ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
211


__ADS_3

Selesai acara Bianca memasuki kamar setengah kesal. Yap tentu saja Biaca sangat kesal mengingat kamar yang dipesan untuk kamar pengantin nya mendadak diganti.


Awalnya kamar pengantin mereka berada dilantai paling atas dengan sungguhan pemandangan malam yang sangat indah namun saat acara usai dan Bianca hendak ke kamarnya langsung dicegah oleh Sandi dan malah diberikan kunci kamar yang ada dibawah dengan fasilitas yang biasa saja.


"Masih cemberut aja?" tanya Rangga saat ikut memasuki kamar melihat Bianca duduk dipinggir ranjang dan terlihat cemberut.


"Aku tu sebel banget tau nggak Yank! udah pengen banget kamar yang diatas sendiri malah diganti sama yang di sini." jelas Bianca kesal.


"Kan sama aja sayang?" balas Rangga menghampiri istrinya. duduk disamping wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu.


"Beda lah mas, beda banget!"


"Cie, udah manggil mas nih sekarang?" goda Rangga membuat Bianca tersipu malu.


"Ih apa sih!"


Rangga terkekeh, "Ya udah sekarang mendingam mandi dulu. ganti baju sama ini nih mahkota nya dicopot. memangnya nggak capek seharian pake kayak gini?" tanya Rangga menunjuk mahkota yang dipakai Bianca.


"Oh ya, hampir lupa. padahal pusing banget dari tadi gara gara ini."


Selesai melepas mahkota dan segala aksesoris yang menempel, Bianca bergegas bangkit untuk mandi karena tubuhnya sudah lengket sejak tadi. karena kesal Bianca jadi lupa jika Ia sudah ingin mandi sejak tadi.


"Temenin nggak?"


"Ih apa sih! nggak usah." balas Bianca segera memasuki kamar mandi dengan wajah panas memerah malu karena tawaran Rangga. sementara Rangga terdengar tertawa melihat kegugupan Bianca.


Sangat wajar karena memang selama ini mereka menjalin hubungan secara sehat, no sex hanya sebatas ciuman pipi dan bibir yang sangat jarang sekali.


Lebih banyak menghabiskan waktu dengan melakukan berbagai aktifitas. Jalan jalan, makan bersama dan sebagainya karena Rangga bukan tipe pacar yang mesum dan meminta ini itu. Rangga lebih bersifat melindungi.


Sex after married begitulah yang menjadi prinsep Rangga. Tak ingin merusak anak gadis orang sebelum Ia nikahi secara sah.


Bianca keluar kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi, wajahnya terlihat lebih segar dan semakin seksi karena first time Rangga melihat Bianca mengenakan pakaian diatas lutut karena biasanya pakaian Bianca sangat tertutup. hanya celana jeans dan kaos longgar.


"Kok malah ngalamun sih mas? nggak mandi?" tanya Bianca yang kini sudah berada didepan meja rias mengeringkan rambut menggunakan hair dryer.

__ADS_1


"Mandi dong, ntar kalau nggak mandi istriku nggak mau dikelonin." celetuk Rangga yang lagu lagi membuat Bianca tersipu.


"Idihhh..."


Rangga terkekeh dan langsung memasuki kamar mandi.


Selesai mandi, Rangga keluar dan melihat Bianca mengobrak abrik papper bag yang tadi dikirim Sandi untuk mereka. paper bag yang berisi baju ganti mereka.


"Kenapa sayang?" tanya Rangga menghampiri Bianca. mereka sama sama mengenakan jubah mandi yang diberikan hotel.


"Ck, ini mas masa nggak ada baju ganti malah ada baju renang. apa Sandi pikir kita mau renang kali ya." kesal Bianca memperlihatkan sebuah lingerie berwarna maroon yang sepertinya sangat cocok dikulit putih Bianca dan mungkin juga akan sangat seksi melihat banyak bagiam yang terbuka atau lebih tepatnya malah terbuka semua karena lingerie itu hanya menutupi bagian dada dan aset penting milik Bianca.


"Ya udah pakai aja." balas Rangga yang membuat kening Bianca mengkerut.


"Nggak mau, masa mau tidur pakai ginian. mendingan aku pakai jubah mandi aja gini." kata Bianca yang langsung membuat Rangga kecewa.


"Kamu mau aku pakai ini mas?" tanya Bianca.


