
Ella berdiri disuatu tempat, tempat asing yang sedikit menakutkan untuknya karena Ella sama sekali belum pernah melihat tempat itu.
Ella berjalan menyusuri tempat asing itu hingga Ia mendengar ada suara, Ella mempercepat langkahnya hingga Ia menemukan asal suara itu.
"Ampun, jangan, jangan siksa aku lagi Ma," kata seorang anak kecil yang tengah disirami air oleh seorang wanita yang Ia panggil Mama.
"Dasar anak pembawa sial! seharusnya papahmu tak membawamu kesini! kehadiranmu hanya menyusahkan kami saja!" kata wanita itu sambil terus mengguyur air ke tubuh anak perempuan yang sudah kedinginan itu bahkan kulit tubuhnya sudah terlihat membiru.
"Ampun ma, ampun!" teriak anak itu sambil menangis.
"Berhenti memanggilku mama, karena aku bukan Mama mu!" kata wanita itu yang kini sudah menjambak rambut anak kecil itu.
Ella yang melihat semua penyiksaan sedikit shock, hendak mendekat dan membantu gadis kecil itu tapi mendadak kakinya tak bisa Ia gerakan, mulutnya bahkan tak bisa bersuara hingga membuat Ella hanya menyaksikan penyiksaan itu.
Tiba tiba gadis kecil dan wanita yang menyiksa itu tadi menghilang digantikan oleh seorang wanita paruh baya yang menyeret gadis remaja yang tengah menangis dan memberontak lalu memberikan gadis itu pada dua pria berbadan kekar.
"Bawa saja dia! aku benar benar sudah tak ingin melihat wajahnya lagi." kata Wanita itu pada pria berbadan kekar itu.
"Ma, ampuni aku, jangan jangan tinggalkann aku!" kata Gadis remaja itu sambil menangis.
"Lepaskan aku, dasar anak pembawa sial! jangan lupa segera transfer bayaranku, dia masih perawan sudah pasti akan ditawar mahal." kata Wanita itu menbuat Ella membegap mulutnya tak percaya "Kenapa wanita itu tega sekali, sebenarnya siapa dia?" batin Ella yang semakin tak bisa melihat penyiksaan didepannya.
"Apa kau yakin dia masih perawan?" tanya pria berbadan kekar seperti tak percaya.
"Kau bisa mencobanya jika tak percaya tapi ingat aku ingin bayaranku full." kata Wanita itu lalu pergi.
"Ma, jangan tinggalkan aku!" teriak gadis itu.
"Sudahlah Nona, lebih baik jangan menangis lagi, jika kau menurut kami tak akan kasar padamu." kata Pria itu menarik tangan gadis remaja itu lalu membawanya pergi.
Setelah kedua pria menghilang dan gadis remaja itu menghilang. Sekarang Ella melihat Gadis remaja itu kembali menangis dan yang membuat Ella terkejut adalah gadis itu hanya mengenakan dalaman saja, menampilkan tubuh ringkihnya.
Dia tersungkur dilantai sambil menangis tak peduli banyak orang disana yang bersorak ke arahnya. kali ini Ella merasa tengah berada ditempat pelelangan manusia karena banyak sekali yang menawar gadis yang menangis itu.
Hingga mata Ella tertuju pada pria yang sangat Ia kenal, ya Ella tak mungkin melupakan siapa dia, Tuan Ken.
__ADS_1
Sepertinya Ia beruntung karena mendapatkan gadis itu. Hilang keramaian kini tinggalah gadis itu dan Tuan Ken yang sepertinya sedang menghibur gadis yang tengah menangis itu.
"Sudahlah jangan menangis, mulai sekarang anggap aku ini Papahmu." kata Tuan Ken pada Gadis itu.
"Ja-jadi anda tidak akan menjual saya? atau menjadikan saya pelacur?" tanya gadis itu polos.
"Tentu saja tidak, kau akan menjadi putriku." kat Tuan Ken yang membuat gadis itu senyum senang.
Ella terlihat lega melihat gadis itu tersenyum namun nyatanya tak sampai disitu karena Ella kembali melihat bagaimana gadis itu menangis lagi, bukan karena disiksa namun karena diperkosa secara brutal oleh Tuan Ken, ya Tuan Ken memperkosa gadis yang tadinya Ia anggap putri itu.
