
Sandi dan Alex kini sudah berada didalam mobil, Sandi sebenarnya tak ingin menanyakan ini tapi karena penasaran akhirnya Ia tanyakan juga.
"Tuan Kok tau kalau saya mau membungkuskan makanan untuk Nisa?" tanya Sandi memberanikan diri dari pada Ia mati penasaran.
"Tentu saja aku tau, aku sering melihatmu memasuki kamar Nisa, apa yang kalian lakukan didalam kamar?" tanya Alex mengoda Sandi.
Deg,.. deg.. deg ...tangan gemetar, wajah pucat, rasanya Sandi ingin menegelamkan diri ke laut saja saat ini juga.
"Maafkan saya Tuan." kata Sandi sedikit gemetar, bagaimana tidak gemetar mendengar ternyata Tuan Alex mengetahui kebejatannya selama ini.
"Hahaha, aku menanyakan apa yang kalian lakukan kenapa kau setakut itu?" goda Alex.
Sandi hanya diam saja, rasanya Ia sudah tidak sanggup lagi untuk berkata kata.
"Segera pinang dia, aku akan menyiapkan segalanya, jika sampai kau berani mencampakannya, aku orang pertama yang akan membunuhmu." ancam Alex.
"Ba-baiklah Tuan, terimakasih banyak." balas Sandi masih gugup.
"Aku masih tak menyangka saja, aku pikir selama ini kau tak menyukai perempuan, tapi kenyataan nya malah lebih parah dari bayanganku." kekeh Alex masih terus mengoda Sandi.
"Maafkan saya Tuan," kata Sandi masih merasa tak enak.
"Apa harus malam ini aku pindahkan saja kau disebelah rumah Ella yang kosong itu!" tanya Alex.
"Ja-jangan Tuan," jawab Sandi seketika seolah tak ingin dipisahkan dari Nisa.
"Kenapa? jika berjauhan apa kau merasa kesepian dan tidak bisa mendapatkan jatah harian lagi?" tanya Alex lagi yang langsung membungkam penolakan Sandi.
"Baiklah Tuan, saya bersedia." kata Sandi lemas.
"Hahaha, lupakan aku hanya mengodamu saja, segera tetapkan tanggal pernikahanmu, tak perlu memikirkan masalah biaya." kata Alex yang mengerti selama ini Sandi tengah menabung untuk pernikahan nya dengan Nisa, meskipun gaji yang Alex berikan terbilang besar namun Sandi masih mempunyai 3 adik yang masih kuliah dan sekolah membuat Sandi harus menjadi tulang punggung keluarga mengantikan posisi Ayahnya yang telah meninggal dikampung.
"Terimakasih Tuan, terimakasih banyak." kata Sandi merasa sangat bersyukur memiliki majikan sebaik Alex meskipun kadang memang sangat menyebalkan.
Sesampainya dimansion, segera Sandi menuju kamar Nisa, namun sayang Nisa masih belum dikamarnya akhirnya Sandi hanya meletakan makanan yang di belikan Alex dan menuju kamarnya untuk mandi terlebih dahulu.
Selesai mandi, Sandi terkejut melihat Nisa sudah duduk diranjangnya membawa makanan yang Ia bungkus tadi.
"Apa ini darimu?" tanya Nisa saat memasuki kamarnya melihat bungkusan ini dimeja kamarnya.
"Ya cobalah, masakan chef direstoran itu sangat enak." kata Sandi.
"Benarkah? bukankah ini restoran yang mahal itu?" tanya Nisa memastikan.
"Benar sekali, cobalah." kata Sandi.
__ADS_1
"Tumben sekali kau membelikanku, biasanya kau tidak pernah membelikanku makanan." kata Nisa jujur sambil terus menyuapkan makanannya.
"Hey jangan berkata seperti itu, itu menyakitiku." kata Sandi yang sudah duduk disamping Nisa.
Sedangkan Nisa hanya tersenyum sambil terus menikmati makanan mahalnya.
"Apakah Enak sekali?" tanya Sandi.
"Ya, sangat enak." balas Nisa yang sudah menghabiskan makanannya.
"Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu." kata Nisa yang kini sudah membersihkan sampah makanannya.
"Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu." kata Sandi.
"Memangnya kau ingin mengatakan apa?" tanya Nisa.
"Kau duluan saja sayang." kata Sandi.
"Kemarin sebelum aku memasuki kamar Hanna aku mendengar dia menelepon seseorang dan terdengar marah." kata Nisa yang kemarin mendengarkan percakapan Hanna ditelepon.
"Bukankah sudah biasa jika majikanmu itu selalu marah." balas Sandi santai.
