
Ani terlihat berlari mengejar Dedy,
"Mas tungguin." Ani menarik tangan Dedy kala jarak mereka sudah dekat.
"Lepasin," kata Mas Dedy dengan nada kesal.
"Kamu marah sama aku mas? lagi lagi kamu marah sama aku karena Ella?" tanya Ani dengan nada sinis.
"Kamu keterlaluan Ani, nggak seharusnya kamu bicara seperti itu sama Ella!" sentak Dedy.
"Memang apa yang salah sama ucapanku mas? bener kan memang seharusnya Ella tau diri dan bales budi sama Mas!" kata Ani tak kalah sengit.
"Kamu keterlaluan Ani, aku kecewa sama kamu!" Dedy hendak berbalik pergi namun tangannya kembali ditahan oleh Ani.
"Aku nglakuin ini biar kita cepet nikah mas, kamu ngerti nggak sih!" kata Ani kesal.
"Nggak gini caranya, kalau kamu mau kita segera nikah kamu seharusnya terima aku apa adanya, jangan minta yang aneh aneh, tapi kalau kamu minta yang aneh aneh kamu harus sabar Ani, aku juga sedang mengumpulkan uang buat pernikahan yang kamu inginkan." jelas Dedy membuat Ani tertunduk.
"Maaf, maafin aku mas." kata Ani sambil menunduk.
"Kamu seharusnya minta maaf sama Ella bukan sama aku, ayo aku anter buat minta maaf sama Ella!" ajak Dedy namun segera ditolak oleh Ani.
"Nggak! aku nggak mau!" sentak Ani membuat Dedy terkejut.
"Sebenernya kamu ini kenapa? kenapa bersikap seperti ini?" tanya Dedy mulai kesal.
"Kamu itu selalu peduli sama Ella mas, kamu nggak pernah peduliin aku!" kata Ani mulai terisak membuat Dedy kebinggungan sendiri sebenarnya apa maunya Ani ini.
"Aku peduli sama kamu, apa masih kurang?" tanya Dedy.
"Kalau kamu peduli sama aku, kamu harus ngebiarin Ella balas budi sama kamu!" kata Ani tegas.
"Aku bener bener nggak percaya kamu ternyata orang yang seperti ini, aku kecewa sama kamu." kata Dedy membuat Ani mulai panik.
Dedy membalikan tubuhnya hendak pergi namun lagi lagi tangan nya di cekal oleh Ani, namun Dedy segera melepas dan berjalan menjauh dari Ani.
Ani yang melihat Dedy marah segera berlari dan memeluk Dedy dari belakang. Tak peduli Ia sedang dijalan dan ada orang yang melihat, asal Dedy sudah tak marah lagi dengannya.
__ADS_1
"Lepas, apa kamu nggak malu ini dijalan!" sentak Dedy pada Ani.
"Nggak, nggak mau kalau kamu masih marah nggak akan aku lepas." kata Ani semakin erat memeluk Dedy.
Dedy yang kesal akhirnya memaksa melepaskan pelukan Ani hingga Ani jatuh tersungkur ditanah, membuat Dedy juga terkejut karena dirinya tak bermaksud membuat Ani jatuh.
"Brengsek kamu mas! setelah apa yang udah aku lakuin ke kamu, sekarang kamu malah kayak gini sama aku!" kata Ani yang kini sudah menangis.
"Sayang maaf, aku tadi nggak maksud buat bikin kamu jatuh." kata Dedy merasa bersalah hendak membantu Ani namun tangannya ditepis oleh Ani.
"Selama ini aku udah melayani hasrat kamu, nafsu kamu dan ini balasan yang aku terima." kata Ani.
"Apa kamu bilang? kamu melayani nafsu aku? apa aku nggak salah denger! bukannya kamu sendiri yang meleparkan tubuh kamu sama aku malam itu, kamu yang memulainya dan bisa bisanya kamu nyalahin aku! aku bener nggak nyangka ternyata seperti ini watak asli kamu?"kata Dedy bangkit lalu pergi tanpa peduli dengan Ani yang berteriak marah marah.
