
Sejak pulang, Alex menatapi wajah istrinya yang terlihat sedikit murung tidak seperti biasanya.
"Apa ada masalah sayang?" tanya Alex saat keduanya selesai makan malam.
"Eng-enggak kok mas." balas Ella sedikit gugup.
"Yakin? aku tau kamu pasti boongin aku kan? ada masalah apa? cerita sama aku." kata Alex sedikit memaksa.
"Emm, mas apa nggak sebaiknya kita ketemu sama Hanna?" tanya Ella yang langsung membuat raut wajah Alex malas.
"Buat apa sih yank? udahlah nggak usah bahas dia lagi bisa?" kata Alex terdengar kesal.
"Mas, tadi siang aku mimpiin dia lagi, rasanya aku dan Dia memang harus ketemu dan ngomong." jelas Ella.
"Kamu lupa? terakhir kamu ketemu dia aja mau bunuh kamu, sekarang kamu mau ketemu dia?" Ella sedikit takut mendengar suara Alex yang mulai tinggi.
"Mas, tapi dia kan dipenjara, jadi rasanya nggak mungkin kalau samp-"
"Udahlah terserah kamu aja! aku capek mau istirahat." kata Alex meninggalkan Ella memasuki kamar.
Ella menghela nafas panjang, sepertinya Ia sudah membuat suaminya marah. Ella pun berjalan mengikuti langkah suaminya memasuki kamar.
"Mas, marah ya?" tanya Ella melihat Alex berbaring dan memunggunginya.
"Maafin aku ya mas, aku janji nggak akan bahas dia lagi." kata Ella dengan suara memelas, membuat Alex yang tadinya mau marah pun akhirnya luluh.
"Dan kamu juga harus janji kalau kamu nggak akan diem diem nemuin dia?" kata Alex berbalik menatap wajah istrinya yang terlihat kacau itu.
"Kamu bisa kan nuruti aku sekali ini aja?" tanya Alex lagi.
Ella akhirnya mengangguk, Ia benar benar tak ingin membuat suaminya marah.
"Iya mas, aku nurut kok." kata Ella membuat Alex membawa Ella kedalam pelukannya.
''Aku cuma nggak mau kamu kenapa napa sayang." kata Alex lembut yang langsung diangguki Ella.
Lebih baik Ella menurut saja dari pada Ia membuat Alex marah, lagipula Ella juga tak tau keberadaan Hanna.
"Mas nggak mau lanjut kerja lagi?" tanya Ella yang tadinya sempat menemani Alex lembur seperti biasa.
"Udah nggak mood, mau tidur aja." balas Alex sambil memeluk Ella.
"Maaf ya mas, gara gara aku ya?" tanya Ella dengan raut wajah bersalah.
__ADS_1
"Makanya jangan sebut nama Hanna lagi, bikin males tau nggak!"
"Iya deh iya, udah lupa ya mas dulu sayangnya gimana?" kekeh Ella menggoda Alex.
"Hmm, mulai lagi kan."
"Ampun boss." Kata Ella sambil tertawa membuat Alex tersenyum geli.
"Oh ya, aku udah minta anak buahku buat nyari kakak kamu, tapi masih belum ketemu." kata Alex.
"Aku jadi khawatir deh mas, jangan jangan mereka ada apa apa disana."
"Udah jangan mikir macem macem dulu, kita doain aja supaya mereka cepet ditemukan, lagian masa kamu nggak tau alamat mereka disana?" tanya Alex.
"Mas Rangga sama Mbak Riska dulu kuliah dikota trus dapet kerjaan tapi kerjaannya beda kota, pakde minta alamat nggak pernah dikasih, ya udah sampai sekarang nggak tau mbak Riska sama mas Rangga disana kerja apa." jelas Ella.
"Hmm ya udah kita tunggu aja, semoga segera dapat kabar baik." kata Alex yang langsung diangguki Ella.
Alex mengelus perut buncit Ella, sudah menjadi kebiasaan Alex setiap malam menyapa calon anaknya itu "Hello jagoan Daddy, pasti udah bobok ya? kok anteng banget dari tadi?" kata Alex yang membuat Ella terkekeh.