"Sudahlah jangan menangis, aku akan menuruti semua keinginanmu, apapun yang kau pinta aku akan memberikan, hanya cukup melayani ku saja setiap malam." kata Tuan Ken setelah Ia selesai memperkosa.
"Kau pembohong, kau bilang aku ini putrimu! kau bilang akan menganggapku putrimu! kau pembohong!" teriak Gadis itu.
"Maafkan aku, aku sudah jatuh cinta padamu dan tak bisa menganggapmu sebagai putriku lagi." kata Tuan Ken yang membuat Gadis itu menjerit tak percaya.
Semakin lama ditempat ini Ella semakin mengenal siapa gadis itu, karena gadis remaja tadi kini berubah menjadi wanita dewasa yang sangat Ella kenali.
Hanna..
Kini Ella kembali melihat Hanna tengah berkumpul dengan teman temannya, jika dilihat tempat itu seperti club malam.
"Hanna, ada yang ingin berkenalan denganmu!" kata seorang pria dan disampingnya ada pria yang sangat Ella kenali, Ia Alex suaminya dan juga Ayah dari anak yang Ia kandung.
"Alex.." Alex terlihat menyodorkan tangannya dan Hanna pun membalasnya.
"Hanna." keduanya pun tersenyum layaknya pria dan wanita yang saling jatuh cinta.
Setelah itu Ella bisa melihat Hari hari bahagia Hanna bersama Alex, Hanna yang dulu sering murung, menangis kini lebih sering tersenyum dan bahagia.
Hingga Ella melihat saat Alex membawa Hanna bertemu dengan Tuan Ken, disana tidak hanya Hanna yang terkejut namun juga Tuan Ken.
"Sampai kapanpun papah tidak akan merestui hubungan kalian!" kata Tuan Ken dengan suara lantang.
"Aku akan tetap menikahinya," kata Alex lalu membawa wanita itu pergi.
__ADS_1
"Tenanglah, semua akan baik baik saja." kata Alex memeluk Hanna dan entah mengapa membuat Ella sedikit sakit melihat itu semua.
Alex dan Hanna menghilang, Kini Ella melihat Tuan ken dan Hanna dalam satu ruangan.
"Kau tidak bisa menikahi putraku!" kata Tuan Ken dengan suara lantang.
"Kenapa tidak? kami saling mencintai!" balas Hanna tak kalah sengit.
"Aku juga mencintaimu!"
"Tapi aku tak mungkin menikah dengan pria Tua sepertimu!"
Ella bisa melihat amarah Tuan Ken lalu Ia kembali memperkosa Hanna,
Hilang... setelah itu Ella melihat Hanna memegang sebuah tespack lalu menangis.
"Aku ingin mengugurkan kandungan ini." kata Hanna pada seorang wanita.
Kini Ella melihat pernikahan Hanna dan Alex, Hanna terlihat sangat bahagia.
Setelah itu Ella kembali melihat Hanna menangis duduk diranjang , Alex mendekati Hanna lalu duduk disampingnya "Jangan menangis lagi, aku tak akan meninggalkan mu meskipun kau tidak bisa memberikanku keturunan." kata Alex.
Setelah itu Ella kembali melihat senyum bahagia Hanna hingga lama kelamaan senyum bahagia Hanna menghilang dan tiba tiba Hanna menatap kearahnya tajam membuat Ella terkejut.
"Kau perebut suami orang, kau yang merebut kebahagiaanku! kau merenggut segalanya dariku Ella, kau perebut." kata Hanna dengan suara jelas dan lantang membuat telingga Ella sakit, hingga Ella jatuh dilantai dan menutupi kedua telinganya dengan kedua tangannya.
"Tidak, aku tidak seperti itu." kata Ella kala suara Hanna terucap berulang ulang diteligganya.
"Tidakkkkkkkkkkk!!!" Ella membuka matanya, tubuhnya basah karena keringat.
"Hanya mimpi, hanya mimpi." guman Ella menyadarkan diri.
"Sayang ada apa?" Ella melihat Alex berlari kearahnya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yaa...