"Brengsek kamu mas, brengsek!" umpat Ani pada Dedy yang sudah tak terlihat lagi.
...
Setelah membantu Ella bangun dan duduk dikursi, Bik Sumi segera membawakan teh hangat untuk Ella agar Ella lebih tenang setelah baru saja Ella menangis tanpa Bik Sumi tau apa penyebabnya.
"Non Ella sebenarnya ada apa? kenapa tiba tiba nangis?" tanya Bik Sumi.
"Non Ella itu orang baik, mana mungkin Non Ella seperti itu." Bik Sumi berusaha menghibur Ella.
"Gimana aku bisa dibilang baik sih Bi, bahkan Pakde sama Budhe sedang susah saja Ella tak tahu," jelas Ella.
"Kan rumah Non Ella sama Pakde jauh, jelaslah nggak tau kecuali kalau ada yang ngasih tau, udahlah Non jangan terlalu sedih kasian dedek bayinya." kata Mbok Sumi.
"Tetep aja Bik, Ella jahat nggak bisa balas budi kebaikan Orang."
"Sebenarnya siapa sih yang udah bikin Non Ella berpikiran seperti ini sampai nangis? apa wanita tadi?" tanya Bik Sumi geram.
Ella hanya menggeleng pelan, membuat Bik Sumi paham jika Ella sedang menutupi sesuatu dari nya.
"Bibik udah ngerasa dari tadi kayaknya memang wanita tadi nggak beres di dengar dari ucapannya aja udah tau Bibik kalau Dia sebenernya iri sama Non Ella."
"Enggak gitu kok Bik." sangkal Ella
__ADS_1
"Udah Non, jangan ditutupi apa Non Ella mau kalau bibik bilang sama Den Alex biar dilabrak tuh orang karena udah bikin Non Ella nangis.".
"Ja-jangan Bi, jangan bilang sama mas Alex ya?" rayu Ella.
"Ya udah nggak bakal Bibik bilang tapi Non Ella jujur sama Bibi apa yang udah ngebuat Non Ella sedih sampai nangis?"
Ella pun mulai menceritakan apa saja yang baru didengar dari mulut Ani.
"Ya ampun Non, jahat banget ya masa ngatain Non Ella gitu?" tanya Bik Sumi tak percaya.
"Mungkin emang bener bik, aku kayak gitu soalnya sejak menikah dengan Mas Alex aku merasa sedikit mengacuhkan keluarga dan temen temen yang dulu sering bantuin aku." jelas Ella.
"Sudah ya Non, jangan dipikirin lagi, sekarang lebih baik bibik anter kekamar biar Non istirahat." ajak Bik Sumi.
"Y udah Bik."
Setelah mengantar Ella, Bik Sumi kembali kekamar nya dan menilik ponselnya, tak ada notif apapun.
Sebenarnya Ia ingin menghubungi Alex untuk mengatakan apapun yang terjadi malamn ini namun Ia urungkan karena Tadi Ella meminta untuk tidak memberitahu Alex takut jika Alex khawatir.
...
Pagi hari, Ella terbangun karena merasa ada yang menciumi pipinya penuh sayang. Dengan mata pedih dan juga berat karena semalam Ia menangis, Ella membuka matanya dan melihat Alex sudah di depannya.
"Mas.." Ella langsung menghambur kepelukan Alex.
"Sayang ada apa?" tanya Alex sedikit khawatir karena Ella tiba tiba memeluknya erat, tidak seperti biasanya.
"Nggak apa apa mas, cuma kangen sama mas." balas Ella masih memeluk Alex.
"Hmm, aku buru buru pulang karena khawatir kamu kenapa napa." jelas Alex.
"Aku baik baik aja mas." balas Ella menunduk takut jika Alex melihat wajahnya.
Karena merasa ada yang tak beres dengan istrinya, Alex mengangkat dagu Ella hingga bisa melihat mata sembab Ella.
"Kamu habis nangis?" selidik Alex membuat Ella takut.
__ADS_1
Bersambung...
Yukkk vote yukkk 😁