
Riska heran dengan sikap Vano yang berubah ubah, tadinya ia sangat manja namun berbeda sekarang yang terlihat dingin dan kesal membuat Riska bertanya tanya, ada apa?
"Mas ada cap cay kesukaan kamu, mau aku ambilin?" tanya Riska mengingat sejak pagi Vano belum makan sama sekali karena mual efek dari bayi yang dikandung Riska.
"Nggak usah , lagi males makan." balas Vano acuh.
"Ck, mulai lagi kan drama nya." Riska memutar bola matanya malas.
"Oo jadi aku anggep aku ini artis yang suka main drama gitu?" kesal Vano.
"Perasaan aku yang hamil tapi kenapa kamu yang sewot mulu sih mas!" Riska tak mau kalah.
Vano diam sejenak, memang benar Riska yang sedang hamil dan kenapa pula jadi Ia yang sewot.
"Terserahlah, aku mau duduk! kamu mau ikut terserah mau buntuti cowok kamu itu juga terserah!" kata Vano meninggalkan Riska yang melonggo.
Riska melihat ke belakang dan ada sekumpulan teman temannya, salah satunya Rama.
Ah iya pria itu, kini Riska paham mengapa mendadak sikap suaminya jadi kesal padanya.
Riska tersenyum lalu duduk disamping suaminya yang masih acuh padanya.
"Ciiee yang cemburu." goda Riska membuat Vano semakin kesal.
"Siapa yang cemburu!" ketus Vano.
"Eh ada yang sewot lagi padahal bukan mas maksud aku!" balas Riska membuat wajah Vano semakin kesal.
"Papi kamu kalau cemburu lucu banget lho nak." kata Riska sambil mengelus perutnya.
"Emang kenapa kalau cemburu? nggak boleh? suka suka aku dong!" Vano masih sewot.
"Iya deh mas iya." Riska tersenyum. "Mas lihat deh cewek yang ada disampingnya Rama itu." kata Riska yang langsung saja dituruti Vano,
"Nggak cantik. masih cantikan istri gue!" batin Vano.
"Dia itu pacar nya Rama, mereka juga sekantor. jadi jangan mikir aneh aneh lagi, aku sama dia cuma rekan kerja biasa." jelas Riska dengan sabarnya.
"Aku nggak bakal mikir aneh aneh kalau kamu udah berhenti kerja." balas Vano masih acuh. mengingat sudah seminggu Riska memberikan surat pengunduran dirinya namun hingga sekarang istrinya masih saja bekerja.
"Kan juga harus nunggu yang gantiin kerjaan aku mas, sabar dong mas paling nggak sampai sebulan."
"Tetep aja kamu masih bisa deket sama cowok itu!"
"Ya ampun mas, Rama itu udah punya cewek, harus berapa kali aku bilang sih!" kini Riska benar benar tak sabar.
__ADS_1
"Tapi lebih cantikan kamu dari ceweknya gimana aku bisa tenang." balas Vano membuat Riska menggeleng tak percaya.
Karena kesal, Riska hendak bangkit namun tangannya ditahan oleh Vano.
"Mau kemana?" tanya Vano.
"Pergi! ngapain nemenin orang marah marah!"
"Aku laper, ambilin cap cay nya dong yank! nggak dikasih bakso, ati, sama ayam, cukup sayur sama kuahnya." pinta Vano manja.
Ya ampun baru saja marah marah sekarang sudah manja lagi, batin Riska hanya bisa geleng geleng kepala tak percaya melihat tingkah suaminya yang berubah ubah itu.
Tanpa protes Riska pun bangkit dan segera mengambilkan pesanan Vano.
Selesai mengambilkan sepiring cap cay, Riska segera membawanya pada Vano yang masih duduk disalah satu kursi.
"Lama banget sih yank." protes Vano membuat Riska mengelus dada, sabar.
"Kita boleh ikut gabung nggak?" Vano dan Riska pun menengok ke arah suara yang tak lain adalah Dara dan Rama.