"Dia anteng dari tadi mas," jelas Ella.
"Kan tau Mommy nya lagi sedih jadi anteng kan?"
"Hmm, mas bisa aja."
"Mas nggak minta jatah dulu?" tanya Ella heran akhir akhir ini Alex jarang sekali meminta jatah olahraga malam.
"Nggaklah, sekarang seminggu sekali aja."
"Kok gitu sih, mas nggak jajan kan diluar?" selidik Ella.
"Apa sih sayang, nggaklah orang dirumah aja punya istri cantik plus seksi gini ngapain jajan diluar." kekeh Alex.
"Beneran kan mas?"
"Suerrr deh sayang! aku nggak minta jatah itu bukan karena jajan diluar sayang tapi nahan karena aku nggak mau kalau kandungan kamu kenapa napa kalau kita keseringan olahraga malem." jelas Alex.
Ella hanya tersenyum mendengar penjelasan suaminya, "Beruntung banget kamu nak, punya Daddy yang sayang banget sama kamu." batin Ella sambil mengelus perutnya.
"Ck, malah senyum senyum."
"Ya udah kalau nggak boleh senyum aku nangis aja deh." balas Ella.
__ADS_1
"Eh, ya jangan dong sayang!"
Ella hanya terkekeh.
"Ntar malem jagoan Daddy mau minta dibikinin apa lagi ya?" celetuk Alex mengingat semalam tengah malam Ia harus memasak seblak padahal sebelumnya Ia belum pernah memasak apapun.
"Maaf ya mas, semalem pasi ganggu tidur kamu ya? aku juga binggung kok tiba tiba pengen seblak tapi kamu yang masak, aneh kan? apa ini ya dinamain ngidam ya mas." kata Ella.
"Iya mungkin kamu memang ngidam semalam, tapi nggak apa apa, aku seneng kok selama bisa bikin jagoan aku didalam perut Mommy seneng." kata Alex.
Ella hanya tersenyum "Nggak sabar ya mas nunggu dua bulan lagi?"
"Iyalah, udah pengen denger nangisnya, ketawanya." kata Alex sambil membayangkan betapa bahagianya ia memiliki seorang putra.
"Makanya kamu dijaga baik baik ya, jangan ngeyel kalau disuruh istirahat, aku cuma khawatir dan nggak mau kamu sama anak kita sampai kenapa napa." kata Alex lagi.
"Siap boss." balas Ella membuat Alex terkekeh.
Siang harinya, lagi lagi Ella kembali memimpikan Sosok Hanna lagi, meskipun hanya sebentar tapi membuat Ella sangat resah dan khawatir.
Akhirnya Ella berniat meminta tolong seseorang untuk mengantarnya menemui Hanna.
Ella sama sekali tak memikirkan bagaimana jika Alex tau dan marah, yang Ia pikirkan sekarang hanya ingin segera menemui Hanna dan menjelaskan semuanya, ya menjelaskan jika dirinya bukanlah perusak rumah tangga Hanna dan Alex.
"Lho, non Ella mau kemana?" tanya Bik Sumi.
"Anu Bik, mau kerumah pakde." kata Ella bohong.
"Ya udah Bik Sumi ikut ya?" kata Bik Sumi.
"Jangan, nggak usah ikut Bik, Ella buru buru!" kata Ella segera pergi tanpa menuggu jawaban Bik Sumi.
"Aneh, biasanya Non Ella seneng kalau Bibik Anter." guman Bik Sumi sedikit curiga.
Sementara Ella keluar dan langsung memasuki mobil "Kita mau kemana Non?" tanya Pak Tulus kala Ella memasuki mobil dan minta diantar.
"Kerumah sakit citra medika ya pak, mau jenguk temen nanti ditinggal aja pak soalnya mau dijemput mas Alex." kata Ella kembali berbohong.
"Baik Non." balas pak Tulus tak curiga sedikit pun.
Sesampainya didepan rumah sakit, Ella segera keluar untuk menemui seseorang, seseorang yang bisa mengantarnya ke tempat Hanna dipenjara.
Dokter Vano...
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komen yaaa