"Tidak, sepertinya dia memiliki suatu rencana jahat untuk seseorang namun gagal." jelas Nisa menginngat apa yang kemarin Ia dengar.
"Tuan Alex sudah menyuruhku untuk mencari orang yang akan menyelidiki Hanna, jadi tenang saja." kata Sandi.
"Ya tentu saja sayang." kata Sandi mengelus rambut Nisa.
"Oh ya, kau bilang ingin mengatakan sesuatu?" tanya Nisa.
Sandi terlihat mengambil sesuatu dikantong celana nya dan mengeluarkan kotak beludru warna merah lalu membuka yang ternyata isinya sebuah cincin yang memang sudah lama Sandi beli untuk Nisa.
"Maukah kau menikah denganku?" tanya Sandi yang sudah bersujud didepan Nisa sambil membawa cincin.
Nisa membegap mulutnya tak percaya Sandi melamarnya tiba tiba, tanpa Nisa sadari menangis karena terharu.
"Ya aku mau." jawab Nisa, segera Sandi memakaikan cincin lalu memeluk tubuh Nisa.
"Kalau kau mau kenapa harus menangis?" tanya Sandi.
"Aku terharu karena kau tiba tiba melamar." kata Nisa.
"Padahal ini bukan lamaran yang romantis." kata Sandi.
"Aku tidak peduli, selama bersamamu pasti aku bahagia." balas Nisa.
__ADS_1
"Terimakasih sayang telah menemaniku selama 2 tahun ini, setelah ini aku akan selalu menjaga dan membuatmu bahagia." kata Sandi mengecup kening Nisa.
Bahagia, itulah yang dirasakan Nisa saat ini karena sebentar lagi Ia akan menjadi seorang istri.
Sementara itu Alex sedikit jengah karena sedari tadi Hanna menempel padanya, jika biasanya Ia yang menempel Ella sekarang giliran dirinya yang di tempel oleh Hanna.
"Sayang lihatlah, sepertinya baju ini cocok untuk ku?" tanya Hanna memperlihatkan majalah fashion keluaran terbaru.
"Hmm, beli saja jika kau suka." jawab Alex malas sedari tadi Hanna hanya memperlihatkan barang barang yang Ia sukai, padahal biasanya jika sedang bersama Ella, pasti Ella akan memijit kakinya atau menawarkan sesuatu saat mereka sedang berdua seperti ini. benar benar dua orang yang berbeda.
"Kau akan membelikan untuk ku?" tanya Hanna.
"Ya, beli saja bukankah aku juga sudah mentransfer uang bulanan untukmu?" kata Alex.
"Tapi uang nya sudah habis." jawab Hanna sedikit takut apalagi melihat raut terkejut Alex.
"Haa? baru kemarin aku memberikan uang untukmu dan kau sudah menghabiskan nya, sebenarnya kau gunakan untuk apa uang itu?" tanya Alex tak percaya, Alex sudah mentransferkan uang 70 juta untuk Hanna dan juga membayar gaji para Maid, dan sekarang uang itu sudah habis.
"Kemarin omku yang dikampung menelepon dan meminta uang untuk operasi Istrinya, aku mengiyakan karena aku pikir sedikit tapi nyatanya ia meminta 75juta jadi aku transfer saja semuanya." jelas Hanna berbohong padahal uangnya untuk membayar orang yang Ia suruh untuk membakar rumah Ella.
"Dan kau belum mengaji para maid kita?" tanya Alex dan Hanna mengelengkan kepalanya.
Alex menatap Hanna tak percaya, bisa bisanya Ia memikirkan membeli barang barang mahal disaat semua maidnya belum Ia gaji.
"Baiklah aku akan mentransfer lagi untuk gaji para Maid." kata Alex membuat mata Hanna berbinar.
Alex mengambil ponselnya dan langsung mengirim sejumlah uang kerekening Hanna.
Namun Hanna terkejut dengan nominal uang yang dikirim Alex.
"Sayang apa kau tidak salah?" tanya Hanna.
"Kenapa?"
"Kau hanya mentransfer uang 30juta padahal untuk gaji maid saja 25juta."
"Ya, dan 5 juta untukmu."
"Apa? ini tidak akan cukup! bahkan untuk membeli skincare ku saja kurang." protes Hanna.
"Belajarlah berhemat Hanna." kata Alex dan langsung meninggalkan Hanna keluar dari kamar, Hanna yang masih tak percaya Alex sekarang perhitungan padanya.
"Semua gara gara Ella, aku bahkan menerima jatah bulanan yang sedikit, dasar Ella sialan, aku pasti akan membuatmu menderita!" kata Hanna kesal.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...