Seketika Riska melemas apalagi melihat wajah Vano yang langsung kesal.
"Gabung aja." balas Vano jutek.
Rama dan Dara pun segera duduk didepan Riska dan Vano, mereka juga membawa makanan, sepertinya hendak menyantap makanan mereka.
"Kamu nggak makan?" tanya Vano melihat Riska hanya mengambil satu piring saja.
Riska menggeleng pelan "Aku masih kenyang." balas Riska.
"Sayang makasih ya udah ambilin aku makan." kata Dara membuat Vano dan Riska melihat ke arah mereka.
"Nggak masalah, memang seharusnya cowok yang ngambilin kan? masa aku mau nyuruh kamu, nggak tega lah." balas Rama dan entah mengapa membuat Vano mendidih merasa tersinggung.
"Sayang kamu mau makan apa? biar aku ambilin." tanya Vano penuh penekanan.
"Apa sih mas, aku nggak laper." balas Riska.
"Kamu yakin? mau minum? biar aku ambilin." tanya Vano lagi sambil melirik ke arah Rama yang juga melirik ke arahnya.
"Enggak mas, udah ah buruan dimakan." kata Riska.
"Aku suapin ya sayang." Dara pun menyuapi Rama yang sangat antusias menerima suapan kekasihnya itu.
"Sayang, suapi." rengek Vano pada Riska membuat Riska sedikit jengah dengan sikap Vano yang seperti tak ingin kalah dari Rama.
__ADS_1
Dengan malas Riska mulai mengambil satu sendok cap cay lalu mulai menyuapkan pada Vano.
"Dikit dikit dong sayang, mulut aku kan kecil imut gini masa nyuapinnya sesendok penuh.'' protes Vano.
"Ck, manja banyak protesnya." celetuk Rama.
"Ngomong apa Lo!" bentak Vano membuat ketiganya terkejut.
"Mas apa sih, malu diliatin orang!" kata Riska melihat sekeliling mereka juga melihat ke rah Vano.
"Udah yuk yank pindah aja, disini ada cowok posesif plus galak lagi." ajak Rama pada Dara tak mengubris gertakan Vano.
"Dasar breng- auwww." belum sempat Vano mengucapkan kata kotor, Riska sudah mencubit pinggang Vano.
"Sakit sayang." keluh Vano.
"Lagian kamu juga kayak anak kecil mas, gitu aja diladenin." kesal Riska.
"Dia yang mulai, masa aku harus diem aja, kamu terima waktu dia bilang kalau suami kamu ini manja?" cerocos Vano.
"Ya terima aja sih mas orang itu kenyataan kan?" balas Riska acuh membuat Vano melonggo.
Vano ingin istrinya itu membelanya bukan malah membenarkan ucapan Rama.
"Ohh gitu, mentang mentang udah deket sama tuh cowok rese, suaminya nggak dibelain!" kesal Vano.
"Ya ampun mas, capek aku tu dari tadi kamu ngajakin berantem mulu, mana ditempat umum gini lagi! malu mas diliatin orang orang." protes Vano kesal.
"Ngapain malu, harusnya kita bangga dong kalau jadi bahan tontonan berarti mereka kagum sama kita." kata Vano santai.
Riska melonggo mendengar jawaban Vano, fiks Vano memang sudah nggak waras lagi.
"Serah deh mas, aku mau ambil minum dulu." Riska hendak bangkit namun tangannya ditahan oleh Vano.
"Katanya tadi nggak haus?"
"Ngomong sama kamu bikin tenggorokan ku langsung kering!" balas Riska melepaskan tangan Vano lalu pergi dari sana.
"Dasar cewek, tukang ngambek! untung sayang." celetuk Vano kala Riska sudah menjauh.
BERSAMBUNG....
Dari tadi yang ngambek sapa sih? pukulin babang Vano rame rame yokk gengs biar sadar dari tadi yang ngambek sapa...
Gemes banget deh author sama babang Vanoš¤£
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yaaa...