"Kalau nggak mau nggak apa sayang." jawab Rangga tidak memaksa. Rangga mengambil setelan piyama untuknya dan kembali mengenakan dikamar mandi.


Bianca hanya bisa menghela nafas panjang, sepertinya memang Ia harus memakai ini. mengingat ini malam spesial untuk mereka pasti Rangga ingin dirinya tampil beda.


"Kamu yakin nggak mau pakai itu?" tanya Rangga saat keluar dari kamar mandi melihat Bianca masih mengenakan jubah mandi.


"Makan malam dulu yuk, tuh baru aja dianter." kata Bianca menunjuk meja makan yang sudah ada makanan yang masih mengepul.


Rangga tak membalas hanya mendesah kasar lalu duduk dimeja makan. entahlah kenapa Ia jadi sensitif seperti ini hanya karena Bianca tidak menuruti keinginan nya.


Apa mungkin karena Rangga sudah merasa memiliki Bianca jadi seperti ini rasanya. kecewa saat keinginan nya tidak dipenuhi.


Selesai makan malam, Rangga lebih memilih menyadarkan tubuhnya di ranjang sambil melihat acara televisi karena sedari tadi Bianca malah sibuk kesana kemari tak menemani dirinya.


"Kamu masih mau ngapain lagi sih? sini sayang." kata Rangga setengah kesal melihat Bianca hanya mondar mandir tak jelas.


"Eh, iy-iya mas." kata Bianca segera menuruti keinginan suaminya. Sejujurnya Bianca sangat gugup hanya berdua dikamar dengan Rangga. ya meskipun dulu Ia sering berduaan saat bersama namun tidak saat dikamar seperti ini. makanya sejak tadi Bianca hanya mondar mandir saja untuk menghilangkan kegugupannya.

__ADS_1


Dan sekarang dengan sangat berat, Bianca mendekati suaminya yang terlihat asyik menonton televisi.


Mellihat Bianca sudah ada didekatnya, tanpa ragu lagi Rangha langsung merangkul Bianca dan membawanya ke dalam dekapan nya.


Bianca hanya menurut saja dengan perlakuan Rangga meskipun sebenarnya Ia sangat gugup sekali bahkan degup jantungnya pun berbunyi sangat keras seperti sedang berloncatan didalam sana.


Setelah cukup lama memeluk Bianca, kini Rangga menatap wajah Bianca membuat Bianca tersipu malu.


"Apa sih mas."


Rangga tersenyum dan langsung saja menyambar bibir Bianca membuat Bianca terkejut namun semakin lama Bianca ikut terhanyut dalam ciuman hangat Rangga.


Yah, memang sekarang sudah saat Ia memberikan dirinya kepada sang pemilik sesungguhnya batin Bianca.


Cukup puas berciuman kini Rangga mulai membuka jubah baju Bianca dan terkejut melihat Bianca memakai lingerie yang tadi.


Rangga semakin tak sabar membuka semua jubah mandi hingga kini Bianca hanya memakai lingerie. dan benar tebakan Rangga jika Bianca terlihat sangat seksi dengan Lingerie warna maroon itu.


"Apa sih, nggak usah diliatin gitu lah!" ucap Bianca sambil menunduk malu.


Rangga hanya tersenyum, membawa tubuh Bianca berbaring dan Ia mulai meraba setiap lekuk tubuh Bianca membuat Bianca menutup matanya, menikmati desiran dari dalam karena sentuhan lembut Rangga.


Rangga pun mulai menjelajahi tubuh Bianca menggunakan bibirnya hingga membuat Bianca tak tahan dan mengeluarkan suara desahan yang membuat Rangga semakin mengebu.


Hingga keduanya sudah sama sama polos, milik Rangga yang sudah meneggang membuat Bianca malu dan langsung menutup matanya.


Hingga Bianca merasakan sesuatu yang menyakitkan dibawah sana hingga membuatnya menjerit dan menangis karena rasa perih yang luar biasa.


Namun perlakuan lembut Rangga membuat rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa yang baru kali ini Bianca rasakan hingga dikamar itu hanya terdengar desahan kenikmatan Rangga dan Bianca.


"Love you sayang." bisik Rangga kala mereka usai melakukan 3 ronde pertama.


"Love you too mas." balas Bianca dengan mata sayu kelelahan dan langsung terlelap.


Rangga tersenyum dan langsung mengecup kening Bianca.

__ADS_1


Bersambung...


Vano skip dulu, part selanjutnya😁 biar pada penasaran😂


__ADS_2