Mati saja sana biar enggak nyusahin.”Ujarnya.


“Acha..”Gumamnya Nayya memerah.


Acha menatap Uminya dnegan tatapan Tanya.”Apa si Mi? Lagian kata bunda Rindu Acha memang harus bilang gini kalo ada Khumaaro kumaro itu. Alias pelakor katanya. Soalnya katanya Kumaro orang jahat jadi jangan dibaiki. Nanti dia ngelunjak.”Ujar Acha polos. Nayya menatapnya dengan datar. Bisa bisanya ia diajarkan begini oleh Rindu...!


.


.

__ADS_1


Just jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2