
Selesai bertukar kunci, malam harinya Sandi memberikan kunci pada Bianca namun yang didapat Bianca malah terlihat kesal padanya.
"Kenapa kamarnya bisa dibawah? bukankah aku sudah katakan padamu jika aku ingin kamar paling atas?" tanya Bianca kesal.
"Maaf nona, ada kesalahan yang membuat Nona harus berpindah kamar." jelas Sandi yang membuat wajah Bianca merenggut kesal.
"Sudahlah, tidak apa apa kamar dimanapun. tak perlu banyak protes sayang." ucap Rangga yang bisa membuat Bianca luluh dan akhirnya menerima kamar bawah.
Sandi bersyukur, setidaknya dengan adanya Rangga tidak membuat Bianca mengamuk padanya.
Dan selesai sudah tugasnya untuk hari ini, waktunya Ia kembali ke kamar karena Nisa istrinya yang tengah hamil sudah menunggunya dikamar yang Ia pesan.
Namun baru ingin bermain main dengan Nisa, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang yang tak lain adalah Alex, datang ke kamarnya untuk memuji keberhasilan rencanannya membuat Sandi lega dan tersenyum puas.
Flashback off...
"Ya sudah istirahatlah, aku juga akan kembali ke kamar. Ella pasti menunggu ku." kata Alex beranjak dari kamar Sandi.
Setelah menutup pintu, Sandi buru buru memasuki ruangan yang menjadi kamarnya namun sialnya Nisa sudah terlelap.
Gagal sudah rencananya untuk babymoon dikamar hotel mewah seperti ini. padahal kesempatan ini tak akan terulang untuk kedua kalinya, yah meskipun gaji yang Alex berikan pun bisa membuat Sandi menginap dihotel kapanpun Ia mau namun pasti Nisa tak akan setuju menghabiskan uang hanya untuk menginap dihotel mahal ini.
Sandi mendekati istrinya, berbaring disamping istrinya sambil menatapi wajah istrinya yang sering Ia tinggal jika ada panggilan mendadak dari Alex.
Perut Nisa yang semakin membesar karena hanya tinggal beberapa minggu lagi perkiraan kelahira buah hatinya.
Sandi mengecup lama kening istrinya, memanjatkan doa dalam hati agar semua diberikan kelancaran dan Ia bisa bersama istri dan anak anaknya hingga menua.
...
Sementara Alex memasuki kamar, dilihatnya Ella yang sudah terlelap begitu juga dengan Baby Liu yang sudah terlelap disamping Ella.
Alex tersenyum lalu menghampiri keduanya, dikecupnya kening Ella bergantian dengan mengecup pipi tembam milik Baby Liu yang mengemaskan.
Memandangi keduanya dan bersyukur, Tuhan begitu baik padanya hingga memberikan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelum bersama Ella.
Berharap kedepan kehidupan nya dengan Ella selalu baik baik saja dan selalu bahagia setelah apa yang Ia lewati bersama Ella tidaklah mudah.
Ya, semua orang sudah bahagia. termasuk dirinya yang kini semakin menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi kakak yang baik untuk adik adiknya hingga adiknya mendapatkan kebahagiaan juga atas campur tangan dirinya.
"Thanks God, for everything." lirih Alex.
__ADS_1
...
Vano memasuki kamarnya, menutup pelan sangat pelan karena tak ingin Riska bangun namun sayangnya Riska kini malah sudah bersandar diranjang sambil tangan bersedekap dan menatap ke arahnya tajam.
"Dari mana mas?" tanya Riska yang mengejutkan Vano.
"Eh, kok bangun lagi sayang?" tanya Vano sedikit gugup.
Fix, malam ini adalah malam sial untuk Vano. semua rencananya gagal total hingga membuat dirinya hampir babak belur, beruntung ada Alex yah meskipun dirinya harus mempersiapkan mental jika Alex sampai ember pada Bianca namun setidaknya malam ini Ia aman tak babak belur karena pria berotot tadi. namun nyatanya tak cukup sampai disitu saja, ini masalah yang paling berat karena istrinya memergokinya dari luar.
