
Mobil yang dikendarai Sandi memasuki sebuah perumahan Elite dimana sebuah rumah terlihat ramai sekali bahkan terdapat polisi disana.
Sandi pun keluar dari mobil, menghampiri salah satu warga yang ada disana untuk bertanya.
"Maaf bu, kenapa ramai sekali ya disini?"
"Oh itu, ada pembunuhan mas."
Deg, seketika Sandi terkejut dengan pengakuan salah satu warga itu.
"Pembunuhan? korbannya siapa?" tanya Sandi.
"Pembantu sama anak nya mas, trus kabur orangnya. kayaknya depresi deh mas soalnya suaminya baru aja dipenjara kemarin."
"Bener bener nggak nyangka ya, orang keliatan baik baik ternyata kejam gitu." celetuk salah satu warga yang ada disana juga.
"Mana kabur lagi orangnya!" kata warga lainnnya.
Semua warga terlihat membicarakan Rhea, masih tak menyangka jika Rhea melakukan ini semua.
Dan Sandi kini paham, darah mengering yang ada dipisau dan juga tangan Rhea adalah darah putrinya dan juga pembantunya yang telah Ia habisi.
Sandi kembali mendekat ke arah polisi, disana Sandi melihat ada seorang wanita paruh baya yang menangis, dan Sandi yakini itu adalah ibu Rhea.
"Kita harus mencari tersangka nya." kata salah satu polisi.
"Apapun alasannya jika Ia dibantu bersembunyi oleh seseorang kita seret orangnya juga." kata polisi lainnya.
Sandi pun bergerak ingin mengatakan pada polisi, Ia sudah tak ingin Alex mendapatkan masalah lagi.
"Apa anda mencari wanita bernama Rhea?" tanya Sandi pada dua orang polisi yang bertugas disana.
"Ya, apa kau tau dimana dia?"
"Dia tadi mengamuk dikantor Tuan saya, karena saya penasaran dengan apa yang terjadi makanya saya kesini untuk memeriksa." jelas Sandi "Saya Sandi asisten Tuan Alex, orang yang telah memejarakan Rey suami Rhea, mungkin itu alasan Rhea datang pagi ini dan mengamuk." jelas Sandi.
"Ah Tuan Alex? aku mengenalnya. Ya sudah ayo kita kesana sekarang!" ajak polisi itu yang langsung diangguki oleh Sandi.
Dulu semasa hidup, Tuan Ken ayah Alex memang dekat dengan para polisi di kota nya karena memang pekerjaan Ken yang membuat Ia harus dekat dan selalu menyogok polisi agar selalu bisa terbebas jika Ia tersandung masalah hukum dan karena itu juga para polisi juga bisa mengenal Alex dan segan juga pada Alex. itulah sebabnya kemarin sewaktu Alex dilaporkan oleh Rey, banyak polisi yang mendukung Alex agar tak dipenjara dan akhirnya mereka pun mencari kejahata Rey, dibantu oleh Alex tentunya.
__ADS_1
Sementara itu dikantor Alex, semua karyawan terlihat ramai, setelah mendengar wanita berteriak di lantai atas dan kini ada polisi datang. membuat semua para karyawan bertanya tanya "Ada apa sebenarnya?"
"Tuan Alex," Sapa salah satu polisi itu saat Alex berdiri didepan klinik tempat Rhea sedang beristirahat.
Alex pun kini paham, Sandi datang bersama dua polisi yang artinya sedang terjadi sesuatu dirumah Rhea.
"Maaf jika menganggu waktu anda, kami kesini hanya mencari wanita ini." kata polisi itu memperlihatkan foto Rhea yang kini statusnya menjadi tersangka.
"Dia ada didalam, sedang istirahat. apa yang dia lakukan?"
"Tersangka telah membunuh putrinya yang masih bayi serta pembantu dirumahnya."
Alex cukup terkejut mendengar pengakuan polisi itu, tak menyangka depresi bisa membuat seseorang melakukan hal setega itu.
"Tapi sepertinya dia sedang depresi! apa tidak sebaiknya kita bawa kerumah sakit jiwa?"
"Kami harus mencari tau alasan dia membunuh lebih dulu dan jika memang tidak bisa menjelaskan mungkin kami akan membawanya kerumah sakit jiwa." jelas polisi itu yang langsung diangguki oleh Alex.
"Ya sudah jika memang seperti itu. bawa saja dia."
"Terimakasih Tuan Alex atas kerja samanya."
