ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
69


__ADS_3

"Apa? kenapa dia bisa melakukan ini padamu?" tanya Ella tak percaya.


Sandi yang selama ini Ia pikir baik dan setia terhadap Alex nyatanya bisa meninggalkan Alex disaat seperti ini.


"Jangan terlalu membencinya, aku mengerti mungkin dia takut atau dia ingin bekerja ditempat lain karena tau sebentar lagi aku akan bangkrut." jelas Alex.


"Ya, tapi bukankah itu sangat keterlaluan?" tanya Ella kesal.


"Sudahlah sayang, biarkan saja, jangan terlalu memikirkan ini semua! apa aku lupa jika kau membawa janin diperutmu?" tanya Alex.


Ella mendesah kesal, jika saja Ia sedang tidak hamil pasti Ia akan mencari Sandi untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya ini, bisa bisanya Ia meninggalkan Alex disaat seperti ini.


Alex mengelus pipi Ella lembut, tak menyangka gadis yang dulunya pembangkang seperti Ella bisa sepenurut ini padanya.


"Apa ada yang sakit? mau ku panggilkan Dokter?" tanya Ella.


"Tidak, aku hanya ingin kamu yang ada disini saja, sedikit mengurangi rasa sakitku." kata Alex.


"Bisa bisanya membual disaat sakit." gerutu Ella membuat Alex terkekeh geli.


"Bisakah kau tidur disampingku, aku ingin memelukmu." kata Alex.


"Jangan mesum, ini rumah sakit." jelas Ella menatap sebal Alex.


"Aku hanya ingin memelukmu, kenapa kau mengatakan itu mesum, sebenarnya siapa yang mesum disini, aku atau istriku ini?" goda Alex membuat Ella memerah pipinya malu.


"Sudahlah jangan mengodaku," kesal Ella.


"Baiklah baiklah!" balas Alex tak ingin menambah kekesalan Ella.


Cukup lama mereka bercanda hingga akhirnya Alex tertidur.


Ella menatap wajah Alex, merasa miris disaat Alex kaya raya banyak yang mendekat namun disaat Alex sakit seperti ini membuat semua orang yang Alex sayangi pergi membuat Ella berpikir Kenapa semua orang harus sejahat itu pada Alex yang selama ini telah memperlakukan mereka dengan baik. hanya mengingat itu saja membuat Ella sangat kesal.

__ADS_1


Namun Ella cukup lega, sebelum tidur ia bisa membuat Alex tersenyum. mungkin Ella memang tak mengerti apa yang saat ini Alex rasakan namun Ella akan berusaha untuk menghilangkan semua luka yang Alex rasakan saat ini.


Ella melakukan semua ini bukan tanpa sebab, Ia sangat mencintai Alex dan tak ingin Alex terluka, lagipula selama ini Alex sudah mempelakukan Ella dengan baik ya meskipun awal hubungan mereka kurang baik dulunya namun seiring berjalannya waktu mereka sudah membaik hingga sekarang.


Cukup lama menatap Alex tertidur, Ella beranjak keluar untuk membelikan Alex makanana jika nanti Ia sudah bangun.


Ella keluar dan ternyata masih ada Bik Sumi yang setia duduk dibangku depan ruang Igd.


"Bibik masih disini?" tanya Ella yang Ia pikir bik Sumi sudah pulang.


"Iya Non, kok Non udah keluar?" tanya bik Sumi.


"Iya nih Bik, mas Alex tidur jadi aku mau beli makanan dulu buat mas Alex nanti."


"Biar bibik anter ya Non?" kata Bik Sumi.


"Eh iya kebetulan, ke taman dulu yuk bik, ada yang mau Ella omongin." kata Ella membuat Bik sumi heran sekaligus penasaran namun Bik Sumi menurut saja mengikuti langkah Ella yang berjalan menuju taman rumah sakit.


"Non Ella mau ngomong apa?" tanya Bik Sumi sudah penasaran.


"Jadi gini bik, sekarang keadaan mas Alex kan sudah seperti ini dan sudah tidak bisa bekerja lagi jadi Ella mau Bibik pensiun aja soalnya Ella juga nggak bisa gaji Bibik setiap bulan nantinya." jelas Ella membuat Bik Sumi terkejut.


"Jangan Non, Bibik nggak apa apa kok kerja nggak digaji selama bisa sama Non Ella dan Tuan Alex." jelas Bik Sumi.


"Enggak Bi, Bibik juga masih ada tanggungan kan dikampung jadi lebih baik Bik Sumi cari pekerjaan lagi yang bisa mengaji Bik Sumi setiap bulannya." kata Ella.


"Tapi Non." rasanya Bik Sumi tak sanggup harus berpisah dengan majikanya yang sangat baik hati itu.


"Ella mohon bik, yaa?"


"Padahal Non nggak usah gaji Bibik juga nggak apa apa." kata Bik Sumi lagi.


"Tetap aja, Ella yang nggak bisa nglakuin itu ke bibik." jelas Ella lagi.

__ADS_1


"Tapi Bibik nggak tega mau ninggalin Non Ella." jelas Bik Sumi.


"Ella baik baik aja kok bik, lagian Ella juga udah biasa hidup susah." jelas Ella.


"Ya udah deh Non, kapanpun Non Ella butuh bantuan Bibik pasti Bibik bakalan datang." jelas Bik Sumi.


"Iya bik, makasih selama ini Bik Sumi udah nemenin Ella." kata Ella.


"Bik Sumi yang makasih selama ini Non Ella sudah memperlakukan Bibik dengan baik." kata Bik Sumi mengingat memang selama bersama Ella Ia selalu diperlakukan baik.


Mereka pun berpelukan,


"Bibik mau pamitan sama Den Alex dulu Non." pinta Bik Sumi.


"Ella mohon jangan sekarang bik, nanti kapan kapan biar Ella yang omongin pelan pelan sama mas Alex, takutnya Mas Alex makin drop aja bik." jelas Ella mengingat tadi saja Hanna sudah meninggalkan Alex.


"Iya Non bibi juga tau, padahal Bibi juga nggak ada niat buat ninggalin den Alex sama Non Ella." keluh Bik Sumi.


"Tapi ini yang terbaik, Ella harap bibik bisa ngerti." jelas Ella.


Bik Sumi hanya mendesah pelan lalu mengangguk.


Setelah percakapan mereka ditaman, Bik Sumi segera pulang untuk mengemasi barang barangnya namun saat perjalanan pulang ponselnya berbunyi sepertinya ada pesan masuk.


Bik Sumi melihat pesan yang ternyata adalah transferan uang yang baru saja dikirim oleh Ella, gaji terakhir sekaligus pesangon.


Bik Sumi geleng geleng kepala tak menyangka jika Ella akan memikirkan sampai seperti ini bahkan memberikan pesangon untuknya, benar benar wanita berhati malaikat batin Bik Sumi.


Ella membawa bungkusan makanan dan berjalan menuju ruangam suaminya namun saat sampai di ruang Igd Ia tak menemukan Alex disana, ruangan Igd kosong membuat Ella panik.


Dimana mas Alex? batin Ella.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2