Kini Vano terlihat berpikir keras untuk mencari alasan agar Riska tak mengetahui kenakalannya diluar, Ya ia harus memiliki alasan yang tepat agar Riska tak curiga.
"Kamu habis dari mana mas?" tanya Riska lagi dengan tatapan tajam.
Vano mendekati Riska dan langsung memeluk Riska "Duh kasian sayang ku ini pasti nggak bisa tidur ya gara gara nggak ada aku." kata Vano yang membuat Riska semakin kesal mendengarnya.
Riska memukul dada Vano pelan, "Udah deh mas! kamu tinggal bilang habis dari mana!"
"Hm, tadi tu aku nggak bisa tidur makanya keluar sebentar ee ketemu Alex jadi ngobrol dulu deh."
"Ck, emangnya Alex juga nginep di sini?"
"Iya sayang, masih pada nginep disini. udah sekarang tidur lagi!" bujuk Vano.
Vano terkekeh, ucapan Riska bisa membuatnya lupa tentang apa yang baru saja terjadi padanya. "Iya sayang, nih sekarang ditemenin. dijatah dulu nggak nih?" tanya Vano yang langsung mendapatkan pukulan dari Riska.
"Nggak usah mesum deh mas! aku lagi kesel sama kamu." kata Riska.
"Iya deh iya maaf."
....
Pagi harinya, Riska dan Vano turun untuk sarapan. hingga mata Vano tak sengaja melihat ke arah Alex yang juga tengah sarapan bersama Ella, Bianca dan Rangga.
Buru buru Vano mengajak Riska berbalik arah, namun belum sempat berbalik Alex sudah memanggilnya lebih dulu.
"Oiii..."
Ella, Bianca dan Rangga pun menoleh ke arah oranh yang dipanggil Alex yang tak lain adalah Vano.
"Sini.." Alex melambaikan tangan ke arah Vano membuat Vano mau tak mau mengajak Riska mendekati meja Alex.
__ADS_1
"Sarapan sini aja." tawar Ella.
"Iya mas, sarapan sini aja." pinta Riska membuat Vano menghela nafas panjang apalagi Vano melihat wajah tengil Alex yang sepertinya sedang mengejeknya.
"Ck, kita disamping sana saja." ajak Vano malas.
"Kursinya masih sisa, ngapain disana?" tanya Alex santai.
"Iya mas, disini aja ya?" pinta Riska dengan mimik memohon.
"Ya sudah." Vano mengalah meskipun sebenarnya Ia tak ingin satu meja dengan Alex apalagi melihat raut wajah Alex yang menyebalkan.
Bianca yang sedari tadi asyik makan pun tak menyadari jika ada Vano di sini.
"Eh ada celana kuning." celetuk Bianca yang langsung disenggol oleh Rangga.
Vano hanya menatap wajah Bianca malas, sementara Alex terkekeh.
"Kok bisa celana kuning sih dek?" tanya Alex penasaran.
"Pokoknya ada deh kak, nanti kalau aku cerita bisa ngamuk dia." kekeh Bianca membuat Vano hanya memutar bola matanya malas.
"Oh ya Ris , semalem Lo tau ngg-" Alex yang belum selesai dengan ucapannya pun langsung dipotong oleh Vano.
"Eh tu masa ada tikus disana?"celetuk Vano yang langsung membuat semua orang melihat tempat yang ditunjuk Vano.
"Mana?"
"Nggak ada."
"Tapi boong." balas Vano lalu tertawa membuat semua orang melonggo sementara Riska terlihat sangat malu.
"Kamu tuh mas, bener bener deh!"
"Ck, maklumi aja Ris. mungkin dia masih frustasi masalah yang semalem." kata Alex yang membuat semua orang penasaran termasuk Riska.
"Emang masalah apa?"
Vano langsung melotot ke arah Alex membuat Alex hanya terkekeh.
Sialan, tuh mulut lemes banget dah.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komen yaaa.