"Ada polisi, ada polisi. Hahahaha." Rhea yang sadar akan kedatangan polisi dan langsung tertawa.
"Sebaiknya anda ikut kami dan jangan mempersulit kami Nona." kata polisi itu melepaskan ikatan tangan Rhea.
"Kemana? kalian akan membawaku kemana? apa aku akan menyusul putriku ke surga? ya di surga! aku ingin kesana hahaha." oceh Rhea yang membuat para polisi itu hanya menggelengkan kepalanya karena ketidakwarasan Rhea.
Beruntung Rhea menurut saja kala polisi memborgol kedua tangan Rhea dan membawanya keluar.
Diluar saat Rhea berpapasan dengan Alex pun kembali tertawa "Calon suamiku, mereka akan membawa ku ke surga. apa kau mau ikut?" tanya Rhea lalu tertawa.
"Terimakasih atas waktunya Tuan, kami permisi dulu" pamit polisi itu "Ayo Nona jalan!" kata polisi itu dan akhirnya ketiganya meninggalkan kantor Alex.
Alex menatap iba ke arah Rhea, sedikit merasa bersalah karena dirinya membawa Rey masuk penjara dan membuat Rhea seperti ini.
"Aku tak menyangka semua akan seperti ini." kata Alex pada Sandi.
"Ini bukan salah Tuan, sepertinya Rhea sering mendapatkan perlakuan tidak baik dari Rey hingga membuatnya depresi seperti ini." jelas Sandi yang tak ingin Alex terlalu menyalahkan dirinya.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus menemui Rey sekarang!"
"Baiklah Tuan, mari saya antar ke kantor polisi!"
Alex pun segera kekantor polisi, tak memperdulikan pekerjaannya yang sudah menumpuk, karena Ia ingin Rey tau buah dari apa yang Ia lakukan.
Dan kini Alex duduk disebuah kursi dimana ada Rey didepannya. Rey yang keadaan nya jauh lebih baik dan lebam diwajahnya akibat pukulan Alex sudah tak terlihat lagi.
Alex melemparkan sebuah koran pagi dimana ada berita Rhea disana, ya berita yang cepat menyebar padahal baru semalam Rhea melakukan pembunuhan.
Bukannya menyesal ataupun merasa bersalah, Rey malah tersenyum sinis mendapati berita itu membuat Alex geram melihatnya.
"Apa kau manusia? bagaimana bisa kau tersenyum disaat istrimu menjadi seperti ini?" tanya Alex dengan nada geram.
"Lalu apa aku harus menangis? wanita jalang itu memang pantas mendapatkan ini semua." balas Rey santai.
"Dasar iblis, bisa bisanya kau mengatakan ini semua dengan santai!"
"Kau hanya belum mengenal siapa Rhea, jika kau mengenalnya lebih dalam, kau tak akan menyalahkan ku atas apa yang terjadi sekarang!"
"Aku tak mengenalnya? bahkan aku sempat menjadi kekasihnya bagaimana bisa aku tak mengenalnya!" geram Alex membuat Rey kembali terkekeh.
"Kau merasa mengenalnya dan menganggapnya wanita baik baik tapi kau bahkan tak bisa paham jika saat itu dia hanya pura pura mencintaimu, bagaimana bisa kau menyebut dirimu mengenalnya?" ejek Rey yang membuat Alex mengepalkan tangannya.
"Kau lah dalang dari semua ini, kau bahkan menjadikan dirinya monster seperti ini!"
"Bukan aku, tapi memang Rhea lah yang seperti ini sejak awal, kau hanya belum mengenalnya lebih dalam." kata Rey membuat Alex mengerutkan keningnya.
"Apa maksud mu?"
Bersambung...
Sekedar cerita ya gengs, aku tau baby blues itu dari fb dan entah bener apa nggak tapi aku pernah ngerasa ngalamin itu sewaktu anakku lahir. memang waktu itu aku lagi ada masalah gede bgt dan aku ngerasa ngalamin ciri2 baby blues tp nggak sampai kayak Rhea loh ya yg sampai bunuh anaknya😂.. tapi alhamdulilah bgt berkat dukungan dari keluarga, aku bisa melewati itu semua ...
Jadi buat kalian yang memang lagi hamil atau habis melahirkan, apapun masalah nya jangan terlalu dibikin beban, slow aja gengs, yakin semua pasti ada jalan keluarnya.
duh malah curcol😄
jangan lupa like vote dan komen yaa..
__ADS_1